NEW
Font size
WorksheetsSoal Teks Fiksi
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Cermati bagian buku berikut ini untuk menjawab soal berikut!
Judul Buku : Di Bawah Lindungan Ka’bah
Penulis : Prof. Dr. (Buya) Hamka
Penerbit : PT Bulan Bintang
Tahun Terbit : Jumadil Awal 1422 / Agustus 2001
Catatan Ke- : 25
Tebal Buku : 80 Halaman
Bagian buku tersebut tergolong ….
identitas
kelebihan dan kekurangan
sinopsis
ulasan
Kalimat yang mengandung majas sinestesia adalah….
Makanan ini sudah dingin.
Kulit adik tidak boleh terkena panas matahari.
Ucapan dan janjinya sangat manis.
Udara di kota ini sangat sejuk.
Penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.
Kutipan seperti ini terdapat pada bagian…
Saran
Simpulan
Pendahuluan
kata pengantar
Read-Question-Review-Survey-Recite
Urutan Teknik SQ3R yang tepat adalah…
Survey-Question-Read-Review-Recite
Survey-Question-Recite-Read-Review
Survey-Question-Read-Recite-Review
Survey Question-Review-Read-Recite
Pembaca berhenti sejenak setiap selesai membaca suatu bagian dan mencoba menjawab pertanyaan bagian itu atau menyebutkan hal-hal penting dari bab adalah tahapan…
Question
Survey
Read
Recite
Perhatikan kutipan isi buku berikut!
Cak Rat pergi sendirian. Dia berjalan lunglai meninggalkan sekolah. Pikirannnya sudah di rumah untuk sanggup membantu orang tuanya mengerjakan sawah. Dia resah harus terlebih dahulu melaksanakan apa, membantu bapakknya di sawah ataukah harus membantu ibunya mengupas kelapa untuk dijual. Semakin teringat hal itu, Cak Rat semakin cepat melangkahkan kakinya. Sekejap ia memejamkan mata seketika ia berada di serambi rumah.
Mengapa kutipan tersebut dikatakan sebagai fiksi?
Berisi tokoh bernama Cak Rat
Bersifat fakta
Bersifat imajinasi
Terdapat konflik di dalam cerita
Unsur yang tidak ada dalam buku fiksi adalah…
kata pengantar
isi
daftar Pustaka
uraian isi buku
“Kamu mengapa, Du?” tanya kakek dengan sedih. “Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut,” kata Badu sambil terisak. “Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya.”
Amanat penggalan cerpen tersebut adalah…
Jangan melawan kepada orang tua
Kita harus menuruti nasihat orang tua
Janganlah memetik mangga sembarangan
Janganlah makan mangga yang masih kecil
Tahap membaca bagian demi bagian lalu mencari jawaban atas pertanyaan yang dibentuk berdasarkan dengan topik bacaan adalah tahapan….
Survey
Question
Read
Review
Mertua Si Kabayan sangat jengkel kepada menantunya. Setiap hari ia hanya bermalas-malasan. Semua nasihat mertuanya sedikit pun tidak mengubah sikap jeleknya itu. “Dasar Kabayan Si Tebal Muka,” umpat mertuanya.
Bahwa cuplikan di atas merupakan bagian dari buku fiksi dapat diketahui melalui…
Alurnya
Latarnya
pilihan katanya
penokohannya
Rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat (kausalitas) dalam fiksi disebut....
alur
komplikasi
konflik
regresif
Tahap membaca ulang untuk menelusuri kembali judul-judul dan subjudul, jawaban atas pertanyaan serta bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu diingat adalah tahapan….
Question
Read
Survey
Review
. . .
Lelaki jangkung berwajah terang yang membukakan pintu terlihat takjub begitu mengenali saya. Pastinya dia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan saya yang tiba-tiba. Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat dipersilakannya saya untuk masuk, tanpa ragu-ragu saya memilih langsung menuju amben di seberang ruangan. nikmat rasanya duduk di atas balai-balai bambu beralas tikar pandan itu. Dia pun lalu turut duduk, tapi pandangannya justru diarahkan keluar jendela, pada pohon-pohon cengkeh yang berderet seperti barisan murid kelas kami dahulu saat mengikuti upacara bendera setiap Senin. Saya paham, kejutan ini pastilah membuat hatinya diliputi keharuan yang tidak bisa diungkapkannya dengan kata-kata. Dia butuh untuk menetralisirnya sebentar.
(Sumber: “Seragam”, disarikan dari Kompas, Minggu, 12 Agustus 2012, Aris Kurniawan Basuki)
Watak tokoh Dia pada kutipan cerpen tersebut adalah…
Pemarah
Baik
Pendiam
Acuh
. . .
Lelaki jangkung berwajah terang yang membukakan pintu terlihat takjub begitu mengenali saya. Pastinya dia sama sekali tidak menyangka akan kedatangan saya yang tiba-tiba. Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat dipersilakannya saya untuk masuk, tanpa ragu-ragu saya memilih langsung menuju amben di seberang ruangan. nikmat rasanya duduk di atas balai-balai bambu beralas tikar pandan itu. Dia pun lalu turut duduk, tapi pandangannya justru diarahkan keluar jendela, pada pohon-pohon cengkeh yang berderet seperti barisan murid kelas kami dahulu saat mengikuti upacara bendera setiap Senin. Saya paham, kejutan ini pastilah membuat hatinya diliputi keharuan yang tidak bisa diungkapkannya dengan kata-kata. Dia butuh untuk menetralisirnya sebentar.
(Sumber: “Seragam”, disarikan dari Kompas, Minggu, 12 Agustus 2012, Aris Kurniawan Basuki)
Latar suasana yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
Senang
Khawatir
Haru
marah
Tahap mengenal bahan bacaan sebelum membaca secara lengkap adalah tahapan…
Survey
Review
Read
Recite
