NEW
Font size
Worksheetskuis xii novel
Total questions: 22
Worksheet time: 3hrs 54mins
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
(1) Langit yang cerah tiba-tiba mendung. (2) Para petani pun tergesa-gesa menuju lapangan. (3) Sambil membawa karung, mereka terus memasukkan gabah-gabah itu ke dalam karung. (4) Mereka khawatir jika tidak cepat-cepat dimasukkan ke karung akan banyak tangan jahit yang mengambil. (5) Akhir-akhir ini memang banyak pencoleng yang berkeliaran di desa itu.
Kalimat yang menggunakan kata bermakna konotasi negatif pada teks tersebut ditandai dengan nomor. . .
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
(4) dan (5)
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
(1) Masyarakat sekarang ini sedang mengalami dilema. (2) Dulu, perceraian dianggap aib yang terdengar pait. (3) Kini perceraian lebih mudah dilakukan dan tidak ada rasa malu. (4) Perempuan-perempuan berwajah manis, tidak malu lagi menyandang status sebagai seorang janda. (5) Perceraian dianggap sesuatu yang wajar.
Perubahan makna sinestesia (ungkapan yang bersangkutan dengan indra yang disangkutkan dengan indra lain) pada teks tersebut ditandai dengan kalimat nomor. . .
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (4)
(2) dan (5)
(3) dan (5)
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
(1) Yuni akhirnya diterima menjadi pegawai di perusahaan itu. (2) Sebenarnya Yuni bukan anak yang pandai. (3) Hanya karena orang tuanya memiliki uang akhirnya ia pun main belakang. (4) Ternyata perbuatan seperti itu sudah lazim di keluarga Yuni. (5) Keluarga itu tidak malu-malu lagi untuk memberi amplop kepada atasan Yuni.
Kata yang mengandung makna asosiasi pada teks tersebut ditandai dengan kalimat nomor. . .
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (5)
(3) dan (4)
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
Apapun permintaan Wulan selalu dipenuhi oleh orang tuanya. Ia tidak pernah membantu pekerjaan orang tuanya di sawah. Telepon genggam selalu menemani aktivitasnya setiap hari. Tidak sedikit pun benda itu lepas dari tangannya. Kewajibannya sebagai pelajar terlupakan oleh peran telepon genggam sebagai tempat bermain di dunia maya. Hingga pada saat kenaikan kelas terpaksa ia tidak naik kelas, sungguh ia telah makan hati.
Arti ungkapan makan hati pada teks tersebut adalah. . .
Membuat bangga
Membuat gembira
Membuat kecewa
Membuat marah
Membuat malu
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
Sejak kembali dari perantauan Indriani menjadi buah bibir tetangganya. Kehidupannya yang sekarang tidak seperti dulu lagi. Dulu setiap pagi ia selalu menyusuri jalan desa itu untuk berolahraga. Ketika bertemu warga pun ia selalu tersenyum. Namun semenjak pulang dari perantauan ia lebih banyak mengurung diri di kamar.
Arti ungkapan buah bibir pada teks tersebut adalah. . .
Bahan pemanis
Bahan tertawaan
Bahan umpatan
Bahan perasaan
Bahan pembicaraan
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
Kebiasaan yang aku lakukan sering dianggap aneh oleh tetanggaku. Kotoran ayam yang bau dan mulai membusuk aku kumpulkan. Sampai sampah kering yang oleh para tetangga selalu dibakar, aku minta. Aku campur dengan kotoran ayam, setiap hari aku bolak-balik campuran itu. Bau amoniak yang menyengat aku anggap sebagai aroma sedap setiap hari. Akhirnya setelah aku lakukan kegiatan itu, kompos yang akan menyuburkan tanah dan pekarangan desa siap mengganti pupuk pabrik yang sudah mulai menggerogoti tanah ini.
Amanat yang terkandung dalam penggalan cerita tersebut adalah. . .
Orang berani menahan bau kotoran ayam yang menyengat.
Manfaatkanlah sampah agar menjadi barang yang berguna.
Biasakan mengumpulkan sampah plastik dan kotoran ayam.
Menjadi tukang sampah sangat berguna bagi orang lain.
Tukang sampah biasanya miskin dan bau amoniak.
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
Sejak pagi hari rumah tua itu mulai ramai. Suara tangis bayi mulai terdengar sayup-sayup. Makin lama suara tangis bayi itu makin keras. Terlihat wanita tua yang sedang mengelus-elus punggung bayi yang ada dipangkuannya. Sementara itu di halaman rumah sudah banyak bayi-bayi yang menunggu sentuhan tangan wanita tua itu.
Latar tempat yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah. . .
Tempat menunggu pasien
Tempat pijat bayi
Tempat berobat
Tempat potong rambut
Tempat perawatan kecantikan
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
Layantara adalah seorang pemuda, cucu buyut seorang perantau dari Timor. Tubuhnya kecil dan kuat. Usianya Sembilan belas tahun dan baru sekali itu ia mengikuti perjalanan ke kampung-kampung suku lain untuk melakukan barter. Ia merasa tersanjung sekali was-was tanpa alasan menyadari dirinya melakukan perjalanan hanya bersama seorang lelaki sebab menurut kebiasaan, perjalanan jenis ini dilakukan oleh sekelompok lelaki yang berjumlah sebelas orang.
Tahapan alur pada kutipan novel tersebut adalah . . .
Pengenalan situasi cerita
Pengungkapan peristiwa
Menuju terjadinya konflik
Puncak konflik cerita
Penyelesaian cerita
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
Tuti gelisah dan terasa olehnya hilanglah kepercayaan akan kemampuan dan kecakapannya. Tuti sudah sangat letih lahir dan batin. Dalam dua bulan ini, tak lain kerjanya daripada untuk perkumpulan. Mula-mula konggres Putri Sedar yang sangat banyak meminta tenaganya sebagai ketua cabang Jakarta yang harus mengatur konggres itu. Sudah itu konggres Perikatan Perkumpulan Perempuan di Sala pula. Dalam seminggu di Bandung sejak ia pulang dari Sala, setiap hari sebagian waktunya dipakainya untuk menyiapkan laporan konggres.
Layar Terkembang, “Sutan Takdir Alisjahbana”
Konflik yang dialami tokoh dalam kutipan teks tersebut adalah konflik . . .
Fisik
Batin
Dengan lingkungan
Dengan Tuhan
Dengan orang lain
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
Dibatingnya ta situ di samping ia duduk. Sandaran sofa tak luput dari hempasan punggungnya yang lebar seperti lapangan sepak bola. Mata menatap tajam pada patung loro blonyo di depannya, meskipun taka da yang aneh pada patung itu. Lamunannya segera tersadar ketika seorang tamu telah berdiri di depan pintu sambil mengucap salam. Segera dibetulkannya posisi duduknya sambil memaksakan diri tersenyum.
Latar tempat pada teks tersebut adalah . . .
Depan rumah
Teras rumah
Kamar tidur
Ruang tamu
Halaman rumah
Aminudin sangat kecewa setelah mengetahui bahwa gadis itu bukanlah Mariamin. Agar ayahnya tidak malu dan kecewa, Aminudin menerima gadis itu sebagai isterinya. Aminudin berkirim surat kepada Mariamin bahwa ia sudah menikah dengan gadis pilihan ayahnya. Aminudin menjelaskan duduk perkaranya. Sebelum surat itu selesai dibacanya, Mariamin sudah pingsan. la lalu jatuh sakit. Ayah Aminudin merasa bersalah dan minta maaf kepada Mariamin dan ibunya. la berjanji akan tetap bersahabat dengan keluarga Sutan Baringin. Setelah satu tahun Aminudin menikah, Mariamin pun terpaksa menikah dengan seorang kerani bernama Kasibun dari Padangsidempuan. Hidupnya sangat menyedihkan karena tabiat suaminya sangat kasar. (Novel Azab dan Sengsara, Merari Siregar)
Unsur budaya yang tampak pada cuplikan novel di atas adalah …..
kawin paksa
konflik keluarga
penolakan cinta
eratnya hubungan orang tua dan anak
kekuasaan suami yang lebih besar
Lalu, katanya "Kalau Nyonya melarangku datang kemari, itu hak Nyonya, Tapi, menyambutku dengan semburan begini, rasanya Nyonya telah membuat kekeliruan bertamu. Nyonya harus mempersilakan tamu Nyonya masuk, bukan memakinya.
Nilai adat istiadat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah….
Nyonya bertindak benar
setiap orang berbeda kepribadiannya
kita harus menghargai tamu
kita harus senantiasa berkorban
saling menghargai antarsesama
Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor, adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)
Tradisi atau kebiasaan yang terungkap di dalam cuplikan novel di atas adalah….
uang sebagai daya tarik pernikahan
kelakuan kasar dan bengis dari suami
kepandaian sangat utama dalam berumah tangga
penampilan penting bagi seseorang yang akan berkeluarga
ketaatan seorang istri dan tanggung jawab seorang suami
(1) Lama benar ia menangis, tak hilang-hilang wajah Corrie dari pandanganmya. (2) Cintanya memang belum putus pada Corrie karena cinta itus ialah cinta yang mula-mula yang sudah dikandung semasa masih berseluar pendek ke sekolah rendah. (3) Ketika itu, hilanglah segala kesenangan hati dari Hanafi. (4) Sekiranya Corrie masih ada di Betawi, niscaya Hanafi akan keluar malam itu dari kamarnya dan akan mencari kekasih itu ke tempatnya. (5) Dan akan meniaraplah la di tanah, serta memeluk, dan mencium lutut istrinya. (Novel Salah Asuhan, Abdul Muis)
Kata penunjuk waktu tidak dijumpai dalam kalimat nomor….
1
2
3
4
5
Tapi, seketika itu, Ratna sudah mengucap pula. Sudarma, adiknya, pada siapakah ia bergantung jika Ratna tidak ada lagi? Hanya anak yang seorang itu yang akan dapat menyenangkan hati ibu bapaknya di kemudian hari bila ia telah sampai tamat belajar. Bolehkah Ratna berlepas diri, sedang tiga orang darah dagingnya mengharap-harap akan bantuannya. (Novel Pertemuan Jodoh, Abdoel Moeis)
Dalam struktur novel, cuplikan di atas termasuk bagian….
orientasi
komplikasi
evaluasi
resolusi
koda
Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)
Cuplikan di atas berkategori sebagai evaluasi karena berisi....
penyelesaian akhir atas konflik utama
komentar pengarang atas masalah yang dialami tokoh utama
cerita dan alur yang membentuk kisah keseluruhan novel
tanggapan pengarang terhadap konflik cerita
ulasan pengarang terhadap keseluruhan masalah
Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga. Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami. (Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Nilai kehidupan yang dominan tersirat dalam penggalan novel di atas adalah….
etika
moral
sosial
budaya
agama
(1) Dengan hati yang remuk redam, Hanafi pulang ke kampung halamannya di Sumatera Barat. (2) Ibunya ingin mengembalikan Hanafi kepada Rafiah. (3) Hanafi menolak karena tidak mungkin menjilat liur yang sudah diludahkannya. (4) Hanafi menyesal oleh tindakannya yang tidak mau mengindahkan nasihat orang tuanya sehingga ia menderita dalam menjalani hidup ini. (5) Tak lama kemudian, Hanafi mati karena menelan empat butir sublimat.
Dalam pengembangan novel, cuplikan tersebut cocok ditempatkan dalam bagian….
koda
orientasi
komplikasi
evaluasi
resolusi
Tapi agaknya bukan hanya ayahku yang gentar. Setiap wajah orang, tua di depanku mengesankan bahwa mereka tidak sedang duduk di bangku panjang itu, karena pikiran mereka, seperti pikiran ayahku, melayang-layang ke pasar pagi atau ke keramba di tepian laut membayangkan anak lelakinya lebih baik menjadi pesuruh di sana. Para orang tua ini sama sekali tak yakin bahwa pendidikan anaknya yang hanya mampu mereka biayai paling tinggi sampai SMP akan dapat mempercerah masa depan keluarga. Pagi ini mereka terpaksa berada di sekolah ini untuk menghindarkan diri dari celaan aparat desa karena tak menyekolahkan anak atau sebagai orang yang terjebak tuntutan zaman baru, tuntutan memerdekakan anak dari buta huruf. (Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah….
kegentaran tokoh ayah
tuntutan zaman baru
keharusan melek huruf
perang batin para orang tua
keterpaksaan para orang tua
Rumah itu dibeli oleh ibu Hanafi dan di sanalah ia tinggal bersama Rafiah. Karena perlu menyekolahkan Syafei, Rafiah tidak perlu bercerai lagi dengan mertuanya yang sudah dipandang sebagai ibu kandungnya. Sedangkan, ibu Hanafi pun berkata hendak menurutkan orang berdua itu ke mana perginya. Rafiah telah menolak hendak dipersuamikan. la berkata tak sampai hati memberi ayah tiri kepada Syafei.
Cuplikan cerita itu dapat dijelaskan kembali secara ringkas, yakni sebagai berikut….
Ibu tak sampai hati memberi ayah tiri kepada Syafei.
Rafiah tetap menolak hendak dipersuamikan.
Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tak pudar.
Kita harus menghormati orang tua, terutama ibu.
Rumah yang dibeli ibu Hanafi ditempati Rafiah
"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"
"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.
"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.
Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"
"Mengapa?"
"Pantas kau panggil mbah?"
"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!
Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"
"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"
Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….
kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya
ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas
panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas
tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda
Bacalah cuplikan cerita berikut
"Ya, mau bayar berapa saja, Mas," ucapnya. di tikungan terakhir menuju kampungku.
"Lebih enak jalan kaki," jawabku terengah-engah. Aku merasa menang
Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.
Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.
Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.
Nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam penggalan cerpen di atas adalah....
kita harus memilih-milih tukang becak
kita harus memahami keadaan tukang becak
kita harus pandai menawar ongkos becak
jangan memberi hati kepada tukang becak
sebaiknya tukang becak harus tahu diri
