wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan cerita fiksi 3

Total questions: 15

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Terjadinya Selat Bali

Manik Angkeran adalah putra Sidhimantra, seorang Brahmana. Manik Angkeran dan ayahnya tinggal di Kerajaan Daha, Bali saat Pulau Bali belum terpisah dengan Pulau Jawa. Manik Angkeran suka sekali menghambur-hamburkan harta orang tuanya.

Berulang kali Sidhimantra menasihati anaknya. Namun, Manik Angkeran tidak mau mendengarkan nasihat ayahnya. Harta orang tuanya pun dihabiskan. Bahkan, dia berani berutang kepada orang lain. Pada akhirnya Manik dikejar-kejar penagih utang. Sidhimantra tidak tega. Hartanya sudah habis, tapi Sidhimantra tidak mau anaknya celaka.


Cerita rakyat yang berjudul ”Terjadinya Selat Bali” merupakan salah satu cerita fiksi, yaitu ....

a)

Mite

b)

Fabel

c)

Legenda

d)

Saga

2.

Terjadinya Selat Bali

Manik Angkeran adalah putra Sidhimantra, seorang Brahmana. Manik Angkeran dan ayahnya tinggal di Kerajaan Daha, Bali saat Pulau Bali belum terpisah dengan Pulau Jawa. Manik Angkeran suka sekali menghambur-hamburkan harta orang tuanya.

Berulang kali Sidhimantra menasihati anaknya. Namun, Manik Angkeran tidak mau mendengarkan nasihat ayahnya. Harta orang tuanya pun dihabiskan. Bahkan, dia berani berutang kepada orang lain. Pada akhirnya Manik dikejar-kejar penagih utang. Sidhimantra tidak tega. Hartanya sudah habis, tapi Sidhimantra tidak mau anaknya celaka.


Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali” yaitu ....

a)

Naga Besukih dan Manik Angkeran

b)

Naga Besukih dan Sidhimantra,

c)

Manik Angkeran dan Sidhimantra

d)

Manik Angkeran dan Ki Sapa Wira

3.

Tokoh protagonis adalah tokoh yang bersifat ...., sedangkan tokoh antagonis adalah tokoh yang bersifat ....

a)

Jahat, baik

b)

Jahat, sabar

c)

Baik, jahat

d)

Baik, sabar

4.

Q4. Terjadinya Selat Bali

Manik Angkeran adalah putra Sidhimantra, seorang Brahmana. Manik Angkeran dan ayahnya tinggal di Kerajaan Daha, Bali saat Pulau Bali belum terpisah dengan Pulau Jawa. Manik Angkeran suka sekali menghambur-hamburkan harta orang tuanya.

Berulang kali Sidhimantra menasihati anaknya. Namun, Manik Angkeran tidak mau mendengarkan nasihat ayahnya. Harta orang tuanya pun dihabiskan. Bahkan, dia berani berutang kepada orang lain. Pada akhirnya Manik dikejar-kejar penagih utang. Sidhimantra tidak tega. Hartanya sudah habis, tapi Sidhimantra tidak mau anaknya celaka.


Tokoh antagonis yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali” yaitu ....

a)

Manik Angkeran

b)

Naga Besukih

c)

Sidhimantra

d)

Ki Sapa Wira

5.

Q5. Terjadinya Selat Bali

Manik Angkeran adalah putra Sidhimantra, seorang Brahmana. Manik Angkeran dan ayahnya tinggal di Kerajaan Daha, Bali saat Pulau Bali belum terpisah dengan Pulau Jawa. Manik Angkeran suka sekali menghambur-hamburkan harta orang tuanya.

Berulang kali Sidhimantra menasihati anaknya. Namun, Manik Angkeran tidak mau mendengarkan nasihat ayahnya. Harta orang tuanya pun dihabiskan. Bahkan, dia berani berutang kepada orang lain. Pada akhirnya Manik dikejar-kejar penagih utang. Sidhimantra tidak tega. Hartanya sudah habis, tapi Sidhimantra tidak mau anaknya celaka.


Tokoh protagonis yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali” yaitu ....

a)

Manik Angkeran

b)

Naga Besukih

c)

Sidhimantra

d)

Ki Sapa Wira

6.

Q6. Cerita di bawah ini yang termasuk cerita fiksi adalah ….

a)

Cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi

b)

Cerita terbentuknya selat sunda

c)

Cerita kecelakaan lalu lintas

d)

Cerita kecelakaan lalu lintas

7.

Q7. Cerita fiksi mempunyai ciri-ciri antara lain adalah ….

a)

Berdasarkan kisah nyata

b)

Mempunyai tokoh yang hebat

c)

Disukai oleh semua orang

d)

Berdasarkan imajinasi penulisnya

8.

Q8. Tokoh dalam cerita yang mempunyai watak baik dinamakan tokoh ….

a)

Antagonis

b)

Humoris

c)

Protagonis

d)

Figuran

9.

Q9. Karya sastra yang berisi cerita rekaan dari pengarang disebut cerita....

a)

ilmiah

b)

nyata

c)

fiksi

d)

non fiksi

10.

Q10. Judul cerita berikut ini yang bukan termasuk cerita fiksi adalah....

a)

Tuyul dan Mbak Yul

b)

Misteri Gunung Merapi

c)

Beternak Bebek di Kandang

d)

Kancil dan Kura-Kura

11.

Q11. Cerita rekaan yang berisi asal mula suatu daerah sering disebut....

a)

fabel

b)

dongeng

c)

legenda

d)

mite

12.

Q12. Si Lancang sudah mulai bosan dengan kehidupan yang serba kekurangan. Ia mengeluh. Tampak putus asa. Berkali-kali ibunya memberi nasihat kepada si Lancang agar anaknya tekun bekerja. “Sabarlah, Nak! Janganlah kamu terus-terusan mengeluh! Kita memang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jangan putus asa dan jangan menyerah.” Begitu ibu si Lancang menasihati anak semata wayangnya itu.


Dikutip dari ”Si Lancang” dalam Kumpulan Cerita Rakyat, Citra Aji Parama, 2007)


Berikut ini merupakan sifat si Lancang, kecuali ….

a)

suka mengeluh

b)

mudah putus asa

c)

tekun bekerja

d)

tidak sabar

13.

Q13. Si Lancang sudah mulai bosan dengan kehidupan yang serba kekurangan. Ia mengeluh. Tampak putus asa. Berkali-kali ibunya memberi nasihat kepada si Lancang agar anaknya tekun bekerja. “Sabarlah, Nak! Janganlah kamu terus-terusan mengeluh! Kita memang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jangan putus asa dan jangan menyerah.” Begitu ibu si Lancang menasihati anak semata wayangnya itu.


Dikutip dari ”Si Lancang” dalam Kumpulan Cerita Rakyat, Citra Aji Parama, 2007)


Ibu si Lancang bersifat ….

a)

pemarah

b)

penyabar

c)

pemalas

d)

mudah menyerah

14.

Q14. Jika tokoh dalam cerita berwatak jahat, dan durhaka maka ia disebut sebagai ….

a)

Melankolis

b)

Protagonist

c)

Antagonis

d)

Oportunis

15.

Q15. Teks fiksi yang menggambarkan sifat manusia yang diibaratkan pada hewan dinamakan....

a)

pantun

b)

fabel

c)

syair

d)

legenda