NEW
Font size
WorksheetsBAB 5 - Meneladani Jejak Langkah Ulana Indonesia yang Mendunia
Total questions: 46
Worksheet time: 23mins
Berikut ini yang BUKAN termasuk peran Ulama di Nusantara sejak zaman dahulu adalah …
Mendirikan majelis fatwa yang dipimpin seorang mufti yang tugasnya menangani persoalan hukum agama dalam suatu Kerajaan
Memberi nasihat spiritual sekaligus memberi legitimasi politik di tengah masyarakatnya
Menjadi penerjemah Islam ke dalam sistem budaya Indonesia
Menentukan sosok yang akan ditunjuk sebagai Raja dalam sebuah pemerintahan Islam
Bertindak sebagai ahlul halli wal ‘aqdi. Yaitu sebuah lembaga atau wadah musyawarah kerajaan yang punya hak ikut memutuskan masalah agama, kenegaraan, dan segala urusan kaum muslimin
Dengan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, namun hubungan persaudaran dan persahabatan bisa terbangun dengan baik. Karena masyarakat Indonesia memiliki budaya persaudaraan sesama anak Bangsa yang dikenal dengan istilah.........
Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah Wathaniyah
Ukhuwah Basyariyah
Ukhuwah Bathiniyah
Ukhuwah Dzahiriyah
Siapakah aku?
Aku lahir di tanah Banten pada tahun 1815 M. Aku termasuk keturunan Sunan Gunung Djati. Ketika berada di Mekkah, aku mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz. Aku pernah berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Sambas.
Salah satu murid yang pernah berguru kepadaku adalah KH. Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Aku memiliki beliau yang berjumlah kurang lebih 115 kitab dalam bidang ilmu Fiqh, Tasawuf, Tafsir, dan Hadis.
Hamzah al-Fansuri
Abu Abdul Mu’thi Muhammad bin Umar An Nawawi
Syekh Abdurauf bin Ali
Muhammad Sholeh bin Umar
Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi
Saat jayanya kerajaan Islam, peran ulama sangat menonjol sebagai bagian dari pejabat elite. Adapun perannya yang paling penting adalah ….
duduk menemani para pemimpin yang membidangi pemerintahan
berbeda-beda peran sesuai wilayah atau daerah yang dikuasai
menjadi penasehat di bidang keagamaan bagi kerajaan
mempengaruhi pemimpin agar menegakkan aturan
dikembalikan aturan bernegara yang menyimpang
Syekh Nawawi pernah menjadi imam di Masjidil Haram, mengajar di Haramain, dan mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz. Saat itu, yang termasuk Hijaz adalah wilayah …..
Timur Tengah seluruhnya
Makkah, Madinah, dan Damaskus
Palestina, Yordania dan Yaman
Saudi Arabia, Irak dan Iran
Jazirah Arab, Makkah, Madinah
Sampai saat ini, karya-karya beliau masih dipelajari, dikaji, dan ditelaah di pesantren. Misalnya kitab Sullam al-Munâjah syarah Safînah alShalâh dan Nashâih al-‘Ibâd syarah al-Manbaĥâtu ‘ala al-Isti’dâd li yaum al-Mi’âd. Itu adalah karya tulis dari …..
Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani
Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari
Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani
Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani
Nuruddin bin Ali ar-Raniri
Setiap tanah yang dipijak, selalu melakukan dakwah, bahkan saat diasingkan, beliau bahkan diberi gelar oleh Nelson Madela (Presiden Afrika Selatan) sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik’. Beliau adalah ….
Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari
Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani
Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani
Nuruddin bin Ali ar-Raniri
Hamzah Fansuri
Syekh Abdus Samad merupakan tokoh kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara Indonesia. Jumlah karyanya + 20 kitab/buku. Namun, karyanya yang terkenal dan sampai saat ini masih dipergunakan adalah …..
Kaifiyāt al-Dzikir
Al-Tafsir al-Munîr li al-Mu’âlim
Al-Tausyîh/Quwt al-Habîb al-Gharîb
Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin
An-Nafhatu As Sailaniyah
Beliau adalah negarawan, ahli fikih, teolog, sufi, sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah Melayu pada abad ke-17. Perannya dalam perkembangan Islam di Nusantara tidak dapat diabaikan. Beliau adalah …
Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani
Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari
Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani
Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani
Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri
Syekh Abdul Rauf dapat dikatakan sebagai poros sejumlah ulama Nusantara. Adapun nama muridnya yang paling berjasa, sehingga mampu mendakwahkan Islam kepada kaum bangsawan Kerajaan Pagaruyung adalah …
Abu Abdul Mu’thi Nawawi
Abul Mahasin Tajul Khalwati
Syekh Burhanudin Ulakan
Sholeh bin Umar
Ali ar-Raniri
Kiai Sholeh Darat menjadi salah satu pengajar di Makkah. Muridnya berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Jawa dan Melayu. Berikut ini, murid dan santrinya yang berhasil di didik, kecuali …
Hadratu Syekh KH Hasyim Asy’ari
KH Ahmad Dahlan
RA. Kartini
Iskandar Zulkarnain
KH Amir Idris
Sepanjang hayatnya, beliau tidak hanya fasih berbahasa Melayu, tetapi juga Jawa, Siam (Thailand), Hindi, Arab, dan Persia. Namun, karya tulisnya menggunakan Bahasa Melayu. Beliau adalah … .
Mbah Sholeh Darat
Muhammad Arsyad
Bukhari al-Jauhari
Syekh Hamzah Fansuri
KH Dahlan Tremas
Ajaran pokok tarekat Syekh Yusuf berkisar pada usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Di antara risalah yang ditulisnya berjudul an-Nafhatu as-Sailaniyah yang pokok isinya tentang ….
memohon (berdoa) itu semestinya hanya kepada Allah Swt
petunjuk-petunjuk bagi orang yang akan mulai memasuki tarekat
berdiam diri tidak bicara, kecuali mengucapkan kalimat dzikir
berwudhu terlebih dahulu, jika ada hadas (besar dan kecil)
ada 20 macam adab berdzikir
Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani. Dikenal juga dengan nama Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Lebih terkenal dengan nama.............
Imam Nawawi Al-Bantani.
Imam Nawawi Al-Palimbani
Imam Nawawi Al-Sumatra’i
Imam Nawawi Al-Bandungi
Imam Nawawi At-Jawi
Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani merupakan salah satu keturunan dari salah sati wali songo yaitu Syarif Hidayatullah, yang memiliki nama panggilan....
Sunan Drajat
Sunan Kalijaga
Sunan Gunung Djati
Sunan Bonang
Sunan Muria
Siapa di bawah ini yang merupakan pendiri Nahdhatul Ulama?
Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari
Syaikh K.H. Ahmad Dahlan
Haji Samanhudi
Tjokroaminoto
Abdul Muis
Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani mendapatkan gelar “Sayyidul Hijaz” apa yang dimaksud dengan gelar tersebut?
Pemimpin grup nasyid
Maha Guru Jazirah Arab
Pemimpin burung elang
Singa yang bertaring
Angin sepoi sepoi
Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani dilahirkan di Kampung Tanara, Serang, Banten pada ahun 1815 Masehi, atau 1230 Hijriah, dan beliau wafat pada tanggal 25 Syawal 1314 Hijriah, atau 1897 Masehi. Imam Nawawi menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia.......
78 ahun
82 ahun
84 ahun
86 tahun
88 tahun
Apa yang mendorong Imam Nawawi al-Bantani dalam menuliskan buku-bukunya?
Karena mendapatkan desakan sebagian koleganya dan para sahabatnya dari Jawa dan untuk melestarikan karya pendahulunya yang sering mengalami perubahan (tahrif) dan pengurangan
Agar mendapatkan pemasukan/royalti tambahan
Sebagai syarat agar mendapatkan gelar "Sayyidul Hijaz"
Karena Imam Nawawi ingin meraih popularitas di kalangan masyarakat Muslim di Indonesia
Agar beliau bisa menjadi pengajar di Masjdil Haram
Bagaimana corak sebagian besar buku yang ditulis oleh Imam Nawawi?
Menggunakan bahasa jawa yang ditulis dengan aksara pegon
Berupa komentar (syarh) dari karya-karya ulama sebelumnya yang populer dan dianggap sulit dipahami.
Topik yang dibahas adalah seputar filsafat dan ilmu aqidah
Fokus terhadap isu-isu yang dihadapi oleh umat Islam di masa penjajahan
Mengarahkan pembaca untuk menghidupkan kembali semangat khilafah Islamiyah
Hampir seluruh karya Imam Nawawi ditulis menggunakan bahasa apa?
Indonesia
Melayu
Jawa
Sunda
Arab
Berikut ini adalah keteladanan yang bisa kita ambil dari tokoh Imam Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani, kecuali …
Ketekunan beliau dalam mempelajari dan mengajarkan ilmu-ilmu
Ketawaduan beliau yang selalu berkonsultasi dengan ulama'-ulama besar dalam menyusun karya-karyanya
Bertempat tinggal dan menjalani hidup di Arab Saudi
Kezuhudan beliau karena tidak mau mengambil royalti atas karya yang diterbitkan di Mesir
Keluasan ilmu beliau yang dikaji oleh banyak lembaga pendidikan tradisional baik di Indonesia maupun di mancanegara.
Salah satu ulama yang juga dijadikan sebagai pahlawan nasional Indonesia dan dikenal oleh kalangan rakyat Sulawesi Selatan, serta mendapatkan gelar sebagai Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan Guru Penyelamat kita dari Gowa) adalah....
Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi al-Palimbani
Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari
Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili
Nuruddin bin Ali ar-Raniri
Hamzah al-Fansuri
Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari adalah seorang tokoh ulama yang dilahirkan di........
Gowa, sulawesi selatan
Tasik, Jawa Barat
Padang, Sumatera Barat
Brebes, Jawa Timur
Atas jasa-jasa Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari yang telah menyebarkan Islam di Sulawesi Selatan, maka ia mendapat gelar “Tuanta Salamka ri Gowa” yang berarti.......
Tuan guru penyelamat kita dari Gowa.
Tuan titip salam untuk bapak
Tuan guru ada salam dari goa
Syeikh Yusuf Al-Makassari termasuk satu diantara banyak ulama yang harus berjuang dan menjalani kehidupan di beberapa tempat yang berbeda. Mulai dari Gowa, Banten, Srilangka, dan terakhir di Afrika Selatan. Apa yang membuat beliau berpindah dari satu kota ke kota yang lain?
Beliau suka berkelana dan mengikuti jejak Ibnu Batutah
Kondisi politik Nusantara yang di bawah tekanan Belanda, sehingga beliau ditangkap dan diasingkan ke tempat-tempat yang jauh.
Sebuah kebiasaan para ulama di masa itu untuk berhijrah ke Afrika
Kiprah beliau dalam berdagang mengharuskan untuk mencari pasar-pasar di lokasi yang baru
Beliau mendapatkan undangan resmi dari pimpinan negara Afrika Selatan
Syekh Yusuf dikenal juga sebagai mursyid (pembimbing) tarekat Khalwatiyah. Beliau juga mengajarkan tarekat lainnya, antara lain: Qadiriyah, Naqshabandiyah, Ba‘lawiyah, dan Syathariyah. Itu semua sesuai ijazah yang pernah diterimanya.
Apa ajaran pokok yang disampaikan oleh beliau?
Usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. yang mengacu pada peningkatan kualitas akhlak yang mulia serta penekanan amal shalih dan dzikir, baik secara perorangan maupun kelompok.
Menegakkan keadilan dan memerangi kezaliman para penjajah.
Menyeru pada persatuan umat untuk bersama-sama mengusir penjajah
Syekh Abdus Samad dilahirkan di Palembang pada tahun 1116 H/1704 M dan wafat pada tahun 1203 H/1789 M dalam usia 85 tahun. Beliau merupakan keturunan dari ayah yang bernama.....
Syeikh Abdul Jalil,
Syeikh Abdul Salam
Syaikh Abdul Samad
Syekh Nuruddin Muhammad bin ‘Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniri al-Quraisyi. n diperkirakan lahir sekitar akhir abad ke-16 di kota Ranir, yang terletak di.......
Aceh sumatera barat
Gujarat India.
Garut jawa barat
Makassar sulawesi selatan
Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili merupakan ulama besar Aceh, dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili adalah ulama yang lahir di......
Gujarat
Aceh
Kuningan
Iran
Malaysia
Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili merupakan ulama yang mengajarkan dan mengembangkan Tarekat.......
Syathariyah.
Naqsyabandiyah
Qadiriyah
Syadziliyah
Tijaniyah
Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani adalah syeikh dari semarang, beliau biasa mendapat panggilan......
Anak Shaleh yang rajin menabung
Mbah Sholeh Darat.
Mbah Sholeh Laut
Umar bin Khatthab
Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani lahir di Jepara, Jawa Tengah di desa.....
Kedungmalang
Kedung Cumpleng.
Wanusobo
Singorojo
Rajekwesi
Nama populernya Syekh Hamzah Fansuri, Nama al-Fansuri sendiri berasal dari Arabisasi kata Pancur, sebuah kota kecil di pantai Barat Sumatra yang kini terletak di.......
Aceh.
Kuningan
Malaysia
Iran
Irak
Di bawah ini adalah bahasa yang dikuasai oleh Hamzah Fansuri, kacuali.....
Melayu
Hindi
Persia
Arab
Inggris Cambridge
Siapa di bawah ini yang merupakan pendiri Muhammadiyah?
K.H. Hasyim Asy’ari
K.H. Ahmad Dahlan
Haji Samanhudi
Tjokroaminoto
Abdul Muis
Menurut Syeikh Yusuf dalam risalahnya berjudul Kaifiyāt al- Dzikir (Cara-cara Berdzikir), ada 20 macam adab berdzikir. Lima diantaranya mengenai hal-hal yang hendaknya dilakukan sebelum berdzikir. Berikut ini adalah lima hal yang seharusnya dikerjakan sebelum dzikir, KECUALI:
bertaubat dari segala dosa
berwudhu jika hadas
Menyendiri ke suatu tempat yang sepi
berdiam diri tidak bicara kecuali mengucapkan kalimat dzikir
memohon (berdoa) hanya kepada Allah Swt.
Salah satu keistimewaan Mbah Soleh Darat adalah memiliki murid-murid dari golongan perempuan, yang mana pada waktu itu Nusantara masih di bawah cengkeraman penjajah Belanda yang umumnya menjadikan wanita sebagai warga “‘kelas dua”.
Siapa sosok murid perempuan beliau yang terkenal?
Cut Nyak Dien
Dewi Sartika
RA. Kartini
Laksamana Malahayati
Cut Mutia
Berikut ini yang BUKAN termasuk ulama yang berasal dari Nusantara adalah …
Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani
Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari
Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani
Syaikh Syafiurrahman al-Mubarakfuri
Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani
Mbah Soleh Darat adalah salah satu ulama Nusantara yang berasal dari daerah ….
Banten
Aceh
Pariaman
Semarang
Makassar
Salah satu karya Syeikh Abdurrauf As-Sinkili adalah kitab tafsir Al Quran yang berjudul Tarjuman al-Mustafīd. diketahui pernah terbit pada 1884 M/1885 M dalam edisi dua jilid di Istanbul, Turki. Kitab tersebut ditulis dengan bahasa apa?
Arab
Jawa
Melayu
Hindi
Turki
Berikut ini yang BUKAN termasuk dari murid Syeikh Abdurrauf As-Sinkili adalah …
Syekh Burhanudin Ulakan
Syekh Abdul Muhyi Pamijahan
Abdul Malik bin Abdullah
Dawud al-Jawi ar-Rumi
Mbah Sholeh Darat
Dimanakah Syeikh Yusuf al-Makassari wafat dan dimakamkan?
Wafat di Makassar, dimakamkan di Banten
Wafat di Srilangka, dimakamkan di Makassar
Wafat di Gowa, dimakamkan di Makassar
Wafat di Cape Town, dimakamkan di Gowa
Wafat di Kairo, dimakamkan di Kairo
Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili (Singkil, Aceh). Tahun lahirnya adalah 1024 H/1615 M, sementara wafatnya di Kuala Aceh, Aceh Tahun 1105 H/1693 M). Beliau adalah ulama besar Aceh, dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Apa sebutan gelar bagi beliau yang sangat terkenal?
Sayyidul Hijaz
Tengku Syiah Kuala
Tuanta Salamaka ri Gowa
Badiuzzaman
Al Qutbu ar-Rabbani
Siapakah aku?
Aku dilahirkan di Gujarat India, Ayahku adalah seorang pedagang Arab yang bergiat dalam pendidikan agama. Aku bertugas sebagai penasehat Kesultanan Aceh pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Tsani (Iskandar II).
Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili
Hamzah al-Fansuri
Nuruddin bin Ali ar-Raniri
Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi al-Palimbani
Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari
Pengetahuan Syekh Nuruddin tak terbatas dalam satu cabang ilmu saja, namun sangat luas yang meliputi berbagai bidang. Diantaranya adalah …
Sejarah, sastra, filsafat, fikih, dan tasawuf
Tafsir, hadist, ilmu kalam, ilmu kebumian, dan sains
Ushul fiqh, politik, astronomi, dan ilmu hisab (matematika)
Politik, sosiologi, administrasi negara, dan keuangan
Ekonomi, arsitektur, perdagangan dan tata kelola pemerintahan
