NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsPAS B Indonesia Kelas 10
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Name
Class
Date
1.
Kalimat yang merupakan bagian pernyataan umum adalah...
a)
Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta.
b)
Minuman kopi yang ada saat ini sangatlah beragam jenisnya dan setiap jenis kopi yang ada memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik.
c)
Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi.
d)
Awalnya, kopi arabika (Coffea arabica) diduga diklasifikasikan pertama kali oleh seorang ilmuwan Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linne) pada tahun 1753.
e)
harga kopi robusta di pasaran lebih murah jika dibandingkan dengan kopo arabika.
2.
Berikut ini manakah yang termasuk ke dalam kalimat deskripsi?
a)
Wayang purwa terdiri atas beberapa gaya, seperti gagrak kasunanan dan mengkunegara.
b)
Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia.
c)
Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh.
d)
Wayang wong adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang.
e)
Wayang suket merupakan bentuk tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput.
3.
Pelikan adalah burung yang terkenal dengan paruhnya yang memiliki kantung. Paruhnya yang meruncing panjangnya bisa lebih dari 30 cm. Paruh sebelah atas memiliki ujung yang bengkok membentuk kait. Pada paruh bagian bawah sampai tenggorokan terdapat kantung berupa kulit elastis, yang digunakan untuk menangkap ikan. Kakinya pendek dan pada jari-jarinya terdapat selaput yang memudahkannya berenang. Panjang tubuh pelikan mencapai 1,5 m. Bentangan sayapnya antara 1,8 m sampai 2,7 m tergantung spesiesnya.
Aspek yang dilaporkan dalam teks laporan hasil observasi di atas adalah
a)
Tempat hidup burung pelikan
b)
Cara berkembang biak burung pelikan
c)
Perilaku burung pelikan
d)
Ciri-ciri burung pelikan
e)
Penangkaran burung pelikan
4.
Pesut atau lumba-lumba air tawar adalah spesies mamalia air. Binatang ini menghuni wilayah perairan tawar di India, Indocina, Filipina, dan Kalimantan. Pesut termasuk ke dalam famili Delphinidae. Pesut memang berkerabat dekat dengan lumba-lumba. Pesut memiliki tubuh berwarna kelabu hingga biru tua dengan bagian bawahnya berwarna lebih pucat dan memiliki sirip punggung kecil yang membulat di tengah punggung.
Berikut ini adalah pernyataan yang tidak sesuai terkait isi laporan hasil observasi di atas, yakni ...
a)
Pesut terdapat di wilayah Cina.
b)
Pesut termasuk spesies mamalia air.
c)
Pesut menghuni perairan air tawar.
d)
Pesut bertubuh kelabu hingga biru tua.
e)
Pesut memiliki sirip punggung kecil.
5.
(1) Batik sida luhur adalah kelompok motif yang banyak dibuat beberapa pembatik. (2) Kata sida sendiri bermakna ‘jadi/terwujud’ karena motif-motif bermulaan sida memiliki kandungan harapan supaya apa yang diidamkan bisa terwujud. (3) Konon, motif Sida Luhur dibuat khusus oleh Ki Ageng Henis, kakek Panembahan Senopati, untuk anak keturunannya. (4) Harapannya adalah agar si pemakai dapat berhati serta berpikir luhur sehingga dapat berguna bagi masyarakat banyak.
Hal apa yang dibahas dalam teks di atas?
a)
Jenis motif yang banyak dibuat.
b)
Makna dalam motif batik.
c)
Motif batik sida luhur.
d)
Sejarah motif sida luhur.
e)
Harapan pemakai batik.
6.
(1) Batik sida luhur adalah kelompok motif yang banyak dibuat beberapa pembatik. (2) Kata sida sendiri bermakna ‘jadi/terwujud’ karena motif-motif bermulaan sida memiliki kandungan harapan supaya apa yang diidamkan bisa terwujud. (3) Konon, motif Sida Luhur dibuat khusus oleh Ki Ageng Henis, kakek Panembahan Senopati, untuk anak keturunannya. (4) Harapannya adalah agar si pemakai dapat berhati serta berpikir luhur sehingga dapat berguna bagi masyarakat banyak.
Arti kata panembahan dalam kalimat (3) teks di atas adalah ....
a)
orang yang disembah
b)
tokoh yang dihormati
c)
tamu kehormatan
d)
gelar Jawa untuk raja
e)
orang yang merebahkan diri
7.
Teh Cina pada awalnya memang digunakan untuk bahan obat-obatan (abad ke-8 SM), tetapi riwayat itu pun sudah berumur ribuan tahun. Orang-orang Cina pada waktu itu (770 SM—476 SM) mengunyah teh dan menikmati rasa yang menyenangkan dari sari daun teh.
Pada zaman Pemerintahan Dinasti Han (221 SM—8 M), walaupun mulai diolah dengan pemrosesan yang terbilang sederhana, teh mulai dijadikan sebagai minuman, diseduh, dan dikombinasikan dengan ramuan lain (misalnya jahe). Kebiasaan ini melekat kuat dengan kebudayaan masyarakat Cina sehingga kemudian digunakan sebagai tradisi dalam menjamu para tamu. Setelah zaman Dinasti Ming, banyak jenis teh yang kemudian ditemukan dan ditambahkan.
Isi pokok paragraf kedua teks di atas adalah tentang ....
a)
Dinasti Han
b)
pemrosesan teh
c)
penyajian teh
d)
Dinasti Ming
e)
kebiasaan masyarakat Cina
8.
Teh Cina pada awalnya memang digunakan untuk bahan obat-obatan (abad ke-8 SM), tetapi riwayat itu pun sudah berumur ribuan tahun. Orang-orang Cina pada waktu itu (770 SM—476 SM) mengunyah teh dan menikmati rasa yang menyenangkan dari sari daun teh.
Pada zaman Pemerintahan Dinasti Han (221 SM—8 M), walaupun mulai diolah dengan pemrosesan yang terbilang sederhana, teh mulai dijadikan sebagai minuman, diseduh, dan dikombinasikan dengan ramuan lain (misalnya jahe). Kebiasaan ini melekat kuat dengan kebudayaan masyarakat Cina sehingga kemudian digunakan sebagai tradisi dalam menjamu para tamu. Setelah zaman Dinasti Ming, banyak jenis teh yang kemudian ditemukan dan ditambahkan.
Pernyataan yang sesuai berdasarkan isi teks di atas adalah ...
a)
Teh sudah digunakan sebelum abad ke-8 SM.
b)
Pada abad ke-8 SM, orang-orang telah mengunyah teh.
c)
Sari daun teh dirasa menyenangkan.
d)
Dinasti Han adalah yang pertama mengenal teh.
e)
Penemu ragam teh adalah Dinasti Ming.
9.
Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu hewan yang menyusui. “Kucing besar” ini adalah hewan pemangsa dan pemakan daging.
Harimau dapat tumbuh setinggi 1,5 meter, Panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemas-emasan dengan loreng berwarna hitam. Gigi taringnya kuat dan tajam untuk mengoyak daging. Kakinya berjumlah empat dengan cakar yang kuat untuk menerkam mangsanya.
Harimau mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Ia dapat hidup di hutan, di padang rumput, dan daerah payau atau hutan bakau. Di Indonesia, harimau dapat ditemukan di hutan dan hutan bakau di Pulau Sumatera dan Jawa.
Objek observasi dalam teks tersebut adalah…
a)
harimau
b)
kucing
c)
hewan pemangsa dan pemakan daging
d)
hewan golongan mamalia
e)
kehidupan harimau
10.
Teks laporan hasil observasi harus disajikan dengan menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami, tidak berbelit-belit. Hal ini dilakukan untuk menghindari...
a)
Kesalahpahaman pembaca
b)
Kesalahan penulis
c)
Salah menguraikan pendapat
d)
Keterlibatan tokoh masyarakat
e)
Salah menyimpulkan
11.
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan sesuatu berupa hasil...
a)
pengamatan
b)
koreksi
c)
evaluasi
d)
penilaian
e)
penulisan
12.
Teks laporan hasil observasi bersifat objektif, artinya…
a)
Berdasarkan hasil pengamataan dan sesuai dengan kondisi sebenarnya
b)
Menggunakan kalimat deskripsi dan definisi
c)
Tersusun secara sistematis
d)
Bersifat umum
e)
merupakan opini penulis
13.
Kupu-kupu adalah serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera (serangga bersayap sisik). (2) Kupu-kupu umumnya melakukan aktivitasnya di waktu siang (diurnal). (3) Mereka umumnya hidup dengan mengisap madu bunga (nektar/ sari kembang). (4) Sedangkan pada malam hari kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya di ranting pohon. (5) Kupu-kupu memiliki warna sayap yang bervariasi dan indah sehingga banyak diburu orang untuk koleksi.
Kalimat definisi terletak pada kalimat nomor…
a)
Kalimat ke-1
b)
Kalimat ke-2
c)
Kalimat ke-3
d)
Kalimat ke-4
e)
Kalimat ke-5
14.
Selain topeng, barang-barang tradisional juga dipamerkan di D’topeng. Barang-barang tradisional yang mengisi etalase museum ini adalah senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik-batik motif lama, dan hiasan rumah kuno.
Paragraf tersebut termasuk dalam struktur...
a)
Pernyataan umum
b)
Deskripsi bagian
c)
Deskripsi manfaat
d)
Simpulan
e)
Definisi
15.
Pernyataan berikut yang tidak termasuk kalimat deskripsi adalah...
a)
Harimau dapat mencapai tinggi badan 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram.
b)
Bulunya berwarna putih dan cokelat keemas-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam.
c)
Gigi taringnya kuat dan tajam untuk mengoyak daging.
d)
Harimau adalah binatang mamalia
e)
Kakinya berjumlah empat dengan cakar yang kuat untuk menerkam mangsanya.
16.
Alfi datang dari desa mengunjungi sepupunya yang bernama Anang. Anang berdomisili di sebuah kota besar di Indonesia.
Pada suatu siang yang padat, Alfi diajak pergi ke mal dengan menggunakan mobil mewah Anang. Saat mendekati perempatan jalan, dari kejauhan Anang melihat lampu hijau tersisa hingga 5 detik lagi. Akan tetapi, bukannya melambatkan laju kendaraan, Anang justru mempercepatnya.
Saat melintasi perempatan, lampu lalu lintas sudah berganti merah. Alfi pun menegur sepupunya itu, “Masyaallah, Nang, itu merah, kenapa diterobos?” Dengan santai, Anang menjawab, “Ah, santai, Fi! Di sini saya yang bikin undang-undang.”
(1) Raut muka Alfi kebingungan. (2) Walau Alfi pemuda desa, ia tahu pasti tentang aturan pembuatan undang-undang. (3) Ia mendengus kesal, “Kok, bisa?” (4) Masih dengan santai Anang menjawab, “Ya bisalah, nanti juga kamu bakal tahu. (5)”Suara sirene terdengar dari arah belakang mobil dan memecah pertengkaran mereka berdua. (6) Dengan panik, Alfi melihat polisi di belakang mereka. (7) Tampak seorang polisi mengejar mobil Anang dengan motor besarnya. (8) “Nang, polisi, kamu sih terabas lampu merah!” (9) Alih-alih ikut panik, Anang malah tersenyum. (10) Polisi itu sudah berada di samping badan mobil, meminta Anang untuk meminggirkan mobilnya, dan berkata, “Selamat siang, Mas, Mas tahu kesalahan Mas apa?” (11) “Mas melanggar lampu lalu lintas. Tolong tunjukkan SIM dan STNK-nya.” (12) Anang mengeluarkan SIM dan STNK. (13) Alfi memperhatikan dengan gugup dan melihat nama Oknum tertera di dada kanan polisi. (14) Polisi tersebut berkata, “Anda saya tilang, mau ke pengadilan atau saya wakilkan?” (15) Ketika mendengar hal ini, Anang pun tersenyum sambil memberikan lima lembar ratusan ribu kepada petugas bernama Oknum itu, “Wakilkan saja, Pak, saya sibuk.” (16) Polisi mengembalikan SIM dan STNK Anang dan berkata tegas, “Baik, kalau begitu, selamat siang dan selamat melanjutkan perjalanan.”
Mobil pun kembali melaju. Anang berpaling ke Alfi dan berkata, “Inilah cara saya membuat undang-undang.”
Paragraf ke-2 teks anekdot di atas disebut dengan ....
a)
abstraksi
b)
orientasi
c)
reaksi
d)
krisis
e)
koda
17.
Alfi datang dari desa mengunjungi sepupunya yang bernama Anang. Anang berdomisili di sebuah kota besar di Indonesia.
Pada suatu siang yang padat, Alfi diajak pergi ke mal dengan menggunakan mobil mewah Anang. Saat mendekati perempatan jalan, dari kejauhan Anang melihat lampu hijau tersisa hingga 5 detik lagi. Akan tetapi, bukannya melambatkan laju kendaraan, Anang justru mempercepatnya.
Saat melintasi perempatan, lampu lalu lintas sudah berganti merah. Alfi pun menegur sepupunya itu, “Masyaallah, Nang, itu merah, kenapa diterobos?” Dengan santai, Anang menjawab, “Ah, santai, Fi! Di sini saya yang bikin undang-undang.”
(1) Raut muka Alfi kebingungan. (2) Walau Alfi pemuda desa, ia tahu pasti tentang aturan pembuatan undang-undang. (3) Ia mendengus kesal, “Kok, bisa?” (4) Masih dengan santai Anang menjawab, “Ya bisalah, nanti juga kamu bakal tahu. (5)”Suara sirene terdengar dari arah belakang mobil dan memecah pertengkaran mereka berdua. (6) Dengan panik, Alfi melihat polisi di belakang mereka. (7) Tampak seorang polisi mengejar mobil Anang dengan motor besarnya. (8) “Nang, polisi, kamu sih terabas lampu merah!” (9) Alih-alih ikut panik, Anang malah tersenyum. (10) Polisi itu sudah berada di samping badan mobil, meminta Anang untuk meminggirkan mobilnya, dan berkata, “Selamat siang, Mas, Mas tahu kesalahan Mas apa?” (11) “Mas melanggar lampu lalu lintas. Tolong tunjukkan SIM dan STNK-nya.” (12) Anang mengeluarkan SIM dan STNK. (13) Alfi memperhatikan dengan gugup dan melihat nama Oknum tertera di dada kanan polisi. (14) Polisi tersebut berkata, “Anda saya tilang, mau ke pengadilan atau saya wakilkan?” (15) Ketika mendengar hal ini, Anang pun tersenyum sambil memberikan lima lembar ratusan ribu kepada petugas bernama Oknum itu, “Wakilkan saja, Pak, saya sibuk.” (16) Polisi mengembalikan SIM dan STNK Anang dan berkata tegas, “Baik, kalau begitu, selamat siang dan selamat melanjutkan perjalanan.”
Mobil pun kembali melaju. Anang berpaling ke Alfi dan berkata, “Inilah cara saya membuat undang-undang.”
Bagian krisis teks anekdot di atas terdapat pada paragraf ke- ....
a)
1
b)
2
c)
3
d)
4
e)
5
18.
Alfi datang dari desa mengunjungi sepupunya yang bernama Anang. Anang berdomisili di sebuah kota besar di Indonesia.
Pada suatu siang yang padat, Alfi diajak pergi ke mal dengan menggunakan mobil mewah Anang. Saat mendekati perempatan jalan, dari kejauhan Anang melihat lampu hijau tersisa hingga 5 detik lagi. Akan tetapi, bukannya melambatkan laju kendaraan, Anang justru mempercepatnya.
Saat melintasi perempatan, lampu lalu lintas sudah berganti merah. Alfi pun menegur sepupunya itu, “Masyaallah, Nang, itu merah, kenapa diterobos?” Dengan santai, Anang menjawab, “Ah, santai, Fi! Di sini saya yang bikin undang-undang.”
(1) Raut muka Alfi kebingungan. (2) Walau Alfi pemuda desa, ia tahu pasti tentang aturan pembuatan undang-undang. (3) Ia mendengus kesal, “Kok, bisa?” (4) Masih dengan santai Anang menjawab, “Ya bisalah, nanti juga kamu bakal tahu. (5)”Suara sirene terdengar dari arah belakang mobil dan memecah pertengkaran mereka berdua. (6) Dengan panik, Alfi melihat polisi di belakang mereka. (7) Tampak seorang polisi mengejar mobil Anang dengan motor besarnya. (8) “Nang, polisi, kamu sih terabas lampu merah!” (9) Alih-alih ikut panik, Anang malah tersenyum. (10) Polisi itu sudah berada di samping badan mobil, meminta Anang untuk meminggirkan mobilnya, dan berkata, “Selamat siang, Mas, Mas tahu kesalahan Mas apa?” (11) “Mas melanggar lampu lalu lintas. Tolong tunjukkan SIM dan STNK-nya.” (12) Anang mengeluarkan SIM dan STNK. (13) Alfi memperhatikan dengan gugup dan melihat nama Oknum tertera di dada kanan polisi. (14) Polisi tersebut berkata, “Anda saya tilang, mau ke pengadilan atau saya wakilkan?” (15) Ketika mendengar hal ini, Anang pun tersenyum sambil memberikan lima lembar ratusan ribu kepada petugas bernama Oknum itu, “Wakilkan saja, Pak, saya sibuk.” (16) Polisi mengembalikan SIM dan STNK Anang dan berkata tegas, “Baik, kalau begitu, selamat siang dan selamat melanjutkan perjalanan.”
Mobil pun kembali melaju. Anang berpaling ke Alfi dan berkata, “Inilah cara saya membuat undang-undang.”
Penggunaan kalimat seru dalam teks di atas terdapat pada kalimat ...
a)
Akan tetapi, bukannya melambatkan laju kendaraan, Anang justru mempercepatnya.
b)
Dengan santai, Anang menjawab, “Ah, santai, Fi! Di sini saya yang bikin undang-undang.”
c)
Walau Alfi pemuda desa, ia tahu pasti tentang aturan pembuatan undang-undang.
d)
Polisi tersebut berkata, “Anda saya tilang, mau ke pengadilan atau saya wakilkan?”
e)
Anang berpaling ke Alfi dan berkata, “Inilah cara saya membuat undang-undang.”
19.
Alfi datang dari desa mengunjungi sepupunya yang bernama Anang. Anang berdomisili di sebuah kota besar di Indonesia.
Pada suatu siang yang padat, Alfi diajak pergi ke mal dengan menggunakan mobil mewah Anang. Saat mendekati perempatan jalan, dari kejauhan Anang melihat lampu hijau tersisa hingga 5 detik lagi. Akan tetapi, bukannya melambatkan laju kendaraan, Anang justru mempercepatnya.
Saat melintasi perempatan, lampu lalu lintas sudah berganti merah. Alfi pun menegur sepupunya itu, “Masyaallah, Nang, itu merah, kenapa diterobos?” Dengan santai, Anang menjawab, “Ah, santai, Fi! Di sini saya yang bikin undang-undang.”
(1) Raut muka Alfi kebingungan. (2) Walau Alfi pemuda desa, ia tahu pasti tentang aturan pembuatan undang-undang. (3) Ia mendengus kesal, “Kok, bisa?” (4) Masih dengan santai Anang menjawab, “Ya bisalah, nanti juga kamu bakal tahu. (5)”Suara sirene terdengar dari arah belakang mobil dan memecah pertengkaran mereka berdua. (6) Dengan panik, Alfi melihat polisi di belakang mereka. (7) Tampak seorang polisi mengejar mobil Anang dengan motor besarnya. (8) “Nang, polisi, kamu sih terabas lampu merah!” (9) Alih-alih ikut panik, Anang malah tersenyum. (10) Polisi itu sudah berada di samping badan mobil, meminta Anang untuk meminggirkan mobilnya, dan berkata, “Selamat siang, Mas, Mas tahu kesalahan Mas apa?” (11) “Mas melanggar lampu lalu lintas. Tolong tunjukkan SIM dan STNK-nya.” (12) Anang mengeluarkan SIM dan STNK. (13) Alfi memperhatikan dengan gugup dan melihat nama Oknum tertera di dada kanan polisi. (14) Polisi tersebut berkata, “Anda saya tilang, mau ke pengadilan atau saya wakilkan?” (15) Ketika mendengar hal ini, Anang pun tersenyum sambil memberikan lima lembar ratusan ribu kepada petugas bernama Oknum itu, “Wakilkan saja, Pak, saya sibuk.” (16) Polisi mengembalikan SIM dan STNK Anang dan berkata tegas, “Baik, kalau begitu, selamat siang dan selamat melanjutkan perjalanan.”
Mobil pun kembali melaju. Anang berpaling ke Alfi dan berkata, “Inilah cara saya membuat undang-undang.”
Konjungsi penanda waktu digunakan pada paragraf 4 kalimat ....
a)
1
b)
4
c)
14
d)
15
e)
16
20.
Alfi datang dari desa mengunjungi sepupunya yang bernama Anang. Anang berdomisili di sebuah kota besar di Indonesia.
Pada suatu siang yang padat, Alfi diajak pergi ke mal dengan menggunakan mobil mewah Anang. Saat mendekati perempatan jalan, dari kejauhan Anang melihat lampu hijau tersisa hingga 5 detik lagi. Akan tetapi, bukannya melambatkan laju kendaraan, Anang justru mempercepatnya.
Saat melintasi perempatan, lampu lalu lintas sudah berganti merah. Alfi pun menegur sepupunya itu, “Masyaallah, Nang, itu merah, kenapa diterobos?” Dengan santai, Anang menjawab, “Ah, santai, Fi! Di sini saya yang bikin undang-undang.”
Raut muka Alfi kebingungan. Walau Alfi pemuda desa, ia tahu pasti tentang aturan pembuatan undang-undang. Ia mendengus kesal, “Kok, bisa?” Masih dengan santai Anang menjawab, “Ya bisalah, nanti juga kamu bakal tahu." Suara sirene terdengar dari arah belakang mobil dan memecah pertengkaran mereka berdua. Dengan panik, Alfi melihat polisi di belakang mereka. Tampak seorang polisi mengejar mobil Anang dengan motor besarnya. “Nang, polisi, kamu sih terabas lampu merah!” Alih-alih ikut panik, Anang malah tersenyum. Polisi itu sudah berada di samping badan mobil, meminta Anang untuk meminggirkan mobilnya, dan berkata, “Selamat siang, Mas! Mas tahu kesalahan Mas apa? Mas melanggar lampu lalu lintas. Tolong tunjukkan SIM dan STNK-nya!” Anang mengeluarkan SIM dan STNK. Alfi memperhatikan dengan gugup dan melihat nama Oknum tertera di dada kanan polisi. Polisi tersebut berkata, “Anda saya tilang, mau ke pengadilan atau saya wakilkan?” Ketika mendengar hal ini, Anang pun tersenyum sambil memberikan lima lembar ratusan ribu kepada petugas bernama Oknum itu, “Wakilkan saja, Pak, saya sibuk.” Polisi mengembalikan SIM dan STNK Anang dan berkata tegas, “Baik, kalau begitu, selamat siang dan selamat melanjutkan perjalanan.”
Mobil pun kembali melaju. Anang berpaling ke Alfi dan berkata, “Inilah cara saya membuat undang-undang.”
Pesan yang terdapat dalam anekdot di atas adalah ...
a)
Hukum perlu diubah secara total dan bertahap.
b)
Mental aparat dan masyarakat perlu diperbaiki.
c)
Evaluasi aparat harus dilakukan sejak sekarang.
d)
Pemerintah harus adil dalam membuat kebijakan
e)
Diperlukan kerja sama antara polisi dan masyarakat
21.
(1) Terjadi sebuah kecelakaan bus yang penumpangnya adalah para politikus. (2) Bus menabrak pohon besar di ladang seorang petani tua. (3) Bus pun meledak sehingga hampir semua penumpang meninggal seketika. (4) Petani tualah yang menguburkan korban-korban itu. (5) Satu orang korban meminta pertolongan dan mengatakan masih hidup. (6) Akan tetapi, karena petani tua itu tahu bahwa para politikus suka berbohong, ia pun tetap menguburkannya. (7) Politikus itu pun terkejut dan memohon untuk tidak dikubur sampai-sampai ia berjanji untuk berubah seperti janji-janji yang pernah disampaikannya dahulu.
Kalimat (6) berisikan ....
a)
Abstraksi
b)
Orientasi
c)
Reaksi
d)
Krisis
e)
Koda
22.
(1) Terjadi sebuah kecelakaan bus yang penumpangnya adalah para politikus. (2) Bus menabrak pohon besar di ladang seorang petani tua. (3) Bus pun meledak sehingga hampir semua penumpang meninggal seketika. (4) Petani tualah yang menguburkan korban-korban itu. (5) Satu orang korban meminta pertolongan dan mengatakan masih hidup. (6) Akan tetapi, karena petani tua itu tahu bahwa para politikus suka berbohong, ia pun tetap menguburkannya. (7) Politikus itu pun terkejut dan memohon untuk tidak dikubur sampai-sampai ia berjanji untuk berubah seperti janji-janji yang pernah disampaikannya dahulu.
Teks anekdot tersebut mengandung kritikan tentang ....
a)
para politikus yang suka berbohong
b)
politikus yang meminta pertolongan
c)
petani yang tidak mau menolong politikus
d)
kecelakaan bus yang dialami para politikus
e)
hukuman bagi orang yang suka berbohong
23.
Berikut yang termasuk struktur teks anekdot adalah…
a)
Abstrak, orientasi, reaksi, krisis, dan koda.
b)
Abstrak, orientasi, aksi, krisis, dan koda.
c)
Abstrak, orientasi, reaksi, krisis, dan kode
d)
Abstrak, orientasi, aksi, krisis, dan kode
e)
Abstrak, organisasi, aksi , krisis, dan koda.
24.
Sewaktu seorang psikiater, dr. Rajiv, memasuki ruang tunggu, dilihatnya seorang pasien yang sedang memegang sebatang bambu dan berlagak sedang memancing ikan. Ternyata, ia anggota caleg yang stress dan sedang menunggu giliran untuk diperiksa. Dokter Rajiv iseng bertanya kepada pasien tadi, “Sudah dapat mancingnya, Pak?” Pasien tersebut menjawab sambal bersungut-sungut, “Apa kamu gila? Mana bisa dapat, orang mincing di ubin!” Mendengar jawaban itu, dr. Rajiv hanya tersenyum kecut.
Pesan yang tidak sesuai denga isi anekdot tersebut adalah…
a)
Sistem pemilu di Indonesia berbiaya mahal.
b)
Menjadi calon legislatif harus siap mental.
c)
Menjadi calon legislatif harus siap menang dan siap kalah.
d)
Setiap dokter harus siap melayani caleg yang kalah.
e)
Semua caleg perlu menyadari bahwa jabatan titipan Tuhan.
25.
Cerita singkat yang berisi humor dan digunakan untuk menyindir atau mengkritik adalah definisi dari…
a)
Lelucon
b)
Anekdot
c)
Fabel
d)
Dongeng
e)
Cerpen
26.
Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mendendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi Budi, lampu depan mobilnya padam. Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya. Tiba-tiba, mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.
Budi : “Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!” (sambal menantang)
Sopir : “Itu jelas salahmu!”
Budi : “Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!” (masih dengan nada menantang)
Sopir : “Kamu kira ini di mana? Di sini garasi rumahku.”
Tokoh utama pada kutipan anekot tersebut adalah…
a)
Budi
b)
Sopir
c)
Seseorang
d)
Mobil
e)
Orang sial
27.
Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mendendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi Budi, lampu depan mobilnya padam. Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya. Tiba-tiba, mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.
Budi : “Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!” (sambal menantang)
Sopir : “Itu jelas salahmu!”
Budi : “Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!” (masih dengan nada menantang)
Sopir : “Kamu kira ini di mana? Di sini garasi rumahku.”
Bagian dari cerita tersebut yang merupakan latar adalah...
a)
Garasi
b)
Mobil
c)
Tempat parkir umum
d)
Jalan raya
e)
Rumah seseorang
28.
Di dalam teks anekdot mengandung kalimat retoris. Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan kalimat retoris?
a)
Kalimat tunggal yang memiliki satu klausa.
b)
Kalimat majemuk yang memiliki dua klausa atau lebih.
c)
Kalimat berupa perintah untuk mengajak atau mengerjakan sesuatu.
d)
Kalimat berisi pertanyaan yang tidak perlu dijawab.
e)
Kalimat simpulan dalam teks.
29.
Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
1. Bu guru pun tersenyum
2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
a)
1-2-3-4-5-6
b)
2-4-3-5-1-6
c)
1-2-4-5-3-6
d)
2-4-5-3-6-1
e)
3-2-1-4-5-6
30.
Tikus berekor panjang memang ganas, ... lebih ganas tikus berdasi.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kalimat tersebut adalah ...
a)
sedangkan
b)
tetapi
c)
kemudian
d)
lalu
e)
dan
31.
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....
a)
Cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
b)
Kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
c)
Kesaktian dan keunggulan ceritanya
d)
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
e)
kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
32.
Berikut ini adalah ciri-ciri hikayat, kecuali
a)
anonim
b)
khayal
c)
lisan
d)
logis
e)
istana sentris
33.
Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...
a)
alur maju
b)
alur mundur
c)
alur di dalamnya terdapat cerita yang lain
d)
alur campuran
e)
alur yang membahas tokoh lain
34.
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks...
a)
narasi
b)
presedur
c)
laporan
d)
eksposisi
e)
deskripsi
35.
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu ...
a)
Kemustahilan
b)
Kesaktian
c)
Anonim
d)
Istana sentris
e)
Keunikan
36.
Kata arkais adalah ....
a)
Kata populer saat ini
b)
Kata baku yang resmi
c)
Kata yang sulit yang tidak dimengerti
d)
Kata unuk yang baru muncul
e)
Kata yang sudah jarang digunakan
37.
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?" Amanat yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah...
a)
Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
b)
Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
c)
Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
d)
Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
e)
Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
38.
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu. Pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...
a)
harusnya orang makan daging
b)
Pentingnya menepati janji
c)
Harusnya menghormati orang lain
d)
Kita harus pandai membahagiakan orang lain
e)
Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
39.
Unsur intrinsik hikayat adalah...
a)
Tema, Alur, Nilai
b)
Nilai, Tokoh, Latar
c)
Latar, Amanat, Tema
d)
Amanat, Isi, Koda
e)
Tokoh, Amanat, Nilai
40.
Kepengarangan dalam teks hikayat adalah...
a)
Tertulis jelas
b)
Nama samaran
c)
Nama Asli
d)
Tidak bernama
e)
Nama Pena
Reset
