wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ulama INDONESIA yang mendunia (PAI KELAS XI) & tajwid

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Imam Nawawi al-Bantany jika ditelurusi silsilahnya, sampai kepada wali songo, wali yang dimaksud adalah...

a)

Sunan Gresik

b)

Sunan Ampel

c)

Sunan Kudus

d)

Sunan Gunungjati

e)

Sunan Giri

2.

Nama lengkap beliau adalah Abu Abdul Mu’ti Muhammad Nawawi bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani. Dikenal juga dengan nama Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Lebih terkenal dengan nama Imam Nawawi al-Bantany. Ayahnya bernama Umar bin ‘Arabi merupakan seorang ulama di Banten. Ibunya bernama Zubaedah.

a)

b)

c)

d)

e)

3.

Sampai saat ini, karya-karya beliau masih dipelajari, dikaji, dan ditelaah di pesantren. Misalnya  kitab  Sullam  al-Munâjah  syarah  Safînah  al-Shalâh dan Nashâih al-‘Ibâd syarah al-Manbahâtu ‘ala al-Isti’dâd li yaum al-Mi’âd. Itu adalah karya tulis dari Sayyidul Hijaz, beliau adalah…

a)

b)

c)

d)

e)

4.

Kenapa Syaikh Nawawi berangkat kembali ke Mekkah setelah pulang ke Nusantara...

a)

Tidak mendapatkan jodoh di kampung halaman

b)

Didorong orangtua untuk berangkat kembali

c)

Selalu diintai Belanda dan dianggap pengikut Pangeran Dipanegoro

d)

Suasana kampung yg tidak betah untuk berdakwah karena banyaknya kemaksiatan

e)

Adanya panggilan untuk kembali dari penguasa tanah Hijaz waktu itu

5.

Syaikh Imam Nawawi Al-Bantany menjadi imam besar Masjidil Haram menggantikan posisi...

a)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

b)

Syekh Ahmad Khatib

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Syaikh Junaid Al Batawi,

e)

Syekh Burhanudin Ulakan

6.

Berikut ini adalah gelar-gelar yang diberikan kepada Imam Nawawi al-Bantany, kecuali....

a)

Sayyid Ulama al-Hijaz

b)

al-Imam al-Muhaqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq

c)

A'yan Ulama al-Qarn al-Ram Asyar li al-Hijrah

d)

Syaikhul Islam al-Kabir

e)

a Imam Ulama al-Haramain

7.

Mulailah Imam Nawawi menjadi pengajar dan membuka majelis ilmu sendiri di Masjidil Haram. Semakin hari, murid atau santrinya semakin banyak. Bahkan, beberapa di antara muridnya merupakan pemuda asal Indonesia juga, diantaranya adalah pendiri Nadlatul Ulama (NU).

a)

b)

c)

d)

e)

8.

Setiap tanah yang dipijak, selalu melakukan dakwah, bahkan saat diasingkan ke Cape Town, beliau bahkan diberi gelar oleh Nelson Mandela (Presiden Afrika Selatan) sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik’. Beliau adalah Syaikh Yusuf al-Makasari. Manakah gambarnya...

a)

b)

c)

d)

e)

9.

Syekh Abdus Samad merupakan tokoh kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara Indonesia.  Jumlah karyanya + 20 kitab/buku. Namun, karyanya yang terkenal dan sampai saat ini masih dipergunakan adalah Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin.

a)

b)

c)

d)

e)

10.

Beliau adalah negarawan, ahli fikih, teolog, sufi, sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah Melayu pada abad ke-17. Perannya dalam perkembangan Islam di Nusantara tidak dapat diabaikan. Beliau adalah Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri. Fotonya adaah...

a)

b)

c)

d)

e)

11.

Syekh Abdul Rauf as-Sinkili dapat dikatakan sebagai poros sejumlah ulama Nusantara, dikenal juga dengan nama Syaikh Kuala. Nama beliau diabadikan menjadi nama universitas, yaitu Universitas Syaikh Kuala. Muridnya yang terkenal Syaikh Abdul Muhyi dan Syaikh Burhanudin Ulakan.

a)

b)

c)

d)

e)

12.

Kiai Sholeh Darat menjadi salah satu pengajar di Makkah. Sholeh Darat sebenarnya bernama asli Muhammad Saleh. Dia diperkirakan lahir sekitar tahun 1820 di Desa Kedung Cumpleng, kecamatan Mayong, Jepara. Namun, sosoknya lebih dikenal dengan nama Kiai Sholeh Darat. Nama itu didapat karena dirinya merupakan pengasuh pondok di daerah Darat, Semarang Utara.

a)

b)

c)

d)

e)

13.

Sepanjang hayatnya, beliau tidak hanya fasih berbahasa Melayu, tetapi juga Jawa, Siam (Thailand), Hindi, Arab, dan Persia. Namun, karya tulisnya menggunakan Bahasa Melayu. Beliau adalah Syaikh Hamzah Fansuri.

a)

b)

c)

d)

e)

14.

Syekh Yusuf lahir dari ayah-ibu bernama Abdullah dan Siti Aminah. Nama saat dilahirkan adalah Muhammad Yusuf. Konon, nama ini diberikan oleh Sultan Alauddin, yang merupakan karib keluarga Gallarang Monconglo’E, keluarga bangsawan dimana Siti Aminah, ibunda Syekh Yusuf berasal. Pemberian nama itu sekaligus mentasbihkan Yusuf kecil menjadi anak angkat raja. Sultan Alaudin yang dimaksud berasal dari kerajaan...

a)

Samudera Pasai

b)

Aceh Darussalam

c)

Ternate dan Tidore

d)

Kutai Martapura

e)

Gowa

15.

Saat Kesultanan Gowa kalah perang dari Belanda, Syekh Yusuf pindah ke Banten. Pada periode ini, Kesultanan Banten menjadi pusat pendidikan agama Islam. Syaikh Yusuf lalu bersahabat dengan putra Mahkota Kerajaan Banten, Pangeran Surya, yang beberapa waktu kemudian menjadi raja bergelar...

a)

Sultan Maulana Hasanudin

b)

Pangeran Pasarean

c)

Sultan Ageng Tirtayasa

d)

Sultan Malik al-Shalih

e)

Sultan Alauddin Riayat Syah

16.

Tanggal lahir Syekh Nuruddin tidak diketahui dengan jelas. Beliau diperkirakan lahir sekitar akhir abad ke-16 di kota Ranir. Pada tahun 1637 M, ia datang ke Aceh, dan kemudian menjadi penasehat kesultanan di daerah tersebut sampai tahun 1644 M. Kota Ranir termasuk ke dalam wilayah negara...

a)

Persia

b)

Cina

c)

Sri Lanka

d)

India

e)

Nusantara

17.

Nama populernya adalah Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili (Singkil, Aceh). Tahun lahirnya adalah 1024 H/1615 M, sementara wafatnya di Aceh Tahun 1105 H/1693 M). Beliau adalah ulama besar Aceh, dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah...

a)

Tengku Cik Ditiro

b)

Tengku Umar

c)

Tengku Cik Muhibbudin

d)

Tengku Rasya

e)

Tengku Syiah Kuala

18.

Berikut ini adalah murid-murid Mbah Soleh Darat, kecuali....

a)

b)

c)

d)

e)

19.

Berikut ini adalah keteladanan dari sosok pribadi Mbah Soleh Darat, kecuali....

a)

Pengembaraan ilmunya melalui guru atau ulama yang sudah masyhur.

b)

berguru kepada ulama yang bukan sekedar dalam ilmunya, tetapi juga memiliki sangat baik amal ibadah dan akhlak yang dimiliki guru-gurunya.

c)

Belajar kepada ulama lokal dan mengembangkan ilmu hanya di sekitaran wilayah jawa Timur

d)

Tidak puas hanya menimba ilmu ulama dari Nusantara, tetapi sampai ke mancanegara, khususnya negara-negara di kawasan Timur Tengah.

e)

Beliau juga mendidik wanita-wanita muslim, terbukti beliau berhasil melambungkan nama RA. Kartini menjadi tokoh emansipasi wanita.

20.

Nama populernya Syekh Hamzah Fansuri, atau Hamzah al-Fansuri. Nama al-Fansuri sendiri berasal dari Arabisasi kata Pancur, sebuah kota kecil di pantai Barat Sumatra yang kini terletak antara Singkil (Aceh) dan Sibolga (Sumatra Utara). Syekh Hamzah Fansuri tidak hanya fasih berbahasa Melayu, tetapi juga Jawa, Siam, Hindi, Arab, dan Persia. Bahasa Arab dan Persia merupakan bahasa penting pada abad ke-16. Saat itu, di Barus sudah berkembang suatu dialek bahasa Melayu yang unggul, di samping dialek Malaka dan Pasai. Oleh karena itu, bahasa Melayu yang dipakai Hamzah Fansuri dalam karya-karyanya dapat dianggap contoh terbaik ragam bahasa Melayu.

a)

b)

c)

d)

e)

21.

1.Nama lengkap dari syekh Nuruddin adalah

a)

A. Syekh Nuruddin Muhammad

b)

B. Syekh Nuruddin Muhammad bin 'Ali bin hasanji

c)

C. Syekh Nuruddin Muhammad bin 'Ali bin hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniri

d)

D. Syekh Nuruddin Muhammad bin 'Ali bin hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniri al-Quraisyi

22.

2. Syekh Nuruddin memiliki darah keturunan (nasab) dari suku..

a)

A. Suku Melayu

b)

B. Suku Aceh

c)

C. Suku Quraisyi

d)

D. Suku India

23.

3. Syekh Nuruddin ulama penasehat kesultanan dari..

a)

A. Kesultanan Aceh

b)

B. Kesultanan Melayu

c)

C. Kesultanan India

d)

D. Kesultanan Demak

24.

4. Syekh Nuruddin diperkirakan lahir sekitar.. di

a)

A. Akhir abad ke-16

b)

B. Awal abad ke-17

c)

C. Abad ke-16

d)

D. Awal abad ke-15

25.

5. Dimanakah Syekh Nuruddin dilahirkan...

a)

A. Aceh

b)

B. Gujarat India

c)

C. Melayu

d)

D. Timur Tengah

26.

6. Sebagai ikhtiar menyanggah pendapat dan paham wajudiyah, Syekh Nuruddin menulis beberapa kitab, kitab yang di buat oleh Syekh Nuruddin adalah ...

a)

A. Asrar al-'Arifin

b)

B. Syarab al-Asyiqin

c)

C. Hill az-Dzill

d)

D. Benar Semua

27.

7. Beliau Syekh Nuruddin adalah negarawan, ahli fiqih, teolog, sufi, sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah suku ... pada abad ke...?

a)

A. INDIA ABAD KE-18

b)

B. ACEH ABAD KE-16

c)

C. ACEH ABAD KE-15

d)

D. MELAYU ABAD KE-17

28.

9. Beliau Syekh Abdurrauf lahir pada tahun.?

a)

A. 1614

b)

B. 1616

c)

C. 1023

d)

D. 1615

29.

10. Syekh Nawawi pernah menjadi imam di Masjidil Haram, mengajar di haramain, dan mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz. Saat itu, yang termasuk Hijaz adalah wilayah...

a)

A. Timur Tengah seluruhnya

b)

B. Jazirah Arab, Makkah, Madinah

c)

C. Palestina, Yordania, dan Yaman

d)

D. Saudi Arabia, Irak dan Iran

30.

11. Setiap tanah yang dipijak, selalu melakukan dakwah, bahkan saat diasingkan, beliau bahkan diberi gelar oleh Nelson Mandela (Presiden Afrika Seltan) sebagai 'Salah Seorang Putra Afrika Terbaik'. Beliau adalah...

a)

A. Syekh Yusuf Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

b)

B. Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Paimbani

c)

C. Hamzah Fansuri

d)

D. Nuruddin bin Ali ar-Raniri

31.

Jika "nun mati" bertemu dengan huruf "ba" hukum bacaannya adalah . . .

a)

Izhar

b)

Iqlab

c)

Ikhfa

d)

Idgham

32.

Cara membaca huruf izhar adalah . . .

a)

Samar-samar

b)

Dengung

c)

Mantul

d)

Jelas

33.

Berikut ini contoh bacaan izhar adalah . . . .

a)

مِنْ خَلَقٍ

b)

مِنْ شَرٍّ

c)

طَيْرًا اَبَابِيْل

d)

مِنْ بَعْدِ مِنْ بَعْدِ

34.

مَنْ يَّعْمَلْ, hukum bacaan yang terdapat pada ayat di samping adalah idgham karena . . . .

a)

Tanwin bertemu dengan "mim"

b)

Huruf "ya" bertasydid

c)

Nun mati bertemu dengan "ya"

d)

Nun mati terpisah dengan "ya" Nun mati terpisah dengan "ya"

35.

كَلَّا لَئِنْ لَمْ Pada ayat di samping terdapat hukum bacaan . . . .

a)

Idgham bilaa gunnah

b)

Iqlab

c)

Ikhfa

d)

Idgham bigunnah Idgham bigunnah

36.

Contoh ayat yang mengandung bacaan iqlab adalah . . . .

a)

خَيْرٌ حَلِيْمٌ

b)

اِنْ كَانَ

c)

كُنْتُمْ

d)

سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ

37.

وَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً قَرْيَةً كاَنَتْ اَمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً Hukum bacaan pada ayat di atas adalah . . . .

a)

1 idgham bigunnah, 1 ikhfa

b)

2 ikhfa, 1 idgham bigunnah

c)

1 ikhfa, 2 idgham bigunnah

d)

3 ikhfa, 2 iqlab 3 ikhfa, 2 iqlab

38.

Contoh bacaan idgham bilaa gunnah adalah . . . .

a)

مَكَانٍ اَخَرٍ

b)

عَنْ نَّفْسٍ

c)

مَنْ كَانَ

d)

مَنْ لَمْ يَعْلَمْ مَنْ لَمْ يَعْلَمْ

39.

Hukum bacaan nun mati dan tanwin berjumlah . . . .

a)

3

b)

4

c)

5

d)

6

40.

Sebutan lain dari mim mati adalah . . . .

a)

Mim waqof

b)

Nun sukun

c)

Mim fathah

d)

Mim sukun

41.

Apabila mim mati bertemu dengan huruf "ba" maka dibaca . . . .

a)

Jelas

b)

Samar-samar

c)

Mantul

d)

Dengung

42.

Selain huruf "mim" dan "ba" maka termasuk huruf-huruf . . . .

a)

Idham bigunnah

b)

Idgham mimi

c)

Izhar syafawi

d)

Ikhfa syafawi

43.

Idgham mimi adalah pertemuan mim mati dengan huruf . . . .

a)

ب

b)

م

c)

ف

d)

ض

44.

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ Ayat di samping adalah contoh bacaan yang mengandung hukum bacaan . . . .

a)

Idgham bilaa gunnah

b)

Izhar syafawi

c)

Idgham mimi

d)

Ikhfa syafawi

45.

اَمْ اَمِنْتُمْ Huruf mim mati di samping harus dibaca jelas krena hukumnya . . . .

a)

Ikhfa

b)

Izhar syafawi

c)

Idgham mimi

d)

Ikhfa syafawi

46.

وَ هُمْ مُعْرِضُوْنَ Ayat di samping adalah contoh bacaan . . . .

a)

Idgham bigunnah

b)

Idgham bilaa gunnah

c)

Idgham mimi

d)

Ikhfa syafawi

47.

Nama lain idgham mimi adalah . . . .

a)

Idgham syafawi

b)

Idgham bigunnah

c)

Idgham bilaa gunnah

d)

Idgham mutamasilain

48.

ن، ث، ح، ع، ص Huruf-huruf di samping adalah huruf . . . .

a)

Izhar syafawi

b)

Ikhfa syafawi

c)

Idgham syafawi

d)

Iqlab

49.

لَهُمْ قُلُوْبٌ Ayat di samping termasuk bacaan . . . .

a)

Izhar syafawi

b)

Ikhfa syafawi

c)

Idgham bigunnah

d)

Idgham mimi

50.

وَ هُمْ بَارِزٌ Ayat di samping mengandung hukum bacaan . . . .

a)

Izhar syafawi

b)

Ikhfa syafawi

c)

Iqlab

d)

Idgham bigunnah