Font size
WorksheetsAGP-Tanaman Jagung dan Kedelai
Total questions: 1
Worksheet time: 7mins
Jagung: Budidaya dan Persiapan Tanam
Jagung dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan makanan pokok pengganti nasi dan berbagai macam makanan olahan. Selain itu bagian dari tanaman jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti daun, batang, klobot dan janggelnya. Tanaman jagung tumbuh didataran rendah sampai tinggi hingga 1200 meter dpl, memerlukan media tanah lempung, lempung berpasir, tanah vulkanik, yang subur, gembur, kaya bahan organic, memerlukan sinar matahari minimal 8 jam per hari suhu udara 20-33 derajat celsius, curah hujan sedang, ph tanah 5,5-7 dengan drainase yang baik. Untuk dapat mencapai hasil yang tinggi dalam budidaya tanaman jagung. Faktor utama yang harus diperhatikan adalah varietas jagung yang akan ditanam, kesuburan tanah, air yang cukup dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Penentuan Waktu Tanam
Perhatikan ketersediaan air selama pertumbuhan tanaman jagung.
Bertanam di musim kemarau, apabila tidak tersedia air maka pertumbuhan tanaman akan terganggu/kerdil.
Bertanam di musim hujan, apabila drainase/pengaturan airnya tidak lancar, tanaman akan tergenang dan apabila tergenang selama 2 hari akan terjadi pembusukan akar.
Sehingga untuk penentuan waktu tanam perlu dilakukan survey air terhadap lahan yang akan ditanami jagung.
Persiapan Lahan, dapat dilakukan dengan 2 cara:
Tanpa Olah Tanah (TOT) atau olah tanah minimum (minimum tillage) pada lahan sawah setelah padi. Bila gulma sudah bersih bisa langsung ditanami, tetapi bila gulma masih banyak bisa disemprot dulu dengan herbisida.
Olah Tanah Sempurna (OTS) pada lahan kering. Tanah diolah dengan bajak ditarik dengan traktor/sapi atau dapat menggunakan cangkul, kemudian digaru dan sisir sehingga rata.
Persiapan Tanam, meliputi:
Pemilihan varietas berdasarkan pada kesesuaian lokasi, ketahanan terhadap OPT dan keinginan petani.
Penggunaan varietas unggul akan memberikan hasil yang tinggi.
Pilih varietas dengan benih berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit dan deraan lingkungan setempat. Misalnya, benih bermutu mempunyai tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi (>95%) dan berlabel.
Benih bermutu akan tumbuh serentak dan lebih cepat, menghasilkan tanaman yang sehat, tahan rebah, seragam dan berpotensi hasil tinggi.
Keperluan benih 20 kg/ha.
Apa yang dimaksud dengan TOT dalam persiapan lahan untuk budidaya tanaman jagung?
Tanah yang tidak diolah sama sekali sebelum penanaman
Tanah yang diolah dengan bajak dan digaru
Tanah yang diolah dengan cangkul dan digaru
Tanah yang diolah dengan traktor dan digaru
Berapa kebutuhan benih jagung per hektar?
40 kg
20 kg
30 kg
10 kg
Apa yang harus diperhatikan dalam penentuan waktu tanam jagung?
Ketersediaan benih untuk tanaman
Ketersediaan pupuk untuk tanaman
Ketersediaan air selama pertumbuhan tanaman
Ketersediaan pestisida untuk tanaman
Apa yang harus dilakukan setelah proses pemetikan kedelai selesai?
Menggiling biji kedelai
Mengeringkan biji kedelai
Mengupas biji kedelai
Menggoreng biji kedelai
Berapa pH tanah yang sesuai untuk tanaman kedelai?
5,5-6,5
4,5-5,5
3,5-4,5
6,5-7,5
Apa yang harus dilakukan setelah proses pencangkulan lahan untuk budidaya kedelai?
Membuat bedengan
Menanam benih kedelai
Membuat saluran drainase
Semprotan herbisida
Berapa jarak tanam yang disarankan untuk kacang kedelai di sawah?
40 cm X 15 cm
30 cm X 20 cm
60 cm X 5 cm
50 cm X 10 cm
Apa yang harus dilakukan sebelum benih kedelai ditanam?
Pembuatan saluran drainase
Pemupukan dengan pupuk kimia
Penyiangan tanaman
Pemupukan dengan pupuk organik
Apa yang harus diperhatikan dalam pemilihan varietas jagung?
Ketahanan terhadap serangan hama penyakit
Warna biji yang cerah
Umur panen yang pendek
Ukuran biji yang besar
Apa yang harus diperhatikan dalam penanaman jagung?
Menanam 3 biji per lubang
Menyulam benih
Menyemprot herbisida
Menyiram tanaman setiap jam
