NEW
Font size
WorksheetsTeks Cerita Pendek dan Buku Fiksi Kelas IX SMP Sinar Parahyangan
Total questions: 50
Worksheet time: 16mins
Mereka bersaudara, ada enam orang. Yang sulung namanya Tombuk. Di bawah Tombuk adalah Delila, Lukman, Parlindungan, Syamsiah. Mereka berlima lahir Padangsidempuan. Rosmalina adalah anak bungsu. Ia lahir di Sawit Seberang, ketika ayah mereka, Nurdin namanya, diterima bekerja sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit itu.
Nurdin tekun bekerja, tahu menghargai bawahan dan ke atas, ia hormat. Dengan cepat ia meningkat jadi mandor-kepala. Oleh direktur, ia dianjurkan sekolah sambil kerja. Demikianlah, setelah menamatkan sekolah, Nurdin meningkat jabatannya. Peristiwa bersejarah itu terjadi setelah Nurdin memperoleh kedudukan sebagai Asisten Teknik. Waktu itu, Lombok sudah kawin. Delila sudah meningkat remaja, begitu pula Lukman dan Parlindungan. Syamsiah dan Rosmalina baru remaja tanggung, tetapi sudah dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan kehidupan keras di sekeliling mereka.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan informasi pada kutipan isi buku tersebut adalah ...
Kelima anak Nurdin dilahirkan di daerah yang sama, yaitu Padang Sidempuan, sedangkan anak sulungnya dilahirkan di Sawit Seberang.
Saat Nurdin diterima bekerja sebagai mandor perkebunan kelapa sawit, anak ke enamnya bernama Rosmalina lahir.
Jabatan Nurdin meningkat cepat karena selalu bekerja keras, tekun, dan bersikap baik terhadap sesama.
Tidak hanya seorang pekerja keras, Nurdin memiliki pribadi santun terhadap atasan dan bawahan.
Mereka bersaudara, ada enam orang. Yang sulung namanya Tombuk. Di bawah Tombuk adalah Delila, Lukman, Parlindungan, Syamsiah. Mereka berlima lahir Padangsidempuan. Rosmalina adalah anak bungsu. Ia lahir di Sawit Seberang, ketika ayah mereka, Nurdin namanya, diterima bekerja sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit itu.
Nurdin tekun bekerja, tahu menghargai bawahan dan ke atas, ia hormat. Dengan cepat ia meningkat jadi mandor-kepala. Oleh direktur, ia dianjurkan sekolah sambil kerja. Demikianlah, setelah menamatkan sekolah, Nurdin meningkat jabatannya. Peristiwa bersejarah itu terjadi setelah Nurdin memperoleh kedudukan sebagai Asisten Teknik. Waktu itu, Lombok sudah kawin. Delila sudah meningkat remaja, begitu pula Lukman dan Parlindungan. Syamsiah dan Rosmalina baru remaja tanggung, tetapi sudah dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan kehidupan keras di sekeliling mereka.
Unsur pembangun yang dominan dalam kutipan isi buku tersebut adalah ...
alur
tema
amanat
penokohan
Mereka bersaudara, ada enam orang. Yang sulung namanya Tombuk. Di bawah Tombuk adalah Delila, Lukman, Parlindungan, Syamsiah. Mereka berlima lahir Padangsidempuan. Rosmalina adalah anak bungsu. Ia lahir di Sawit Seberang, ketika ayah mereka, Nurdin namanya, diterima bekerja sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit itu.
Nurdin tekun bekerja, tahu menghargai bawahan dan ke atas, ia hormat. Dengan cepat ia meningkat jadi mandor-kepala. Oleh direktur, ia dianjurkan sekolah sambil kerja. Demikianlah, setelah menamatkan sekolah, Nurdin meningkat jabatannya. Peristiwa bersejarah itu terjadi setelah Nurdin memperoleh kedudukan sebagai Asisten Teknik. Waktu itu, Lombok sudah kawin. Delila sudah meningkat remaja, begitu pula Lukman dan Parlindungan. Syamsiah dan Rosmalina baru remaja tanggung, tetapi sudah dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan kehidupan keras di sekeliling mereka.
Hubungan alur dan penokohan yang sesuai dengan kutipan isi buku tersebut adalah ...
Nurdin yang tekun bekerja merasakan waktu cepat berlalu hingga anak-anaknya kini telah tumbuh dewasa.
Nurdin mengalami kenaikan jabatan dengan cepat karena kepribadiannya yang baik dan tekun dalam bekerja
Kesuksesan Nurdin meraih jabatan sebagai Asisten Teknik tidak lepas dari kesuksesannya menyelesaikan pendidikan.
Kebaikan hati direktur di tempat Nurdin bekerja membuat hidupnya penuh dengan keberkahan, mulai dari melanjutkan pendidikan hingga kenaikan jabatan
Unsur intrinsik cerpen, antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
peokohan
amanat
nilai kehidupan
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ...
tokoh
latar
alur
sudut pandang
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
ceroboh, malas, kaya
rajin, pemarah, teliti
cermat, pelit, perhitungan
Pengarang biasanya menyelipkan suatu pesan yang disampaikan melalui cerita yang ditulisnya yang disebut ....
tema
latar
tokoh
amanat
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
depan rumah
terminal
di halte dekat rumah
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....
tokoh
latar tempat
latar waktu
penokohan
Kutipan 1
“ Cepat ke sini!”
“ Aku tidak mau!”
“ Kamu jangan nekat, ini sedang hujan lebat. Kamu akan sakit jika terus menerus jalan di tengah hujan tengah malam begini.”
Aku tak memedulikan ucapannya.
Kakiku terus melangkah tanpa tahu ujung langkah akan berhenti dimana. Hatiku terlanjur hancur.
Kutipan 2
Sebelum subuh Salena sudah bersiap. Dagangan sayurnya sudah lengkap di atas gerobak seperti pasar tradisional mini. Setengah jam kemudian, datang pelanggan pertamanya sebelum ia berkeliling. Bu Minah selalu menjadi pelanggan setianya sebelum ia berangkat dengan gerobak sayurnya. Salena baru kembali ke rumah menjelang magrib.
Perbedaan penyajian pola pengembangan kedua teks cerpen tersebut adalah....
Kutipan 1 diawali dengan latar cerita, kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh
Kutipan 1 diawali dengan garis besar cerita, sedangkan kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh
Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan masalah yang harus diselesaikan
Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan garis besar tokoh
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”
Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Setiap orang pasti memiliki rencana.
Hidup itu ada kalanya tidak menentu.
Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.
Anak laki-laki itu merasa kasihan setiap kali menyaksikan si lelaki tua itu pulang dari laut setiap hari dengan perahu kosong. Ia pun selalu datang untuk menolongnya membawakan gulungan tali atau kait besar dan kait kecil, serta layar yang sudah tergulung di tiang perahu. Layar itu bertambal karung gandum dan kalau tergulung di tiang tampak seperti panji-panji.
Pengarang menggambarkan watak tokoh anak laki-laki dalam kutipan cerital tersebut melalui ….
pelukisan perilaku tokoh
pelukisan tempat tinggal tokoh
paparan langsung oleh pengarang
pelukisan bentuk fisik tokoh
Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah ...
Unsur yang membentuk cerpen dari latar belakang pengarang
Unsur yang membentuk cerpen dari dalam
Unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan luar
Unsur yang membentuk cerpen dari luar
“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”
Karakter Tak sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….
sombong
penakut
rendah hati
jujur
Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”
Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….
pemalu
penakut
pembohong
pendiam
Hari ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
Latar waktu kutipan cerpen adalah ....
pagi hari
siang hari
sore hari
malam hari
Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi geletar punggung buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Di sini juga ayah mendidikku membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang menyaru suara katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah, menyelam di bawah gemerisik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan tidak bernapas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran matahari hampir tenggelam.
Latar kutipan cerpen tersebut adalah…
di hutan, pagi hari
di sungai, sore hari
di desa, siang hari
di sungai, malam hari
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu. Ia berusaha tersenyum dan menyembunyikan giginya yang terlalu menonjol ke depan. Orang berpakaian pegawai itu juga tersenyum membalas.
"Maaf, Bu. Saya pegawai ketertiban Balaikota. Apakah racun api Ibu masih baik? Boleh saya periksa?"
Kata tercetak tebal tersebut mengandung makna....
bangunan tempat memproduksi barang
bangunan tempat menitipkan barang
bangunan tempat berjualan
bangunan tempat menumpuk barang
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor …
(1)
(2)
(3)
(4)
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari meredup
yang kemarin dulu itu
Ketika kerumunan tidak bersama
Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah ....
kalimat pertama pada paragraf pertama
Kalimat keempat pada paragraf kedua
Kalimat kedua pada paragraf pertama
Kalimat ketiga pada paragraf kedua.
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Kita harus menyesuaikan diri di mana pun berada.
Tidak ada kata terlambat untuk memaafkan.
Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak berguna.
Kita harus menghormati ibu yang telah melahirkan.
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat.
”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Kata "matahari yang mulai tenggelam" tersebut mengandung makna....
hari hampir siang
hari hampir malan
hari hampir senja
hari hampir subuh
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(2) dan (3)
(4) dan (5)
Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.
Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ….
Tingkah laku tokoh kamu
Dialog tokoh kamu
Tingkah laku tokoh aku
Dialog tokoh aku
Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama
Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1)
"Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2)
Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3)
”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)
Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...
(4)
(3)
(2)
(1)
“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”
“Mana bias keliru?” si pegawai menyela dengan cepat.
“Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”
“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang:tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”
“Tidak,”jawab laki-laki itu.” Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”
“Oh,, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.”Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya. Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?”
“Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ….”
“Nona!” sela si pegawai cepat.
Kutipan cerpen tersebut bertema ….
Keberanian pegawai mengakui kekeliruan.
Kehati-hatian pegawai terhadap seseorang.
Kejujuran seseorang dalam hidup.
Kebaikan seseorang terhadap pegawai pos
Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ...
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...
Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca
Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
Berbagai kerumitan bermunculan
Konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian
Struktur teks cerpen adalah ...
Orientasi - insiden - interpretasi
Orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda
Orientasi - komplikasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, larasati segera memulai pembicaraan.
“Sebelum membicarakan soal diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin membicarakan masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“Maksud ibu apa?
‘ Saya khawatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh larasati berdasarkan kutipan di atas adalah?
Sabar dan penyayang
angkuh dan disiplin
tegas dan pemberani
penakut
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, larasati segera memulai pembicaraan.
“Sebelum membicarakan soal diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin membicarakan masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“Maksud ibu apa?
‘ Saya khawatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen di atas memiliki sifat…..
pendendam
keras kepala dan mudah marah
tidak bisa membedakan urusan pribadi dan dinas
ingin menang sendiri
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, larasati segera memulai pembicaraan.
“Sebelum membicarakan soal diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin membicarakan masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“Maksud ibu apa?
‘ Saya khawatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Bagaimana gambaran karakter tokoh diah dalam cerpen di atas?
kat menerima cobaan
gampang putus asa
lemah dan penuh penderitaan
trauma dalam menjalani kehidupannya
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang.
Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan merekapun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah…
di bawah pohon rindang
di perkampungan
di pedesaan
dalam hutan rindang
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Dengan tergesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara
“… penumpang bus Gemilang Asa untuk segera memasuki kendaraan…”.
Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya.
“Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,”
harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
malam hari, terminal
Suatu cerpen berbeda dengan puisi. Perbedaan cerpen dengan puisi dapat ditemukan pada …
adanya tema dalam cerpen
cerpen memiliki imajinasi
cerpen memiliki alur
adanya gaya bahasa dalam cerpen
Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!
Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah.
Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”
Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.
Dalam kutipan cerpen tersebut, terdapat kata “sepenuh hati”. Kata tersebut memiliki makna …
sabar
semangat
percaya diri
bersungguh-sungguh
Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!
Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah.
Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”
Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.
Tokoh “aku” yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
seorang pelajar
Runa
penjual pakaian
Mbak April
Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!
Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah.
Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”
Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.
Di bawah ini merupakan pesan yang ada dalam kutipan cerpen di atas, kecuali …
kita harus bekerja sama dengan baik dan jujur dalam sebuah pekerjaan
jangan takut pada kegagalan
berdoa dapat menentukan kesuksesan
bersungguh-sungguh dalam pekerjaan agar dapat menuai hasilnya
Perhatikan penggalan cerpen berikut!
Ali ingin sekali memberikan hadiah pada Kris, seperti teman-teman lainnya. Akan tetapi, dia tidak ingin meminta uang pada ibunya. Ditambah lagi, ketika dia memperlihatkan undangan pesta ulang tahun Kris, Ibu hanya terdiam sambil melihat taman di bawah matahari terbenam.
Hal itu pertanda bahwa Ibu belum ada uang untuk membeli hadiah. Ali sadar bahwa dia dan ibunya harus berhemat sejak kematian ayahnya dua tahun lalu. Ali bergumam seraya bangkit dari tempat tidurnya, “Masa sih aku tidak bisa memberikan hadiah untuk temanku?”
Ia mematikan lampu tidur dan menyalakan lampu kamarnya. Ia menuju ke meja belajarnya. Ia mengambil beberapa spidol dan secarik kertas. Dalam diam, tangannya mulai membuat coretan-coretan dengan spidol di atas kertas yang ia ambil. Setelah beberapa saat, akhirnya ia tersenyum, “Aku sudah punya hadiah untuk ulang tahun Kris besok.”
Amanat yang dapat kita ambil dari cerpen di atas adalah …
matikan lampu jika sudah tidak diperlukan lagi
jangan membebani orang tua hanya karena ingin membelikan hadiah untuk teman
usahakan untuk selalu memberikan hadiah pada teman
temanilah ibu ketika sedang bersusah hati
Perhatikan penggalan cerpen berikut!
Ali ingin sekali memberikan hadiah pada Kris, seperti teman-teman lainnya. Akan tetapi, dia tidak ingin meminta uang pada ibunya. Ditambah lagi, ketika dia memperlihatkan undangan pesta ulang tahun Kris, Ibu hanya terdiam sambil melihat taman di bawah matahari terbenam.
Hal itu pertanda bahwa Ibu belum ada uang untuk membeli hadiah. Ali sadar bahwa dia dan ibunya harus berhemat sejak kematian ayahnya dua tahun lalu. Ali bergumam seraya bangkit dari tempat tidurnya, “Masa sih aku tidak bisa memberikan hadiah untuk temanku?”
Ia mematikan lampu tidur dan menyalakan lampu kamarnya. Ia menuju ke meja belajarnya. Ia mengambil beberapa spidol dan secarik kertas. Dalam diam, tangannya mulai membuat coretan-coretan dengan spidol di atas kertas yang ia ambil. Setelah beberapa saat, akhirnya ia tersenyum, “Aku sudah punya hadiah untuk ulang tahun Kris besok.”
Latar peristiwa yang terjadi di malam hari dibuktikan dengan …
kalimat kedua paragraf kedua
kalimat pertama paragraf pertama
kalimat pertama paragraf kedua
kalimat kedua paragraf pertama
Perhatikan penggalan cerpen berikut!
Ali ingin sekali memberikan hadiah pada Kris, seperti teman-teman lainnya. Akan tetapi, dia tidak ingin meminta uang pada ibunya. Ditambah lagi, ketika dia memperlihatkan undangan pesta ulang tahun Kris, Ibu hanya terdiam sambil melihat taman di bawah matahari terbenam.
Hal itu pertanda bahwa Ibu belum ada uang untuk membeli hadiah. Ali sadar bahwa dia dan ibunya harus berhemat sejak kematian ayahnya dua tahun lalu. Ali bergumam seraya bangkit dari tempat tidurnya, “Masa sih aku tidak bisa memberikan hadiah untuk temanku?”
Ia mematikan lampu tidur dan menyalakan lampu kamarnya. Ia menuju ke meja belajarnya. Ia mengambil beberapa spidol dan secarik kertas. Dalam diam, tangannya mulai membuat coretan-coretan dengan spidol di atas kertas yang ia ambil. Setelah beberapa saat, akhirnya ia tersenyum, “Aku sudah punya hadiah untuk ulang tahun Kris besok.”
Penggalan cerpen tentang Ali di atas menggunakan sudut pandang …
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang pertama dan ketiga
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.
Latar pada kutipan cerita pendek tersebut adalah ....
di rumah
di kelas
di halaman
di rumah sakit
Bacalah kutipan cerita berikut!
Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.
Sudut pandang cerita tersebut adalah ....
sudut pandang orang pertama
sudut pandang orang kedua
sudut pandang orang ketiga
sudut pandang orang pertama dan ketiga
Bacalah kutipan cerita berikut!
Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.
Nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan cerita tersebut adalah ...
Keterusterangan
Kepasrahan
Kejujuran
Penyesalan
Bacalah kutipan cerita berikut!
Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambal membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.
Kuda pincang yang iya tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Akan tetapi, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannya pupuk.
Sifat-sifat berikut yang tidak dimiliki oleh Baik Hati adalah ...
Sabar
Suka menolong
Kreatif
Rajin
Bacalah kutipan cerita berikut!
Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambal membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.
Kuda pincang yang iya tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Akan tetapi, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannya pupuk.
Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah ...
Melalui pembicaraan dengan tokoh lain.
Melukiskan jalan pikiran tokoh.
Reaksi tokoh terhadap suatu kejadian.
Melukiskan keadaan sekitar pelaku.
Perhatikan kutipan cerita berikut!
1) Orang-orang masih duduk berkumpul di teras masjid. 2) Seorang takmir yang juga ikut nimbrung dengn pujian penuh kebahagiaan bercerita tentang sedekah Pak Aris. 3) Pada mulanya Pak Aris memang pelit. 4) Namun, kini ia ingin berkurban pada Hari Raya Kurban. 5) Hanya Pak Aris satu-satunya warga yang memberikan sapinya. 6) Selain itu, hewan yang dikurbankan kadang hanya tiga ekor kambing. 7) Ada yang urunan. 8) Tetapi, Kurnia selalu rutin memberikan kambing ternaknya untuk kurban pada hari raya.
Latar tempat dalam kutipan cerita tersebut adalah .....
dalam masjid
depan masjid
teras masjid
samping masjid
Perhatikan kutipan cerita berikut!
1) Orang-orang masih duduk berkumpul di teras masjid. 2) Seorang takmir yang juga ikut nimbrung dengn pujian penuh kebahagiaan bercerita tentang sedekah Pak Aris. 3) Pada mulanya Pak Aris memang pelit. 4) Namun, kini ia ingin berkurban pada Hari Raya Kurban. 5) Hanya Pak Aris satu-satunya warga yang memberikan sapinya. 6) Selain itu, hewan yang dikurbankan kadang hanya tiga ekor kambing. 7) Ada yang urunan. 8) Tetapi, Kurnia selalu rutin memberikan kambing ternaknya untuk kurban pada hari raya.
Watak tokoh Pak Aris digambarkan melalui .....
Diceritakan tokoh lain
Dialog dengan tokoh lain
Pelukisan tindakan
Penjelasan langsung oleh penulis
