wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Meneladani Jejak Langkah Ulama

Total questions: 10

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Saat jayanya  kerajaan Islam, peran ulama sangat menonjol sebagai bagian dari pejabat elite. Adapun perannya yang paling penting adalah ...

a)

berbeda-beda peran sesuai wilayah atau daerah yang dikuasai

b)

menjadi penasehat di bidang keagamaan bagi kerajaan

c)

mempengaruhi pemimpin agar menegakkan aturan

d)

dikembalikan aturan bernegara yang menyimpang

2.

Syekh Nawawi pernah menjadi imam di Masjidil Haram, mengajar di Haramain, dan mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz. Saat itu, yang termasuk Hijaz adalah wilayah …

a)

Timur Tengah seluruhnya

b)

Makkah, Madinah, dan Damaskus

c)

Saudi Arabia, Irak dan Iran

d)

Jazirah Arab, Makkah, Madinah

3.

Sampai saat ini, karya-karya beliau masih dipelajari, dikaji, dan ditelaah di pesantren. Misalnya kitab Sullam al-Munâjah syarah Safînah al-Shalâh dan Nashâih al-‘Ibâd syarah al-Manbaĥâtu ‘ala al-Isti’dâd li yaum al-Mi’âd. Itu adalah karya tulis dari ...

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

d)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

4.

Setiap tanah yang dipijak, selalu melakukan dakwah, bahkan saat diasingkan, beliau bahkan diberi gelar oleh Nelson Madela (Presiden Afrika Selatan) sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik’. Beliau adalah …

a)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

b)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

c)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

d)

Hamzah Fansuri

5.

Syekh Abdus Samad merupakan tokoh kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara Indonesia. Jumlah karyanya + 20 kitab/buku. Namun, karyanya yang terkenal dan sampai saat ini masih dipergunakan adalah …

a)

Kaifiyāt al-Dzikir

b)

Al-Tafsir al-Munîr li al-Mu’âlim

c)

Al-Tausyîh/Quwt al-Habîb al-Gharîb

d)

Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin

6.

Beliau adalah negarawan, ahli fikih, teolog, sufi, sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah Melayu pada abad ke-17. Perannya dalam perkembangan Islam di Nusantara tidak dapat diabaikan. Beliau adalah …

a)

Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

b)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri

7.

Syekh Abdul Rauf dapat dikatakan sebagai poros sejumlah ulama Nusantara. Adapun nama muridnya yang paling berjasa, sehingga mampu mendakwahkan Islam kepada kaum bangsawan Kerajaan Pagaruyung adalah …

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi

b)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi

c)

Syekh Burhanudin Ulakan

d)

Ali ar-Raniri

8.

Kiai Sholeh Darat menjadi salah satu pengajar di Makkah. Muridnya berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Jawa dan Melayu. Berikut ini, murid dan santrinya yang berhasil di didik, kecuali …

a)

Hadratu Syekh KH Hasyim Asy’ari

b)

Iskandar Zulkarnain

c)

RA. Kartini

d)

KH Ahmad Dahlan

9.

Sepanjang hayatnya, beliau tidak hanya fasih berbahasa Melayu, tetapi juga Jawa, Siam (Thailand), Hindi, Arab, dan Persia. Namun, karya tulisnya menggunakan Bahasa Melayu. Beliau adalah …

a)

Muhammad Arsyad

b)

Bukhari al-Jauhari

c)

Syekh Hamzah Fansuri

d)

KH Dahlan Tremas

10.

Ajaran pokok tarekat Syekh Yusuf berkisar pada usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Di antara risalah yang ditulisnya berjudul an-Nafhatu as-Sailaniyah yang pokok isinya tentang …

a)

memohon (berdoa) itu semestinya hanya kepada Allah Swt

b)

petunjuk-petunjuk bagi orang yang akan mulai memasuki tarekat

c)

berdiam diri tidak bicara, kecuali mengucapkan kalimat dzikir

d)

ada 20 macam adab berdzikir