WorksheetsCERPEN KLS 9
Total questions: 31
Worksheet time: 52mins
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.
(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")
Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....
pendidikan
budaya
agama
sosial
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....
tokoh
latar waktu
latar tempat
penokohan
Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah, sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit wajahnya yang putih bersih.
(Shofi Al Khansa, "Sampah Bertuah")
Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....
umur
pakaian
gerak geriknya
perawakannya
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu.
Kata tercetak tebal tersebut mengandung makna....
bangunan tempat memproduksi barang
bangunan tempat berjualan
bangunan tempat menitipkan barang
bangunan tempat menumpuk barang
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengurcapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.
Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki
Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor .. ..
1
2
3
4
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedongnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …
pemberani
baik
sombong
egois
Setiap saat anak-anak selalu bemain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepakbola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali tuning. Ia hanya memerhatikan kami dari balik
pohon besar. “Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku. Isna langsung melotot, “ Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” “belum ingusnya yang menjijikan itu,” tambah Heppy. Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning. Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.
Konflik pada cerita anak tersebut adalah …
Tokoh aku dijauhi teman-temanya.
Tokoh aku malu bermain dengan Tuning.
Teman-teman Tuning membenci karena penyakitan
Tuning tidak diajak bermain oleh teman-temannya karena penyakitan.
“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.
Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah…
Diceritakan pengarang
Diceritakan tokoh lain
Tindakan tokoh
Dialog antartokoh
(1) Setiap pagi dari jendela kendaraan Papa, Rani selalu mngucapkan terima kasih dan berpesan agar tidak mengebut dan tidak lupa makan siang. (2) Papa yang harus melanjutkan perjalanan ke kantor, selalu tersenyum cerah mendengar pesan Rani. (3) Ia merasa sangat bangga pada karakter putrinya. (4) Rani, putri semata wayang yang sangat membanggakan kedua orang tuanya.
Bukti watak tokoh Rani penyayang dalam cerpen tersebut tergambar pada nomor …
1
2
3
4
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Banyak bangsal yang kosong
Susahnya menjadi orang miskin
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga serbatahu
orang ketiga sebagai pengamat
Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.
Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….
Kesedihan dan penyesalan
Kehilangan dan kesedihan
Kehampaan dan kesendirian
Kesedihan dan penderitaan
Berikut yang merupakan unsur pembangun dari teks cerpen adalah....
sudut pandang
nilai moral
amanat
latar
Berikut merupakan ciri dari tokoh utama, kecuali....
tokoh yang sering muncul
tokoh yang menjadi pusat cerita
tokoh yang memiliki banyak sifat
tokoh yang ada dari awal sampai akhir cerita
Berikut merupakan pengembangan orientasi, kecuali....
pengenalan konflik
pengenalan latar
pengenalan tokoh
pengenalan watak
Jenis sudut pandang di mana si penulis sengaja melibatkan diri dalam cerita yang dibuatnya sendiri, dan si penulis pun berperan sebagai pelaku dalam ceritanya disebut dengan sudut pandang....
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serba tahu
orang pertama pelaku utama
orang ketiga sebagai pengamat
Jenis sudut pandang di mana penulis sama sekali tak terlibat dalam ceritanya. Dia hanyalah berperan sebagai orang yang benar-benar menceritakan isi dari ceritanya. Dalam sudut pandang ini, si penulis mencoba mengisahkan kehidupan satu tokoh secara fokus tanpa menceritakan tokoh-tokoh lainnya. Jenis tersebut disebut sudut pandang....
orang pertama pelaku utama
orang ketiga sebagai pengamat
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serba tahu
Jenis sudut pandang di mana penulis masih melibatkan diri dalam sebuah cerita yang dibuatnya. Hanya saja, si penulis tak berperan sebagai tokoh utamanya. Jenis tersebut disebut sudut pandang....
orang ketiga sebagai pengamat
orang ketiga serba tahu
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
Jenis sudut pandang di mana si penulis tidak hanya menceritakan satu tokoh saja, melainkan semua tokoh yang ada di dalam ceritanya disebut sudut pandang....
orang ketiga sebagai pengamat
orang ketiga serba tahu
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
Berikut merupakan struktur teks cerpen adalah....
orientasi
penyelesaian
resolusi
rangkaian peristiwa
komplikasi
Bagian dalam teks cerita pendek di mana masalah mencapai titik puncaknya disebut dengan....
rangkaian peristiwa
orientasi
komplikasi
resolusi
Bagian dalam teks cerpen di mana muncul masalah dan menjalin sebuah rangkaian masalah di dalamnya disebut dengan....
orientasi
resolusi
komplikasi
rangkaian peristiwa
Berikut merupakan sudut pandang yang digunakan dalam teks cerpen adalah....
orang pertama
orang kedua
orang keempat
orang ketiga
Ide yang mendasari sebuah cerita disebut ....
latar
alur
tokoh
tema
Sudah empat hari ini ia duduk di beranda rumah sore hari. Pandangannya tak lepas dari tangga gunung di pinggir desa. Tak ada lagi yang ia tunggu kecuali suaminya yang pergi ke seberang untuk mengais rezeki. Kalaupun ia bisa berlari, sepertinya ia ingin mengejar kepergian orang yang sangat dicintainya.
Unsur yang menonjol dalam kutipan cerpen di atas adalah …
tema
karakter tokoh
sudut pandang
latar
Terpaksalah Mbok Sutiyah mengeluhkan perasaannya kepada Nining sendiri.
“Kapan sekolahmu selesai, Nduk! Aku tak melihat apa gunanya sekolah terlalu lama seperti yang kau jalani itu!” Katanya di antara keluhan-keluhannya.
“Hanya tinggal berapa bulan lagi, Mbok. Selesai Ujian SMA, tamatlah sekolahku,” Jawab nining.
Kutipan teks cerpen di atas adalah bagian struktur orientasi berupa …
Penciptaan gambaran visual latar
Penentuan waktu kisah, latar tempat, dan latar waktu
Pengenalan tokoh dan penentuan peristiwa
Penentuan peristiwa dan atmosfer
Sedangkan Maura sudah mulai berburu menjelajahi toko-toko bermerk untuk membeli pashmina dengan motif yang disukai maminya. Hanya aku yang tak mempersiapkan apa-apa untuk Biyungku.“Kok Biyung, sih?” Tanya Maura dengan mimik lucu. “ Kenapa gak panggil mama, mami, atau ibu lah yang paling umum?” Ujarnya lagi. Aku hanya tersenyum.
“Orang Jawa zaman dulu memang kebanyakan memanggil ibu mereka dengan sebutan ‘Biyung’ sama saja, kok, artinya dengan mami, mother, mom, dan yang lainnya,” jelasku sambil tersenyum. Terlihat lirikan mata Yesha dengan senyuman yang membiasakan ejekan. Aku tak peduli.
Biyungku memang tak sebanding dengan mami dan mom-nya Maura dan Yesha yang memiliki gelar sarjana bahkan hingga Phd. Biyungku hanya seorang penjual tempe mendoan. Tapi sehari saja ia libur berjualan, seluruh desa akan merasa kehilangan pada racikan bumbu tempenya yang tiada duanya.
Kutipan teks cerpen di atas yang menonjolkan bagian struktur komplikasi adalah …
paragraf pertama
paragraf kedua
paragraf ketiga
paragraf kedua dan ketiga
Bacalah teks berikut ini!
. . . .
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..
orientasi
resolusi
koda
komplikasi
