WorksheetsAnalisis Cerpen Lemari Rahasia
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Struktur cerpen Lemari Rahasia di mana pembaca dapat mengetahui masalah yang dialami tokoh adalah bagian cerpen cerpen berupa ... .
abstrak
orientasi
resolusi
komplikasi
Pada struktur cerpen, terdapat unsur yang tidak harus selalu ada, yaitu … .
evaluasi dan komplikasi
abstrak dan koda
orientasi dan abstrak
evaluasi dan abstrak
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah. Struktur bagian komplikasi pada kutipan teks cerpen tersebut adalah ... .
Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.
Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur … .
Abstrak
Evaluasi
Resolusi
Koda
Bu Kustiyah bertekad bulat menghadiri resepsi pernikahan putra Pak Hargi. Tidak bisa tidak. Apapun hambatannya. Berapapun biayanya. Ini sudah menjadi niatnya sejak lama. Bahwa suatu saat nanti, kalau Pak Gi mantu ataupun ngunduh mantu, ia akan datang untuk mengucapkan selamat. Menyatakan kegembiraan. Menunjukan bahwa ia tetap menghormati Pak Gi, biarpun zaman sudah berubah.
Adanya kosakata daerah pada teks tersebut misalnya ... .
bertekad
resepsi
mantu
zaman
Sinarnya mulai merangkak naik ketika Sang nenek membangunkan Bawang Merah dari tidurnya.
Kalimat tersebut menggunakan majas ... .
simile
personifikasi
metafora
hiperbola
Contoh kalimat yang menggunakan majas metafora yaitu... .
Tikus berdasi tidak jera merongrong nurani.
Awan menangis melihat kepergiannya.
Sosok ibu itu bak malaikat tanpa sayap.
Kamarmu harum sekali, aku sampai muntah-muntah.
1) “Aku tak ingin kehilangan sahabat, Airin. Banyak yang menghentikan surat mereka ketika tahu aku lumpuh.” 2) “Mana mungkin aku begitu...!” Mata Airin terasa panas oleh gumpalan air yang mendesak keluar. Ia terharu melihat keadaan Dayu, sementtara semangatnya tetap berkobar walaupun dengan kondisi seperti itu. “Aku tetap sahabatmu, Dayu. Bahkan aku akan tambah sayang padamu setelah bertemu.” 3) “Sudahlah.” Dayu memegang tangan Airin. “Kenalkan, ini pamanku.” 4) Airin mendorong kursi Dayu, berjalan di atas pasir putih yang lembut. 5) Matahari hampir mencelupkan tubuh emasnya ke laut yang tampak kecoklatan karena langit mulai redup. Rambut Airin yang cepak tak bisa berkibar-kibar seperti rambut Dayu.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
Berbuat baiklah kepada orang lain meskipun orang itu menyakiti kita.
Janganlah menjadi orang yang hanya pandai meminta sesuatu.
Berikan sedekah kepada orang yang layak menerimanya.
Berusahalah untuk saling memahami keadaan orang lain.
Pernyataan di bawah ini yang menunjukkan perbedaan antara cerita pendek dan novel adalah ...
Novel tidak ada konflik, sedangkan cerita pendek ada konflik.
Novel tidak berbentuk prosa, sedangkan cerita pendek berbentuk prosa.
Novel bercerita tentang seorang tokoh, sedangkan cerita pendek bercerita tentang pengalaman hidup.
Cerita pendek bercerita tidak sampai menimbulkan perubahan nasib, sedangkan novel sebaliknya.
Lagi dan lagi, pagi ini di usianya yang sudah 40 tahun Lisa masih tampak sibuk melakukan hal aneh bersama Roy di meja kecil ruang tamu yang disediakan khusus. Meja beralas taplak hitam polos itu diletakkan di bagian pinggir ruang tamu agak ke sudut ruangan. Ada secawan air yang selalu diisi bunga mawar segar, lilin cukup besar yang selalu dinyalakan setiap melakukan ritual, dupa yang beraroma cukup khas dan beberapa benda lain yang kesannya cukup mistis.
Unsur intrinsik yang menonjol pada kutipan cerita pendek tercebut adalah ....
latar
alur
sudut pandang
penokohan
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...
Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca
Berbagai kerumitan bermunculan
Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
Konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian
“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.
“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.
Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.
“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.
“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.
Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Sosial
Politik
Pendidikan
Agama
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di bawah pohon rindang.
di perkampungan.
di hutan rimba.
di jalan pedasaan.
Pengarang menuturkan cerita dirinya sendiri, dengan pelaku aku/orang pertama tunggal/jamak, berarti kedudukan pengarang dalam cerpen tersebut sebagai...
tokoh bawahan
tokoh pengamat
campuran
tokoh utama
Pengarang sebagai orang yang berada di luar cerita dan tidak terlibat dalam cerita, dengan menggunakan pelaku utama ia/dia. Kedudukan pengarang dalam cerita tersebut sebagai....
tokoh figuran
tokoh utama
pengamat
tokoh protagonist
Kalimat yang menunjukkan bahwa tokoh utama (Darko) seorang yang ikhlas dalam bekerja adalah ...
Dia akan berhenti ketika seseorang memanggilnya.
Melayani pelanggannya dengan tulus dan sama rata, tanpa pernah memandang suatu apa pun.
Serta yang membuat kami semakin hormat, tidak pernah sekali pun dia mematok harga.
Dengan biaya murah, bahkan terkadang hanya dengan mengganti sepiring nasi dan teh panas.
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....
Orientasi
Komplikasi
Solusi
Resolusi
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Pagi ini Ibu menyuruhku berbelanja sedikit lebih banyak. Ada warga asing yang datang. Home stay. Orang Jepang. Sebetulnya dari mana pun itu aku tak peduli. Ada atau tidaknya orang baru di sekitarku, aku tak pernah menghiraukan. Toh mereka pun tak akan merasakan keberadaanku. Hari-hariku selain membantu Ibu kuhabiskan di dalam kamar. Menatap lambaian pepohonan kelapa dari balik jendela.
Latar suasana penggalan cerpen tersebut adalah ....
Terharu
Sunyi
Sedih
Senang
Bacalah kutipan cerpen berikut! Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ....
Pemberani
Baik
Egois
Sombong
Perhatikan teks di bawah ini!
Naura kini lebih sopan. Celana-celana jeans telah ia pensiunkan. Hijabnya kini menutupi perhiasan dada. Pakaian ketatnya pun berganti dengan gamis. Bukan karena mengikuti teman-temannya, Naura hanya merasa dirinya lebih nyaman dengan keadaan yang baru. Batinnya merasakan ketenangan. Bukankah setiap manusia akan mengalami proses hijrah dalam hidupnya? Seperti Rasullullah yang berhijrah ke Madinah untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik daripada harus bersikeras menetap di Makkah.
(Naura Ingin Hafidzah, Nia Sofyana)
Watak tokoh Naura di dalam teks disampaikan melalui ….
Penggambaran fisik dan perilaku tokoh
Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh
Dialog antar tokoh
Pemikiran tokoh lain
Penjelasan langsung penulis
