NEW
Font size
WorksheetsULANGAN HARIAN
Total questions: 20
Worksheet time: 3600secs
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks di atas adalah ....
Upeti dan hatta
Upeti, hatta, dan nujum
Raja, elok, dan nujum
Elok dan nujum
Upeti, putri, dan nujum
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu ....
Kemustahilan
Kesaktian
Istana sentris
Anonim
Bahasa
Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.
Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
Antonomasia
Alegori
Perumpamaan
Simile
Metafora
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah ....
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah ....
Metafora
Alegori
Antonomasia
Personifikasi
Simile
Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.
Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”
Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati.
Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ....
Saling menolong terutama pada musim kemarau
Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan
Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan
Manjalin persahabatan dengan siapa pun.
Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang
Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
Pemberani
Baik budi
Sombong
Setia
Kasar
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….
Sosial
Moral
Budaya
Agama
Pendidikan
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ....
diusir
diminta
diperintah
diizinkan
diharapkan
Perhatikan teks hikayat berikut!
Bertahun-tahun Hang Tuah menjadi kepercayaan raja dan pasti sangat disayang oleh raja, sehingga membuat yang lain merasa iri. Suatu hari, Hang Tuah difitnah telah berperilaku tidak sopan kepada dayang istana. Sebagai hukuman, Hang Tuah pergi meninggalkan istana dan menjadi anak angkat Tun Bija Sura di Indrapura. Selang beberapa lama, Hang Tuah ditarik kembali oleh baginda raja.
Pernyataan tersebut merupakan salah satu ciri hikayat yang berarti .…
Anonim
Bersifat pralogis
Menggunakan bahasa klise
Istana sentris
Edukatif
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung pada penggalan teks hikayat di atas yaitu...
Nilai moral
Nilai religius
Nilai pendidikan
Nilai sosial
Nilai budaya
Urutan struktur teks hikayat yang benar adalah ….
Abstraksi - Resolusi - Orientasi - Komplikasi - Koda
Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Resolusi - Koda
Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Resolusi - Koda
Abstraksi - Resolusi - Komplikasi - Koda - Komplikasi
Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Resolusi - Koda
Dalam teks hikayat pada setiap awal kalimat terdapat kata seperti, maka, ketika, laksana, bak, dan bagaikan disebut ....
Penggunaan konjungsi
Penggunaan arkais
Penggunaan majas
Penggunaan anonim
Penggunaan pralogis
Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ....
Berupa cerita rekaan
Bertujuan menghibur
Merupakan cerita pelipur lara
Diceritakan dari mulut ke mulut
Hanya berkembang dilingkungan istana
Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.
Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu ....
Istana sentris
Kesaktian
Anonim
Logis
Kemustahilan
Perhatikan teks hikayat berikut!
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata “yang mulia baginda” dalam penggalan hikayat di atas menggunakan majas ....
Antonomasia
Metafora
Hiperbola
Simile
Personifikasi
Maka adalah seorang miskin laki bini berjalan mencari riskinya berkeliling negara antah-berantah. Adapun nama raja di dalam negara itu Maharaja Indera Dewa. Namanya terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Beberapa raja-raja di tanah Dewa itu takluk kepada baginda dan mengantar upeti kepada baginda pada tiap-tiap tahun.
Unsur intrinsik yang dominan diceritakan dalam kutipan hikayat di atas adalah ....
Tokoh dan penokohan
Alur
Amanat
Latar
Tema
"Kedua saudara itu, laksana orang yang menenteng minyak yang penuh demikian", kalimat tersebut merupakan majas .....
Majas hiperbola
Majas personifikasi
Majas simile
Majas antonomasia
Majas hiperbola
Perhatikan teks hikayat berikut!
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakilanamanya disebut orang dan padang itu pun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Penggalan hikayat tersebut menggunakan sudut pandang ….
Orang pertama
Orang kedua
Orang ketiga
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
