wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ilmu Tafsir SAS Kelas 12

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.
فَتَلَقَّى آَدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ (البقرة :37) . Dhamir ghaib pada ayat tersebut kembali ke lafadz ….
a)
رَبِّ
b)
آَدَمُ
c)
كَلِمَاتٍ
d)
مِنْ
2.
. ونَادَى نوحٌ ابنَهُ . Jenis marj'i dhamir ghaib pada ayat tersebut adalah ……
a)
marji' yang terletak sebelum dhamirnya dan dilafalkan secara jelas
b)
marji' yang terletak sebelum dhamirnya dan terkandung dalam lafadz tertentu
c)
marji' yang terletak setelah dhamirnya dan dilafalkan secara jelas
d)
marji' yang terletak setelah dhamirnya dan terkandung dalam lafadz tertentu
3.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (المآئدة:8) Dhamir “هو” dalam firman Allah di atas merujuk kepada kata…
a)
اعدلوا
b)
شنآن
c)
ولا يجرمنكم
d)
قوم
4.
وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ (هود:77) Marja’ kalimat “بهم ” yang kedua ditujukan kepada…
a)
Kaum Nabi Luth
b)
Tamu Nabi Luth
c)
Anak Nabi Luth
d)
Istri Nabi Luth
5.
فَأَوْجَسَ فى نفسِهِ خِيْفَةَ موسى (طه :76). Dhamir ghaib pada ayat ini kembali ke lafadz ….
a)
موسى
b)
نفس
c)
فى
d)
خِيْفَةَ
6.
Dalam surat Al-Furqan (25:61), terdapat penggunaan kata ganti (dhāmir) yang menunjukkan sifat tegas dan otoritatif Allah. Identifikasi kata ganti tersebut dan pilihlah makna yang paling tepat!
a)
"Dia" sebagai pencipta langit dan bumi
b)
"Kita" sebagai pembuat peraturan bagi umat manusia
c)
"Engkau" sebagai penerima wahyu dari Allah
d)
"Mereka" sebagai penghuni surga yang setia
7.
Dalam konteks sebuah hadis, Nabi Muhammad sering menggunakan kata ganti (dhāmir) untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Identifikasi kata ganti yang sering digunakan Nabi Muhammad dalam hadis dan pilihlah penafsiran yang sesuai!
a)
"Kamu" sebagai panggilan akrab kepada para sahabat
b)
"Dia" untuk merujuk kepada Allah sebagai sumber petunjuk
c)
"Kalian" untuk mengingatkan umat Islam akan tanggung jawab mereka
d)
"Mereka" untuk menyampaikan kisah-kisah para nabi terdahulu
8.
Dalam suatu percakapan antara dua sahabat, terdapat penggunaan kata ganti (dhāmir) yang menunjukkan rasa persahabatan dan kebersamaan. Identifikasi kata ganti tersebut dan pilihlah situasi yang paling mungkin terjadi!
a)
"Aku" sebagai tanda saling pengertian dalam situasi sulit
b)
"Dia" untuk menggambarkan kehadiran orang ketiga dalam percakapan
c)
"Kalian" sebagai bentuk ajakan untuk bersama-sama melakukan sesuatu
d)
"Mereka" untuk merujuk kepada kelompok yang tidak terlibat dalam pembicaraan
9.
Dalam ayat-ayat Al-Qur'an, terdapat penggunaan kata ganti (dhāmir) yang memberikan nuansa keagungan dan kebesaran Allah. Pilihlah kata ganti yang sesuai dengan penggambaran tersebut!
a)
"Kami" untuk menekankan keberadaan Allah dalam segala hal
b)
"Dia" sebagai ungkapan keesaan dan kekuasaan Allah
c)
"Kalian" untuk mengajak umat manusia beribadah kepada Allah
d)
"Mereka" sebagai wakil-wakil Allah di dunia
10.
Mengapa penggunaan kaidah pertanyaan dianggap penting dalam konteks tafsir Al-Qur'an yang bersifat holistik?
a)
Pertanyaan membantu melibatkan berbagai konteks dan dimensi pemahaman
b)
Tafsir holistik tidak membutuhkan pemikiran kritis
c)
Kaidah pertanyaan tidak berperan dalam memahami makna Al-Qur'an
d)
Hanya pendekatan literal yang diperlukan dalam tafsir Al-Qur'an
11.
Apa peran kritis dari kaidah jawaban dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an?
a)
Kaidah jawaban tidak memiliki peran yang signifikan dalam tafsir
b)
Jawaban membantu mengonfirmasi pandangan-pandangan tradisional
c)
Memfasilitasi pemahaman yang lebih dalam melalui analisis dan refleksi
d)
Tafsir Al-Qur'an hanya membutuhkan penjelasan literal
12.

Perhatikan ayat berikut ini!

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

 

(QS. Al-Furqan: 50)

 

Berdasarkan ayat tersebut, penggunaan kata أَزْوَاجًا (pasangan) dalam bentuk mudzakkar menunjukkan bahwa:

a)

pasangan tersebut terdiri dari laki-laki dan perempuan

b)

pasangan tersebut terdiri dari laki-laki saja

c)

pasangan tersebut terdiri dari perempuan saja

d)

tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin

13.

Perhatikan ayat berikut ini!

وَإِذَا الْمَوْؤُودَةُ سُئِلَتْ

 

(QS. At-Takwir: 8)

 

Berdasarkan ayat tersebut, penggunaan kata الْمَوْؤُودَةُ (anak perempuan yang dibunuh) dalam bentuk muannats menunjukkan bahwa:

a)

anak perempuan yang dibunuh adalah perempuan

b)

anak perempuan yang dibunuh adalah laki-laki

c)

tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin

d)

anak laki-laki yang dibunuh adalah laki-laki

14.

Dalam ilmu tafsir, pengulangan kata benda (isim) sering kali memiliki nilai makna yang khas. Suatu kata benda yang diulang dalam Al-Qur'an memberikan penekanan atau perincian terhadap suatu konsep. Sebagai contoh, pada surat Ar-Rahman, kata "fabiayyi aalaa'i Rabbikumaa tukadzibaan" memiliki pengulangan yang memberikan makna keagungan dan banyaknya nikmat Allah.

 

Pada ayat berikut ini, pengulangan kata benda (isim) memiliki peran yang serupa:

"Dan barangsiapa yang berbuat kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

a)

Barang siapa

b)

balasan

c)

melihat

d)

kebaikan

15.

Dalam tafsir Al-Qur'an, pengulangan kata benda (isim) dapat merinci dan memperjelas arti suatu ayat. Ayat berikut ini mengandung pengulangan yang memberikan penekanan pada keadilan dan kewajiban:

"Dan hendaklah tidaklah seseorang menanggung beban dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat beban dosanya itu menyeru (meminta pertolongan) karena beban dosanya itu, maka tidak ada yang memikul sebahagian dari beban itu, walaupun dia bersaudara (karib kerabat)."

a)

beban

b)

dosa

c)

menanggung

d)

meminta

16.
Apa yang dimaksud dengan kaidah ilmu tafsir mudzakkar?
a)
Prinsip tafsir untuk kata benda yang bersifat maskulin.
b)
Metode tafsir yang hanya berfokus pada aspek gramatikal.
c)
Penjelasan terhadap kata-kata yang bersifat feminin.
d)
Interpretasi berdasarkan konteks sejarah.
17.
Bagaimana kaidah ilmu tafsir muannats membantu dalam pemahaman Al-Qur'an?
a)
Mengabaikan peran jenis kelamin dalam interpretasi ayat.
b)
Fokus pada konteks sejarah untuk memahami kata-kata tertentu.
c)
Menafsirkan kata-kata dengan huruf mati secara eksklusif.
d)
Mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin dalam penafsiran.
18.
Dalam tafsir mudzakkar, mengapa penting untuk memahami jenis kelamin kata benda?
a)
Agar penafsiran lebih tepat dan sesuai dengan makna asli ayat.
b)
Hanya untuk menambahkan informasi gramatikal pada ayat.
c)
Sebagai langkah awal dalam menafsirkan ayat berdasarkan sejarah.
d)
Untuk menunjukkan keberagaman bahasa Arab.
19.
Bagaimana kaidah ilmu tafsir muannats dapat membantu dalam memahami implikasi ayat-ayat Al-Qur'an?
a)
Memberikan fokus pada aspek sejarah kata-kata tertentu.
b)
Menekankan perbedaan jenis kelamin dalam pemahaman ayat.
c)
Hanya memperhatikan konteks linguistik ayat.
d)
Membatasi interpretasi hanya pada makna harfiah.
20.

Ma'rifat nakiroh merupakan konsep penting dalam tafsir yang menekankan pada:

a)

Memahami makna kata benda yang tidak memiliki gender

b)

Memahami makna lafal al-Qur'an secara makna tashri'iyah

c)

Memahami makna lafal al-Qur'an secara kiasan

d)

Memahami makna lafal al-Qur'an secara qat'i