wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PAKET C. SOAL TAFSIR AM ALIYAH 2024

Total questions: 50

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Perhatikan potongan ayat berikut !

                وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ

Fungsi dhamir هُو  pada ayat di atas adalah….

a)

Untuk memuliakan

b)

Untuk mencela

c)

Untuk menunjukkan makna tunggal

d)

Untuk meringkas bahasa

e)

Untuk menyembunyikan nama seseorang

2.

Qoshosh bentuk jamak dari kata qishshoh ( قصة) yang berarti….

a)

Meringkas suatu pembicaraan

b)

Mengulang kembali masa lalu

c)

Cerita dalam Al-Qur’an

d)

Kisah yang terjadi masa lalu

e)

Kisah ghaib

3.

Di antara makna-makna al-qishshah berikut ini, kecuali…

a)

Al-Amr (urusan)

b)

Al-Khabar (berita)

c)

Al-Sya’an (perbuatan)

d)

Al-Hal (keadaan)

e)

Al-Bayan (keterangan)

4.

Mashdar dari  قَصَّ - يَقُصُّ  adalah ....

a)

قَصَاصًا

b)

ِصَاصًا

c)

قِصَّةً

d)

َصَصٌ

e)

قَاصّ

5.

Di bawah ini merupakan pembagian qisah-qisah dalam Al-Qur’an dari beberapa segi, kecuali….

a)

Segi waktu

b)

Segi Materi

c)

Segi Pelaku

d)

Panjang pendeknya

e)

Besar kecilnya

6.

Qisah yang terjadi pada masa lalu termasuk dalam pembagian qisah-qisah Al-Qur’an ditinjau dari segi….

a)

Waktu

b)

Materi

c)

Pelaku

d)

Panjang pendeknya

e)

Jenisnya

7.

Qisah tentang dialog Malaikat dengan Tuhannya mengenai penciptaan khalifah di muka bumi, terdapat dalam….

a)

Q.S.Al-Furqan:59

b)

Q.S.Al-Baqarah:30

c)

Q.S. Al-A’raf:11

d)

Q.S.Al-Imran:44

e)

Q.S. Al-A’raf:13-14

8.

Qisah tentang perjalanan dakwah para rasul, mukjizat mereka, fase-fase dakwah mereka, penentang, serta pengikut mereka, termasuk pembagian qisah-qisah Al-Qur’an ditinjau dari segi….

a)

Segi waktu

b)

Segi Materi

c)

Segi Pelaku

d)

Panjang pendeknya

e)

Besar kecilnya

9.

Qisah Nabi Ibrahim A.S dan mukjizatnya yang tidak terbakar oleh api terdapat dalam….

a)

Q.S.Al-Anbiya:69

b)

Q.S.Luqman:12-13

c)

Q.S.Al-Qashash:38

d)

Q.S.Al-Imran:44

e)

Q.S.Al-Baqarah:30

10.

Qisah tentang kesombongan Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan, termasuk pembagian qisah-qisah Al-Qur’an ditinjau dari segi….

a)

Segi waktu

b)

Segi Materi

c)

Segi Pelaku

d)

Panjang pendeknya

e)

Jenisnya

11.

Lafadz Al-Qur’an berasal dari kata qorona (قرن ( yang berarti mengumpulkan. Abu Musa Al-

     Asy’ari mengatakan demikian karena….

a)

Karena Al-Qur’an menjadi pemersatu umat manusi

b)

Al-Qur’an menyatukan umat Islam dengan bahasanya

c)

Karena ayat-ayat, surah-surah dan huruf-hurufnya terkumpul dalam mushaf yaitu Al- Qur’an

d)

Karena Al-Qur’an mengumpulkan sesuatu atau hikmah yang berserakan

e)

Al-Qur’an menyatukan manusia agar menjadikannya sebagai pedoman hidupnya

12.

Imam Asy-Syafi’I mengatakan bahwa lafadz Al-Qur’an bukan dari isim musytaq, karena….

a)

Nama itu khusus untuk Al-Qur’an

b)

Untuk membedakan dengan kitab-kitab sebelumnya

c)

Dari semula nama itu di lekatkan untuk Al-Qur’an kitab yang diturunkan kepada Rasulullah SAW

d)

Rasulullah SAW. sangat mencintai umatnya

e)

Agar mudah dikenali oleh umat Islam

13.

Al-Lihyani mengatakan bahwa lafadz Al-Qur’an berasal dari isim Masdar yang bermakna isim 

     maf’ul. Hal tersebut dikarenakan bahwa….

a)

Al-Qur’an adalah bacaan yang harus dibaca berulang-ulang oleh umat Islam

b)

Kemuliaan umat Islam ada pada bagaimana mereka mengamalkan

c)

Al-Qur’an satu-satunya kitab suci yang banyak dihafalkan dan dibaca oleh umat Islam.

d)

Umat Islam harus membacanya

e)

Membaca Al-Qur’an mendapat pahala

14.

Menurut Al-Farra (w. 207 H) ,Kata Al-Qur’an berasal dari isim   musytaq sewazan dengan fu’lan    (فعلان)    dari lafadz Qarain ( قَرَائِنٌ ) merupakan bentuk jamak  dari kata Qarinah ( قَرِيْنَةٌ  ) yang berarti….

a)


Penerang

b)

Hujjah

c)

Indikator

d)

Penyembuh

e)

Alasan

15.

Lafadz  Al-Qur’an (  ٱلۡقُرۡءَانُ) diambil dari kata Al-Qar’u  ( اَلْقَرْءُ  ) artinya   الْجَمْعُ(kumpulan). Sebab semua surah, ayat-ayat, hukum-hukum dan kisah-kisah dalam Al-Qur’an itu berkumpul menjadi satu dan juga karena Al-Qur’an mengumpulkan intisari semua kitab suci dan ilmu pengetahuan. Pendapat ini dikemukakan oleh….

a)

Asy-Syafi’i

b)

Al-Farra

c)

Az-Zujaj

d)

Al-Asya’ri

e)

Al-Lihyany

16.

“Sejak awal kata Al-Qur’an digunakan sebagai nama khusus bagi kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad SAW. sebagaimana halnya dengan nama-nama kitab suci sebelumnya. Lafadz ini selalu disertai dengan alif dan lam atau “al”. Lafadz ini bukan isim musytaq juga bukan isim mahmuz”. Pendapat ini dikemukakan oleh….

a)

Al-Lihyany

b)

Al-Farra

c)

Az-Zujaj     

d)


Al-Asya’ri

e)

Asy-Syafi’i

17.

Al-Qur’an adalah kalimat-kalimat yang bijaksana, yang azali, tersusun dari huruf-huruf lafziyah, zihniyah dan ruhiyah. Pendapat ini dikemukakan oleh….

a)

Ulama Ahli Hadis

b)

Ahli Ilmu Kalam

c)


Ahli Filsafat

d)

Ulama Ushuliyyin

e)

Ahli Tafsir

18.

AlQur’an adalah kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. mulai dari surah Al-Fatihah dan diakhiri surah An-Nas. Pendapat ini dikemukakan oleh….

a)

Ahli Filsafat 

b)

Ulama Ahli Hadis

c)

Ulama Ushuliyyin  

d)

Ahli Ilmu Kalam

e)

Ahli Tafsir

19.

Berikut ini yang bukan merupakan perspektif definisi makkiyah dan madaniah adalah….

a)

Obyek Pembicaraan (مخاطب النص)

b)

Petunjuk Pembicaraan (دلالة النص )

c)

Tema pembicaraan  (موضوع النص)

d)

Waktu turun (زمان النزول)

e)

Tempat turun (مكان النزول)

20.

Perhatikan teks berikut!

        المكي : مانزل قبل الهجرة وإن كان بغير مكة . والمدنيُّ : مانزل بعد الهجرة وإن كان بغير مدينة 

       Definisi di smping adalah pengertian makkiyah dan madaniah dari perspektif….

a)

Obyek Pembicaraan (مخاطب النص)  

b)

Petunjuk Pembicaraan (دلالة النص )

c)

Waktu turun (زمان النزول)  

d)

Tempat turun (مكان النزول) 

e)

Tema pembicaraan  (موضوع النص)   

21.

QS. Al-Maidah (5): 3 termasuk kategori madaniah kendatipun tidak diturunkan di madinah

       karena ayat itu diturunkan pada peristiwa Haji wada’. Pernyataan tersebut sesuai dengan

       definisi makkiyah dan madaniah dari perspektif….

a)

Obyek Pembicaraan (مخاطب النص)   

b)

Waktu turun (زمان النزول)

c)

Tempat turun (مكان النزول)

d)

Tema pembicaraan  (موضوع النص) 

e)

Petunjuk Pembicaraan (دلالة النص )

22.

Perhatikan potongan riwayat dari Ibnu Abbas berikut ini!

 ....ونزل بالمدينة سورة الأنفال وبراءة والنور والأحزاب وسورة محمد والفتح والحجرات والحديد ومابعدها إلى التحريم.        

      هكذا أخرجه بطوله وإسناده جيد رجاله كلهم ثقات من علماء العربية المشهورين

              Berdasarkan riwayat tersebut, Surat Al-Anfal, At-Taubah, An-Nur, dan Al-Ahzab adalah surat-

              surat makkiyah. Metode apakah yang digunakan dalam menentukan makkiyah dan madaniah

              seperti di atas?

a)

Penalaran

b)

Qiyasi Ijtihadi

c)

Ijtihad

d)

Sima’i Naqli

e)

Analogi

23.

Perhatikan QS. Ali Imran (3): 69-70 berikut ini !

وَدَّتْ طَائِفَةٌ منْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّوْنَكُمْ ومَا يُضِلُّوْنَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَايَشْعُرُوْنَ . يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ     

بِأَيَأتِ اللَّهِ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُوْن

              Ayat tersebut termasuk kategori madaniah karena kandungannya berupa dialog dengan ahli kitab.

              Metode apakah yang digunakan dalam menentukan makkiyah dan madaniah seperti di atas ?

a)

Bil Ma’tsur

b)

Sima’i Naqli

c)

Riwayat

d)

Qiyasi Ijtihadi

e)

Nash

24.

Para Ulama’ merumuskan dua pedoman dasar dalam menentukan ayat-ayat makkiyah dan Madanaiyah, yaitu ….

a)

Penuturan para sahabat  dan ketetapan para Mujtahid

b)

Penukilan Riwayat dan analogi persamaan

c)

Asbabunnuzul dan latar belakang historis

d)

Letak geografis dan waktu turunnya suatu ayat

e)

Keadaan masyarakat dan obyek pembicaraan

25.

Perhatikan ayat berikut ini !

              بُونَ بِا الدِّيْنِ  يَأَيُّهَا الْإنْسَأنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ. الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَ لَكَ. فِيْ أَيِّ صُوْرَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ. كَلَّا بَلْ تُكَذِّ

               Ayat di atas termasuk kategori Makkiyah karena….

a)

Diawali dengan huruf tahajji

b)

Bercerita tentang kisah Adam dan Iblis

c)

Terdapat kalimat كَلَّا   dan يَأَيَّهَا الْإنْسَانُ 

d)

Bercerita tentang umat-umat terdahulu

e)

Terdapat ayat sajadah

26.

Perhatikan ayat berikut ini !

                ألمْ تَرَ كيْفَ فعلَ ربُّكَ بِعَاد. إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ.التي لمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي البلاد.وثمود الَّذين جابوا الصخرَبالواد

                Ayat di atas termasuk kategori Makkiyah karena….

a)

Bercerita tentang umat-umat terdahulu

b)

Terdapat ayat sajadah

c)

Diawali dengan huruf tahajji

d)

Terdapat kalimat dan

e)

Bercerita tentang kisah Adam dan Iblis

27.

Menurut Ibnul Arabi, letak perbedaan kata halafa (  (  حَلَفَ dan aqsāma ( أَقْسَمَ ) terletak pada….

a)

Muqsam bihi yang digunakan

b)

Qasam yang dilarang

c)

Muqsam alaihi

d)

Bentuk kata dasarnya

28.

Berikut ini definisi qasam menurut Manna’ al-Qaththān:  هُوَ رَبْطُ النَّفْسِ بِا الْإمتنَاعِ عَنْ شَيْئٍ  أَو الْإِقْدَامِ عَلَيْهِ , بِمَعْنَى مُعَظَمِ عِنْدَ الْحَالِفِ حَقِيْقَةً أَوْ إِعْتِقَادً. وَيُجْمَعُ عَلَى ( أَقْسَامٍ)

Konsekuensi dari penggunaan qasam berdasarkan definisi di atas adalah….

a)

Qasam harus menggunakan kata yang berarti sumpah

b)

Muqsim boleh menggunakan nama selain nama Allah

c)

Muqsim harus meyakini kebenaran berita yang disampaikan

d)

Muqsim dilarang menggunakan nama selain nama Allah

29.

Perhatikan hadis Rasulullah Saw. berikut ini !  

     أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ الَّلهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ ( رَوَاهُ التِّرْمِذِي )

Hadis tersebut menjelaskan tentang….

a)

Larangan menggunakan muqsam bihi selain nama Allah

b)

. Larangan menggunakan muqsam alaihi selain nama Allah

c)

Larangan bersumpah bagi manusia

d)

Larangan bersumpah dengan menyebut nama berhala

30.

Di antara alasan sighat qasam tidak disebutkan dalam qasam adalah…

a)

Qasam sering digunakan

b)

Karena untuk meringkas kalimat

c)

Jika muqsam alaihi berupa berita ghaib

d)

Karena muqsam bihi telah diketahui

31.

Berita yang menjadi sasaran qasam dengan tujuan untuk menguatkan kebenarannya sehingga dapat dipercayaatau diterima oleh orang yang mendengarnya disebut dengan….

a)

Muqsim

b)

Muqsim fihi

c)

Muqsim alaih

d)

Adat qasam

32.

Perhatikan contoh qasam berikut ini !  وَ تَاللَّهِ لَأَكِيْنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِيْن

Setiap qasam memiliki jawab qasam yang pada ayat di atas ditunjukkan oleh kalimat…

a)

لَأَكِيْدَنَّ أَصْنَامَكُمْ

b)

أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا

c)

 بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِيْن

d)

 أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِيْن

33.

Di bawah ini yang termasuk kategori metode tafsir taḥlīlī, kecuali....

a)

Arti kosa kata

b)

Membahas mengenai asbabun nuzul

c)

Penjelasan mengenai arti ijmālī ayat

d)

Melihat ayat dari seluruh seginya

34.

Perhatikan pernyataan di bawah ini !

1. Mudah mengetahui relevansi/munāsabah antara suatu surat atau ayat dengan surat atau ayat lainnya.

2. Kemungkinan untuk mengetahui satu permasalahan secara lebih mendalam dan lebih terbuka.

3. Mengandung banyak aspek pengetahuan, meliputi hukum, sejarah, sains, dan lainlain

4. Dapat mengetahui dengan mudah tafsir suatu surat atau ayat, karena susunan tertib ayat atau surat 

     mengikuti susunan sebagaimana terdapat dalam mushaf.

5. Studi terhadap ayat-ayat terkumpul dalam satu topik tertentu juga merupakan jalan terbaik dalam merasakan faṣaḥah dan balaghah al-Qur`an.

Yang merupakan kelebihan tafsir taḥlīlī adalah….

a)

1, 3, dan 5

b)

3, 4, dan 5

c)

1, 3, dan 4

d)

2, 3, dan 4

35.

Di bawah ini yang termasuk kategori metode tafsir tahlili, kecuali....

a)

Korelasi antar ayat

b)

Penjelasan mengenai arti ijmali ayat

c)

Melihat ayat dari seluruh seginya.

d)

Membahas mengenai asbabun nuzul

36.

Pengertian tafsir muqaran adalah ....

a)

Cara menafsirkan al-Qur`an dengan mengurai dan menganalisa ayat-ayat al-Qur`an secara berurutan,   

             sesuai tertib mushaf dengan membahas segala makna dan aspek yang terkandung di dalamnya

b)

Upaya membandingkan ayat-ayat al-Qur`an antara sebagian dengan sebagian lainnya.

c)

Menjelaskan ayat-ayat al-Qur`an secara ringkas. Sistematika penulisannya menuruti susunan ayat- ayat di dalam muṣḥaf.

d)

            Menghimpun ayat-ayat al-Qur`an yang mempunyai maksud yang sama, dalam arti, sama-sama membicarakan satu topik masalah dan menyusunnya berdasar kronologi serta sebab turunnya ayat-ayat tersebut

37.

Perhatikan firman Allah berikut, QS: Al-Fatihah[1] : 6-7

      إِهْدِنَا الصّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالّيْن

Ayat di atas merupakan contoh dari….

a)

Terjemah

b)

Tafsir

c)

Takwil

d)

Tarjemah tafsiriyah

38.

Perhatikan firman Allah berikut!

     إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

“ Sesungguhnya telah Kami beri kepadamu nikmat yang banyak”. Contoh diatas termasuk dari….

a)

Tafsir

b)

Tafsir bir ro’yi

c)

Tarjemah tafsiriyah

d)

Terjemah harfiyah

39.

.  Perhatikan ayat-ayat berikut !

     e. أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيْلِ

b.  لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْم

c.وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهُ إِلَّا اللَّهُ

d. الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

e.لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ ءَايَاتٌ للِسَّائِلِيْن

Yang termasuk ayat-ayat Mutasyabihat adalah….

a)

(d)

b)

(c)

c)

(b)

d)

(a)

40.

Perhatikan definisi berikut !

     صَرْفُ اللَّفْظِ عَنِ الْمَعْنَى الرَّاجِحِ إِلَى الْمَعْنَى الْمَرْجُوْحِ لِدَلِيْلٍ يَقْتَرِنُ

Ungkapan di atas merupakan definisi dari….

a)

Takwil

b)

Terjemah

c)

Terjemah Tafsiriyah

d)

Tafsir Tahlili

41.

Perhatikan definisi berikut !

    وَبَيَانُ مَعَانِيْهِ وَاسْتِخْرَاجُ أَحْكَامِهِ وَحُكْمِهِ  عِلْمُ يُعْرَفُ بِهِ فَهْمُ كِتَابِ اللَّهِ الْمُنَزَّلُ عَلَى نَبِيّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Definisi diatas adalah definisi yang diberikan Az-Zarkasyi tentang ….

a)

Takwil

b)

Terjemah

c)

Tafsir

d)

Terjemah Tafsiriyah

42.

Perhatikan ayat berikut !

      لَهُمْ   وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيّنَ

Tugas Rasulullah SAW. pada kata yang bergaris bawah pada ayat di atas disebut dengan….

a)

Pemimpin Umat

b)

The Fisrt Enterpreter

c)

Pembawa Risalah

d)

Utusan Allah Swt..

43.

Perhatikan pernyataan berikut !

Para Sahabat ketika tidak mampu memahami makna lafadz dalam Al-Qur’an mereka bertanya kepada Rasulullah SAW. atau kepada Sahabat lain yang mempunyai kemampuan dalam hal tersebut. Hikmah yang bisa kita dapatkan dari pernyataan tersebut adalah….

a)

Disiplin dalam belajar untuk meraih cita-cita

b)

Rajin dan sungguh-sungguh dalam belajar

c)

Bertanya tentang ilmu Agama itu penting tanpa mengabaikan ilmu-ilmu lain.

d)

Tidak malu bertanya ketika ada persoalan yang kita tidak tahu jawabannya meskipun pada

44.

Perhatikan QS. Az-Zumar [39]:23 berikut ini !

اللَهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ    

Berdasarkan ayat tersebut semua ayat Qur’an bersifat Mutasyābih, yaitu….

a)

Serupa dalam keindahan dan ketepatan susunan redaksinya

b)

Samar-samar

c)

Sulit dipahami maksudnya

d)

Sama tapi tak serupa

45.

Perhatikan pernyataan berikut ini !

1) Ayat yang diketahui maksudnya, baik karena kejelasan redaksinya sendiri, maupun melalui ta’wīl       penafsiran.

2) Ayat yang tidak dapat menerima kecuali satu penafsiran.

3) Ayat yang tidak dapat dipahami kecuali mengaitkannya dengan penjelasan.

4) Ayat yang kandungannya tidak mungkin dibatalkan (Mansukh).

5) Ayat yang jelas maknanya dan tidak membutuhkan penjelasan dari luar dirinya, atau ayat yang tidak disentuh oleh sedikitpun kemusykilan.

6) Ayat yang mengandung banyak kemungkinan makna.

Yang termasuk dari perngertian ayat-ayat Muhkam adalah….

a)

1, 3, 4, 5

b)

2, 4, 5, 6

c)

1, 2, 4, 5

d)

2, 3, 5, 6

46.

Perhatikan QS. Ash-Shaffat [37]: 93 berikut ini !

فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِيْنِ    

Pada ayat di atas, kata yamin tidak jelas maksudnya, apakah dalam arti tangan kanan atau kuat sumpah. Hal ini menjadi alasan mengapa ayat tersebut termasuk kategori Mutasyābih. Pada aspek apakah kesamaran ayat tersebut….

a)

Kesamaran pada lafadz yang digunakan ayat

b)

Kesamaran pada ayatnya

c)

Kesamaran pada maknanya

d)

Kesamaran pada lafadz dan maknanya

47.

Perhatikan QS. Taha ayat 5 Allah berfirman:

      الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Pada ayat tersebut, makna lahir dari kata istiwa’ jelas diketahui oleh setiap orang. Akan tetapi, bagaimana cara istiwa’ di sini Allah tidak di ketahui. selanjutnya, mempertanyakannya untuk mengetahui maksud yang sebenarnya menurut syari’at dipandang bid’ah (mengada-ada). Pendapat ini dikemukakan oleh….

a)

Madzhab Mutaakhirin

b)

Madzhab Ta’wil

c)

Madzhab Khalaf

d)

Madzhab Mufawwidah

48.

Perhatikan QS. Fussilat [41]: 42 berikut ini !

لَايَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيْلٌ مِنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ    

Kandungan ayat diatas menunjukkan bahwa tidak ada satupun kebatilan dalam al-Qur’an, karena al-Qur’an merupakan wahyu Allah. Hal ini menjadi hikmah mengapa tidak semua ayat al-Qur’an berupa ayat Mutasyābih, tetapi sebaliknya mayoritas ayat al-Qur’an berupa ayat muhkam. Hal ini karena….

a)

Pembuktian bahwa tidak ada yang bisa menandingi kemukjizatan al-Qur’an

b)

Dorongan agar senantiasa taqlid dalam beriman kepada kitab Allah

c)

Penegasan kedudukan al-Qur’an sebagai penjelas dan petunjuk bagi umat manusia

d)

Keringanan agar al-Qur’an lebih mudah untuk dipahami

49.

Al-‘Am adalah suatu lafadz yang di dalamnya menunjukkan pengertian umum menurut makna yang sebenarnya, tidak dibatasi oleh jumlah dan tidak pula menunjukkan bilangan tertentu. Definisi di atas dikemukakan oleh….

a)

M. Khudori Beik

b)

Al Ghazali

c)

Subhi Shalih

d)

Ushuliyyin

50.

Perhatikan QS. At-Taubah [9]: 120 berikut ini !

مَاكَانَ لِأَهْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مَنَ الْأَعْرَابِ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنْ رَسُوْلِ اللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَنْ نَفْسِهِ....      

Sepintas dipahami bahwa ayat tersebut menunjukkan ayat umum, yaitu penduduk madinah dan orang-orang arab disekitarnya, termasuk orang-orang sakit dan lemah. Namun yang dikehendaki dari ayat tersebut bukanlah masyarakat pada umumnya, tetapi hanya masyarakat yang mampu saja yang diwajibkan. Oleh karena itu, dari segi penggunaanya, ayat di atas merupakan contoh kategori….

a)

Lafadz Khaṣ tetapi maksudnya ‘am (al-Khaṣ al-muradu bihi al-am)

b)

Lafadz ‘am tetapi maksudnya khusus (al-am al-muradu bihi al-khushush)

c)

Lafadz ‘am yang dikhusushkan (al-am al-makhshush)

d)

Lafadz Khaṣ yang tetap pada kekhususannya (al-baqiy ‘ala khususihi)