Worksheetstry out soal Industri dan kimia 03
Total questions: 50
Worksheet time: 49mins
Name
Class
Date
1.
Bagian Penelitian dan Pengembangan suatu industri farmasi akan memproduksi injeksi analgetik-antipiretik dengan zat aktif metampiron. Berdasarkan studi praformulasi diketahui zat tersebut berbentuk cristal putih dan tidak berbau, mudah larut air, tahan panas, dan stabil pada pH 5,3-6,0. Metode sterilisasi yang tepat untuk injeksi tersebut adalah?
a)
Filtrasi
b)
Gas etilen oksida
c)
Autoklaf
d)
Panas kering
e)
Radiasi
2.
Formula A mengandung ibuprofen dgn bahan tambahan CMC, tween, na benzoat. Na benzoat dalam sediaan suspensi digunakan sebagai?
a)
Kosolven
b)
Antioksidan
c)
Bahan pensuspensi
d)
Pengawet
e)
Pewarna
3.
Suatu industri farmasi ingin membuat sediaan farmasi sesuai dengan AHU (kelembaban, suhu, dll). Bagaimana AHU yang tepat untuk pembuatan Amoxicillin?
a)
Boleh digabung dengan produk lain
b)
Tidak boleh digabung dengan produk lain
c)
digabung dengan produksi hormon seks
d)
Digabung dengan produk sefalosporin
e)
Gabung dengan produksi vaksin
4.
Seorang apoteker bernama claudy melakukan uji disolusi terhadap tablet, tahap pertama (S1) tidak memenuhi syarat. Lalu dilakukan uji tahap 2 (S1). Berapa tablet yang ditambahkan?
a)
3
b)
5
c)
6
d)
7
e)
9
5.
Sebuah indutri farmasi melakukan uji stabilitas produk tablet effervesen dengan cara membuka dan menutup wadah berkali-kali. Apa nama pengujian stabilitas tersebut?
a)
Accelerated stability test
b)
Long term stability test
c)
In use stability test
d)
On going stability test
e)
Short term test
6.
Sediaan parasetamol diuji UDT dengan metode paddle. Dari hasil yang diperoleh pada pH 1,2 diperoleh F2= 30,20, pada pH 4,5 diperoleh F2= 30,40 dan pada pH 6,8 diperoleh F2= 30,60, maka dapat ditarik kesimpulan berupa?
a)
Sediaan parasetamol tersebut memenuhi kriteria UDT
b)
Sediaan parasetamol tersebut tidak memenuhi kriteria UDT
c)
Sediaan parasetamol tidak perlu diuji BE
d)
Sediaan tersebut pada pH 4,5 memenuhi kriteria UDT
e)
Sediaan tersebut pada pH 6,8 memenuhi kriteria UDT
7.
Tablet menempel saat pengempaan di punch bagian atas, sehingga merusak permukaan tablet. Sebagai formulator, bahan apa yang harus ditambahkan?
a)
Lubrikan
b)
Pengikat
c)
Penghancur
d)
Anti-adheren
e)
Pelincir
8.
Tablet mengalami chapping dan lamination, bahan apa yang harus ditambahkan
a)
Pengisi
b)
Penghancur
c)
Pengikat
d)
Pelincir
e)
Anti adheren
9.
Industri pharmacy melakukan uji stabilitas dipercepat pada suatu tablet, disimpan dimanakah tablet tersebut?
a)
Oven
b)
Autoklaf
c)
Climatic chamber
d)
Kulkas
e)
Suhu kamar
10.
Sebuah industri farmasi akan membuat sediaan cair dengan zat aktif minyak ikan. Komposisi sediaan tersebut adalah minyak ikan, PEG, tokoferol, natrium benzoat, Nipasol. Zat yang dapat mempertahankan stabilitas sediaan dari oksidasi adalah
a)
Minyak ikan
b)
Tokoferol
c)
Natrium benzoate
d)
PEG
e)
Nipasol
11.
Suatu industri farmasi ingin membuat sediaan injeksi dan menstrerilisasi sediaan tersebut dengan menggunakan metode sterilisasi panas basah. Suhu dan waktu yang digunakan untuk mensterilisasi sediaan tersebut adalah?
a)
121oC selama 15 menit
b)
121oC selama 30 menit
c)
131oC selama 15 menit
d)
131oC selama 30 menit
e)
121oC selama 25 menit
12.
Bagian pengendalian mutu Industri Farmasi akan melakukan uji stabilitas pada sediaan emulsi minyak ikan yang telah disimpan selama 3 bulan. Pada emulsi tersebut terjadi pemisahan menjadi 2 fase yang dengan pengocokan tidak dapat kembali. Kondisi tersebut disebut…
a)
Creaming
b)
Breaking
c)
Inversi Fasa
d)
Deflokulasi
e)
Flokulasi
13.
Industri farmasi yg memproduksi antibiotik gol beta laktam limbah produksinya direaksikan dengan NaOH , fungsinya?
a)
Memecah cincin beta laktam dan tiazolidin utk mencegah resistensi
b)
Memecah cincin beta laktam dan quinolin utk mencegah resistensi
c)
Memecah cincin beta laktam dan iso quinolin utk mencegah resistensi
d)
Memecah cincin beta laktam untuk mencegah resistensi dan hipersensitifitas
e)
Mempermudah proses pengolahan limbah
14.
Industri farmasi akan memproduksi tablet ranitidin HCl. Diketahui bahan aktif memiliki kelarutan yang baik dalam air namun permeabilitasnya rendah sehingga dimasukan ke kelas tertentu dalam biopharmaceutical clasification system. Golongan kelas berapakah bahan aktif tersebut
a)
I
b)
II
c)
III
d)
IV
e)
V
15.
Industri farmasi akan memproduksi infus sefalosporin 125 mg/100 mL dalam wadah bermulut lebar. Produksi infus dibuat dengan metode aseptis. Perlu dilakukan tindakan pencucian dan pembilasan pada wadah di kelas tertentu. Dimanakah tindakan / prosedur tersebut dilakukan?
a)
Tanpa LAF dengan kelas C
b)
Dalam LAF dengan kelas D
c)
Tanpa LAF dengan kelas D
d)
Dalam LAF dengan kelas E
e)
Tanpa LAF dengan kelas E
16.
Sebuah industri farmasi membuat sediaan kapsul dari jambu biji. Pada kemasan sediaan tersebut terdapat logo daun bercabang. Logo daun bercabang menunjukkan jenis obat ?
a)
Obat Herbal Indonesia
b)
Obat Tradisional
c)
Obat Fitofarmaka
d)
Obat Herbal Terstandar
e)
Obat Impor
17.
Sebuah industri farmasi ingin menambahkan indikasi baru pada suatu sediaan yg sudah diedarkan. Agar obat tersebut legal diedarkan, maka industri melaporkannya ke BPOM. Klaim terhadap indikasi baru tersebut melalui tahapan registrasi ?
a)
Baru
b)
Ulang
c)
Mayor
d)
Minor dengan pemberitahun
e)
Minor dengan persetujuan
18.
Industri farmasi akan memproduksi obat sirup yang mengandung ekstrak Curcuma domestica. Untuk memperoleh mutu sediaan dilakukan penetapan kadar sebagai parameter spesifik bahan aktif. Apa yang di maksud dengan Senyawa tersebut ?
a)
Alkaloid
b)
Flavanoid
c)
Karotenoid
d)
Kurkuminoid
e)
Terpenoid
19.
Industri farmasi memproduksi klotrimazol krim dalam tube 5 g, dgn bahan aktif 100 mg dalam tiap kemasan. Berapa kandungan zat aktif tersebut dalam tiap kemasan jika dihitung dalam %?
a)
0.5%
b)
1.5%
c)
2.5%
d)
1%
e)
2%
20.
Suatu industri farmasi mempunyai mixer pencampuran tablet yang sudah rusak, namun industri tersebut ingin memakainya kembali setelah diperbaiki, untuk itu perlu diperhatikan dengan parameter?
a)
Validasi proses
b)
Validasi alat
c)
Kalibrasi
d)
Kualifikasi operasional
e)
Kualifikasi instalasi
21.
Suatu industri melakukan evaluasi formulasi kapsul mekobalmin yang teridiri dari bahan mekobalamin, laktosa spray dryer, magnesium stearat dan aerosil. Hasil evaluasi menunjukkan waktu hancur kapsul 15 menit. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu penambahan?
a)
Asam stearat
b)
Etil selulosa
c)
Povidone
d)
Pregelatin strach
e)
Talk
22.
Sebuah pabrik industri akan mengadakan pengembangan analisa produk obat kombinasi Parasetamol dan Ibuprofen sirup dengan metode KCKT. Dari data kromatogram diperoleh waktu retensi 6 dan 9 menit dan luas permukaan bawah kurva 1.5 menit dan 2.5 menit. Berapa waktu retensi yang dibutuhkan untuk mencapai titik puncak?
a)
1
b)
1.5
c)
2
d)
2.5
e)
3
23.
Suatu pabrik farmasi memproduksi tablet hisap vitamin C yang akan dikemas dalam blister. Dikelas mana dilakukan proses pengemasan:
a)
kelas A
b)
kelas B
c)
kelas C
d)
kelas D
e)
kelas E
24.
Tablet asetosal pada saat proses pencetakan mengalami capping, bahan tambahan apakah yang harus ditambahkan:
a)
Pengikat
b)
Penghancur
c)
Pengisi
d)
Pelican
e)
Pelincir
25.
Sebuah industri farmasi memproduksi obat antidiabetes glimepirid sejak 10 tahun yang lalu, saat ini industri farmasi tersebut akan menggantikan pemasok bahan baku yang digunakan sebagai zat aktif untuk pembuatan obat glimepirid. Validasi apa yang dilakukan terhadap zat aktif tersebut?
a)
Prospektif
b)
Konkuren
c)
Retro
d)
Ulang
e)
Bertahap
26.
Sebuah perusahaan industri farmasi ingin membuat formulasi Na. Diklofenac yang diduga dapat mengiritasi lambung. Sediaan yang tepat untuk dibuat:
a)
tablet hisap
b)
tablet kunyah
c)
salut enteric
d)
lepas lambat
e)
lepas cepat
27.
Sebuah pabrik farmasi hendak membuat tablet herbal terstandar dari ekstrak umbi bawang putih. Diketahui CoA fisika kimia ekstrak adalah sebagai berikut: kental, kompresibilitas rendah, higroskopisitas tinggi, tidak tahan terhadap panas. Metode pembuatan tablet yang cocok digunakan adalah:
a)
Granulasi kering
b)
Granulasi basah
c)
Kempa langsung
d)
Semprot kering
e)
Pengadukan
28.
Suatu industri farmasi akan membuat sirup eritromisin dengan dosis 200 mg/5 ml dengan volume sediaan 60 mL. berapa jumlah eritromisin yang ditimbang jika satu kali bets produksi sebanyak 1000 botol?
a)
2,4 kg
b)
3,4 kg
c)
4,4 kg
d)
5,4 kg
e)
6,4 kg
29.
Seorang apoteker akan membuat povidone iodine 1% sebanyak 500 mL. Povidone iodine yang tersedia yaitu dengan konsentrasi 10%. Berapa volume yang dibutuhkan?
a)
25 mL
b)
50 mL
c)
75 mL
d)
100 mL
e)
125 mL
30.
Seorang pengusaha akan mendirikan industri farmasi yang memproduksi tablet diazepam. Untuk memenuhi persyaratan CPOB, diperlukan apoteker sebagai penanggung jawab pada beberapa posisi. Berapakah minimal jumlah apoteker yang di syaratkan?
a)
1
b)
2
c)
3
d)
4
e)
5
31.
Seorang RnD industri farmasi bernama chandra ingin membuat suspensi ibuprofen dengan meningkatkan sudut kontak >90 derajat untuk meningkatkan kelarutan menggunakan?
a)
PEG
b)
Isopropanol
c)
Etil Alkohol
d)
Propil alkohol
e)
Setil alcohol
32.
Sebuah pabrik farmasi akan memproduksi natrium diklofenac dan akan diketahui kadar dalam tablet secara spektrofotometri UV-Vis, pada pengujian dibuat 10 mL. Larutan baku dengan konsentrasi natrium diklofenak 1,5 bpj. Berapa mg natrium diklofenak yang dibutuhkan
a)
0,5
b)
1,0
c)
1,5
d)
2,0
e)
2,5
33.
Industri farmasi akan memproduksi injeksi streptomisin, air yang digunakan untuk sediaan injeksi/water for injection harus memenuhi persyaratan yg telah ditetapkan yang tercantum dalam cpob. Pengolahannya dibuat dengan cara disirkulasi pada suhu tertentu. Suhu yang dimaksud adalah:
a)
100oC
b)
90oC
c)
80oC
d)
70oC
e)
60oC
34.
Seorang wanita sebelumnya mengonsumsi obat analgetik bermerk pabrik tertentu. Ia kemudian mengganti minum obat dgn kandungan yg sama dari pabrik lain. Ternyata dikeluhkan onset of action dan duration of action yg berbeda. Dokter menanyakan apoteker apa penyebab hal tsb?
a)
Dosis obat berbeda
b)
Ukuran tablet berbeda
c)
Laju disolusi berbeda.
d)
Masa kadaluarsa berbeda
e)
Proses absorpsi berbeda
35.
Suatu Industri Farmasi ingin membuat sediaan yang terdiri dari campuran Solution calcii hydroxyl dan Oleum olevarum.Dari data kedua zat tersebut diketahui tidak dapat bercampur. Sediaan apa yang sebaiknya dibuat oleh Industri Farmasi tersebut ?
a)
Emulsi
b)
Larutan
c)
Salep
d)
Gel
e)
Suspensi
36.
Suatu industri farmasi akan membuat sediaan Tetes mata kloramfenicol dengan volume 5 ml, setiap kemasan mengndung 25 mg zat aktif. Berapa kadar zat aktif dalam persen?
a)
0,1
b)
0,25
c)
0,5
d)
0,75
e)
1
37.
Paracetamol 500mg dilakukan uji disolusi dengan menggunakan aparatus 2. Hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan persyaratan FI V (S1). Apa rekomendasi apoteker?
a)
Pengujian kembali disolusi 4 tablet
b)
Pengujian kembali disolusi 5 tablet
c)
Pengujian kembali disolusi 6 tablet
d)
Pengujian kembali disolusi 7 tablet
e)
Pengujian kembali disolusi 8 tablet
38.
Industri farmasi ingin melakukan uji disolusi terbanding tablet furosemid. Uji dilakukan pada pH?
a)
1,2; 3,0; 5,0
b)
1,2; 3,0; 6,0
c)
1,2; 4,5; 6,5
d)
1,2; 4,5; 6,8
e)
1,2; 4,5; 7,0
39.
CTM ingin dibuat sebagai sediaan cair untuk anak-anak, diketahui CTM mudah larut dalam air. Bentuk sediaan yang sesuai adalah
a)
Eliksir
b)
Larutan sejati
c)
Emulsi
d)
Suspensi
e)
Suspensi kering
40.
Parasetamol ingin dibuat sebagai sediaan cair untuk anak-anak, diketahui kelarutan paracetamol rendah dalam air. bentuk sediaan yang sesuai adalah
a)
Eliksir
b)
Solid dispersi
c)
Emulsi
d)
Suspensi
e)
Suspensi Kering
41.
Suatu industri farmasi membuat sirup kering dengan bahan A, B, C, CMC, sorbitol, metil paraben. Apakah fungsi CMC dalam sediaan tersebut?
a)
Pemanis
b)
Suspending agent/pengental
c)
Pengawet
d)
Peningkat kelarutan
e)
Kosolven
42.
Suatu industri farmasi mengembangkan formula sediaan X dengan bahan Propil paraben, Na.Benzoat, HPMC, sorbitol, metil paraben. Ternyata sediaan menjadi sangat kental. Bahan apakah yang harus diubah komposisinya?
a)
HPMC
b)
Sorbitol
c)
Metil paraben
d)
Na.Benzoat
e)
Propil paraben
43.
Emulsi didiamkan 24 jam lalu terpisah sesuai konsentrasinya dan dapat terdispersi ketika dikocok kembali. Peristiwa ini disebut …
a)
Breaking
b)
Cracking
c)
Flocculation
d)
Inversion phase
e)
Creaming
44.
Industri farmasi membuat sediaan tetes mata atropin sulfat harus memenuhi persayaratan jernih, dan melewati membran filter. berapa ukuran membran filter tsb?
a)
45 mikrometer
b)
25 mikrometer
c)
22 mikrometer
d)
0,45 mikrometer
e)
0.8 mikrometer
45.
Suatu industri farmasi membuat sop terkait depirogenesis untuk alat" gelas pembuatan NaCl 0.9%. metode yang digunakan ialah metode pemanasan dengan suhu 250oC. Berapa lama waktu yang diperlukan ?
a)
10 menit
b)
15 menit
c)
45 menit
d)
5 menit
e)
8 menit
46.
Oleum iecoris Asillea sbg sumber Vit A dan D. memiliki karakteristik cairan kental yg tidak larut Air, sukar larut Etanol, bau dan rasa seperti ikan apa rekomendesi sediaan yang dipilih?
a)
drop
b)
suspensi
c)
emulsi
d)
larutan
e)
Eliksir
47.
Sebuah industri farmasi akan memproduksi sediaan Tetes Mata Kloramfenicol. Untuk menjamin sterilitas diperlukan upaya untuk menjamin jalur pengisian bahan pengemasan primer bebas kontaminasi mikroba. Apa yang perlu dilakukan?
a)
line clereance
b)
media fill
c)
Validasi Kunkuren
d)
Validasi Retropektive
e)
Pembersihan rutin
48.
Olleum iecori aselli adalah cairan kental yang tidak campur dengan air, sukar bercampur dengan etanol, rasa dan bau seperti ikan. Sediaan apa yg cocok untuk bahan tersebut?
a)
drop
b)
eliksir
c)
emulsi
d)
larutan
e)
suspense
49.
Analisis ondansetron menggunakan KCKT. Luas area puncak larutan ondansetron 26400 dan larutan standar 24000. Konsentrasi larutan standar yang digunakan 10μg/mL dengan pengenceran 200 kali. Maka kadar dari ondansetron dalam larutan uji adalah?
a)
1,1 mg
b)
2,2 mg
c)
3,3 mg
d)
4,4 mg
e)
5,5 mg
50.
Tablet ibuprofen diukur kadarnya menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis dengan hasil serapan 0,8. Sedangkan serapan bakunya 0,4 (ibuprofen 100 mg). Pada etiket tertera tulisan 1 tablet mengandung 200mg. Berapa % kadar tablet terhadap baku pembanding?
a)
95%
b)
97,5%
c)
100%
d)
102,5%
e)
105%
100 %
