WorksheetsULANGAN HARIAN
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Surat Cinta
Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur mainan
anak peri dunia yang gaib
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah
Wahai, Dik Narti,
aku cinta padamu!
…
(W. S Rendra)
Tema puisi tersebut adalah…
Masalah keluarga
Perasaan
Percintaan
Kepasrahan
Ketuhanan
Refleksi Seorang Pejuang Tua
Tentara rakyat telah melucuti kebatilan
Setelah mereka menyimakkan deru sejarah
Dalam regu perkasa mulailah melangkah
Karena perjuangan pada hari-hari ini
Adalah perjuangan dan kalbu yang murni
Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya
Kecuali dua puluh tahun lalu
(Taufiq Ismail)
Maksud yang ingin disampaikan pengarang dalam kutipan puisi “Refleksi Seorang Pejuang Tua” karya Taufiq Ismail tersebut adalah…
Memancarkan bara perjuangan dan menegakkan kebenaran
Mengemukakan kejujuran dan kemanusiaan
Melambangkan pergolakan batin dan keputusasaan
Menjunjung nilai sejarah dan eratnya persatuan
Mengungkapkan keikhlasan dan ketulusan
Diponegoro
Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Didepan sekali lawan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
(Chairul Anwar)
Makna larik pertama dalam puisi tersebut adalah…
Diponegoro hidup kembali pada masa sekarang ini
Ada seseorang mengajak membangun
Semangat perjuangan Diponegoro tetap berkobar sampai sekarang
Diponegoro mengajak membangun Indonesia
Pembangunan pada masa kini
Pusat
Serasa apa hidup yang terbaring mati
Memandang musim yang mendung luka
Serasa apa kisah sebuah dunia berhenti
Padaku, tanpa bicara
(Toto Sudarto Bachtiar)
Berdasarkan isinya, puisi tersebut termasuk…
Balada
Roman
Himne
Epigram
Elegi
Waktu
Wajah itu wajah yang dulu
Senyum itu senyum yang dulu
Membawa aku ke masa lalu
Membuka kenangan pilu
Aku adalah aku
Putaran waktu tak mengubah diriku
Cita cintaku, anganku, impianku
Hanyut bersama wajahmu
(Irma Risma)
Suasana yang tergambar ketika membaca puisi tersebut adalah…
Kesedihan
Kekecewaan
Keriangan
Kegembiraan
Kemarahan
Tugas Puisi
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Doa
1. Dengan apakah kau bandingkan pertemuan kita, kekasihku?
2. Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik, setelah menghalaukan panas payah terik.
3. Angin malam menghembus lemah, menyejuk badan, melambung rasa menayang pikir, membawa angan kebawah kursimu.
4. Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya
5. Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malam menyerak kelopak
6. Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku rayu!
Larik bermajas simile dalam kutipan puisi tersebut terdapat dalam larik…
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
5 dan 6
Guruku
Sebuah pelita yang kau berikan padaku
Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita
Untuk kebenaran dan keselamatan
Untuk bekal di kemudian hari
…
Karya: Indriani Hustin
Dikutip dari: Suyono Suyatno, Joko Edi Sasmito, dan Erli Yetti, Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Jakarta, Yayasan Obor, 2008.
Kata pelita dalam kutipan puisi tersebut melambangkan…
Penasihat
Penerang
Pengarah
Penata
Petuah
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Ibarat
Hidup di dunia seperti berdagang
Membaawa untung kian kemari
Menempuh padang beberapa negeri
Mencari kain pembalut tulang
…
Karya: M. Jamin
Dikutip dari: Suyono Suyatno, Joko Edi Sasmito, dan Erli Yetti, Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Jakarta, Yayasan Obor, 2008.
Majas yang digunakan dalam larik pertama puisi tersebut adalah…
Personifikasi
Hiperbola
Repetisi
Metafora
Asosiasi
Doa di Medan Laga
Berilah kekuatan sekeras baja
Untuk menghadapi dunia ini, untuk melayani zaman ini
Berilah kesabaran seluas angkasa
Untuk mengatasi siksaan ini, untuk melupakan derita ini
…
Karya: Subagio Sastrowardoyo
Dikutip dari: Suyono Suyatno, Joko Edi Sasmito, dan Erli Yetti, Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Jakarta, Yayasan Obor, 2008.
Makna kias larik bercetak miring dalam puisi tersebut adalah…
Ingin diberikan kekuatan batin
Ingin diberikan kerendahan hati
Ingin diberikan kelapangan hati
Ingin memberi kekuatan
Ingin memberi kesabaran
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati
Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari
Karya: Subagio Sastrowardoyo
Dikutip dari: https”//www.goodreads.com/quotes/6670485-pada-suatu-hari-nanti, 9 November 2018
Kutipan puisi tersebut menceritakan…
Perasaan bersalah seorang penyair. Penyair merasa bersalah kepada sosok kau (pembaca) karena hanya bisa meninggalkan larik-larik sajak untuk mengenang dirinya.
Kegundahan seorang penyair terhadap karya-karyanya. Penyair merasa gundah memikirkan nasib karya-karyanya jika pada suatu hari nanti penyair telah tiada.
Ketakutan seorang penyair. Meskipun sudah menciptakan banyak karya penyair merasa takut jika semua karya yang telah ia tulis dilupakan begitu saja oleh pembaca.
Perasaan sedih dan kesetiaan seorang penyair kepada pembaca. Meskipun penyair esok telah tiada, penyair ingin tetap setia menemani pembaca dengan karya-karyanya.
Harapan seorang penyair kepada pembaca. Penyair memiliki harapan tinggi yakni ketika ia telah tiada, penyair sangat menginginkan pembaca selalu mengingat dirinya.
