NEW
Font size
WorksheetsNOVEL KELAS XII GENAP
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 15mins
Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...
(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)
Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ....
antithesis
metafora
personifikasi
hiperbola
metonimia
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...
Gunda
Sedih
Tegang
Khusyuk
bahagia
Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!
(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.
4. Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...
1
2
3
4
5
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
religius
tabah
bijaksana
rendah hati
Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.
Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
tema
latar
alur
amanat
penokohan
Udara danau Menjakut berbau bunga kopi, tertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dadaku pada barisan awan di langit menuju arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.
Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
personifikasi
hiperbola
metafora
sinestesia
simile
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ….
Orang pertama pelaku dan ketiga
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serbatahu
Yang tidak termasuk unsur intrinsik novel adalah ....
Tema
Tokoh
Sudut pandang
Alur
Kerangka tulisan
Ciri khas dalam kebahasaan novel adalah..
Gaya bahasa atau majas
Formal
Informal
Ekspresif
Efisien
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.
D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
Puncak konflik pada novel biasanya juga disebut dengan...
Klimaks/komplikasi
Resolusi
Koda
Penutup
Penyelesaian
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara
A. pelukisan bentuk fisik tokoh
B. penggambaran lingkungan sekitar tokoh
C. pengungkapan jalan pikiran tokoh
D. dialog antartokoh
E. Tanggapan tokoh lain
Peran lawan yang seringkali menjadi musuh dan menyebabkan konflik itu terjadi disebut...
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Deutragonis
Figuran
“Selesaikan pelajaranmu dulu, Manen. Zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”
amanat yang paling telat untuk penggalan novel diatas adalah...
Wanita sebaiknya dapat mandiri
Wanita harus bermasyarakat
Pendidikan suami istri harus seimbang
Wanita tidak boleh kalah oleh pria
Cita-cita jangan sampai gagal
Di bawah ini yang merupakan contoh novel romansa adalah...
Harry Potter
The Hunger Games
Dilan 1990
Laskar Pelangi
The Good Son
Urutan struktur novel yang benar adalah:
- evaluasi
- orientasi
- Resolusi
- komplikasi
- koda
- abstrak
6-4-2-5-1-3
6-2-4-1-3-5
2-3-1-4-6-5
6-2-4-3-1-5
2-4-5-3-6-1
Bagian struktur yang memperkenalkan setting cerita baik waktu, tempat maupun peristiwa adalah....
orientasi
pengungkapan peristiwa
puncak konflik
penyelesaian
koda
Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya
E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….
A. Sosial
B. Budaya
C. Kejiwaan
D. Politik
E. Lingkungan
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara
A. pelukisan bentuk fisik tokoh
B. penggambaran lingkungan sekitar tokoh
C. pengungkapan jalan pikiran tokoh
D. dialog antartokoh
E. Tanggapan tokoh lain
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
nostalgia tokoh di masa lampaunya
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!
Akan tetapi tibalah satu bencana. Ketika suatu malam Badri bertandang lagi, Lena tidak membiarkannya masuk. Malah berkata seperti hendak mengusirnya.
"Jangan kemari lagi."
Terpana Badri mendengar ucapan gadis itu. Lebih terpana lagi dia ketika Lena menyebut nama Rosni seorang gadis yang sering juga dibawanya keluar malam untuk menonton film.
"Aku tidak serius dengan dia," kata Badri menangkis.
"Enak benar jadi laki-laki. Begitu sering membawa seorang gadis keluar malam, tapi kalau ditanya oleh gadis yang lain, lalu dibilang aku tidak serius dengan dia, " umpat Lena dengan tengiknya. Lalu sebelum Badri memberi alasan, pintu ditutup dan dikuncinya dari dalam. Tinggallah Badri terperangah di anak tangga.
Jodoh, A.A, Navis
Konflik yang tergambar dalam penggalan novel tersebut adalah ... .
Badri tidak boleh bertandang lagi ke rumah Lena.
Kemarahan Lena kepada Badri.
Badri sering membawa Rosni me nonton film.
Badri sering keluar malam dengan teman-temannya.
Badri egois dan selalu memberi alasan bohong.
“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)
Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...
Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.
Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.
Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.
Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.
Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.
Cermati kutipan novel berikut!
“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.
Lasi tetap membeku.
“Las, kamu ingin makan apa?”
“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”
“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”
“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”
“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”
“Terserah saja.”
“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”
“Apa itu?”
“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”
Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….
sebuah rumah makan
dalam mobil
rumah makan Jepang
rumah makan Arya Duta
Jalan Cikini
Cermati kutipan novel berikut!
Rumah idaman di kampung melayu yang tidak dapat dinamakan besat, sudah disambung dengan pelampang ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bunga teratai. Bunga kertas yang merumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampung, tiap-tiap ada perhelatan.
Unsur Intrinsik yang dominan pada penggalan novel di atas adalah ....
Alur cerita
Tema
Perwatakan
Sudut Pandang
Latar
