wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

IHT JANTUNG - RS WIJAYA KUSUMA

Total questions: 10

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Gambaran EKG di atas ini menunjukkan adanya …..

a)

STEMI Inferior

b)

STEMI Anterolateral

c)

STEMI Anterior Ekstensive

d)

NSTEMI

2.

Apa kesimpulan gambaran ECG di atas?

a)

Atrial Fibrilasi Rapid Ventricular Response

b)

Ventricular Tachycardia

c)

Supraventricular Tachycardia

d)

Sinus Tachycardia

3.

Ny B, 85 th, datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada tengah seperti ditindih beban berat dirasakan tembus ke punggung memberat sejak 1 jam SMRS. Nyeri dada sudah dirasakan sejak 1 hari sebelumnya namun hilang timbul. Nyeri dada menjalar ke leher dan lengan kiri. Nyeri dada disertai keringat dingin dan mual. Nyeri dada tidak diperingan dengan istirahat. Saat dilakukan pemeriksaan di IGD didapatkan GCS E4M6V5, TD 150/80, HR 118x/menit reguler, RR 24x/menit, T 36, dan pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Hasil pemeriksaan EKG didapatkan seperti gambar tsb.

a)

Pemberian aspilet 320 mg (dikunyah), clopidogrel 75 mg, dan ISDN 5 mg sublingual

b)

Pemberian aspilet 320 mg (dikunyah), clopidogrel 300 mg, dan ISDN 5 mg sublingual

c)

Pemberian aspilet 320 mg (dikunyah) dan clopidogrel 75 mg saja karena ISDN dikontraindikasikan pada pasien ini

d)

Pemberian aspilet 320 mg (dikunyah) dan clopidogrel 300 mg saja karena ISDN dikontraindikasikan pada pasien ini

4.

Tn A, 75 th, datang ke IGD dengan keluhan sesak ngongsrong yang memberat sejak 1 jam SMRS disertai keringat dingin dan kedua kaki bengkak. Pasien merupakan perokok aktif. Pasien memiliki riwayat sakit jantung namun sudah 1 bulan tidak kontrol dan tidak minum obat karena merasa bosan meminum obat yang banyak. Saat dilakukan pemeriksaan di IGD didapatkan GCS E4M6V5, TD 60/palpasi, HR 98x/menit reguler, RR 36x/menit, T 35, JVP meningkat, rhonki basah halus pada basal kedua lapang paru, akral dingin pada keempat ekstremitas, pitting edema grade 3 pada ekstremitas bawah. Dokter jaga memberikan tatalaksana awal dengan pemberian fluid challenge NaCl 0,9% 2-4 mL/kgBB. Setelah pemberian cairan didapatkan TD 70/palpasi. Apa tatalaksana selanjutnya yang harus diberikan untuk mengatasi masalah sirkulasi pada pasien ?

a)

Pemasangan SP norepinefrin dengan dosis 2-20 mcg/kgBB/menit, titrasi bertahap sampai target MAP tercapai

b)

Pemasangan SP dobutamine dengan dosis 2-20 mcg/kgBB/menit, titrasi bertahap sampai target MAP tercapai

c)

Pemasangan SP dobutamine dengan dosis 50-300 mcg/kgBB/menit, titrasi bertahap sampai target MAP tercapai

d)

Pemasangan SP norepinefrin dengan dosis 50-300 nano/kgBB/menit, titrasi bertahap sampai target MAP tercapai

5.

Tn. B, 55 th, datang ke IGD dengan keluhan dada tengah terasa panas disertai keringat dingin sejak 3 jam SMRS. Pasien memiliki riwayat DM dan penyakit jantung koroner namun sudah lama tidak kontrol. Pasien merupakan perokok aktif. Saat pemeriksaan didapatkan GCS E4M6V5, TD 90/60, HR 32x/menit reguler, RR 24x/menit, T 36, dan pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Hasil pemeriksaan EKG seperti gambar di tersebut.

Tatalaksana awal yang harus diberikan adalah ……

a)

Inj sulfas atropine 0,25 mg bolus

b)

Inj sulfas atropine 0,5 mg bolus

c)

Inj sulfas atropine 1 mg bolus

d)

Pemasangan transcutaneous pacemaker

6.

Tn. S, 64 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri ulu hati yang terasa panas dan berat sampai ke dada kiri sejak 10 jam SMRS. Keluhan disertai mual tidak muntah. Tidak ada keluhan nyeri menjalar ke leher, pundak maupun lengan kiri. Pasien merupakan perokok aktif. Pasien memiliki riwayat darah tinggi dan kencing manis namun tidak mengonsumsi obat secara rutin. Hasil pemeriksaan fisik GCS E4V5M6, T 110/80 mmHg, N 84 x/menit, R 24 x/menit, S 36.9°C, SpO2 99%, VAS 7, rhonki -/- wheezing -/-, akral hangat, CRT <2, edema grade I pada kedua ekstremitas.

Pemeriksaan elektrokardiogram seperti gambaran berikut.

a)

Pemberian aspilet 320 mg (dikunyah), clopidogrel 75 mg, dan ISDN 5 mg sublingual

b)

Pemberian aspilet 320 mg (dikunyah) dan clopidogrel 75 mg saja karena ISDN dikontraindikasikan pada pasien ini

c)

Pemberian aspilet 320 mg (dikunyah) dan clopidogrel 300 mg saja karena ISDN dikontraindikasikan pada pasien ini

d)

Pemberian aspilet 320 mg (dikunyah), clopidogrel 300 mg, dan ISDN 5 mg sublingual

7.

Ny. S, 54 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada tengah sejak 11 jam SMRS. Keluhan disertai keringat dingin. Tidak ada keluhan nyeri menjalar ke leher, pundak maupun lengan kiri. Riwayat darah tinggi dan kencing manis disangkal. Hasil pemeriksaan fisik GCS E4V5M6, T 160/90 mmHg, N 90 x/menit, R 26 x/menit, S 36.5°C, SpO2 99%, VAS 7, rhonki -/- wheezing -/-, akral hangat, CRT <2. Pemeriksaan elektrokardiogram terlampir. Hasil pemeriksaan cardiac marker Trop 0.18 ng/mL (nilai normal = <0.3 ng/mL). Apa diagnosis pada pasien di atas?

a)

STEMI

b)

NSTEMI

c)

UAP

d)

Tidak salah satu diagnosa diatas

8.

Ny B, 85 th, datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri dada tengah seperti ditindih beban berat dirasakan tembus ke punggung memberat sejak 1 jam SMRS. Nyeri dada sudah dirasakan sejak 1 hari sebelumnya namun hilang timbul. Nyeri dada menjalar ke leher dan lengan kiri. Nyeri dada disertai keringat dingin dan mual. Nyeri dada tidak diperingan dengan istirahat. Saat dilakukan pemeriksaan di IGD didapatkan GCS E4M6V5, TD 150/80, HR 118x/menit reguler, RR 24x/menit, T 36, dan pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Hasil pemeriksaan EKG didapatkan adanya ST elevasi pada lead I, aVL, V5, dan V6. Dokter jaga berkonsultasi kepada DPJP dan diputuskan akan dilakukan fibrinolitik pada pasien tersebut setelah terlebih dahulu dipastikan tidak ada kontraindikasi fibrinolitik pada pasien. Apa dan berapa dosis fibrinolitik yang diberikan kepada pasien ?

a)

Streptokinase dosis 1 juta unit dilarutkan dalam 100 cc NS habis dalam 30-60 menit

b)

Alteplase dosis 1 juta unit dilarutkan dalam 100 cc NS habis dalam 30-60 menit

c)

Alteplase dosis 1,5 juta unit dilarutkan dalam 100 cc NS habis dalam 30-60 menit

d)

Streptokinase dosis 1,5 juta unit dilarutkan dalam 100 cc NS habis dalam 30-60 menit

9.

Tn. A, 60 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan dada kiri terasa seperti ditindih benda berat dan terasa panas sejak 3 jam SMRS. Keluhan disertai keringat dingin dan nyeri yang menjalar ke pundak dan lengan kiri. Pasien merupakan perokok aktif. Riwayat darah tinggi dan kencing manis disangkal. Pasien tidak ada kontraindikasi absolut untuk fibrinolitik Hasil pemeriksaan fisik GCS E4V5M6, T 160/80 mmHg, N 82 x/menit, R 24 x/menit, S 36.9°C, SpO2 99%, VAS 7, rhonki -/- wheezing -/-, akral hangat, CRT <2”, edema -/-. Pemeriksaan elektrokardiogram menggambarkan STEMI anterolateral. Pasien mendapatkan aspilet 320 mg (dikunyah), clopidogrel 300 mg, Inj. Morfin 2 mg k/p dan dilakukan fibrinolitik.

Selama masa pemantauan fibrinolitik, GCS E1V1M1, nadi teraba, T 80/50 mmHg, N 170 x/menit, R 30 x/menit, S 36.9°C, SpO2 97%, VAS 9, akral dingin, CRT >2”, pada monitor terlihat gambaran elektrokardiogram sebagai berikut.

a)

Resusistasi Jantung Paru, Defibrillator dengan Bifasik 200 J

b)

Kardioversi Tersinkronisasi dengan Bifasik 100-200 J

c)

Resusistasi Jantung Paru, Defibrillator dengan Bifasik 360 J

d)

Kardioversi Tersinkronisasi dengan Bifasik 50-100 J

10.

Tn. R, 65 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan dada kiri terasa seperti ditindih benda berat dan terasa panas sejak 3 jam SMRS. Keluhan disertai keringat dingin dan nyeri yang menjalar ke pundak dan lengan kiri. Pasien merupakan perokok aktif. Riwayat darah tinggi dan kencing manis disangkal. Pasien pernah mengalami kecelakaan lalu lintas dan menjalani operasi kepala karena ada perdarahan 5 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik GCS E4V5M6, T 160/80 mmHg, N 82 x/menit, R 24 x/menit, S 36.9°C, SpO2 99%, VAS 7, rhonki -/- wheezing -/-, akral hangat, CRT <2, edema -/-. Pemeriksaan elektrokardiogram terlampir. Pasien mendapatkan aspilet 320 mg (dikunyah), clopidogrel 300 mg, Inj. Morfin 2 mg k/p.

Apa tatalaksana selanjutnya yang harus diberikan untuk mengatasi masalah pasien tersebut?

a)

Konsultasi kepada DPJP; mempersiapkan monitor, defibrillator dan obat emergensi; memastikan kondisi pasien stabil; prosedur fibrinolitik dengan streptokinase 1,5 jt IU

b)

Konsultasi kepada DPJP; tidak mempersiapkan monitor, defibrillator dan obat emergensi; prosedur fibrinolitik dengan streptokinase 1,5 jt IU

c)

Konsultasi kepada DPJP; mempersiapkan monitor, defibrillator dan obat emergensi; memastikan kondisi pasien stabil; persiapan rujuk untuk PCI rescue dan site marking ECG

d)

Tidak melakukan salah satu dari tiga pilihan diatas