wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BAB 5 - Meneladani Jejak Langkah Ulana Indonesia yang Mendunia

Total questions: 46

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Berikut ini yang BUKAN termasuk peran Ulama di Nusantara sejak zaman dahulu adalah …

a)

Mendirikan majelis fatwa yang dipimpin seorang mufti yang tugasnya menangani persoalan hukum agama dalam suatu Kerajaan

b)

Memberi nasihat spiritual sekaligus memberi legitimasi politik di tengah masyarakatnya

c)

Menjadi penerjemah Islam ke dalam sistem budaya Indonesia

d)

Menentukan sosok yang akan ditunjuk sebagai Raja dalam sebuah pemerintahan Islam

e)

Bertindak sebagai ahlul halli wal ‘aqdi. Yaitu sebuah lembaga atau wadah musyawarah kerajaan yang punya hak ikut memutuskan masalah agama, kenegaraan, dan segala urusan kaum muslimin

2.

Dengan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, namun hubungan persaudaran dan persahabatan bisa terbangun dengan baik. Karena masyarakat Indonesia memiliki budaya persaudaraan sesama anak Bangsa yang dikenal dengan istilah.........

a)

Ukhuwah Islamiyah

b)

Ukhuwah Wathaniyah

c)

Ukhuwah Basyariyah

d)

Ukhuwah Bathiniyah

e)

Ukhuwah Dzahiriyah

3.

Siapakah aku? 

Aku lahir di tanah Banten pada tahun 1815 M. Aku termasuk keturunan Sunan Gunung Djati. Ketika berada di Mekkah, aku mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz. Aku pernah berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Sambas. 

Salah satu murid yang pernah berguru kepadaku adalah KH. Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Aku memiliki beliau yang berjumlah kurang lebih 115 kitab dalam bidang ilmu Fiqh, Tasawuf, Tafsir, dan Hadis. 

a)

Hamzah al-Fansuri

b)

Abu Abdul Mu’thi Muhammad bin Umar An Nawawi

c)

Syekh Abdurauf bin Ali

d)

Muhammad Sholeh bin Umar

e)

Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi 

4.

Saat jayanya  kerajaan Islam, peran ulama sangat menonjol sebagai bagian dari pejabat elite. Adapun perannya yang paling penting adalah ….

a)

duduk menemani para pemimpin yang membidangi pemerintahan 

b)

berbeda-beda peran sesuai wilayah atau daerah yang dikuasai

c)

menjadi penasehat di bidang keagamaan bagi kerajaan

d)

mempengaruhi pemimpin agar menegakkan aturan

e)

dikembalikan aturan bernegara yang menyimpang

5.

Syekh Nawawi pernah menjadi imam di Masjidil Haram, mengajar di Haramain, dan mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz. Saat itu, yang termasuk Hijaz adalah wilayah …..

a)

Timur Tengah seluruhnya

b)

Makkah, Madinah, dan Damaskus

c)

Palestina, Yordania dan Yaman

d)

Saudi Arabia, Irak dan Iran

e)

Jazirah Arab, Makkah, Madinah

6.

Sampai saat ini, karya-karya beliau masih dipelajari, dikaji, dan ditelaah di pesantren. Misalnya kitab Sullam al-Munâjah syarah Safînah alShalâh dan Nashâih al-‘Ibâd syarah al-Manbaĥâtu ‘ala al-Isti’dâd li yaum al-Mi’âd. Itu adalah karya tulis dari …..

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

d)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

e)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

7.

Setiap tanah yang dipijak, selalu melakukan dakwah, bahkan saat diasingkan, beliau bahkan diberi gelar oleh Nelson Madela (Presiden Afrika Selatan) sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik’. Beliau adalah ….

a)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

b)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

e)

Hamzah Fansuri

8.

Syekh Abdus Samad merupakan tokoh kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara Indonesia. Jumlah karyanya + 20 kitab/buku. Namun, karyanya yang terkenal dan sampai saat ini masih dipergunakan adalah …..

a)

Kaifiyāt al-Dzikir

b)

Al-Tafsir al-Munîr li al-Mu’âlim

c)

Al-Tausyîh/Quwt al-Habîb al-Gharîb

d)

Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin

e)

An-Nafhatu As Sailaniyah

9.

Beliau adalah negarawan, ahli fikih, teolog, sufi, sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah Melayu pada abad ke-17. Perannya dalam perkembangan Islam di Nusantara tidak dapat diabaikan. Beliau adalah …

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

d)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

e)

Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri

10.

Syekh Abdul Rauf dapat dikatakan sebagai poros sejumlah ulama Nusantara. Adapun nama muridnya yang paling berjasa, sehingga mampu mendakwahkan Islam kepada kaum bangsawan Kerajaan Pagaruyung adalah …

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi

b)

Abul Mahasin Tajul Khalwati

c)

Syekh Burhanudin Ulakan

d)

Sholeh bin Umar

e)

Ali ar-Raniri

11.

Kiai Sholeh Darat menjadi salah satu pengajar di Makkah. Muridnya berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Jawa dan Melayu. Berikut ini, murid dan santrinya yang berhasil di didik, kecuali …

a)

Hadratu Syekh KH Hasyim Asy’ari

b)

KH Ahmad Dahlan

c)

RA. Kartini

d)

Iskandar Zulkarnain

e)

KH Amir Idris

12.

Sepanjang hayatnya, beliau tidak hanya fasih berbahasa Melayu, tetapi juga Jawa, Siam (Thailand), Hindi, Arab, dan Persia. Namun, karya tulisnya menggunakan Bahasa Melayu. Beliau adalah … .

a)

Mbah Sholeh Darat

b)

Muhammad Arsyad

c)

Bukhari al-Jauhari

d)

Syekh Hamzah Fansuri

e)

KH Dahlan Tremas

13.

Ajaran pokok tarekat Syekh Yusuf berkisar pada usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Di antara risalah yang ditulisnya berjudul an-Nafhatu as-Sailaniyah yang pokok isinya tentang ….

a)

memohon (berdoa) itu semestinya hanya kepada Allah Swt

b)

petunjuk-petunjuk bagi orang yang akan mulai memasuki tarekat

c)

berdiam diri tidak bicara, kecuali mengucapkan kalimat dzikir

d)

berwudhu terlebih dahulu, jika ada hadas (besar dan kecil)

e)

ada 20 macam adab berdzikir

14.

Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani. Dikenal juga dengan nama Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Lebih terkenal dengan nama.............

a)

Imam Nawawi Al-Bantani.

b)

Imam Nawawi Al-Palimbani

c)

Imam Nawawi Al-Sumatra’i

d)

Imam Nawawi Al-Bandungi

e)

Imam Nawawi At-Jawi

15.

Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani merupakan salah satu keturunan dari salah sati wali songo yaitu Syarif Hidayatullah, yang memiliki nama panggilan....

a)

Sunan Drajat

b)

Sunan Kalijaga

c)

Sunan Gunung Djati

d)

Sunan Bonang

e)

Sunan Muria

16.

Siapa di bawah ini yang merupakan pendiri Nahdhatul Ulama?

a)

Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari

b)

Syaikh K.H. Ahmad Dahlan

c)

Haji Samanhudi

d)

Tjokroaminoto

e)

Abdul Muis

17.

Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani mendapatkan gelar “Sayyidul Hijaz” apa yang dimaksud dengan gelar tersebut?

a)

Pemimpin grup nasyid

b)

Maha Guru Jazirah Arab

c)

Pemimpin burung elang

d)

Singa yang bertaring

e)

Angin sepoi sepoi

18.

Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani dilahirkan di Kampung Tanara, Serang, Banten pada ahun 1815 Masehi, atau 1230 Hijriah, dan beliau wafat pada tanggal 25 Syawal 1314 Hijriah, atau 1897 Masehi. Imam Nawawi menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia.......

a)

78 ahun

b)

82 ahun

c)

84 ahun

d)

86 tahun

e)

88 tahun

19.

Apa yang mendorong Imam Nawawi al-Bantani dalam menuliskan buku-bukunya?

a)

Karena mendapatkan desakan sebagian koleganya dan para sahabatnya dari Jawa dan untuk melestarikan karya pendahulunya yang sering mengalami perubahan (tahrif) dan pengurangan

b)

Agar mendapatkan pemasukan/royalti tambahan 

c)

Sebagai syarat agar mendapatkan gelar "Sayyidul Hijaz"

d)

Karena Imam Nawawi ingin meraih popularitas di kalangan masyarakat Muslim di Indonesia

e)

Agar beliau bisa menjadi pengajar di Masjdil Haram

20.

Bagaimana corak sebagian besar buku yang ditulis oleh Imam Nawawi?

a)

Menggunakan bahasa jawa yang ditulis dengan aksara pegon

b)

Berupa komentar (syarh) dari karya-karya ulama sebelumnya yang populer dan dianggap sulit dipahami.

c)

Topik yang dibahas adalah seputar filsafat dan ilmu aqidah

d)

Fokus terhadap isu-isu yang dihadapi oleh umat Islam di masa penjajahan

e)

Mengarahkan pembaca untuk menghidupkan kembali semangat khilafah Islamiyah

21.

Hampir seluruh karya Imam Nawawi ditulis menggunakan bahasa apa?

a)

Indonesia

b)

Melayu

c)

Jawa

d)

Sunda

e)

Arab

22.

Berikut ini adalah keteladanan yang bisa kita ambil dari tokoh Imam Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani, kecuali … 

a)

Ketekunan beliau dalam mempelajari dan mengajarkan ilmu-ilmu

b)

Ketawaduan beliau yang selalu berkonsultasi dengan ulama'-ulama besar dalam menyusun karya-karyanya

c)

Bertempat tinggal dan menjalani hidup di Arab Saudi 

d)

Kezuhudan beliau karena tidak mau mengambil royalti atas karya yang diterbitkan di Mesir

e)

Keluasan ilmu beliau yang dikaji oleh banyak lembaga pendidikan tradisional baik di Indonesia maupun di mancanegara. 

23.

Salah satu ulama yang juga dijadikan sebagai pahlawan nasional Indonesia dan dikenal oleh kalangan rakyat Sulawesi Selatan, serta mendapatkan gelar sebagai Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan Guru Penyelamat kita dari Gowa) adalah....

a)

Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi al-Palimbani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili

d)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

e)

Hamzah al-Fansuri

24.

Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari adalah seorang tokoh ulama yang dilahirkan di........

a)

Gowa, sulawesi selatan

b)

Tasik, Jawa Barat

c)

Padang, Sumatera Barat

d)

Brebes, Jawa Timur

25.

Atas jasa-jasa Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari yang telah menyebarkan Islam di Sulawesi Selatan, maka ia mendapat gelar “Tuanta Salamka ri Gowa” yang berarti.......

a)

Tuan guru penyelamat kita dari Gowa.

b)

Tuan titip salam untuk bapak

c)

Tuan guru ada salam dari goa

26.

Syeikh Yusuf Al-Makassari termasuk satu diantara banyak ulama yang harus berjuang dan menjalani kehidupan di beberapa tempat yang berbeda. Mulai dari Gowa, Banten, Srilangka, dan terakhir di Afrika Selatan. Apa yang membuat beliau berpindah dari satu kota ke kota yang lain?

a)

Beliau suka berkelana dan mengikuti jejak Ibnu Batutah 

b)

Kondisi politik Nusantara yang di bawah tekanan Belanda, sehingga beliau ditangkap dan diasingkan ke tempat-tempat yang jauh.

c)

Sebuah kebiasaan para ulama di masa itu untuk berhijrah ke Afrika

d)

Kiprah beliau dalam berdagang mengharuskan untuk mencari pasar-pasar di lokasi yang baru

e)

Beliau mendapatkan undangan resmi dari pimpinan negara Afrika Selatan

27.

Syekh Yusuf dikenal juga sebagai mursyid (pembimbing) tarekat Khalwatiyah. Beliau juga mengajarkan tarekat lainnya, antara lain: Qadiriyah, Naqshabandiyah, Ba‘lawiyah, dan Syathariyah. Itu semua sesuai ijazah yang pernah diterimanya.

Apa ajaran pokok yang disampaikan oleh beliau? 

a)

Usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. yang mengacu pada peningkatan kualitas akhlak yang mulia serta penekanan amal shalih dan dzikir, baik secara perorangan maupun kelompok.

b)

Menegakkan keadilan dan memerangi kezaliman para penjajah.

c)

Menyeru pada persatuan umat untuk bersama-sama mengusir penjajah

28.

Syekh Abdus Samad dilahirkan di Palembang pada tahun 1116 H/1704 M dan wafat pada tahun 1203 H/1789 M dalam usia 85 tahun. Beliau merupakan keturunan dari ayah yang bernama.....

a)

Syeikh Abdul Jalil,

b)

Syeikh Abdul Salam

c)

Syaikh Abdul Samad

29.

Syekh Nuruddin Muhammad bin ‘Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniri al-Quraisyi. n diperkirakan lahir sekitar akhir abad ke-16 di kota Ranir, yang terletak di.......

a)

Aceh sumatera barat

b)

Gujarat India.

c)

Garut jawa barat

d)

Makassar sulawesi selatan

30.

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili merupakan ulama besar Aceh, dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili adalah ulama yang lahir di......

a)

Gujarat

b)

Aceh

c)

Kuningan

d)

Iran

e)

Malaysia

31.

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili merupakan ulama yang mengajarkan dan mengembangkan Tarekat.......

a)

Syathariyah.

b)

Naqsyabandiyah

c)

Qadiriyah

d)

Syadziliyah

e)

Tijaniyah

32.

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani adalah syeikh dari semarang, beliau biasa mendapat panggilan......

a)

Anak Shaleh yang rajin menabung

b)

Mbah Sholeh Darat.

c)

Mbah Sholeh Laut

d)

Umar bin Khatthab

33.

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani lahir di Jepara, Jawa Tengah di desa.....

a)

Kedungmalang

b)

Kedung Cumpleng.

c)

Wanusobo

d)

Singorojo

e)

Rajekwesi

34.

Nama populernya Syekh Hamzah Fansuri, Nama al-Fansuri sendiri berasal dari Arabisasi kata Pancur, sebuah kota kecil di pantai Barat Sumatra yang kini terletak di.......

a)

Aceh.

b)

Kuningan

c)

Malaysia

d)

Iran

e)

Irak

35.

Di bawah ini adalah bahasa yang dikuasai oleh Hamzah Fansuri, kacuali.....

a)

Melayu

b)

Hindi

c)

Persia

d)

Arab

e)

Inggris Cambridge

36.

Siapa di bawah ini yang merupakan pendiri Muhammadiyah?

a)

K.H. Hasyim Asy’ari

b)

K.H. Ahmad Dahlan

c)

Haji Samanhudi

d)

Tjokroaminoto

e)

Abdul Muis

37.

Menurut Syeikh Yusuf dalam risalahnya berjudul Kaifiyāt al- Dzikir (Cara-cara Berdzikir), ada 20 macam adab berdzikir. Lima diantaranya mengenai hal-hal yang hendaknya dilakukan sebelum berdzikir. Berikut ini adalah lima hal yang seharusnya dikerjakan sebelum dzikir, KECUALI: 

a)

bertaubat dari segala dosa

b)

berwudhu jika hadas

c)

Menyendiri ke suatu tempat yang sepi

d)

berdiam diri tidak bicara kecuali mengucapkan kalimat dzikir

e)

memohon (berdoa) hanya kepada Allah Swt.

38.

Salah satu keistimewaan Mbah Soleh Darat adalah memiliki murid-murid dari golongan perempuan, yang mana pada waktu itu Nusantara masih di bawah cengkeraman penjajah Belanda yang umumnya menjadikan wanita sebagai warga “‘kelas dua”.

Siapa sosok murid perempuan beliau yang terkenal? 

a)

Cut Nyak Dien

b)

Dewi Sartika

c)

RA. Kartini

d)

Laksamana Malahayati

e)

Cut Mutia

39.

Berikut ini yang BUKAN termasuk ulama yang berasal dari Nusantara adalah … 

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Syaikh Syafiurrahman al-Mubarakfuri

e)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

40.

Mbah Soleh Darat adalah salah satu ulama Nusantara yang berasal dari daerah …. 

a)

Banten

b)

Aceh

c)

Pariaman

d)

Semarang

e)

Makassar

41.

Salah satu karya Syeikh Abdurrauf As-Sinkili adalah kitab tafsir Al Quran yang berjudul Tarjuman al-Mustafīd. diketahui pernah terbit pada 1884 M/1885 M dalam edisi dua jilid di Istanbul, Turki. Kitab tersebut ditulis dengan bahasa apa? 

a)

Arab

b)

Jawa

c)

Melayu

d)

Hindi

e)

Turki

42.

Berikut ini yang BUKAN termasuk dari murid Syeikh Abdurrauf As-Sinkili adalah … 

a)

Syekh Burhanudin Ulakan

b)

Syekh Abdul Muhyi Pamijahan

c)

Abdul Malik bin Abdullah

d)

Dawud al-Jawi ar-Rumi

e)

Mbah Sholeh Darat

43.

Dimanakah Syeikh Yusuf al-Makassari wafat dan dimakamkan?

a)

Wafat di Makassar, dimakamkan di Banten

b)

Wafat di Srilangka, dimakamkan di Makassar

c)

Wafat di Gowa, dimakamkan di Makassar

d)

Wafat di Cape Town, dimakamkan di Gowa

e)

Wafat di Kairo, dimakamkan di Kairo

44.

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili (Singkil, Aceh). Tahun lahirnya adalah 1024 H/1615 M, sementara wafatnya di Kuala Aceh, Aceh Tahun 1105 H/1693 M). Beliau adalah ulama besar Aceh, dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Apa sebutan gelar bagi beliau yang sangat terkenal? 

a)

Sayyidul Hijaz

b)

Tengku Syiah Kuala

c)

Tuanta Salamaka ri Gowa

d)

Badiuzzaman

e)

Al Qutbu ar-Rabbani

45.

Siapakah aku? 

Aku dilahirkan di Gujarat India, Ayahku adalah seorang pedagang Arab yang bergiat dalam pendidikan agama. Aku bertugas sebagai penasehat Kesultanan Aceh pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Tsani (Iskandar II).

a)

Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili

b)

Hamzah al-Fansuri

c)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

d)

Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi al-Palimbani

e)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

46.

Pengetahuan Syekh Nuruddin tak terbatas dalam satu cabang ilmu saja, namun sangat luas yang meliputi berbagai bidang. Diantaranya adalah … 

a)

Sejarah, sastra, filsafat, fikih, dan tasawuf

b)

Tafsir, hadist, ilmu kalam, ilmu kebumian, dan sains

c)

Ushul fiqh, politik, astronomi, dan ilmu hisab (matematika) 

d)

Politik, sosiologi, administrasi negara, dan keuangan

e)

Ekonomi, arsitektur, perdagangan dan tata kelola pemerintahan