Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Cerita Naratif

Total questions: 15

Worksheet time: 4hrs 45mins

Name
Class
Date
1.

Bagian mana dari cerita yang merupakan resolusi atau penyelesaian?

a)

Tiba-tiba, ia mendapat ide cemerlang. Ia pun berteriak-teriak di tepi sungai, “Hai, buaya-buaya! Ayo, datang ke sini! Saya punya kabar baik untuk kalian!”

b)

Si kancil pun mulai melompat dari punggung satu buaya ke punggung buaya lainnya sambil berteriak, “Satu, dua, tiga…!”

c)

Akhirnya, si kancil pun sampai di seberang sungai dengan selamat. Ia pun bersorak girang, “Ha ha ha! Bodoh sekali kalian! Tidak ada pesta apapun!”

d)

Para buaya merasa tertipu dan marah sekali. Mereka mencoba mengejar si kancil, tetapi sudah terlambat

2.

Kisah Si Kancil dan Buaya

Pada suatu hari, si kancil ingin menyeberang sungai untuk mencari makanan di seberang sana. Namun, di sungai itu banyak sekali buaya yang siap menunggu mangsa. Si kancil pun berpikir keras bagaimana caranya agar bisa menyeberang dengan selamat.

Tiba-tiba, ia mendapat ide cemerlang. Ia pun berteriak-teriak di tepi sungai, “Hai, buaya-buaya! Ayo, datang ke sini! Saya punya kabar baik untuk kalian!”

Para buaya yang mendengar suara si kancil langsung berenang mendekat ke tepi sungai. Mereka penasaran dengan kabar baik yang dimaksud si kancil.

“Kalian tahu tidak? Hari ini adalah hari raya buaya. Raja hutan mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakannya. Semua binatang diundang, termasuk kalian. Ayo, cepat-cepat! Jangan sampai terlambat!” kata si kancil dengan penuh semangat.

Para buaya percaya saja dengan omongan si kancil. Mereka tidak mau ketinggalan pesta raja hutan. Namun, mereka bingung bagaimana caranya bisa sampai ke istana raja hutan yang jauh di tengah hutan.

“Bagaimana kami bisa pergi ke sana? Kami kan tidak bisa berjalan di darat,” tanya salah satu buaya.

“Oh, itu mudah. Saya akan membantu kalian. Kalian tinggal berbaris dari sini sampai ke seberang sana. Nanti, saya akan melompat dari punggung satu buaya ke punggung buaya lainnya. Begitu seterusnya sampai kami sampai di seberang. Lalu, saya akan menuntun kalian ke istana raja hutan,” jawab si kancil dengan licik.

Para buaya setuju dengan rencana si kancil. Mereka pun berbaris membentuk jembatan dari satu tepi sungai ke tepi sungai lainnya. Si kancil pun mulai melompat dari punggung satu buaya ke punggung buaya lainnya sambil berteriak, “Satu, dua, tiga…!”

Setiap kali si kancil melompat, ia menghitung jumlah buaya yang dilewatinya. Ia ingin tahu berapa banyak buaya yang ada di sungai itu. Para buaya tidak menyadari maksud si kancil yang sebenarnya.

Akhirnya, si kancil pun sampai di seberang sungai dengan selamat. Ia pun bersorak girang, “Ha ha ha! Bodoh sekali kalian! Tidak ada pesta apapun! Saya hanya ingin menyeberang sungai dan menghitung jumlah kalian! Terima kasih, ya!”

Para buaya merasa tertipu dan marah sekali. Mereka mencoba mengejar si kancil, tetapi sudah terlambat. Si kancil sudah lari jauh meninggalkan mereka.

Apa tujuan penulis menulis cerita di atas?

a)

Untuk memberi informasi tentang kehidupan si kancil dan buaya

b)

Untuk menghibur pembaca dengan cerita yang lucu dan mengandung pesan moral

c)

Untuk membujuk pembaca agar bersikap seperti si kancil

d)

Untuk menyindir pembaca agar tidak mudah tertipu seperti buaya

3.

hari itu aku dan si kembar memanjat mangga, tiba-tiba aku terjatuh, sehingga sikembar membantuku untuk mengobati lukaku.

tokoh sikembar memiliki watak..

a)

antagonis

b)

protagonis

c)

pembantu

d)

tokoh utama

4.

riski sering kali menggangu indah. sehingga indah sangat membenci riski.

tokoh riski memiliki sifat....

a)

antagonis

b)

protagonis

c)

tokoh pembantu

d)

piguran

5.

indah sering kali mengikuti yusuf ke sekolah, sehingga aku tidak bisa menemuinya.

kalimat di atas merupakan kalimat...

a)

kalimat langsung

b)

kalimat tidak langsung

c)

kalimat ejekan

d)

kalimat pujian

6.

kamu ke sekolah menggunakan sepeda motor yang sangat keren..

kalimat tersebut merupakan kalimat...

a)

langsung

b)

tidak langsung

c)

kalimat tanggapan

d)

kalimat ejekan

7.

cerita imajinasi berisi serangkaian kejadian berurutan yang menggambarkan sebuah cerita.

dari teks di atas merupakan pengertian dari....

a)

teks cerpen

b)

teks pidato

c)

teks naratif

d)

teks eksposisi

8.

cara berjalan yusuf seperti siput..

dari teks tersebut apakah bentuk majas yang digunakan...

a)

majas metapora

b)

majas sarkasme

c)

majas litotes

d)

majas hiperbola

9.

Namaku Ivan, aku adalah anak SMP kelas 7. Setiap hari, aku membantu orang tuaku berjualan kue basah.

Cerita di atas termasuk ke dalam bagian...

a)

Klimaks

b)

Resolusi

c)

Orientasi

d)

Anti Klimaks

10.

Libur semester ini aku pulang ke kampung halaman. Betapa senangnya aku kembali bertemu kedua orang tua dan adikku yang sangat aku sayangi. Memang, lama sekali waktu berjalan jika kita sedang merindu.

Betapa rindunya aku dengan sensasi tidur di kamarku dan enaknya masakan ibu. Mereka menyambutku dari depan pintu begitu aku pulang. Aroma masakan ibu yang harum tercium bahkan sebelum aku menginjakkan kaki ke dalam rumah. Sungguh suasana yang tidak dapat kudapatkan ketika ada di kota.

Latar tempat yang tergambar dalam teks tersebut adalah ...

a)

kamar

b)

teras rumah

c)

kota

d)

dapur

11.

Ahmad tersenyum sambil mengayunkan langkahnya sore itu. Angin dingin berembus, membuat bulu kuduk di sekitar tubuhnya berdiri. Aku memasukkan dua tanganku ke dalam saku jaket, berharap rasa dingin bisa berkurang. Tak lama, aku disambut wangi kayu yang terbakar di perapian saat Ana membukakan pintu. Senyum Ana pun turut melelehkan sikap dingin Ahmad yang bersaing dengan udara sore itu. Secerca senyum tergores di wajah Ahmad. Setidaknya ada sedikit memori sebelum Ahmad pergi yang entah akan kembali.

Berdasarkan teks tersebut, sikap tokoh Ana yaitu ...

a)

cuek

b)

ramah

c)

dingin

d)

rendah hati

12.

Kuletakkan tas ransel yang berat itu di atas sofa. Layar TV masih menyala ketika tubuhku bersandar di empuknya sofa. Pintu rumah masih terbuka ketika tanganku sibuk bermain tiktok. Kubiarkan perutku yang keroncongan karena bekal makanku tertinggal di dapur tadi pagi. Jadi teringat betapa tersiksanya aku di sekolah karena tidak bisa makan tadi siang.

Latar tempat yang tergambar dalam kutipan teks naratif tersebut, yaitu ...

a)

dapur

b)

sekolah

c)

ruang tv

d)

kamar

13.

Kala itu mentari belum bangun dari peraduannya. Ayam-ayam jago pun belum melakukan tugasnya. Namun, Pak Raden telah keluar dari rumahnya. Pada saat, Pak Raden melangkahkan kaki menuju sawahnya, langkahnya terhenti oleh tangisan bayi yang memecah keheningan pagi itu. Dengan sangat ketakutan Pak Raden mencari sumber suara itu. Betapa terkejutnya Pak Raden melihat seorang bayi mungil tergeletak di bawah pohon beringin besar. “Bayi siapa ini?" ucap Pak Raden yang tersontak.

Latar waktu yang tergambar dalam teks naratif tersebut, yaitu ...

a)

pagi hari

b)

halaman rumah

c)

sore hari

d)

teras rumah

14.

Pembukaan kaki Gunung Beser akan dilakukan dengan bergotong-royong. Bantuan tenaga dan dana besar dari pihak pabrik disambut masyarakat. Kejadian yang semakin langka itu ditandai dengan syukuran kampong yang dipimpin oleh pak bupati yang sengaja datang.

Tahapan alur yang tergambar dalam kutipan teks naratif tersebut, yaitu ...

a)

orientasi

b)

konflik

c)

klimaks

d)

resolusi

15.

Bacalah dengan cermat!

Pulang dari mengontrol sawah, aku diajak kakek jalan-jalan ke pasar yang dibuka seminggu sekali. Ditemani cahaya oranye matahari aku melihat berbagai jajanan di pasar sedangkan Kakek membeli berbagai keperluan sehari-hari. Aku selalu bingung untuk membeli, kue serabi, martabak manis, atau kue pukis.

Latar waktu yang tergambar dalam kutipan teks naratif tersebut adalah ...

a)

Hari Minggu

b)

sore hari

c)

di pasar

d)

sawah