NEW
Font size
WorksheetsLatihan Teks Puisi
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 25mins
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusun larik dan bait, serta penuh makna. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....
Prosa
Karya sastra
Puisi
Cerita pendek
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam.
tema puisi tersebut adalah ....
Perjuangan
Politik
Pahlawan
Keagamaan
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.
Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ..
gadis yang membawa kaleng
seorang anak kecil
gadis yang selalu tersenyum
seorang gadis pengemis
Pemilihan kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya disebut ...
Imaji
Tema
Tipografi
Diksi
Puisi yang berjudul "Pahlawan tak dikenal" merupakan karya dari .....
Adryan Ardan
Chairil Anwar
Toto Sudarto Bachtiar
Calzoem Bahri
Sempit lautan tuduh
Tempat ku mandi,
mencuci lumut pada diri
Tempat ku berlayar,
menebar pukat dan melempar sauh
Kalau aku ujian
kemudian ditanya tentang pahlawan
Nama ku yang ku sebut paling dahulu
Lantaran ku tahu Engkau ibu dan aku anak mu.
Isi puisi di atas menggambarkan sebuah perasaan yakni…
Kesedihan seorang anak karena ketiadaan ibunya
Kegelisahan hati seorang anak atas kehadiran ibunya
Perasaan rindu seorang anak pada ibunya
Perasaan sayang seorang anak kepada ibunya sendiri
Bacalah puisi di bawah ini!
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Guruku...
Tanpamu apa jadinya aku
Aku dapat membaca, menulis,
Dan mendapat segala pengetahuan darimu
Dari dulu hingga sekarang
Engkaulah yang mengajariku
Aku membuatmu marah
Engkau memaafkanku
Aku berterimakasih padamu
Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Jasamu akan kukenang
Sampai akhir hayat nanti
Makna dari puisi di atas adalah...
Guru mengajarkan kesabaran
Guru mengajarkan pengetahuan
Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa bagi muridnya
Pahlawan Indonesia adalah guru
Penyajian tinggi rendahnya irama puisi dengan memperhatikan jenis-jenis tekanan dalam membaca puisi adalah...
Irama
Ekspresi
Pelafalan
Intonasi
Bacalah Puisi dibawah ini !
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
......................................................
Senyum bekunya mau berkata,
kita sedang perang.
Kalimat yang tepat untuk mengisi penggalan puisi di atas adalah .........
Menangkap sepi padang senja
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Setelah perang memberi kita
Puing demi puing kepapaan dan air mata
Daftar jenazah yang senantiasa bertambang
Hutang dalam ratusan jam kerja
Timbullah kini kesabaran dan kekuatan
Memikul berat beban nestapa
Seorang tiada hingganya
Tema puisi tersebut adalah …
Perang menimbulkan hutang
Perang menumbuhkan dendam
Kedamaian tumbuh setelah perang
Perang mengakibatkan kesengsaraan
Seratus Juta
Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Di tengah mereka takt ahu akan berbuat apa
Kini kutundukkan kepala, karena
Ada sesuatu besar luar bisa
Hilang terasa dari rongga dada
Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Kita mesti berbuat sesuatu, betapa pun sukarnya
(Taufik Ismail)
Amanat puisi tersebut adalah kita harus ..
Tetap berjuang tanpa kenal putus asa
Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
Pasrah pada keadaan yang menyulitkan
Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
Berkenalan dengan sepi
(…)
Jalanan berderu tak berhenti
Lewat nasip menatapnya
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …
Pada malam aku terkenang
Gelap di malam dingin
Sepi yang diam seribu bahasa
Melewati jalanan yang berbatu
Deretan bukit menghijau
Hamparan kerikil dan batu
Air sungai gemericik merdu
Di sanalah tempat kami bersatu
Sungguh indah dikenangkan
Takkan mungkin terlupakan
Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Masa kecilku begitu penuh ceria
Kala itu yang ada hanyalah nyata
Dan tak ada sedikit pun pura-pura
Salah satunya
Saat aku diboncengkan sepeda
Oleh ayah tercinta
Penuh kasih kami bergembira
Melihat alam penuh pesona
Sawah menguning sebagai pertanda
Sebentar lagi panen akan tiba
Semua pun menyambutnya dengan sukacita
Isi puisi tersebut adalah ...
Menceritakan seorang petani yang akan panen
Menggambarkan keindahan alam di sebuah desa
Menceritakan masa kecil yang penuh kegembiraan
Menggambarkan seorang sedang menyambut panen
Dalam suram dari murung senja
Bersama ketukan jari hujan
Dan di hati bangkit kemanisan
Yang berakhir negeri sendiri
Yang lalu tak kan surut lagi
Amanat yang terdapat pada puisi tersebut adalah …
Janganlah suka bermain air hujan
Janganlah masalah disimpan dalam hati
Janganlah terlalu memikirkan masa lalu
Janganlah membiarkan pintu terbuka
Saat itu
Saat Mentari mulai terbit
Itulah awal aku mengenalmu dalam buku
Saat raja siang membakar
Itulah awal aku bersamamu
Saat hujan turun dengan lebat
Itulah saat aku menghawatirkanmu
Saat bintang bertabur dan bulan tersenyum
Itulah saat aku memikirkanmu
Saat malam semakin larut
Saat itulah aku merasa takut untuk kehilangan dirimu
Tema puisi tersebut adalah …
Orang yang sangat setia
Keakraban seseorang dengan waktu
Orang yang sedang marah
Kerinduan seseorang terhadap ilmu
Memandang senja bersama jingganya
Menikmati pasir putihnya dengan manja
Mendengar riuh ombak yang pulang
Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda
Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya
Bagi insan yang mempunyai rasa
Isi puisi tersebut adalah ....
seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai
seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai
seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai
seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai
Dialah sang sutradara
Dan kita semua para […]
Maka persoalan yang utama
Bagaimana memainkan peran kita
Karena kita tidak bisa memilih
Mari bermain dalam bimbinganNya
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik ke-2 puisi tersebut adalah ….
Oratornya
Aktornya
Penontonnya
Penulisnya
Aku – Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kata yang bercetak miring dalam puisi di atas memiliki makna?
orang yang sangat nakal
orang yang suka memberontak
orang yang menyerupai binatang
orang yang keras kepala
Kertas putih penuh coretan
Menuai kisah di balik cerita
Tetesan embun seakan mengerti
Jalan hidup memang begini
Makna kata kertas putih yang terdapat pada puisi tersebut adalah ....
Ujian
Kehidupan
Cerita
Kesedihan
Pada suatu hari nanti,
Suaraku tak terdengar lagi,
Tapi, di antara larik-larik sajak ini,
Namamu selalu bergema di hati.
Imaji atau citraan yang terdapat pada kutipan puisi tersebut adalah ....
Pendengaran
Penciuman
Perabaan
Penglihatan
Matahari bersinar terang
Rembulan memancar […]
Sadarkah waktu tak terulang
Jangan kau buat hati kecewa
Diksi/pilihan kata yang tepat untuk mengisi larik yang rumpang pada puisi tersebut adalah ....
Bersinar
Terang
Cahaya
Bulat
Perhatikan penggalan puisi berikut!
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
........................
Makna konotasi kata “hujan” pada penggalan puisi di atas yaitu ....
air yang turun dari langit
air yang jatuh ke bumi
perbuatan baik
air untuk kehidupan
"Pria itu segera cuci tangan dalam kasus ini" frasa yang bermakna konotasi dalam kutipan tersebut adalah..
pria itu
cuci tangan
dalam kasus
kasus ini
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Imaji/citraan yang terkandung dalam penggalan puisi tersebut adalah...
Penglihatan
Perabaan
Penciuman
Pendengaran
kata yang menimbulkan khayalan atau imajinasi dalam teks puisi termasuk dalam ciri bahasa....
majas
pengimajian
kata berlambang
irama
alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang pada teks puisi termasuk pada ciri bahasa....
kata berlambang
kata konotasi
irama
majas
bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi penyimak atau pembacanya merupakan ciri bahasa.....
kata berlambang
majas
kata konotasi
irama
Hal yang menonjol dalam sebuah teks puisi yaitu....
keindahan kata-kata
keabsurdan kata-kata
perasaan dan pikiran
ketepatan kata yang digunakan
Kalimat yang menggunakan majas metafora adalah…..
Pena menari-nari di atas kertas.
Dewi malam bersembunyi di balik awan.
Halilintar bersahut-sahutan di tengah derasnya hujan.
Kecantikan gadis itu laksana malaikat tanpa sayap.
(1) Dan bebaskan daku dari siksaan ini.
(2) Biarkan sang rembulan menyapaku.
(3) Melepas rindu untuk bertemu.
(4) Dan angin yang menemukanku.
Larik yang bermajas sama dalam puisi di atas adalah….
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(1) dan (3)
(2) dan (4)
Wajahnya selalu bersinar terang bagaikan bulan purnama merupakan contoh majas....
Personifikasi
Metafora
Simile
Metonimia
Majas disebut juga?
Ungkapan
Gaya bahasa
Prosa
Perumpamaan
Bagai punuk merindukan bulan, merupakan contoh dari majas ...
Hiperbola
Personifikasi
Sarkasme
Metafora
Kecantikan Si Mega membuatnya menjadi bunga desa.
Hiperbola
Metafora
Asosiasi
Personifikasi
Sunyi itu duka, sunyi itu gelap, sunyi itu lupa.
Digolongkan majas ....
Personifikasi
Litotes
Hiperbola
Repetisi
Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, keadaanku sekarang bagaikan telur di ujung tanduk.
Digolongkan Majas ....
Metonimia
Simile/asosiasi
Personifikasi
Hiperbola
Setelah ayahnya meninggal, Rahman adalah tulang punggung bagi keluarganya.
Digolongkan majas ....
Simile/Asosiasi
Metafora
Personifikasi
Hiperbola
Ibuku sayang, Ibuku Malang
Digolongkan majas ....
Simile/Asosiasi
Hiperbola
Repetisi
Personifikasi
Panas teriknya raja siang membuatku malas untuk beraktivitas.
Digolongkan majas ....
Ironi
Sarkasme
Metafora
Simile/ Asosiasi
