Font size
WorksheetsUH Cerita Lintas Zaman
Total questions: 30
Worksheet time: 1hrs 6mins
Bacalah kutipan hikayat berikut untuk menjawab soal!
Setelah seluruh rakyat berkumpul, Yang Dipertuan Negeri Muar muncul untuk memberikan amaran, "Tidak ada musuh datang menyerang. Tidak ada orang datang melanggar negeri. Juga tidak ada pembagian beras atau minyak pasang. Ini perkara Tuan Putri Gadis Cik Inam, putriku.”
"Ada apa dengan Tuan Putri?” seru mereka beramai-ramai. Suara mereka sangat galau.
"Ya, ya! Sabar, sabar!” ujar Raja Selatan lagi. "Pada hari ini putriku, Gadis Cik Inam, ditunangkan dengan Muda Cik Leman, putra Yang Dipertuan Tanah Galangan."
”Horeee! Horeee!” terdengar tempik sorak rakyat Muar penuh suka cita.
Setelah suara sorak-sorai agak reda, Raja Selatan kembali mengabarkan, "Mulai esok kita akan memasak untuk helat. Kita akan mengadakan helat besar. Tujuh hari tujuh malam lamanya. Maka kepada seluruh rakyat Muar diminta supaya membantu kerajaan melaksanakan helat besar itu. Baik lelaki maupun perempuan."
Keesokan harinya pesta besar perkawinan Muda Cik Leman dan Gadis Cik Inam dipersiapkan. Rakyat berbondong-bondong datang dengan sukarela membantu persiapan helat besar itu. Ada yang pergi ke hutan untuk menebang kayu untuk memasak. Ada yang memasang bangsal pelarian untuk para tamu yang akan diundang. Karena, tentu akan banyak tamu yang diundang. Selain punggawa dan rakyat, tamu-tamu dari negeri lain pun akan diundang. Ada juga yang membantu mengumpulkan sumbangan, seperti beras, sayur-sayuran, ayam, kambing, lembu, dan kerbau.
Perempuan-perempuan membantu menumbuk rempah-rempah untuk bumbu memasak. Ratusan orang perempuan terlibat dalam kesibukan itu. Para mak andam pun sibuk menghias pengantin. Tujuh orang mak andam mengasah gigi Muda Cik Leman supaya kelihatan bagus. Dan tujuh orang pula mak andam mengandam Gadis Cik Inam. Puluhan ekor kerbau, ratusan ekor kambing, dan ribuan ekor ayam disembelih.
Mengapa rakyat Muar bersorak penuh suka cita?
Rakyat Muar akan dilibatkan dalam acara penobatan raja di Kerajaan Muar.
Rakyat Muar mendapatkan kabar bahwa Raja Selatan akan mempertunangkan putrinya.
Rakyat Muar diminta membantu menyiapkan makanan utuk tamu undangan negeri lain.
Rakyat Muar berbondong-bondong datang ke kerajaan Muar demi mendapatkan bantuan,
Rakyat Muar mendengar pengumuman adanya pesta untuk menyembelih hewan.
Bacalah kutipan hikayat berikut untuk menjawab soal berikut!
Setelah seluruh rakyat berkumpul, Yang Dipertuan Negeri Muar muncul untuk memberikan amaran, "Tidak ada musuh datang menyerang. Tidak ada orang datang melanggar negeri. Juga tidak ada pembagian beras atau minyak pasang. Ini perkara Tuan Putri Gadis Cik Inam, putriku.”
"Ada apa dengan Tuan Putri?” seru mereka beramai-ramai. Suara mereka sangat galau.
"Ya, ya! Sabar, sabar!” ujar Raja Selatan lagi. "Pada hari ini putriku, Gadis Cik Inam, ditunangkan dengan Muda Cik Leman, putra Yang Dipertuan Tanah Galangan."
”Horeee! Horeee!” terdengar tempik sorak rakyat Muar penuh suka cita.
Setelah suara sorak-sorai agak reda, Raja Selatan kembali mengabarkan, "Mulai esok kita akan memasak untuk helat. Kita akan mengadakan helat besar. Tujuh hari tujuh malam lamanya. Maka kepada seluruh rakyat Muar diminta supaya membantu kerajaan melaksanakan helat besar itu. Baik lelaki maupun perempuan."
Keesokan harinya pesta besar perkawinan Muda Cik Leman dan Gadis Cik Inam dipersiapkan. Rakyat berbondong-bondong datang dengan sukarela membantu persiapan helat besar itu. Ada yang pergi ke hutan untuk menebang kayu untuk memasak. Ada yang memasang bangsal pelarian untuk para tamu yang akan diundang. Karena, tentu akan banyak tamu yang diundang. Selain punggawa dan rakyat, tamu-tamu dari negeri lain pun akan diundang. Ada juga yang membantu mengumpulkan sumbangan, seperti beras, sayur-sayuran, ayam, kambing, lembu, dan kerbau.
Perempuan-perempuan membantu menumbuk rempah-rempah untuk bumbu memasak. Ratusan orang perempuan terlibat dalam kesibukan itu. Para mak andam pun sibuk menghias pengantin. Tujuh orang mak andam mengasah gigi Muda Cik Leman supaya kelihatan bagus. Dan tujuh orang pula mak andam mengandam Gadis Cik Inam. Puluhan ekor kerbau, ratusan ekor kambing, dan ribuan ekor ayam disembelih.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan kutipan hikayat tersebut adalah ....
Rakyat Muar ada yang memasang bangsal pelarian untuk tamu yang akan diundang.
Muda Cik Leman dan Gadis Cik Inam akan diasah giginya oleh tujuh orang mak andam.
Perhelatan di Kerajaan Muar akan mengundang punggawa, rakyat, dan tamu negeri lain.
Ada ratusan ekor kerbau, puluhan ekor kambing, dan ribuan ekor ayam yang disembelih.
Rakyat Muar membantu mengumpulkan sumbangan berupa hewan ternak dan sembako.
Bacalah kutipan hikayat berikut untuk menjawab soal berikut.
Setelah seluruh rakyat berkumpul, Yang Dipertuan Negeri Muar muncul untuk memberikan amaran, "Tidak ada musuh datang menyerang. Tidak ada orang datang melanggar negeri. Juga tidak ada pembagian beras atau minyak pasang. Ini perkara Tuan Putri Gadis Cik Inam, putriku.”
"Ada apa dengan Tuan Putri?” seru mereka beramai-ramai. Suara mereka sangat galau.
"Ya, ya! Sabar, sabar!” ujar Raja Selatan lagi. "Pada hari ini putriku, Gadis Cik Inam, ditunangkan dengan Muda Cik Leman, putra Yang Dipertuan Tanah Galangan."
”Horeee! Horeee!” terdengar tempik sorak rakyat Muar penuh suka cita.
Setelah suara sorak-sorai agak reda, Raja Selatan kembali mengabarkan, "Mulai esok kita akan memasak untuk helat. Kita akan mengadakan helat besar. Tujuh hari tujuh malam lamanya. Maka kepada seluruh rakyat Muar diminta supaya membantu kerajaan melaksanakan helat besar itu. Baik lelaki maupun perempuan."
Keesokan harinya pesta besar perkawinan Muda Cik Leman dan Gadis Cik Inam dipersiapkan. Rakyat berbondong-bondong datang dengan sukarela membantu persiapan helat besar itu. Ada yang pergi ke hutan untuk menebang kayu untuk memasak. Ada yang memasang bangsal pelarian untuk para tamu yang akan diundang. Karena, tentu akan banyak tamu yang diundang. Selain punggawa dan rakyat, tamu-tamu dari negeri lain pun akan diundang. Ada juga yang membantu mengumpulkan sumbangan, seperti beras, sayur-sayuran, ayam, kambing, lembu, dan kerbau.
Perempuan-perempuan membantu menumbuk rempah-rempah untuk bumbu memasak. Ratusan orang perempuan terlibat dalam kesibukan itu. Para mak andam pun sibuk menghias pengantin. Tujuh orang mak andam mengasah gigi Muda Cik Leman supaya kelihatan bagus. Dan tujuh orang pula mak andam mengandam Gadis Cik Inam. Puluhan ekor kerbau, ratusan ekor kambing, dan ribuan ekor ayam disembelih.
Nilai kehidupan yang terkandung dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
Moral
Sosial
Agama
Budaya
Pendidikan
Bacalah kutipan hikayat berikut untuk menjawab soal berikut.
"Kalau itu memang keinginan Adinda, aku setuju saja. Sebaiknya kita segera berangkat, karena tidak ada lagi yang harus kita tunggu. Lancang Kuning kita tertambat di dermaga. Bila air laut pasang, kita bisa berangkat.” Raja Selatan menegaskan keputusannya kembali.
"Baiklah, Kakanda," barulah Putri Lindung Bulan merasa lega. "Kita berangkat saat pasang malam ini, Kakanda. Kita berangkat secara diam-diam saja, tidak usah memberi tahu Kakanda Dayang Seri Anum."
"Tidak baik begitu,” Raja Selatan menyela. "Sebaiknya kita memberi tahu kepada Kakanda Panglima Hitam dan Kakanda Dayang Seri Anum supaya mereka tidak kehilangan."
Putri Lindung menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, Kakanda. Kita tak perlu memberi tahu mereka. Mereka telah memperlakukan kita seperti ini. Adinda sangat malu. Rasanya tak dapat lagi bertemu muka dengan orang-orang di sini. Biarlah kita pergi dengan diam-diam saja, Kakanda.”
Raja Selatan pun bersedia memenuhi keinginan istrinya. Malam itu juga tatkala pasang tiba, mereka meninggalkan rumah dengan diam-diam. Diam-diam pula mereka turun ke Lancang Kuning kendaraan diraja Raja Selatan yang tertambat di dermaga Pelabuhan Galangan.
Dan saat pasang mencapai puncaknya, Lancang Kuning Kerajaan Muar pun lepas dari tambatannya, kemudian meninggalkan Pelabuhan Galangan. Malam itu juga haluan Lancang Kuning langsung ditujukan ke Muar.
Watak tokoh Raja Selatan dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
Tegas
Kukuh
Teguh
Penurut
Bijaksana
Suatu masa di kerajaan Melaka, hiduplah seorang pemuda yang penuh keberanian dan kebijaksanaan bernama Hang Tuah. Hang Tuah merupakan salah satu dari empat sahabat karib Sultan Melaka. Pangkatnya sebagai seorang laksamana menjadikannya sosok yang dihormati dan diandalkan oleh kerajaan. Namun, suatu ketika, Hang Tuah mendapati dirinya dihukum mati oleh Sultan Melaka. Hukuman ini diterima oleh Hang Tuah dengan tulus dan tanpa perlawanan. Saat itu, salah satu sahabatnya, Hang Jebat, merasa tidak terima dan memberontak. Pertarungan sengit terjadi antara Hang Tuah dan Hang Jebat di dalam istana Melaka. Dalam pertarungan yang panjang dan melelahkan, Hang Tuah berhasil mengalahkan Hang Jebat. Meskipun tewasnya Hang Jebat membuat sedih hati rakyat Melaka, namun Hang Tuah tetap setia pada Sultan. Sultan Melaka, yang menyesal atas hukuman yang diberikan kepada Hang Tuah, memberikan kembali kepercayaan padanya. Hang Tuah kembali diangkat sebagai laksamana dan mampu memulihkan kedamaian di kerajaan.
Siapakah tokoh utama dalam hikayat tersebut?
Hang Jebat
Hang Kasturi
Hang Tuah
Hang Lekir
Hang Lekiu
Karya sastra lama dengan bentuk prosa yang banyak menceritakan mengenai bagaimana kehidupan di sekitar kerajaan dinamakan…
Fabel
Fiksi
Dongeng
Hikayat
Apa yang dapat ditemukan dalam sebuah hikayat?
Cerita-cerita cinta romantis
Ucapan-ucapan bijak dari tokoh-tokoh terkenal
Cerita, undang-undang, dan silsilah yang bersifat rekaan
Kisah-kisah modern dari kehidupan sehari-hari
Apa perbedaan utama antara tokoh dalam hikayat dan cerpen?
Tokoh dalam hikayat memiliki latar belakang keluarga kerajaan atau orang-orang istana, sedangkan tokoh cerpen lebih variatif
Tokoh dalam cerpen biasanya memiliki kekuatan ajaib, sementara tokoh hikayat tidak.
Tokoh dalam hikayat selalu berasal dari kerajaan kayangan, sedangkan cerpen lebih cenderung mengambil tokoh dari kehidupan sehari-hari.
Tokoh dalam cerpen memiliki konflik yang lebih kompleks daripada tokoh dalam hikayat.
Hang Jebat merupakan orang yang menjadi pengganti dari posisi Hang Tuah yang menaruh dendam atas keputusan raja yang diberikan kepada sahabatnya tersebut. Kesetiaan yang dimilikinya terhadap sahabatnya membuat Hang Jebat mengamuk di area Keraton. Dayang-dayang dan putri-putri banyak diperlakukan kurang sopan sehingga banyak orang yang menjadi mati karena keris yang dimilikinya dan hasil pemberian dari Hang Tuah kepada dirinya. Tiada seorang pun di Keraton yang berani mendinginkan dirinya sehingga raja juga mengalami kesulitan dan ketakutan atas perlakuan dirinya tersebut.
Dari cuplikan bacaan di atas, dapat disimpulkan bahwa watak yang dimiliki oleh Hang Jebat yaitu….
Baik hati
Lembut
Sombong
Kasar
Apa yang bisa diidentifikasi melalui karakterisasi dalam hikayat dan cerpen?
Nilai-nilai kebaikan yang dapat diambil hikmahnya oleh pembaca
Sejarah dan latar belakang masyarakat pada saat cerita dibuat
Konflik dan penyelesaian dalam cerita
Plot dan struktur cerita
Apa tujuan penggunaan majas dalam cerita fiksi seperti hikayat dan cerpen?
Digunakan untuk menghibur pembaca
Digunakan untuk menunjukkan keahlian penulis dalam bahasa
Digunakan untuk menggambarkan karakter tokoh
Digunakan untuk menambah keindahan cara penyampaian cerita
Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.
Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…
Istana sentris
Kesaktian
Anonim
Logis
Apa yang dimaksud dengan majas personifikasi ?
Membandingkan suatu hal dengan hal lainnya menggunakan kata penghubung
Menggambarkan benda mati atau benda hidup yang bukan manusia sebagai manusia
Menggunakan pernyataan berlebihan untuk efek dramatis
Membandingkan suatu hal dengan hal lainnya tanpa menggunakan kata penghubung
“Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah SWT”
Nilai yang terkandung dalam cuplikan hikayat itu adalah …
Nilai agama dan moral
Nilai Sosial dan budaya
Nilai Budaya dan pendidikan
Nilai Pendidikan dan agama
Nilai Moral dan sosial
Apa yag dimaksud dengan hikayat ?
Cerita lama tentang masa lalu
cerita unik suatu daerah
cerita menarik berupa doneng yang tidak perlu dipercaya
karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan keluarga istana atau kaum bangsawan, orang-orang ternama, orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mukjizat tokoh utamanya.
cerita tentang kesaktian, keustahilan binatang
Di bawah ini adalah contoh hikayat berunsur Hindu,kecuali ...
Hikayat Pandawa Lima
Hikayat Sri Rama
Hikayat si miskin
Hikayat Mahabarata
Hikayat Rama dan Sinta
“Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.”
Nilai kehidupan apa yang kalian temukan dalam petikan hikayat di atas?
nilai sosial
nilai pendidikan
nilai moral
nilai agama
nilai estetika
“Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya.”
Nilai kehidupan apa yang kalian temukan dalam petikan hikayat di atas?
nilai sosial
nilai agama
nilai pendidikan
nilai moral
nilai estetika
“Ia naik ke atas mahligai itu dan melihat sebuah gendang tergantung. Gendang itu dibukanya dan dipukulnya. Tiba-tiba ia terdengar orang yang melarangnya memukul gendang itu. Lalu diambilnya pisau dan ditorehnya gendang itu, maka Puteri Ratna Sari pun keluarlah dari gendang itu. Puteri Ratna Sari menerangkan bahwa negerinya telah dikalahkan oleh Garuda. Itulah sebabnya ia ditaruh orangtuanya dalam gendang itu dengan suatu cembul. Di dalam cembul yang lain ialah perkakas dan dayang-dayangnya. Dengan segera Syah Peri mengeluarkan dayang-dayang itu. Tatkala Garuda itu datang, Garuda itu dibunuhnya.”
Nilai kehidupan apa yang kalian temukan dalam petikan hikayat di atas?
nilai sosial
nilai agama
nilai pendidikan
nilai moral
nilai estetika
“Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah SWT”
Nilai yang terkandung dalam cuplikan hikayat itu adalah …
Nilai agama dan moral
Nilai Sosial dan budaya
Nilai Budaya dan pendidikan
Nilai Pendidikan dan agama
Nilai Moral dan sosial
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Cerita Melayu Klasik yang termasuk ke dalam teks narasi yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh
Cerpen
Hikayat
Dongeng
Puisi
Prosa
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
(1) Usaha pembuatan pempek ikan tenggiri di keluarga Surya tetap berjalan meskipun hasilnya berkurang.
(2) Hal ini disebabkan oleh pasangnya air laut dan cuaca yang tidak menentu mengakibatkan nelayan kesulitan mencari ikan tenggiri.
(3) Surya hanya mampu membeli dari para nelayan yang mendapatkan ikan tenggiri.
(4) Tak jarang, ia juga ikut ayahnya melaut untuk mencari sendiri ikan tenggirinya demi kualitas pempek produksi keluarganya tersebut.
(5) Sekarang, Surya bekerja tanpa lelah dan tidak pernah mengeluh.
(6) Para tetangganya merasa kasihan padanya.
(7) Mereka merasa salut sekaligus tidak percaya ada anak seperti Surya.
Kalimat yang membuktikan Surya seorang yang pekerja keras adalah.
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(4) dan (5)
(5) dan (7)
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Nilai yang terdapat dalam penggalan teks di atas adalah nilai ....
moral
pendidikan
agama
sosial
budaya
Matahari sedang mencium lembah-lembah gunung ketika aku terbangun di pagi itu.Aku terpaku menikmati pemandangan desa yang sungguh menawan, takkan kutemukan semua ini di hiruk pikuknya kita. Penduduk desa yang masih bersahaja, saling senyum dan bertegur sapa. Mereka bersama-sama turun ke sungai. Sungai yang airnya masih jernih, jauh dari tercermar.
Nilai sosial dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
Pemandangan alam desa yang sangat indah di pagi hari.
Pegunungan yang masih diselimuti awan.
Kehidupan desa yang bersahaja dengan penduduknya yang ramah.
Hiruk pikuk kota yang tidak ditemukan di desa
Sungai-sungai di desa yang masih jauh dari pencemaran
Bacalah hikayat berikut!
Suatu hari, Si Miskin mendengar bahwa raja sedang mencari seorang menantu. Raja mengumumkan bahwa siapa saja yang bisa membawa hadiah terindah untuk putrinya, akan dipersuntingnya. Si Miskin pun bercita-cita untuk menjadi menantu raja. Ia berpikir bahwa dengan menjadi menantu raja, ia bisa mengangkat derajatnya dan membahagiakan ibunya.
Namun, Si Miskin tidak memiliki apa-apa yang bisa dijadikan hadiah untuk putri raja. Ia pun berdoa kepada Allah agar diberi petunjuk. Ketika ia sedang berjalan di hutan, ia melihat seekor burung merak yang sedang terluka. Si Miskin merasa kasihan dan membawa burung merak itu pulang. Ia merawat burung merak itu dengan penuh kasih sayang.
Ternyata, burung merak itu adalah jelmaan dari seorang peri cantik yang sedang dihukum oleh dewa karena kesombongannya. Peri itu terpesona dengan kebaikan hati Si Miskin. Ia pun mengubah wujudnya menjadi seorang gadis cantik dan mengaku sebagai adik Si Miskin. Ia juga memberi Si Miskin sekarung emas dan permata sebagai hadiah untuk putri raja.
Si Miskin sangat gembira dan berterima kasih kepada adiknya. Ia pun segera berangkat ke istana dengan membawa sekarung emas dan permata. Di istana, ia bertemu dengan putri raja yang sangat cantik. Putri raja pun terkesan dengan hadiah yang dibawa oleh Si Miskin. Ia juga melihat bahwa Si Miskin adalah seorang pemuda yang tampan, sopan, dan rendah hati.
Raja pun menyetujui pernikahan Si Miskin dan putrinya. Si Miskin pun menjadi menantu raja dan hidup bahagia bersama istrinya. Ia juga tidak lupa untuk membawa ibunya dan adiknya ke istana. Peri itu pun senang melihat kebahagiaan Si Miskin. Ia juga mendapat ampunan dari dewa dan bisa kembali ke kahyangan.
dari hikayat yang telah disajikan buatlah analisis unsur-unsur instrisik.
“Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.”
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat yang terlihat pada penggalan teks di atas yaitu...
Kemustahilan
Kesaktian
Istana sentris
Anonim
Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam Hikayat adalah?
Indonesia
Inggris
Melayu Klasik
Kupang
Jawa
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Sumber: Kenang-kenangan oleh Abdul Gani A.K.
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang lain.
Bacalah kutipan teks hikayat berikut!
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra.
Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki.
Ada pun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan.
Isi pokok dari kutipan teks hikayat di atas adalah ...
Seorang raja bernama Indera bungsu dari Negeri Kobat tiada juga beroleh putra setelah berpuluh tahun menikah
Membaca doa kunut dan sedekah kepada kaum fakir dan miskin mendatangkan rezeki anak kembar yang kuat
Seorang raja bernama Indera bungsu mempunyai seorang istri bernama Tuan Puteri Sitti Kendi dan seorang putra bernama Indera Bangsawan
Raja Indera bungsu dikaruniai putra kembar bernama Syah Peri yang terlahir dengan panah dan Indera Bangsawan dengan pedang
