wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Unsur Intrinsik Cerpen

Total questions: 20

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu hal yang membedakan cerpen dan puisi adalah ....

a)

adanya alur

b)

adanya amanat

c)

adanya tema

d)

adanya imajinasi

2.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.

Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah ….

a)

tubuhnya digerogoti penyakit

b)

susahnya menjadi orang miskin

c)

buruknya pelayanan rumah sakit

d)

banyak bangsal yang kosong

3.

Bacalah cerita berikut dengan seksama!

Kita lihat, dari pintu masuk sebuah ruangan di hotel berbintang empat itu, dia membelok ke arah kiri, dia memilih kursi paling samping dari deretan kursi paling belakang. Begitu dia duduk, sejumlah lelaki dekat kursi itu serempak kaasak-kusuk dalam gelap.

Latar tempat penggalan cerpen tersebut adalah...

a)

pintu masuk

b)

arah kiri

c)

hotel bintang empat

d)

kursi samping

4.

(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari terdapat pada kalimat nomor ....

a)

(5)

b)

(7)

c)

(6)

d)

(8)

5.

(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Amanat kutipan cerpen di atas adalah ....

a)

Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!

b)

Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!

c)

Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!

d)

Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!

6.

9. Amanat kutipan cerpen pada soal nomor 8 adalah ....

a)

Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!

b)

Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!

c)

Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!

d)

Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!

7.

10. “Tak bisa kurang sedikit?”

“Tentu saja bisa, Mister. Dalam perdagangan, seperti Tuan maklum, harga bisa damai. Apalagi Mister pencinta benda seni!”

Tammy tak mendengarkan lebih lanjut, dengan tangkas ia bangkit kemudian ke belakang. Dia menulis sepucuk surat untukTuan Wahyono, ahli keramik sebelah rumah. Dia suruh pelayannya cepat mengantarkan surat itu.

“Aku minta bantuan Tuan Wahyono untuk menilai harga teko ini. Dia adalah ahli keramik. Rumahnya di sebelah itu,” ujar Tammy setelah kembali duduk di dekat tamunya.

Amanat yang paling menonjol dan penggalan cerpen tersebut adalah . . . . 

a)

Dalam berdagang tidak boleh memberikan harga mati.

b)

Kita harus menjalin hubungan baikdengan tetangga yang mempunyai keahlian.

c)

Sebaiknya serahkanlah suatu urusan kepada orang yang ahli.

d)

Menjadi pesuruh harus taat dan cekatan dalam bekerja.

8.

11. Upik masih saja cemberut dari kemarin karena tidak tidak dibelikan kue stroberi  di toko dekat rumahnya. Walau ibunya sudah menasihati, Upik tetap saja merengek-rengek kepada ibunya. Ibunya tahu bahwa Upik tidak suka makanan yang manis masam seperti kue stroberi yang dimintanya.

Penggalan cerpen tersebut berisi tentang ….

a)

Setting (Latar)

b)

Alur

c)

Penokohan

d)

Tema

9.

Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah.Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.

Dalam kutipan cerpen tersebut, terdapat kata bergaris miring sepenuh hati. Kata tersebut memiliki makna …

a)

Sabar

b)

Percaya diri

c)

Bersungguh - sungguh

d)

Ikhlas

10.

Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah.Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.

Tokoh Aku dalam kutipan cerpen di atas yaitu....

a)

Dewi

b)

Penjual Pakaian

c)

Mbak April

d)

Runa

11.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

sore hari, terminal

b)

siang hari, terminal

c)

siang hari, perjalanan

d)

pagi hari, rumah

12.

17. Ciri khas pengarang dalam menyampaikan tulisannya kepada publik, baik itu dari segi pengunaan majasnya maupun diksi atau pemilihan kata yang tepat di dalam cerpen.

Pernyataan diatas, termasuk kedalam struktur instrinsik cerpen yaitu....

a)

Alur

b)

Amanat

c)

Sudut pandang

d)

Gaya bahasa

13.

18. Berikut ini merupakan jens tokoh dalam cerpen, kecuali ....

a)

Antagonis

b)

Tritagonis

c)

Protagonis

d)

Fiktif

14.

20. Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

Pendiam

b)

Pemalu

c)

Pembohong

d)

Penakut

15.

Kejadian begitu cepat. Aku pulang pukul 12 siang. Segera kuparkir motor bututku di halaman sekolah. Lalu, aku segera berlari ke tempat fotokopi. Wow, betapa terkejutnya diriku tatkala kulihat ada seorang gadis di situ. Mungkin dia karyawan baaru di tempat fotokopi ini. Rambutnya yang terurai panjang serasa memesona semua orang yang melihatnya.


Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam penggalan cerpen tersebut adalah ....

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama sebagai pengamat

c)

orang pertama dan orang ketiga

d)

orang ketiga terarah

e)

orang ketiga serba tahu

16.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

17.

(1) Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya, ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.


Watak tokoh Badu pada kutipan novel tersebut adalah ...

a)

pemalu

b)

berjiwa besar

c)

sombong

d)

angkuh

18.

unsur intrinsik cerpen yang menjelaskan tentang makna yang dapat diambil dari suatu cerpen adalah...

a)

Tema

b)

Gaya Bahasa

c)

Amanat

d)

Sudut Pandang

19.

Pelaku dalam sebuah cerita biasanya dikenal sebagai

a)

Penokohan

b)

tokoh

c)

artis

d)

figuran

20.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan