Font size
WorksheetsLatihan KSN Fisika SMA #3
Total questions: 116
Worksheet time: 59mins
Kecepatan yang dihitung sebagai total perpindahan dibagi total waktu tempuh disebut ...
Kecepatan rata-rata
Kecepatan sesaat
Kecepatan yang dihitung sebagai perpindahan dibagi selisih waktu tempuh yang mendekati nol disebut ...
Kecepatan rata-rata
Kecepatan sesaat
laju perubahan kecepatan disebut ...
posisi
perpindahan
kelajuan
percepatan
gradien garis singgung pada kurva x(t) adalah ...
kecepatan
percepatan
perpindahan
rentang waktu
gradien garis singgung pada kurva v(t) adalah ...
kecepatan
percepatan
perpindahan
rentang waktu
luas yang dibatasi oleh kurva v(t) dan sumbu t pada rentang waktu tertentu menyatakan ...
kecepatan
percepatan
perpindahan
posisi akhir
luas yang dibatasi oleh kurva a(t) dan sumbu t pada rentang waktu tertentu menyatakan ...
kecepatan akhir
percepatan
perpindahan
perubahan kecepatan
Benda A memiliki densitas dua kali lebih besar dan volume sama besar dari benda B.
Maka massa benda A dua kali lebih besar dari benda B.
Benar
Salah
Benda A memiliki massa sama besar namun volume dua kali lebih besar dari benda B.
Maka densitas benda A dua kali lebih besar dari benda B.
Benar
Salah
Benda A memiliki massa sama besar namun kecepatan dua kali lebih besar dari benda B.
Maka momentum benda A dua kali lebih besar dari benda B.
Benar
Salah
Benda A memiliki massa dua kali lebih besar dan momentum dua kali lebih besar dari benda B.
Maka kecepatan benda A sama dengan benda B.
Benar
Salah
Kecepatan merupakan besaran ...
vektor
skalar
Kelajuan merupakan besaran ...
vektor
skalar
Kecepatan merupakan besaran ...
vektor
skalar
Jarak tempuh merupakan besaran ...
vektor
skalar
Perpindahan merupakan besaran ...
vektor
skalar
Momentum merupakan besaran ...
vektor
skalar
Gaya merupakan laju perubahan momentum
benar
salah
Momentum adalah hasil kali Massa dengan Kecepatan suatu benda
Benar
Salah
Jika massa benda tidak berubah terhadap waktu, maka hasil kali Massa dengan Percepatan suatu benda disebut ...
Momentum
Gaya
Gaya merupakan besaran ...
vektor
skalar
Di antara besaran berikut ini yang memiliki dimensi besaran pokok MLT-2 adalah ...
Tekanan
Usaha
Momentum
Gaya
Di antara besaran berikut ini yang memiliki dimensi besaran pokok MLT-1 adalah ...
Tekanan
Usaha
Momentum
Gaya
Di antara besaran berikut ini yang memiliki dimensi besaran pokok ML2T-2 adalah ...
Tekanan
Usaha
Momentum
Gaya
Di antara besaran berikut ini yang memiliki dimensi besaran pokok ML-1T-2 adalah ...
Tekanan
Usaha
Momentum
Gaya
Besaran yang menyatakan rata-rata gaya per satuan luas permukaan adalah ...
Tekanan
Tegangan permukaan
Usaha
Massa Jenis
Besaran yang menyatakan rata-rata gaya per satuan panjang bagian benda yang berbatasan dengan permukaan zat cair adalah ...
Tekanan
Tegangan permukaan
Usaha
Massa Jenis
Besaran yang menyatakan akumulasi/integral gaya yang berkontribusi sejajar dengan perpindahan benda adalah ...
Tekanan
Tegangan permukaan
Usaha
Massa Jenis
Berdasarkan apakah bertambah atau tidaknya suatu besaran jika ukuran benda diperbesar,
MASSA tergolong besaran...
Intensif
Ekstensif
Berdasarkan apakah bertambah atau tidaknya suatu besaran jika ukuran benda diperbesar,
MASSA JENIS tergolong besaran...
Intensif
Ekstensif
Berdasarkan apakah bertambah atau tidaknya suatu besaran jika ukuran benda diperbesar,
MOMENTUM tergolong besaran...
Intensif
Ekstensif
Berdasarkan apakah bertambah atau tidaknya suatu besaran jika ukuran benda diperbesar,
ENERGI tergolong besaran...
Intensif
Ekstensif
Berdasarkan apakah bertambah atau tidaknya suatu besaran jika ukuran benda diperbesar,
TEKANAN tergolong besaran...
Intensif
Ekstensif
Energi yang tersimpan dalam suatu benda karena kedudukan/posisinya disebut ...
Energi Potensial
Energi Kinetik
Energi yang tampak pada suatu benda karena kondisi gerakannya disebut ...
Energi Potensial
Energi Kinetik
Hukum Newton I menyatakan bahwa ...
Suatu benda akan tetap diam atau bergerak lurus dengan kecepatan konstan apabila tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut
Resultan gaya pada suatu benda menyebabkan perubahan vektor momentum benda tersebut
Gaya interaksi antar dua benda bersifat sama besar namun arah vektornya saling berlawanan
Hukum Newton II menyatakan bahwa ...
Suatu benda akan tetap diam atau bergerak lurus dengan kecepatan konstan apabila tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut
Resultan gaya pada suatu benda menyebabkan perubahan vektor momentum benda tersebut
Gaya interaksi antar dua benda bersifat sama besar namun arah vektornya saling berlawanan
Hukum Newton III menyatakan bahwa ...
Suatu benda akan tetap diam atau bergerak lurus dengan kecepatan konstan apabila tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut
Resultan gaya pada suatu benda menyebabkan perubahan vektor momentum benda tersebut
Gaya interaksi antar dua benda bersifat sama besar namun arah vektornya saling berlawanan
Apabila suatu benda mengalami percepatan konstan yang selalu sejajar dengan vektor kecepatannya, maka benda tersebut mengalami ...
Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak Melingkar Beraturan
Gerak Parabola
Gerak Osilasi Sederhana
Apabila suatu benda mengalami percepatan konstan yang selalu tegak lurus dengan vektor kecepatannya, maka benda tersebut mengalami ...
Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak Melingkar Beraturan
Gerak Parabola
Gerak Osilasi Sederhana
Apabila suatu benda mengalami kombinasi dua GLBB (atau satu GLB dan satu GLBB) dari dua arah yang saling tegak lurus, maka benda tersebut mengalami ...
Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak Melingkar Beraturan
Gerak Parabola
Gerak Osilasi Sederhana
Apabila suatu benda mengalami percepatan yang berbanding lurus namun berlawanan arah dengan simpangannya dari suatu titik setimbang, maka benda tersebut mengalami ...
Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak Melingkar Beraturan
Gerak Parabola
Gerak Osilasi Sederhana
Diketahui suatu vektor:
A =(3, 4, 12)
Magnitudo/besar vektor tersebut adalah ...
(a)
Diketahui dua buah vektor:
A =(16, 5, −32)
B =(−4, 4, 12)
Magnitudo/besar vektor A +B adalah ...
(a)
Diketahui dua buah vektor:
A =(1, 5, −2)
B =(−4, 3, 2)
Maka hasil A ⋅ B adalah ...
(a)
Diketahui dua buah vektor:
A =(1, 5, −2)
B =(−4, 3, 2)
Maka nilai komponen x dari hasil perkalian A × B adalah ...
(a)
Diketahui dua buah vektor:
A =(1, 5, −2)
B =(−4, 3, 2)
Maka nilai komponen y dari hasil perkalian A × B adalah ...
(a)
Diketahui dua buah vektor:
A =(1, 5, −2)
B =(−4, 3, 2)
Maka nilai komponen z dari hasil perkalian A × B adalah ...
(a)
Diketahui dua buah vektor:
A =(1, 5, −2)
B =(−4, 2, c)
Agar kedua vektor tersebut saling tegak lurus, maka nilai c adalah ...
(a)
Diketahui dua buah vektor:
A =(1, −1, 2)
B =(2, −2, c)
Agar kedua vektor tersebut searah, maka nilai c adalah ...
(a)
Diketahui dua buah vektor:
A =(1, −1, 2)
B =(−2, c, −4)
Agar kedua vektor tersebut saling berlawanan arah, maka nilai c adalah ...
(a)
Berdasarkan apakah perlu ada kontak langsung antara benda yang menjadi objek fisisnya,
Gaya Gravitasi termasuk gaya ...
kontak
non-kontak
Berdasarkan apakah perlu ada kontak langsung antara benda yang menjadi objek fisisnya,
Gaya Pegas termasuk gaya ...
kontak
non-kontak
Berdasarkan apakah perlu ada kontak langsung antara benda yang menjadi objek fisisnya,
Gaya Tegangan Tali Pegas termasuk gaya ...
kontak
non-kontak
Berdasarkan apakah perlu ada kontak langsung antara benda yang menjadi objek fisisnya,
Gaya Normal termasuk gaya ...
kontak
non-kontak
Berdasarkan apakah perlu ada kontak langsung antara benda yang menjadi objek fisisnya,
Gaya Gesek termasuk gaya ...
kontak
non-kontak
Berdasarkan apakah perlu ada kontak langsung antara benda yang menjadi objek fisisnya,
Gaya Listrik termasuk gaya ...
kontak
non-kontak
Gaya Gravitasi berbanding lurus dengan kedua massa benda yang saling berinteraksi.
Benar
Salah
Gaya Gravitasi berbanding lurus dengan kuadrat jarak kedua benda yang saling berinteraksi.
Benar
Salah
Percepatan gravitasi bergantung pada jarak kedua benda yang saling berinteraksi. Namun di dekat permukaan bumi, variasi tersebut cukup kecil sehingga nilai percepatan gravitasi bisa dianggap konstan.
Benar
Salah
Diketahui persamaan gaya gravitasi:
F=−GR2m1m2
Jika dimensi F adalah MLT-2, dimensi m1 dan m2 adalah M, dimensi R adalah L.
Maka dimensi G adalah ...
M-1L3T-2
ML-3T-2
ML3T-2
M-1L-3T-2
Menurut Hukum Hooke, Gaya pegas ... dengan perubahan panjang pegas
berbanding lurus
berbanding terbalik
tidak ada hubungannya
Konfigurasi pegas pada gambar sebelah kiri adalah ... sedangkan konfigurasi pegas pada gambar sebelah kanan adalah ...
Seri; Paralel
Paralel; Seri
Jika massa pegas diabaikan. Pada konfigurasi seri, besar gaya total ... gaya masing-masing pegas
Sama besar dengan
Hasil penjumlahan dari
Jika massa pegas diabaikan. Pada konfigurasi paralel, besar gaya total ... gaya masing-masing pegas
Sama besar dengan
Hasil penjumlahan dari
Jika massa pegas diabaikan. Pada konfigurasi seri, besar pertambahan panjang total ... pertambahan panjang masing-masing pegas
Sama besar dengan
Hasil penjumlahan dari
Jika massa pegas diabaikan. Pada konfigurasi paralel, besar pertambahan panjang total ... pertambahan panjang masing-masing pegas
Sama besar dengan
Hasil penjumlahan dari
Jika massa pegas diabaikan. Pada konfigurasi seri berlaku:
Ftotal=F1=F2
xtotal=x1+x2
maka, konstanta gabungan pegas pada susunan seri bisa dinyatakan sebagai ...
ks=k1+k2
ks1=k11+k21
Jika massa pegas diabaikan. Pada konfigurasi paralel berlaku:
Ftotal=F1+F2
xtotal=x1=x2
maka, konstanta gabungan pegas pada susunan paralel bisa dinyatakan sebagai ...
kp=k1+k2
kp1=k11+k21
Suatu pegas dengan nilai konstanta pegas k memiliki panjang mula-mula x0, kemudian ditekan sehingga pegas memendek dan panjangnya menjadi x. Maka, energi potensial pegas tersebut adalah ...
21kx2
−21kx2
21k(x−x0)2
−21k(x−x0)2
Gaya yang selalu tegak lurus dengan permukaan benda disebut ...
Gaya berat
Gaya tegangan tali
Gaya gesek
Gaya normal
Gaya yang selalu berlawanan dengan pergerakan relatif pada permukaan sentuh dua benda disebut ...
Gaya berat
Gaya tegangan tali
Gaya gesek
Gaya normal
Gaya yang selalu tegak lurus dengan permukaan benda disebut ...
Gaya berat
Gaya tegangan tali
Gaya gesek
Gaya normal
Gaya yang selalu menarik benda searah dengan tali disebut ...
Gaya berat
Gaya tegangan tali
Gaya gesek
Gaya normal
Gaya yang disebabkan karena adanya gravitasi bumi disebut ...
Gaya berat
Gaya tegangan tali
Gaya gesek
Gaya normal
Gaya yang dirasakan benda karena ia berada pada kerangka dipercepat (non-inersial) disebut ...
Gaya fiktif
Gaya koriolis
Gaya sentripetal
Gaya pemulih
Gaya yang menyebabkan benda bergerak melengkung dan arahnya menuju pusat kelengkungan lintasan disebut ...
Gaya fiktif
Gaya koriolis
Gaya sentripetal
Gaya pemulih
Gaya yang berlawanan dengan simpangan benda dari suatu titik kesetimbangan sehingga benda bergerak osilasi disebut ...
Gaya fiktif
Gaya koriolis
Gaya sentripetal
Gaya pemulih
Gaya yang membelokkan benda yang sedang bergerak pada kerangka acuan rotasional disebut ...
Gaya fiktif
Gaya koriolis
Gaya sentripetal
Gaya pemulih
Gaya gesek statik selalu sama dengan hasil kali koefisien gesek statik μs dan gaya normal N
Benar
Salah
Gaya gesek kinetik selalu sama dengan hasil kali koefisien gesek kinetik μk dan gaya normal N
Benar
Salah
Sebuah balok bermassa 2 kg berada di atas permukaan datar. Balok didorong dengan gaya horizontal 16 N, Jika percepatan gravitasi 10 m/s2, μs = μk = 0,5, maka percepatan balok tersebut sebesar ... m/s2.
(a)
Sebuah balok bermassa 2 kg berada di atas permukaan datar. Balok didorong dengan gaya horizontal 6 N, Jika percepatan gravitasi 10 m/s2, μs = μk = 0,5, maka percepatan balok tersebut sebesar ... m/s2.
(a)
Sebuah balok bermassa 1 kg berada di atas permukaan datar. Jika percepatan gravitasi 10 m/s2, μs = μk = 0,5, maka balok tepat akan bergerak jika diberikan gaya sebesar ... N.
(a)
Suatu bandul sedang berada pada simpangan sudut θ terhadap garis vertikal. Jika besar gaya tegangan tali adalah T, maka komponen gaya tegangan tali pada arah horizontal adalah ...
T
T sin θ
T cos θ
T tan θ
Suatu bandul sedang berada pada simpangan sudut θ terhadap garis vertikal. Jika besar gaya tegangan tali adalah T, maka komponen gaya tegangan tali pada arah horizontal adalah ...
T
T sin θ
T cos θ
T tan θ
Suatu balok bermassa m sedang berada di atas bidang miring dengan sudut kemiringan θ terhadap garis horizontal. Jika besar percepatan gravitasi adalah g, maka komponen gaya berat balok pada arah tegak lurus bidang miring adalah ...
mg
mg sin θ
mg cos θ
mg tan θ
Suatu balok bermassa m sedang berada di atas bidang miring dengan sudut kemiringan θ terhadap garis horizontal. Jika besar percepatan gravitasi adalah g, maka komponen gaya berat balok pada arah sejajar bidang miring adalah ...
mg
mg sin θ
mg cos θ
mg tan θ
Suatu benda mengalami gerak parabola (asumsi hambatan udara diabaikan).
Apakah kecepatan benda tersebut di titik tertinggi sama dengan nol?
Ya
Tidak
Suatu benda mengalami gerak parabola (asumsi hambatan udara diabaikan).
Apakah komponen kecepatan vertikal benda tersebut di titik tertinggi sama dengan nol?
Ya
Tidak
simpangan maksimum dari suatu benda yang bergerak osilasi disebut ...
amplitudo
kecepatan/frekuensi sudut osilasi
periode osilasi
frekuensi osilasi
besaran yang menyatakan kecepatan siklus osilasi suatu benda dan memiliki satuan rad/s adalah ...
amplitudo
kecepatan/frekuensi sudut osilasi
periode osilasi
frekuensi osilasi
besaran yang menyatakan waktu yang diperlukan untuk melakukan satu siklus osilasi adalah ...
amplitudo
kecepatan/frekuensi sudut osilasi
periode osilasi
frekuensi osilasi
besaran yang menyatakan banyaknya siklus osilasi yang telah tercapai setiap satu detik dan memiliki satuan Hertz adalah ...
amplitudo
kecepatan/frekuensi sudut osilasi
periode osilasi
frekuensi osilasi
Turunan pertama dari fungsi f(x) = sin (2x) terhadap x adalah
sin (2x)
cos (2x)
2 sin (2x)
2 cos (2x)
-2 sin (2x)
Turunan pertama dari fungsi f(x) = cos (2x) terhadap x adalah
sin (2x)
- sin (2x)
2 sin (2x)
2 cos (2x)
-2 sin (2x)
Sebuah benda bermassa 0,1 kg bergerak jatuh bebas dari ketinggian 8 meter. Jika hambatan udara diabaikan dan percepatan gravitasi g = 10 m/s2, maka energi kinetik benda tersebut ketika ketinggiannya 6 meter adalah ... Joule
(a)
Dua buah benda bermassa sama bertumbukan secara satu dimensi dengan koefisien restitusi e = 1.
Jika pada saat sebelum tumbukan benda pertama bergerak dengan kecepatan 60 m/s dan benda kedua dalam keadaan diam,
maka setelah tumbukan kecepatan benda pertama sebesar ... m/s
0
60
30
45
15
Dua buah benda bermassa sama bertumbukan secara satu dimensi dengan koefisien restitusi e = 1.
Jika pada saat sebelum tumbukan benda pertama bergerak dengan kecepatan 60 m/s dan benda kedua dalam keadaan diam,
maka setelah tumbukan kecepatan benda kedua sebesar ... m/s
0
60
30
45
15
Dua buah benda bermassa sama bertumbukan secara satu dimensi dengan koefisien restitusi e = 0.
Jika pada saat sebelum tumbukan benda pertama bergerak dengan kecepatan 60 m/s dan benda kedua dalam keadaan diam,
maka setelah tumbukan kecepatan benda pertama sebesar ... m/s
0
60
30
45
15
Dua buah benda bermassa sama bertumbukan secara satu dimensi dengan koefisien restitusi e = 0.
Jika pada saat sebelum tumbukan benda pertama bergerak dengan kecepatan 60 m/s dan benda kedua dalam keadaan diam,
maka setelah tumbukan kecepatan benda kedua sebesar ... m/s
0
60
30
45
15
Dua buah benda bermassa sama bertumbukan secara satu dimensi dengan koefisien restitusi e = 0,5.
Jika pada saat sebelum tumbukan benda pertama bergerak dengan kecepatan 60 m/s dan benda kedua dalam keadaan diam,
maka setelah tumbukan kecepatan benda pertama sebesar ... m/s
0
60
30
45
15
Dua buah benda bermassa sama bertumbukan secara satu dimensi dengan koefisien restitusi e = 0,5.
Jika pada saat sebelum tumbukan benda pertama bergerak dengan kecepatan 60 m/s dan benda kedua dalam keadaan diam,
maka setelah tumbukan kecepatan benda kedua sebesar ... m/s
0
60
30
45
15
Pada tumbukan lenting sempurna ...
Total energi kinetik sebelum dan sesudah tumbukan sama besar
Kedua benda bergerak dengan vektor kecepatan yang sama
Koefisien restitusi bernilai 0<e<1
Pada tumbukan tidak lenting sama sekali ...
Total energi kinetik sebelum dan sesudah tumbukan sama besar
Kedua benda bergerak dengan vektor kecepatan yang sama
Koefisien restitusi bernilai 0<e<1
Pada tumbukan lenting sebagian ...
Total energi kinetik sebelum dan sesudah tumbukan sama besar
Kedua benda bergerak dengan vektor kecepatan yang sama
Koefisien restitusi bernilai 0<e<1
Pada titik kesetimbangan stabil, turunan kedua dari energi potensial terhadap posisi ( dx2d2Ep ) bernilai ...
negatif (< 0)
sama dengan 0
positif (>0)
Pada titik kesetimbangan labil, turunan kedua dari energi potensial terhadap posisi ( dx2d2Ep ) bernilai ...
negatif (< 0)
sama dengan 0
positif (>0)
Momen gaya merupakan hasil perkalian vektor dari vektor lengan gaya terhadap vektor gaya.
Secara matematis ditulis ...
τ = r ×F
τ =F × r
τ = r ⋅ F
τ =F ⋅ r
Adi, Budi, Cahyadi, dan Dedi sedang bermain jungkat-jungkit bersamaan dan ternyata posisi jungkat-jungkit dalam keadaan seimbang. Jika diketahui:
Adi berada pada posisi 3 m di sisi sebelah kiri,
Budi berada pada posisi 1,5 m di sisi sebelah kiri,
Cahyadi berada pada posisi 2 m di sisi sebelah kanan,
Dedi berada pada posisi 3 m di sebelah kanan.
Massa Budi = 40 kg, Massa Cahyadi = 45 kg,
Jumlah Massa Adi dan Dedi = 90 kg.
Maka, massa Dedi adalah ... kg
(a)
Suatu sistem terdiri dari dua buah benda titik bergerak sepanjang sumbu x.
Benda pertama bermassa 1 kg dengan kecepatan 16 m/s.
Benda kedua bermassa 3 kg dengan kecepatan 8 m/s.
Kecepatan pusat massa sistem tersebut adalah ... m/s.
(a)
Sebuah balok digantungkan ke langit-langit dengan suatu pegas yang massanya dapat diabaikan. Balok kemudian ditarik sedikit secara vertikal lalu mengalami gerak osilasi sederhana.
Jika periode osilasi sistem tersebut sebesar 10π sekon dan massa benda sebesar 50 kg, maka konstanta pegas bernilai ... N/m
10
250
2500
Sebuah bandul sederhana digantungkan ke langit-langit dengan suatu tali yang massanya dapat diabaikan. Bandul kemudian ditarik dengan sudut simpangan kecil lalu mengalami gerak osilasi sederhana.
Jika periode osilasi sistem tersebut sebesar π sekon dan percepatan gravitasi sebesar 10 m/s2, maka panjang tali bandul bernilai ... meter.
20
5
2,5
40
Suatu pegas memiliki panjang 20 cm dan nilai konstanta pegas 4 N/m.
Jika pegas dipotong menjadi 5 cm (potongan A) dan 15 cm (potongan B), perbandingan konstanta potongan pegas A dan B adalah ...
1 : 3
3 : 1
1 : 4
4 : 1
Diketahui pada suatu pipa terdapat perubahan luas penampang dari bagian 1 luasnya sebesar 8 m2 lalu menuju bagian 2 luasnya sebesar 2 m2. Apabila suatu fluida ideal mengalir pada bagian 1 dengan laju aliran 16 m/s, maka laju aliran fluida tersebut pada bagian 2 adalah ... m/s
4
8
32
64
Diketahui pada suatu pipa terdapat perubahan luas penampang dari bagian 1 yang diameternya sebesar 40 cm lalu menuju bagian 2 yang diameternya sebesar 20 cm. Perbandingan laju aliran pada bagian 1 dan bagian 2 adalah ... m/s
1 : 2
1 : 4
2 : 1
4 : 1
