wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ulangan Harian Kelas XII (NOvel)

Total questions: 20

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”

Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...

a)

Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.

b)

Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya

c)

Tuhan melarang perkawinan beda agama.

d)

Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.

e)

Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.

2.

Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!

Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….

Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....

a)

kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota

b)

anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya

c)

orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain

d)

ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya

e)

orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya

3.

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.

Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.

Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!

Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….

a)

Sosial

b)

Budaya

c)

Kejiwaan

d)

Politik

e)

Lingkungan

4.

“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.

Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara

a)

pelukisan bentuk fisik tokoh

b)

penggambaran lingkungan sekitar tokoh

c)

pengungkapan jalan pikiran tokoh

d)

dialog antartokoh

e)

tanggapan tokoh lain

5.

“Selesaikan pelajaranmu dulu, Manen. Zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”

Amanat yang paling tepat untuk penggalan novel diatas adalah...

a)

Wanita sebaiknya dapat mandiri

b)

Wanita harus bermasyarakat

c)

Pendidikan suami istri harus seimbang

d)

Wanita tidak boleh kalah oleh pria

e)

Cita-cita jangan sampai gagal

6.

Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.

Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...

a)

Egois

b)

Ceroboh

c)

Lemah

d)

Penyabar

e)

Peragu

7.

Bacalah kutipan novel berikut

Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi.

Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah...

a)

Gundah

b)

Sedih

c)

Tegang

d)

Khusyuk

e)

Hening

8.

Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!

(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.

Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

6

9.

Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.

Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

religius

c)

tabah

d)

bijaksana

e)

rendah hati

10.

Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.

Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

tema

b)

latar

c)

alur

d)

amanat

e)

penokohan

11.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K

Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ….

a)

Orang pertama pelaku dan ketiga

b)

Orang ketiga pelaku sampingan

c)

Orang ketiga pelaku utama

d)

Orang pertama pelaku utama

e)

Orang ketiga serbatahu

12.

Udara danau menjakut berbau bunga kopi, tertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dadaku pada barisan awan di langit menuju arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.

Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

personifikasi

b)

hiperbola

c)

metafora

d)

sinestesia

e)

simile

13.

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!

Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….

a)

kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu

b)

kebingungan tokoh menghadapi sesuatu

c)

kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu

d)

nostalgia tokoh di masa lampaunya

e)

penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

14.

Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!

Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.

"Jangan kemari lagi."

Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.

"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.

"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.

Jodoh, A.A, Navis

Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ... .

a)


Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.

b)

Kemarahan Lena kepada Badri.

c)

Badri sering membawa Rosni me nonton film.

d)

Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.

e)

Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.

15.

Bacalah kutipan novel berikut ini!

Aku ingin membuktikan bahwa kata-kata Ihsan itu salah. Aku masih memiliki hati dan pikiranku. Di sini, di pesantren ini, aku masih sadar bahwa aku belajar. Aku nyantri sebab aku ingin mendalami ilmu agama. Lebih dari itu, kedatanganku ke sini jauh-jauh dari Jakarta tidak hanya untuk mendalami agama saja, melainkan juga untuk mempraktikkan ajaran-ajaran agama yang aku anut. Aku tidak ingin meninggalkan apa yang telah aku peroleh dan aku tetap memiliki keinginan yang kuat untuk meraih keilmuan yang belum aku raih di sini. Aku tetap ingin mengaji. Aku tetap ingin menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku, sebab sudah lama aku menyia-nyiakannya.

(Novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, 2008)

Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah ... .

a)

mudah goyah

b)

senang belajar di Jakarta

c)

menyia-nyiakan hidup

d)

hanya mendalami agama

e)

teguh pendirian

16.

Cermati kutipan novel berikut!

“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.

Lasi tetap membeku.

“Las, kamu ingin makan apa?”

“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”

“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”

“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”

“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”

“Terserah saja.”

“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”

“Apa itu?”

“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”

Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….

a)

sebuah rumah makan

b)

dalam mobil

c)

rumah makan Jepang

d)

rumah makan Arya Duta

e)

Jalan Cikini

17.

Bacalah teks novel berikut!

(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.

Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

18.

2. Bacalah kedua kutipan novel berikut!

 Kutipan 1

Seorang pemuda bernama Kacak, yang merasa karena mamaknya adalah kepala desa, mempunyai sifat sombong dan selalu berbuat sekehendak hatinya sehingga kurang disukai oleh orang-orang sekampungnya. Namun, lain halnya dengan Midun, walupun hanya anak seorang petani miskin, tetapi ia mempunyai pendidikan moral dan agama yang baik, sehingga sangat disukai oleh orang-orang di kampungnya.

 Kutipan 2

Tuti dan Maria, anak wedana pensiunan, R. Wiriaatmadja, ketika berada di Gedung Akuarium Jakarta bertemu dengan Yusuf, mahasiswa fakultas kedokteran. Maria siswa HBS, seorang yang lincah dan periang. Sebaliknya Tuti, kakaknya, gadis pemikir yang hanya mempercakapkan hal-hal yang dianggapnya perlu, aktivis organisasiwanita yang gagah memperjuangkankemajuan kaumnya.

Persamaan isi kedua kutipan novel di atas adalah….

a)

sama-sama menggunakan alur maju

b)

mengangkat tema pendidikan

c)

menggunakan susut pandang orang pertama

d)

menggambarkan watak tokoh

e)

menggambarkan latar sosial

19.

9. Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!


Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.


Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...

a)

a. Gundah

b)

b. Sedih

c)

c. Tegang

d)

d. Khusyuk

e)

e. Hening

20.

Bacalah kutipan novel berikut!


“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.


Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

warung

b)

kelas

c)

sekolah

d)

ruang tunggu

e)

kantin