wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ulangan teks cerpen

Total questions: 20

Worksheet time: 55mins

Name
Class
Date
1.

Arman dengan seragam oranyenya yang lusuh tetap melaksanakan tugas menyapu dan membersihkan tiap sisi badan jalan, meskipun siang itu sangat terik dan penuh debu. Sejak tadi ia harus menahan amarah. Para penonton iringan mobil yang membawa piala Adipura, seenaknya membuang sampah. Padahal tempat sampah jelas-jelas terlihat oleh mata mereka. Sangat ironis, menerima piala kebersihan, tetapi masyarakatnya kurang peduli tentang kebersihan. 

Bukti bahwa Arman berwatak sabar terdapat pada pernyataan 

a)

A.  Tokoh Arman dengan seragam oranyenya yang lusuh tetap melaksanakan tugas menyapu dan membersihkan tiap sisi badan jalan, meskipun siang itu sangat terik dan penuh debu.

b)

B.          Tokoh Arman sejak tadi menahan amarah.

c)

C.          Para penonton iringan mobil yang membawa piala Adipura, seenaknya membuang sampah.

d)

D. Sangat ironis, menerima piala kebersihan, tetapi masyarakatnya kurang peduli tentang kebersihan.

2.

1)Bima mengambil air minum dan obat terakhir. Ia lalu memberikannya pelan-pelan kepada ibunya. 2) Air hangat itu membasahi bibir kering ibunya, masuk ke tenggorokan, perut yang masih kosong belum tersentuh makanan sedari pagi.

3)Ibu tidak perlu obat. Ibu hanya perlu istirahat, nanti juga sembuh. Kamu belajarlah sungguh-sungguh, seminggu lagi kamu akan ujian, kan?” ucap sang ibu sambil membelai rambut Bima yang berantakan dan bersimbah keringat.

4)”Tidak, Bu. Ibu harus minum obat. Kalau tak ada uang, besok Bima akan mencarinya.”

5)”Jangan … jangan … tidak perlu. Nanti pasti ibu sembuh. Kamu belajarlah dan berjajilah pada ibu untuk tidak mengamen lagi.” 6) “Bu, Bima hanya ingin membantu ibu.”

Bukti tokoh Bima seorang anak yang keras kepala ditunjukkan oleh kalimat nomor . . . .

a)

A. 1 dan 2

b)

B. 3 dan 4

c)

C. 4 dan 6

d)

D. 4 dan 5

3.

Aku sudah bisa menerima kekurangan mereka. Tidak etis rasanya bila aku menghakimi mereka sebagai orang tua yang tak peduli pada anaknya hanya karena hari kecil bernama hari pembagian rapor yang bagiku sebetulnya sangat istimewa. Aku tak mengukur rasa cinta mereka hanya dari kedatangan mereka pada hari penerimaan rapor. [...] kemudian, aku tahu jawabannya: tidak. Meski begitu, aku tak pernah menghapus angan-angan bahwa ibuku akan datang sewaktu-waktu.

Kalimat tepat untuk melengkapi cerpen tersebut adalah….

a)

A.Jadi, bagaimana menurutmu soal penerima rapor kali ketiga?

b)

B. Sekarang, apakah isi rapor itu menjadi penting karena orang tua tak datang?

c)

C.Aku sudah bisa menerima kekurangan mereka.

d)

D. Rapor itu kini ada di tanganku, dan aku menerimanya tanpa orang tua.

4.
  1. Bacalah kutipan cerpen di bawah ini!

            Tadi malam, Hidayat berpikir panjang  mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “ tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada, “pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku”

    Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

A. Kita tidak boleh menyerah pada keadaan

b)

B.Setiap orang pasti memiliki rencana

c)

C. Hidup itu ada kalanya tidak menentu

d)

D. Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

5.
  1. Bacalah Kutipan berikut ini

    Bi Enoi, seorang perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Setiap pagi, ia akan menggenjot sepedanya, menembus kabut dan udara pagi. Sudah hampir lima tahun ia menyadap karet sendirian. Perkaranya sudah basi sekali, kelima anaknya perempuan semua. Lalu, Kuwar, suaminya yang berbadan tegap dengan kulit kuning langsat dan wajah rupawan itu, meninggalkannya dan kelima anaknya. Tak ada yang bisa dilakukan Bi Enoi selain banting tulang untuk menghidupi kelima anaknya. 

     

             Kata "banting tulang" pada kutipan cerpen tersebut mengandung makna . . .

a)

A. Pantang Menyerah

b)

B. Bekerja keras

c)

C. bertanggung jawab

d)

D. Rajin Bekerja

6.

Bi Enoi, seorang perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Setiap pagi, ia akan menggenjot sepedanya, menembus kabut dan udara pagi. Sudah hampir lima tahun ia menyadap karet sendirian. Perkaranya sudah basi sekali, kelima anaknya perempuan semua. Lalu, Kuwar, suaminya yang berbadan tegap dengan kulit kuning langsat dan wajah rupawan itu, meninggalkannya dan kelima anaknya. Tak ada yang bisa dilakukan Bi Enoi selain banting tulang untuk menghidupi kelima anaknya. 

Tema dalam kutipan cerpen di atas adalah

a)

A. Penderitaan hidup yang dialami anak-anak kecil

b)

B. Perjuangan seorang ibu sebagai orang tua tunggal

c)

C. Tanggung jawab seorang lelaki terhadap anak istimewa

d)

D. Keresahan seorag perempuan dalam mencari nafkah

7.

(1)“Kamu masih membeli makanan kotor  yang dijual oleh Doni itu Aisyah”  kata Anjar dengan nada menghina. (2) “Apa kamu tidak malu makan makanan seperti itu. Donat itu mengandung kuman yang sangat banyak. Kalua kamu mau nanti aku belikan pizza.” Anjar bersuara keras sambal merampas donat yang ada ditangan Aisyah. (3) melihat perbuatan Anjar, Aisyah  menjadi marah.  Diapun hendak menampar wajah Anjar, tetapi Doni menghalanginya. “sudahlah Asyah nanti aku ganti ganti yang baru, jangan dipermasalahkan” ucap Doni. (4) “Apa Kamu tidak tersinggung dengan perkataannya don” tanya Aisyah. (5)  “ sudah tidak ada apa-apa kok” jawab Doni.

Bukti Tokoh Dani seorang yang sabar adalah...

a)

A. 2 dan 4

b)

B. 1 dan 4

c)

C. 3 dan 5

d)

D. 2 dan 5

8.

     Awalnya aku hanya ingin mengurangi beban kedua orang tuaku dengan memutuskan untuk tidak ikut study tour. Namun belum selesai kuucapkan keinginanku, Ayah yang semula [ 8 ] langsung membantah. 

“ Tidak, kamu tetap ikut! Sudah tidurlah, besok ayah bayarkan biaya study tourmu”

Aku berjalan menuju kamarku. Meski sebenarnya tak bisa tidur, kucoba memejamkan mata dan tak memikirkan apapun.

      Kala itu malam belum terlalu larut, hingga masuk pukul 8.00 malam suara pintu diketuk memecahkan hening di rumahku. Seorang tetangga datang dengan membawa sebuah amplop coklat. Seketika ayahku terkejut. Bagaimana tidak, uang yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya tiba-tiba diantarkan ke rumah. Ya, awalnya tanah yang tak seberapa itu direlakan ayah untuk menjadi jalan umum, namun karena kebijakan desa, tanah tersebut diputuskan untuk dibeli. 

 

 Majas yang tepat untuk melengkapi kutipan cerita tersebut adalah ....

a)

A. Terdiam seribu bahasa

b)

B. memecah keheningan

c)

C. Berkata panjang

d)

D. Menahan kata

9.

“ Tidak, kamu tetap ikut! Sudah tidurlah, besok ayah bayarkan biaya study tourmu”

Aku berjalan menuju kamarku. Meski sebenarnya tak bisa tidur, kucoba memejamkan mata dan tak memikirkan apapun.

      Kala itu malam belum terlalu larut, hingga masuk pukul 8.00 malam suara pintu diketuk memecahkan hening di rumahku. Seorang tetangga datang dengan membawa sebuah amplop coklat. Seketika ayahku terkejut. Bagaimana tidak, uang yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya tiba-tiba diantarkan ke rumah. Ya, awalnya tanah yang tak seberapa itu direlakan ayah untuk menjadi jalan umum, namun karena kebijakan desa, tanah tersebut diputuskan untuk dibeli. 

Kalimat bernilai sastra yang tepat untuk menggantikan kalimat bercetak miring adalah...

a)

A. Kulangkahkan kakiku menuju kamarku

b)

B. kumelangkah menuju kamarku

c)

C. Kuseret kakiku dengan berat menuju kamarku

d)

kususuri ruangan tengah menuju kamarku

10.

      Kala itu malam belum terlalu larut, hingga masuk pukul 8.00 malam suara pintu diketuk memecahkan hening di rumahku. Seorang tetangga datang dengan membawa sebuah amplop coklat. (....................). Bagaimana tidak, uang yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya tiba-tiba diantarkan ke rumah. Ya, awalnya tanah yang tak seberapa itu direlakan ayah untuk menjadi jalan umum, namun karena kebijakan desa, tanah tersebut diputuskan untuk dibeli. 

Kalimat yang tepat untuk mengisi titik di atas adalah...

a)

A. Seketika ayahku terkejut

b)

B. ayah terdiam seribu bahasa

c)

C. ayah langsung memanggilku

d)

D. ayah marah kepada orang tersebut

11.

“Maafkan saya, Rinda. Saya memang khilaf waktu itu,” kataku pelan. Akhirnya muncul juga kata-kata itu setelah beberapa waktu tak jua ada keberanian untuk mengatakannya. Ya, aku memang harus minta maaf. Aku sadar, sikap dan kata-kataku tempo hari terhadapnya tentu saja telah membuatnya marah dan sakit hati. Dan kali ini aku sudah bersiap menerima perlakuan dan makian paling kasar sekalipun dari mulut Rinda. Rinda diam sejenak, lalu memandangku tajam. Tetapi tak berapa lama, kulihat ekspresi Rinda seperti tengah menahan tawa.

Watak tokoh aku pada kutipan cerpen di atas adalah...

a)

A. berjiwa besar

b)

B. Pasrah

c)

C. Penakut

d)

D. cengeng

12.

“Maafkan saya, Rinda. Saya memang khilaf waktu itu,” kataku pelan. Akhirnya muncul juga kata-kata itu setelah beberapa waktu tak jua ada keberanian untuk mengatakannya. Ya, aku memang harus minta maaf. Aku sadar, sikap dan kata-kataku tempo hari terhadapnya tentu saja telah membuatnya marah dan sakit hati. Dan kali ini aku sudah bersiap menerima perlakuan dan makian paling kasar sekalipun dari mulut Rinda. Rinda diam sejenak, lalu memandangku tajam. Tetapi tak berapa lama, kulihat ekspresi Rinda seperti tengah menahan tawa.

Amanat kutipan cerpen diatas adalah...

a)

A. Jangan takut meminta maaf jika melakukan kesalahan

b)

B. Hadapilah segala macam permasalahan dengan senyuman

c)

C. Memberi maaf tidak harus diutarakan dengankata-kata

d)

D. Saling bermaaf-maafan dalam persahabatan

13.

         Di tempat kakek, beduk juga bertalu. Aku takut sekali. Aku meringkuk di kursi ketika ia bersuara. “Ahmad, ayo ke masjid. Nanti kukenalkan dengan guru mengajimu yang baru.”

         Saat tangannya hendak merenguhku, aku berteriak kencang sekali, “Aku tidak mau ke masjid!”

         Berhari-hari kakek tak henti-hentinya mengajakku seperti itu. Tetapi aku tidak mau. Aku teringat plang yang dirobohkan, tembok yang dirobohkan, karpet masjid yang dibakar, genting yang dirontokan. Juga kitab kecilku yang terlempar di halaman. Kalau sudah seperti itu, nenek menyuruh kakek pergi ke masjid sendirian. Lalu nenek memintaku salat bersamanya saja di rumah. Lagi-lagi aku menggelengkan kepala.

Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah . . . .

a)

A.     Ahmad teringat masa lalu mengenai keadaan masjid yang telah rusak

b)

B. Ahmad merasa takut setiap diajak ke masjid oleh kakek

c)

C.   Kakek mengajak nenek dan Ahmad pergi ke masjid bersama

d)

D.       Nenek menyuruh kakek ke masjid dan mengajak Ahmad salat

14.

        Ibu terkulai di kursi seperti orang mati. Pintu, jendela, televisi, telepon,perabotan,buku, cangkir,dan lain-lain masih seperti dulu. Waktu telah berlalu sepuluh tahun. Tinggal Ibu kini di ruang keluarga itu, masih terkulai seperti sepuluh tahun yang lalu. Rambut, wajah, dan busananya bagai menunjukan keberadaan waktu.

 

Latar suasana yang tergambar pada kutipan  cerita tersebut adalah ….

a)

A. Sedih

b)

B. Kecewa

c)

C. Khawatir

d)

D. Marah

15.

        Mobil jemputan sekolah belum lagi berhenti, Bening langsung meloncat menghambur. “Hati-hati,” teriak sopir. Tetapi, gadis kecil itu malah mempercepat larinya. Seperti capung ia melintas halaman. Ia ingin segera membuka kotak pos itu. Pasti kartu pos dari mama telah tiba. Di kelas tadi ia sudah sibuk membayangkan bergambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

 

     Latar tempat dari teks di atas adalah ....

a)

A. kelas

b)

B. halte bus

c)

C. Di dalam mobil

d)

D. Kantor pos

16.

Mobil jemputan sekolah belum lagi berhenti, Bening langsung meloncat menghambur. “Hati-hati,” teriak sopir. Tetapi, gadis kecil itu malah mempercepat larinya. Seperti capung ia melintas halaman. Ia ingin segera membuka kotak pos itu. Pasti kartu pos dari mama telah tiba. Di kelas tadi ia sudah sibuk membayangkan bergambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

kalimat bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas

a)

A. Hiperbola

b)

B. metafora

c)

C. personifikasi

d)

D. simile

17.

         “Pak,” kata sulam tanpa ekspresi apa pun. “Ya,” jawabku. “Nasi atau uang?” Sulam diam. Diperlihatkannya padaku ujung celananya yang kuyup. Celana yang kedodoran itu nyangkut diperutnya dengan ikatan tali plastik. Kaosnya ada gambar yang sangat tidak pantas di bagian punggung. Ah, pasti anak-anak nakal telah mempermainkan Sulam. “Nasi atau uang?” ulangku. “Aku sudah punya uang,” jawab Sulam sambil membuka tangannya. Ada kepingan logam putih di sana. Tetapi tangan itu pucat dan bergetar. Maka aku bangkit dan meninggalkan kedua tamuku yang duduk membisu. Sepiring nasi dan segelas teh kuberikan pada Sulam. Dia duduk di lantai, tepat disamping kursiku.

 

Nilai moral dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

A. Meninggalkan tamu yang duduk membisu

b)

B. Mengenakan pakaian yang tidak pantas

c)

C. Mengetahui orang lain yang sedang kelaparan 

d)

D. Memberi makan kepada orang yang kelaparan

18.

        Bel sekolah berbunyi. Anak-anak bergegas merapikan tas dan segera pulang. Rini pun melangkah bersama teman-temannya untuk pulang. Ketika sampai di rumah, dia melihat semua orang berdatangan ke rumahnya. Rini bingung apa sebenarnya yang terjadi.
“Bu, apa sebenarnya yang terjadi di rumahku?” tanya Rini dengan perasaan was-was. Ibu itu pun menjawab, “Ayahmu meninggal, Rini!”
“Apaaa!!! Ayah meninggal!?” Pekik Rini.
Rini pun tenggelam dalam tangisan pilu yang menghujam hingga ke ulu hati. Adiknya yang ada disampingnya ikut menangis memeluk Rini. Sementara sang ayah terbujur kaku di depan mereka.

 

Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian …

a)

A. resolusi

b)

B. Komplikasi

c)

C. orientasi

d)

D. penyelesaian

19.

Pagi menjelang saat seorang gadis yang biasa dipanggil dengan nama Dara mulai menjerang air untuk membuat segelas teh panas. Dara, ialah gadis yang hidup dengan sejuta mimpi di dalam sebuah rumah berdinding tinggi.

Dara merupakan gadis yang tumbuh di dalam keluarga berkecukupan, bahkan bisa dibilang sangat kaya. Namun sayangnya Dara tidak bisa menopang tubuhnya sendiri tanpa menggunakan bantuan kursi roda, sehingga merasa diacuhkan bahkan saat berada di istana mewah tersebut.

Kutipan cerpen di atas merupakan bagian....

a)

A. orientasi

b)

B. rangkaian peristiwa

c)

C. Komplikasi

d)

D. resolusi

20.

Cermati kalimat-kalimat berikut!

1)           Karena mimpi itulah, ia dianggap bodoh oleh teman-temannya

2)         Dongky namaya seekor keledai yang bermimpi pergi kebulan

3)         Ia selalu menceritakan mimpi itu kepada semua hewan yang ia temui di hutan

4)         “Ze, suatu hari aku ingi tinggal dibulan, sepertinya seru” ucapnya kepada Zebra

5)         “Kenapa kamu tidak tinggal dimatahri saja biar terbakar” kata Zebra mengejek

6)         “kamu kenapa berkata seperti itu, memangnya salah bila aku punya mimpi tinggal di bulan”    Tanya Dongky

Urutan kalimat-kalimat di atas agar menjadi teks cerpen yang baik adalah . . . .

a)

A. 2)-3)-1)-4)-5)-6)                

b)

B. 2)-1)-3)-4)-5)-6)          

c)

C. 4)-5)-6)-1)-2)-3)

d)

D. 4)-5)-6)-1)-3)-2)