Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ULANGAN HARIAN

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Surat Cinta

Kutulis surat ini

kala hujan gerimis

bagai bunyi tambur mainan

anak peri dunia yang gaib

Dan angin mendesah

mengeluh dan mendesah

Wahai, Dik Narti,

aku cinta padamu!

…

(W. S Rendra)

 

Tema puisi tersebut adalah…

a)

Masalah keluarga

b)

Perasaan

c)

Percintaan

d)

Kepasrahan

e)

Ketuhanan

2.

Refleksi Seorang Pejuang Tua

Tentara rakyat telah melucuti kebatilan

Setelah mereka menyimakkan deru sejarah

Dalam regu perkasa mulailah melangkah

Karena perjuangan pada hari-hari ini

Adalah perjuangan dan kalbu yang murni

Belum pernah kesatuan terasa begini eratnya

Kecuali dua puluh tahun lalu

(Taufiq Ismail)

Maksud yang ingin disampaikan pengarang dalam kutipan puisi “Refleksi Seorang Pejuang Tua” karya Taufiq Ismail tersebut adalah…

a)

Memancarkan bara perjuangan dan menegakkan kebenaran

b)

Mengemukakan kejujuran dan kemanusiaan

c)

Melambangkan pergolakan batin dan keputusasaan

d)

Menjunjung nilai sejarah dan eratnya persatuan

e)

Mengungkapkan keikhlasan dan ketulusan

3.

Diponegoro

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Didepan sekali lawan menanti

Tak gentar lawan banyaknya seratus kali

(Chairul Anwar)

Makna larik pertama dalam puisi tersebut adalah…

a)

Diponegoro hidup kembali pada masa sekarang ini

b)

Ada seseorang mengajak membangun

c)

Semangat perjuangan Diponegoro tetap berkobar sampai sekarang

d)

Diponegoro mengajak membangun Indonesia

e)

Pembangunan pada masa kini

4.

Pusat

Serasa apa hidup yang terbaring mati

Memandang musim yang mendung luka

Serasa apa kisah sebuah dunia berhenti

Padaku, tanpa bicara

(Toto Sudarto Bachtiar)

Berdasarkan isinya, puisi tersebut termasuk…

a)

Balada

b)

Roman

c)

Himne

d)

Epigram

e)

Elegi

5.

Waktu

Wajah itu wajah yang dulu

Senyum itu senyum yang dulu

Membawa aku ke masa lalu

Membuka kenangan pilu

Aku adalah aku

Putaran waktu tak mengubah diriku

Cita cintaku, anganku, impianku

Hanyut bersama wajahmu

(Irma Risma)

Suasana yang tergambar ketika membaca puisi tersebut adalah…

a)

Kesedihan

b)

Kekecewaan

c)

Keriangan

d)

Kegembiraan

e)

Kemarahan

6.

Tugas Puisi

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Doa

1.    Dengan apakah kau bandingkan pertemuan kita, kekasihku?

2.    Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik, setelah menghalaukan panas payah terik.

3.    Angin malam menghembus lemah, menyejuk badan, melambung rasa menayang pikir, membawa angan kebawah kursimu.

4.    Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya

5.    Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap malam menyerak kelopak

6.    Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku rayu!

Larik bermajas simile dalam kutipan puisi tersebut terdapat dalam larik…

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

e)

5 dan 6

7.

Guruku

Sebuah pelita yang kau berikan padaku

Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita

Untuk kebenaran dan keselamatan

Untuk bekal di kemudian hari

…

Karya: Indriani Hustin

Dikutip dari: Suyono Suyatno, Joko Edi Sasmito, dan Erli Yetti, Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Jakarta, Yayasan Obor, 2008.

Kata pelita dalam kutipan puisi tersebut melambangkan…

a)

Penasihat

b)

Penerang

c)

Pengarah

d)

Penata

e)

Petuah

8.

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Ibarat

Hidup di dunia seperti berdagang

Membaawa untung kian kemari

Menempuh padang beberapa negeri

Mencari kain pembalut tulang

…

Karya: M. Jamin

Dikutip dari: Suyono Suyatno, Joko Edi Sasmito, dan Erli Yetti, Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Jakarta, Yayasan Obor, 2008.

Majas yang digunakan dalam larik pertama puisi tersebut adalah…

a)

Personifikasi

b)

Hiperbola

c)

Repetisi

d)

Metafora

e)

Asosiasi

9.

Doa di Medan Laga

Berilah kekuatan sekeras baja

Untuk menghadapi dunia ini, untuk melayani zaman ini

Berilah kesabaran seluas angkasa

Untuk mengatasi siksaan ini, untuk melupakan derita ini

…

Karya: Subagio Sastrowardoyo

Dikutip dari: Suyono Suyatno, Joko Edi Sasmito, dan Erli Yetti, Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Jakarta, Yayasan Obor, 2008.

Makna kias larik bercetak miring dalam puisi tersebut adalah…

a)

Ingin diberikan kekuatan batin

b)

Ingin diberikan kerendahan hati

c)

Ingin diberikan kelapangan hati

d)

Ingin memberi kekuatan

e)

Ingin memberi kesabaran

10.

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Pada Suatu Hari Nanti 

Pada suatu hari nanti 

Jasadku tak akan ada lagi 

Tapi dalam bait-bait sajak ini 

Kau takkan kurelakan sendiri

 

Pada suatu hari nanti 

Suaraku tak terdengar lagi 

Tapi di antara larik-larik sajak ini 

Kau akan tetap kusiasati

 

Pada suatu hari nanti 

Impianku pun tak dikenal lagi

Namun di sela-sela huruf sajak ini 

Kau takkan letih-letihnya kucari 

Karya: Subagio Sastrowardoyo

Dikutip dari: https”//www.goodreads.com/quotes/6670485-pada-suatu-hari-nanti, 9 November 2018

Kutipan puisi tersebut menceritakan…

a)

Perasaan bersalah seorang penyair. Penyair merasa bersalah kepada sosok kau (pembaca) karena hanya bisa meninggalkan larik-larik sajak untuk mengenang dirinya.

b)

Kegundahan seorang penyair terhadap karya-karyanya. Penyair merasa gundah memikirkan nasib karya-karyanya jika pada suatu hari nanti penyair telah tiada.

c)

Ketakutan seorang penyair. Meskipun sudah menciptakan banyak karya penyair merasa takut jika semua karya yang telah ia tulis dilupakan begitu saja oleh pembaca.

d)

Perasaan sedih dan kesetiaan seorang penyair kepada pembaca. Meskipun penyair esok telah tiada, penyair ingin tetap setia menemani pembaca dengan karya-karyanya.

e)

Harapan seorang penyair kepada pembaca. Penyair memiliki harapan tinggi yakni ketika ia telah tiada, penyair sangat menginginkan pembaca selalu mengingat dirinya.