WorksheetsMetode Penelitian Ilmiah
Total questions: 19
Worksheet time: 37mins
Menurut para ilmuan Muslim, manusia memiliki tiga macam sumber "alat" untuk menangkap keseluruhan realitas : panca indra, akal, dan intuisi (meliputi wahyu). Sementara di lain sisi, para ilmuan barat modern padadasarnya hanya mengakui indra. Dengan hanya mengakui indra, mereka mengembangkan hanya satu metode penelitian saja, yaitu metode observasi,atau eksperimen indrawi. Metode observasi ini memang terus dikembangkan sampa itingkat yang canggih, tetapi semuanya tetap bermuara pada penerapan indrawi. Berbeda dengan ilmuwan-ilmuwan barat, ilmuwan-ilmuwan muslim mengakui keabsahan bukan hanya metode observasi, tetapi juga metode rasional (burhan) dan intuitif (irfani). Dengan kata lain, mereka mengakui bukan hanya persepsi indrawi dalam proses pengetahuan, tetapi juga nalar akal dan persepsi hati.Selain panca indra, sarjana-sarjana muslim juga mengakui akal sebagai alat untuk menangkap realitas. Dari sini mereka mengembangkan apa yang disebut sebagai metode rasionel-demonstratif (burhan). Seperti indra dapat menangkap objek indrawi, maka akal dapat menangkap objek sepiritualatau metafisik secara logistik, yakni menarik kesimpulan tentang hal-hal yangtidak diketahui dari hal-hal yang telah diketahui. Dengan cara inilah manusia dapat melakukan refleksi dan penelitian terhadap fenomena alam untuk menetahui keberadaan Tuhan dan ke esaan- Nya, serta hal-hal ghaib lainnya seperti malaikat, iblis, dan alam akhirat.Perbedaan dalam metode-metode itu terjadi, seperti disinggung diatas, sepadan dengan perbedaan sifat dasar dari objeknya. Untuk objek yang berkaitan fisikatau indrawi, para filosof muslim yang pada ummumnya juga adalah ilmuan,menggunakan metode observasi, seperti Al Kindi yang menggunakan metode observasinya di laboratorium kimia dan fisikanya, Nashir Al-Din Thusi mengadakan pengamatan astronomi di observatoriumnya yang amat terkenaldi Maraghah, Ibnu Sina mengadakan 3 observasinya dalam bidang kedokteranyang dia tulis dalam bukunya yang terkenal Al Qonun fi Al Thiib. Namun, sementara barat berhenti pada bidang-bidang fisik dalam penelitian ilmiah mereka ilmuan-ilmuan muslim yang sekaligus juga filosofmeneruskan tujuan ilmiah mereka ke bidang-bidang non fisik,baik yang bersifat matematis maupun metafisi. Sebagaimana observasi indra bisa keliru,dan karena itu dibutuhkan verifikasi terhadap hasil-hasilnya. Meskipun begitu, para filosof mengakui adanya beberapa tingkat atau jenis metode tersebut danmemandang objek-objek yang ditelitinya dapat ditangkap dengan tepat dengan metode yang terakhir yaitu demonstratif (burhani). Menurut mereka metode demonstratif inilah yang mereka gunakan dalam penelitian ilmiah dan filosofis mereka. Tapi perlu diingat bahwa akal bukan satu-satunya alat yang bisa digunakan untuk menangkap realitas-realitas nonfisik karena selain akal,manusia juga dikaruniai oleh Tuhan dengan "hati" atau intuisi. Dengan pendekatan inilah disebut presensial karena objek-objeknya hadir dalam jiwaseorang, dan karena itu modus ilmu seperti itu disebut ilmu hudhuri.
Pengertian Bayani Kata bayani berasal dari bahasa Arab yaitu "al-bayan" yang secara harfiyah bermakna sesuatu yang jauh atau sesuatu yang terbuka. Namunsecara istilah ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan al- bayan, ulama ilmu balagah misalnya, mendefinisikan sebagai sebuah ilmu yang dapat mengetahui satu arti dengan melalui beberapa cara atau metode seperti tasybi>h (penyerupaan). Ulama kalam mengatakan bahwa al- bayanadalah dalil yang dapat menjelaskan hukum. Sebagian yang lainmengatakan bahwa al-bayan adalah ilmu baru yang dapat menjelaskan sesuatu atau ilmu yang dapat mengeluarkan sesuatu dari kondisi samar kepada kondisi jelas. Dalam epistimologi islam bayani adalah pendekatan dengan caramenganalisis teks. Oleh karena itu, secara langsung bayani adalahmemahami teks sebagai pengetahuan jadi dan langsung mengaplikasikantanpa perlu pemikiran. Namun secara tidak langsung bayani berartimemahami te
What is the capital of Italy?
Oslo
Rome
Agra
Paris
Which of these are in India?
Mumbai
Rome
Dhaka
Chennai
Italy Capital?
Oslo
Rome
Agra
Paris
Which of these are in India?
Mumbai
Rome
Dhaka
Chennai
Italy Capital?
Oslo
Rome
Agra
Paris
Which of these are in India?
Mumbai
Rome
Dhaka
Chennai
Objek studi metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari sifat realitas, eksistensi, dan hubungan antara dunia fisik dan dunia non-fisik. Metafisika berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang alam semesta dan hakikatnya. Berikut adalah beberapa aspek utama yang menjadi fokus dalam metafisika: a. Eksistensi: Metafisika mempertanyakan tentang apa yang ada dan bagaimana sesuatu dapat dikatakan ada. Ini melibatkan pertanyaan tentang apakah ada entitas yang nyata di luar pengalaman kita, seperti entitas metafisik atau realitas yang tidak dapat diobservasi secara langsung. b. Sifat Realitas: Metafisika mempelajari sifat dasar realitas. Ini melibatkan pertanyaan tentang apakah realitas bersifat material atau immaterial, apakah realitas bersifat objektif atau subjektif, dan apakah ada sifat-sifat yang mendasari realitas.
Pendidikan dalam arti luas adalah seluruh proses hidup dan kehidupan manusia itu adalah proses pendidikan. Segala pengalaman sepanjang hidupnya memberikan pengaruh pendidikan baginya. Pendidikan dalam arti sempit yaitu pendidikan hanya mempunyai fungsi terbatas yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup kepada generasi yang sedang tumbuh, yang dalam praktiknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dalam situasi dan kondisi serta lingkungan yang serba terkontrol. Pendidikan merupakan usaha dari manusia dewasa yang telah sadar akan kemanusiaannya, dalam membimbing, melatih, mengajar dan menanamkan nilai-nilai serta dasar-dasar pandangan hidup kepada generasi muda, agar menjadi manusia yang sadar dan bertanggung jawab akan tugas-tugas hidupnya sebagai manusia sesuai dengan hakikat dan ciri-ciri kemanusiaannya. Pendidikan berarti usaha yang disengaja dan terencana untuk merealisasikan ide-ide itu untuk menjadi kenyataan dalam tindakan, tingkah laku pembinaan kepribadian. Pendidikan juga berarti suatu aktifitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Pendidikan adalah sebagai proses rekayasa sosial (Social Reengenering Process) sejatinya merupakan instrumentasi budaya dalam melanjut-kembangkan peradaban, artinya pendidikan selain berperan besar dalam mendorong perkembangan kemajuan IPTEK, juga tetap pada fungsi dasarnya sebagai penjaga dan pelestari nilai tujuan hidup manusia, yakni sebagai insan yang bukan hanya harus cerdas mengatasi tuntutan dunia material bagi kebutuhan jasmaniah-ragawi, tetapi juga cemerlang dalam memahami, mendalami keluruhan makna hidup sebagai makna manusia sebagai spiritual dan sosialisasi. Kehidupan manusia dalam memenuhi kehidupannya, semata-mata karena memenuhi kebutuhan hajat dasar, yakni sekedar berupaya melepas diri dari ancaman bencana yang menghantui keamanan dan kesejahteraan hidup oleh karena perubahan lingkungan. Oleh karena itu, ditengah kemelut dunia dan krisis panjang kehidupan, sebagai anak bangsa yang mempunyai nilai leluhur harus membaca catatan sejarahnya. 2.2 Pendidikan Sebagai Pelestarian Nilai Nilai merupakan prinsip-prinsip sosial, tujuan-tujuan atau standar yang dipakai dan diterima individu, kelas, kelompok hingga masyarakat. Menurut Drijarkara nilai merupakan hakikat sesuatu yang menyebabkan hal itu pantas dikerjakan manusia. Nilai erat kaitannya dengan kebaikan, meski keduanya memang tak s
Apa yang dilestarikan dari nilai oleh pendidikan? Nilai itu perwujudan dari hal-hal yang baik menurut manusia. Hal-hal yang baik itu diantaranya nilai-nilai moral, etika dan budi pekerti, hati nurani, rasa ketaqwaan, dan lain-lain. Hal-hal yang dikatakan nilai itu harus ditanamkan kepada generasi muda dalam proses pendidikan. Tujuannya adalah supaya generasi muda mempertahankan dan menjaga nilai-nilai luhur yang berfungsi sebagai kerukunan dimasyarakat.
Kaitan pendidikan dengan pelestarian nilai yaitu pendidikan berperan besar dalam menanamkan nilai-nilai kepada generasi muda untuk melestarikan, memurnikan dan mengidealkan kebiasaan masyarakat yang ada.
Pendidikan sebagai kata kuncinya harus dapat ditempatkan dan dimaknai sesuai dengan cita-cita luhur kemanusiaan, yakni pendidikan yang berorientasi maju pada penguasa ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi, dan tujuan hidup mulia sebagai umat manusia dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan dalam makna dasarnya sebagai upaya memanusiakan manusia dalam konteks universal, dan secara nasional mesti berarti juga sebagai upaya meng-Indonesiakan segenap anak bangsa Indonesia, selain tetap melestarikan nilai-nilai etniknya sendiri.
Secara konseptual dan kontekstual harus menjadi program yang utuh, fungsional dalam rangka pembentukan karakter manusia Indonesia yang tetap memelihara nilai-nilainya, yang bukan hanya cerdas dan terampil tapi juga berjiwa sehat dan berakhlak mulia. Artinya pendidikan secara keseluruhan mampu pada masing-masing subtansi disiplin keilmuan sendiri harus dapat mengaktualisasikan dan mengartikulasikan capaian nilai dalam konstruks pemahaman (mental) dan perilaku diri (moral) yang diharapkan oleh cita dan citra luhur (kultural) masyarakat dan bangsanya.
Keterkaitan antara konsep nilai, etika moral termasuk norma dan pendidikan memetakan hubungan dan kedudukan yang tak terpisahkan, dimana konsep nilai menjadi kerangka dasar bagi kajian moral, atau moral menjadi subtansi penting yang menempati posisi sentral di dalam kerangka nilai, dan norma sebagai kumpulan aturan yang keberadaannya menjadi petunjuk kemana sebuah pendidikan atau moral akan ditunjukan. Maka moral adalah sebagai salah satu bagian dari strukturnilai, yakni termasuk dalam cabang etika. Etika dan moral dibentuk oleh kesepakatan atas keyakinan yang mengikatnya, yang berfungsi menjadi pedoman ekspresi nilai dan aktualisasi moral masyarakat di dalam sebuah lingkungan budaya pendudukungnya.Et
Mengapa terjadi perubahan? Perubahan terjadi karena kebosanan (Hirschman, Horton dan Hunt.1980). selain kebosanan, perubahan terjadi karena sifat dasar manusia yang tak pernah pusa dengan apa yang harus dimilikinya dan selalu berinovasi untuk perubahan-perubahan yang menjadi kebutuhannya yang semakin meningkat seiring berjalannya waktu.
Perubahan sosial menurut para ahli : 1.) Perubahan sosial dapat mengakibatkan disorganisasi yaitu cara-cara yang lama atau tradisional akan hilang dan tidak digunakan, kemudian cara-cara yang baru akan berkembang tanpa menghilangkan nilai-nilai yang ada. (Perubahan Sosial Pembangunan.76). 2.) Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai sosial, sikap dan pola tingkah laku antara kelompok dalam masyarakat (Soemardjan.1981). 3.) Perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat (Davis,1960). 4.) Perubahan sosial sebagai perubahan yang terjadi dalam struktur sosial dan apa yang dimaksud dengan struktur sosial adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial (Laver,1989). 5.) Perubahan sosial adalah setiap perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atau perubahan dalam organisasi sosial masyarakat (Cohen,1983). Jadi kesimpulannya adalah perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi dalam sistem sosial, termasuk aspek kebudayaan seperti norma, kebiasaan, kepercayaan, tradisi sikap, dan pola tingkah laku dalam masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai yang ada sejak zaman nenek moyang.
Italy Capital?
Oslo
Rome
Agra
Paris
Which of these are in India?
Mumbai
Rome
Dhaka
Chennai
