NEW
Font size
WorksheetsPAKET C. SOAL TAFSIR AM ALIYAH 2024
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Perhatikan potongan ayat berikut !
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ
Fungsi dhamir هُو pada ayat di atas adalah….
Untuk memuliakan
Untuk mencela
Untuk menunjukkan makna tunggal
Untuk meringkas bahasa
Untuk menyembunyikan nama seseorang
Qoshosh bentuk jamak dari kata qishshoh ( قصة) yang berarti….
Meringkas suatu pembicaraan
Mengulang kembali masa lalu
Cerita dalam Al-Qur’an
Kisah yang terjadi masa lalu
Kisah ghaib
Di antara makna-makna al-qishshah berikut ini, kecuali…
Al-Amr (urusan)
Al-Khabar (berita)
Al-Sya’an (perbuatan)
Al-Hal (keadaan)
Al-Bayan (keterangan)
Mashdar dari قَصَّ - يَقُصُّ adalah ....
قَصَاصًا
ِصَاصًا
قِصَّةً
َصَصٌ
قَاصّ
Di bawah ini merupakan pembagian qisah-qisah dalam Al-Qur’an dari beberapa segi, kecuali….
Segi waktu
Segi Materi
Segi Pelaku
Panjang pendeknya
Besar kecilnya
Qisah yang terjadi pada masa lalu termasuk dalam pembagian qisah-qisah Al-Qur’an ditinjau dari segi….
Waktu
Materi
Pelaku
Panjang pendeknya
Jenisnya
Qisah tentang perjalanan dakwah para rasul, mukjizat mereka, fase-fase dakwah mereka, penentang, serta pengikut mereka, termasuk pembagian qisah-qisah Al-Qur’an ditinjau dari segi….
Segi waktu
Segi Materi
Segi Pelaku
Panjang pendeknya
Besar kecilnya
Qisah tentang kesombongan Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan, termasuk pembagian qisah-qisah Al-Qur’an ditinjau dari segi….
Segi waktu
Segi Materi
Segi Pelaku
Panjang pendeknya
Jenisnya
Lafadz Al-Qur’an berasal dari kata qorona (قرن ( yang berarti mengumpulkan. Abu Musa Al-
Asy’ari mengatakan demikian karena….
Karena Al-Qur’an menjadi pemersatu umat manusi
Al-Qur’an menyatukan umat Islam dengan bahasanya
Karena ayat-ayat, surah-surah dan huruf-hurufnya terkumpul dalam mushaf yaitu Al- Qur’an
Karena Al-Qur’an mengumpulkan sesuatu atau hikmah yang berserakan
Al-Qur’an menyatukan manusia agar menjadikannya sebagai pedoman hidupnya
Imam Asy-Syafi’I mengatakan bahwa lafadz Al-Qur’an bukan dari isim musytaq, karena….
Nama itu khusus untuk Al-Qur’an
Untuk membedakan dengan kitab-kitab sebelumnya
Dari semula nama itu di lekatkan untuk Al-Qur’an kitab yang diturunkan kepada Rasulullah SAW
Rasulullah SAW. sangat mencintai umatnya
Agar mudah dikenali oleh umat Islam
Al-Lihyani mengatakan bahwa lafadz Al-Qur’an berasal dari isim Masdar yang bermakna isim
maf’ul. Hal tersebut dikarenakan bahwa….
Al-Qur’an adalah bacaan yang harus dibaca berulang-ulang oleh umat Islam
Kemuliaan umat Islam ada pada bagaimana mereka mengamalkan
Al-Qur’an satu-satunya kitab suci yang banyak dihafalkan dan dibaca oleh umat Islam.
Umat Islam harus membacanya
Membaca Al-Qur’an mendapat pahala
Menurut Al-Farra (w. 207 H) ,Kata Al-Qur’an berasal dari isim musytaq sewazan dengan fu’lan (فعلان) dari lafadz Qarain ( قَرَائِنٌ ) merupakan bentuk jamak dari kata Qarinah ( قَرِيْنَةٌ ) yang berarti….
Penerang
Hujjah
Indikator
Penyembuh
Alasan
Lafadz Al-Qur’an ( ٱلۡقُرۡءَانُ) diambil dari kata Al-Qar’u ( اَلْقَرْءُ ) artinya الْجَمْعُ(kumpulan). Sebab semua surah, ayat-ayat, hukum-hukum dan kisah-kisah dalam Al-Qur’an itu berkumpul menjadi satu dan juga karena Al-Qur’an mengumpulkan intisari semua kitab suci dan ilmu pengetahuan. Pendapat ini dikemukakan oleh….
Asy-Syafi’i
Al-Farra
Az-Zujaj
Al-Asya’ri
Al-Lihyany
“Sejak awal kata Al-Qur’an digunakan sebagai nama khusus bagi kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad SAW. sebagaimana halnya dengan nama-nama kitab suci sebelumnya. Lafadz ini selalu disertai dengan alif dan lam atau “al”. Lafadz ini bukan isim musytaq juga bukan isim mahmuz”. Pendapat ini dikemukakan oleh….
Al-Lihyany
Al-Farra
Az-Zujaj
Al-Asya’ri
Asy-Syafi’i
Al-Qur’an adalah kalimat-kalimat yang bijaksana, yang azali, tersusun dari huruf-huruf lafziyah, zihniyah dan ruhiyah. Pendapat ini dikemukakan oleh….
Ulama Ahli Hadis
Ahli Ilmu Kalam
Ahli Filsafat
Ulama Ushuliyyin
Ahli Tafsir
AlQur’an adalah kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. mulai dari surah Al-Fatihah dan diakhiri surah An-Nas. Pendapat ini dikemukakan oleh….
Ahli Filsafat
Ulama Ahli Hadis
Ulama Ushuliyyin
Ahli Ilmu Kalam
Ahli Tafsir
Berikut ini yang bukan merupakan perspektif definisi makkiyah dan madaniah adalah….
Obyek Pembicaraan (مخاطب النص)
Petunjuk Pembicaraan (دلالة النص )
Tema pembicaraan (موضوع النص)
Waktu turun (زمان النزول)
Tempat turun (مكان النزول)
Perhatikan teks berikut!
المكي : مانزل قبل الهجرة وإن كان بغير مكة . والمدنيُّ : مانزل بعد الهجرة وإن كان بغير مدينة
Definisi di smping adalah pengertian makkiyah dan madaniah dari perspektif….
Obyek Pembicaraan (مخاطب النص)
Petunjuk Pembicaraan (دلالة النص )
Waktu turun (زمان النزول)
Tempat turun (مكان النزول)
Tema pembicaraan (موضوع النص)
QS. Al-Maidah (5): 3 termasuk kategori madaniah kendatipun tidak diturunkan di madinah
karena ayat itu diturunkan pada peristiwa Haji wada’. Pernyataan tersebut sesuai dengan
definisi makkiyah dan madaniah dari perspektif….
Obyek Pembicaraan (مخاطب النص)
Waktu turun (زمان النزول)
Tempat turun (مكان النزول)
Tema pembicaraan (موضوع النص)
Petunjuk Pembicaraan (دلالة النص )
Perhatikan potongan riwayat dari Ibnu Abbas berikut ini!
....ونزل بالمدينة سورة الأنفال وبراءة والنور والأحزاب وسورة محمد والفتح والحجرات والحديد ومابعدها إلى التحريم.
هكذا أخرجه بطوله وإسناده جيد رجاله كلهم ثقات من علماء العربية المشهورين
Berdasarkan riwayat tersebut, Surat Al-Anfal, At-Taubah, An-Nur, dan Al-Ahzab adalah surat-
surat makkiyah. Metode apakah yang digunakan dalam menentukan makkiyah dan madaniah
seperti di atas?
Penalaran
Qiyasi Ijtihadi
Ijtihad
Sima’i Naqli
Analogi
Perhatikan QS. Ali Imran (3): 69-70 berikut ini !
وَدَّتْ طَائِفَةٌ منْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّوْنَكُمْ ومَا يُضِلُّوْنَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَايَشْعُرُوْنَ . يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ
بِأَيَأتِ اللَّهِ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُوْن
Ayat tersebut termasuk kategori madaniah karena kandungannya berupa dialog dengan ahli kitab.
Metode apakah yang digunakan dalam menentukan makkiyah dan madaniah seperti di atas ?
Bil Ma’tsur
Sima’i Naqli
Riwayat
Qiyasi Ijtihadi
Nash
Para Ulama’ merumuskan dua pedoman dasar dalam menentukan ayat-ayat makkiyah dan Madanaiyah, yaitu ….
Penuturan para sahabat dan ketetapan para Mujtahid
Penukilan Riwayat dan analogi persamaan
Asbabunnuzul dan latar belakang historis
Letak geografis dan waktu turunnya suatu ayat
Keadaan masyarakat dan obyek pembicaraan
Perhatikan ayat berikut ini !
بُونَ بِا الدِّيْنِ يَأَيُّهَا الْإنْسَأنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِ. الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَ لَكَ. فِيْ أَيِّ صُوْرَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ. كَلَّا بَلْ تُكَذِّ
Ayat di atas termasuk kategori Makkiyah karena….
Diawali dengan huruf tahajji
Bercerita tentang kisah Adam dan Iblis
Terdapat kalimat كَلَّا dan يَأَيَّهَا الْإنْسَانُ
Bercerita tentang umat-umat terdahulu
Terdapat ayat sajadah
Perhatikan ayat berikut ini !
ألمْ تَرَ كيْفَ فعلَ ربُّكَ بِعَاد. إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ.التي لمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي البلاد.وثمود الَّذين جابوا الصخرَبالواد
Ayat di atas termasuk kategori Makkiyah karena….
Bercerita tentang umat-umat terdahulu
Terdapat ayat sajadah
Diawali dengan huruf tahajji
Terdapat kalimat dan
Bercerita tentang kisah Adam dan Iblis
Menurut Ibnul Arabi, letak perbedaan kata halafa ( ( حَلَفَ dan aqsāma ( أَقْسَمَ ) terletak pada….
Muqsam bihi yang digunakan
Qasam yang dilarang
Muqsam alaihi
Bentuk kata dasarnya
Berikut ini definisi qasam menurut Manna’ al-Qaththān: هُوَ رَبْطُ النَّفْسِ بِا الْإمتنَاعِ عَنْ شَيْئٍ أَو الْإِقْدَامِ عَلَيْهِ , بِمَعْنَى مُعَظَمِ عِنْدَ الْحَالِفِ حَقِيْقَةً أَوْ إِعْتِقَادً. وَيُجْمَعُ عَلَى ( أَقْسَامٍ)
Konsekuensi dari penggunaan qasam berdasarkan definisi di atas adalah….
Qasam harus menggunakan kata yang berarti sumpah
Muqsim boleh menggunakan nama selain nama Allah
Muqsim harus meyakini kebenaran berita yang disampaikan
Muqsim dilarang menggunakan nama selain nama Allah
Perhatikan hadis Rasulullah Saw. berikut ini !
أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ الَّلهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ ( رَوَاهُ التِّرْمِذِي )
Hadis tersebut menjelaskan tentang….
Larangan menggunakan muqsam bihi selain nama Allah
. Larangan menggunakan muqsam alaihi selain nama Allah
Larangan bersumpah bagi manusia
Larangan bersumpah dengan menyebut nama berhala
Di antara alasan sighat qasam tidak disebutkan dalam qasam adalah…
Qasam sering digunakan
Karena untuk meringkas kalimat
Jika muqsam alaihi berupa berita ghaib
Karena muqsam bihi telah diketahui
Berita yang menjadi sasaran qasam dengan tujuan untuk menguatkan kebenarannya sehingga dapat dipercayaatau diterima oleh orang yang mendengarnya disebut dengan….
Muqsim
Muqsim fihi
Muqsim alaih
Adat qasam
Perhatikan contoh qasam berikut ini ! وَ تَاللَّهِ لَأَكِيْنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِيْن
Setiap qasam memiliki jawab qasam yang pada ayat di atas ditunjukkan oleh kalimat…
لَأَكِيْدَنَّ أَصْنَامَكُمْ
أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا
بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِيْن
أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِيْن
Di bawah ini yang termasuk kategori metode tafsir taḥlīlī, kecuali....
Arti kosa kata
Membahas mengenai asbabun nuzul
Penjelasan mengenai arti ijmālī ayat
Melihat ayat dari seluruh seginya
Perhatikan pernyataan di bawah ini !
1. Mudah mengetahui relevansi/munāsabah antara suatu surat atau ayat dengan surat atau ayat lainnya.
2. Kemungkinan untuk mengetahui satu permasalahan secara lebih mendalam dan lebih terbuka.
3. Mengandung banyak aspek pengetahuan, meliputi hukum, sejarah, sains, dan lainlain
4. Dapat mengetahui dengan mudah tafsir suatu surat atau ayat, karena susunan tertib ayat atau surat
mengikuti susunan sebagaimana terdapat dalam mushaf.
5. Studi terhadap ayat-ayat terkumpul dalam satu topik tertentu juga merupakan jalan terbaik dalam merasakan faṣaḥah dan balaghah al-Qur`an.
Yang merupakan kelebihan tafsir taḥlīlī adalah….
1, 3, dan 5
3, 4, dan 5
1, 3, dan 4
2, 3, dan 4
Di bawah ini yang termasuk kategori metode tafsir tahlili, kecuali....
Korelasi antar ayat
Penjelasan mengenai arti ijmali ayat
Melihat ayat dari seluruh seginya.
Membahas mengenai asbabun nuzul
Pengertian tafsir muqaran adalah ....
Cara menafsirkan al-Qur`an dengan mengurai dan menganalisa ayat-ayat al-Qur`an secara berurutan,
sesuai tertib mushaf dengan membahas segala makna dan aspek yang terkandung di dalamnya
Upaya membandingkan ayat-ayat al-Qur`an antara sebagian dengan sebagian lainnya.
Menjelaskan ayat-ayat al-Qur`an secara ringkas. Sistematika penulisannya menuruti susunan ayat- ayat di dalam muṣḥaf.
Menghimpun ayat-ayat al-Qur`an yang mempunyai maksud yang sama, dalam arti, sama-sama membicarakan satu topik masalah dan menyusunnya berdasar kronologi serta sebab turunnya ayat-ayat tersebut
Perhatikan firman Allah berikut, QS: Al-Fatihah[1] : 6-7
إِهْدِنَا الصّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالّيْن
Ayat di atas merupakan contoh dari….
Terjemah
Tafsir
Takwil
Tarjemah tafsiriyah
Perhatikan firman Allah berikut!
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
“ Sesungguhnya telah Kami beri kepadamu nikmat yang banyak”. Contoh diatas termasuk dari….
Tafsir
Tafsir bir ro’yi
Tarjemah tafsiriyah
Terjemah harfiyah
. Perhatikan ayat-ayat berikut !
e. أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيْلِ
b. لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْم
c.وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهُ إِلَّا اللَّهُ
d. الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
e.لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ ءَايَاتٌ للِسَّائِلِيْن
Yang termasuk ayat-ayat Mutasyabihat adalah….
(d)
(c)
(b)
(a)
Perhatikan definisi berikut !
صَرْفُ اللَّفْظِ عَنِ الْمَعْنَى الرَّاجِحِ إِلَى الْمَعْنَى الْمَرْجُوْحِ لِدَلِيْلٍ يَقْتَرِنُ
Ungkapan di atas merupakan definisi dari….
Takwil
Terjemah
Terjemah Tafsiriyah
Tafsir Tahlili
Perhatikan definisi berikut !
وَبَيَانُ مَعَانِيْهِ وَاسْتِخْرَاجُ أَحْكَامِهِ وَحُكْمِهِ عِلْمُ يُعْرَفُ بِهِ فَهْمُ كِتَابِ اللَّهِ الْمُنَزَّلُ عَلَى نَبِيّهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Definisi diatas adalah definisi yang diberikan Az-Zarkasyi tentang ….
Takwil
Terjemah
Tafsir
Terjemah Tafsiriyah
Perhatikan ayat berikut !
لَهُمْ وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيّنَ
Tugas Rasulullah SAW. pada kata yang bergaris bawah pada ayat di atas disebut dengan….
Pemimpin Umat
The Fisrt Enterpreter
Pembawa Risalah
Utusan Allah Swt..
Perhatikan pernyataan berikut !
Para Sahabat ketika tidak mampu memahami makna lafadz dalam Al-Qur’an mereka bertanya kepada Rasulullah SAW. atau kepada Sahabat lain yang mempunyai kemampuan dalam hal tersebut. Hikmah yang bisa kita dapatkan dari pernyataan tersebut adalah….
Disiplin dalam belajar untuk meraih cita-cita
Rajin dan sungguh-sungguh dalam belajar
Bertanya tentang ilmu Agama itu penting tanpa mengabaikan ilmu-ilmu lain.
Tidak malu bertanya ketika ada persoalan yang kita tidak tahu jawabannya meskipun pada
Perhatikan QS. Az-Zumar [39]:23 berikut ini !
اللَهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيْثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُوْدُ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ
Berdasarkan ayat tersebut semua ayat Qur’an bersifat Mutasyābih, yaitu….
Serupa dalam keindahan dan ketepatan susunan redaksinya
Samar-samar
Sulit dipahami maksudnya
Sama tapi tak serupa
Perhatikan pernyataan berikut ini !
1) Ayat yang diketahui maksudnya, baik karena kejelasan redaksinya sendiri, maupun melalui ta’wīl penafsiran.
2) Ayat yang tidak dapat menerima kecuali satu penafsiran.
3) Ayat yang tidak dapat dipahami kecuali mengaitkannya dengan penjelasan.
4) Ayat yang kandungannya tidak mungkin dibatalkan (Mansukh).
5) Ayat yang jelas maknanya dan tidak membutuhkan penjelasan dari luar dirinya, atau ayat yang tidak disentuh oleh sedikitpun kemusykilan.
6) Ayat yang mengandung banyak kemungkinan makna.
Yang termasuk dari perngertian ayat-ayat Muhkam adalah….
1, 3, 4, 5
2, 4, 5, 6
1, 2, 4, 5
2, 3, 5, 6
Perhatikan QS. Ash-Shaffat [37]: 93 berikut ini !
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِيْنِ
Pada ayat di atas, kata yamin tidak jelas maksudnya, apakah dalam arti tangan kanan atau kuat sumpah. Hal ini menjadi alasan mengapa ayat tersebut termasuk kategori Mutasyābih. Pada aspek apakah kesamaran ayat tersebut….
Kesamaran pada lafadz yang digunakan ayat
Kesamaran pada ayatnya
Kesamaran pada maknanya
Kesamaran pada lafadz dan maknanya
Perhatikan QS. Taha ayat 5 Allah berfirman:
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
Pada ayat tersebut, makna lahir dari kata istiwa’ jelas diketahui oleh setiap orang. Akan tetapi, bagaimana cara istiwa’ di sini Allah tidak di ketahui. selanjutnya, mempertanyakannya untuk mengetahui maksud yang sebenarnya menurut syari’at dipandang bid’ah (mengada-ada). Pendapat ini dikemukakan oleh….
Madzhab Mutaakhirin
Madzhab Ta’wil
Madzhab Khalaf
Madzhab Mufawwidah
Perhatikan QS. Fussilat [41]: 42 berikut ini !
لَايَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيْلٌ مِنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ
Kandungan ayat diatas menunjukkan bahwa tidak ada satupun kebatilan dalam al-Qur’an, karena al-Qur’an merupakan wahyu Allah. Hal ini menjadi hikmah mengapa tidak semua ayat al-Qur’an berupa ayat Mutasyābih, tetapi sebaliknya mayoritas ayat al-Qur’an berupa ayat muhkam. Hal ini karena….
Pembuktian bahwa tidak ada yang bisa menandingi kemukjizatan al-Qur’an
Dorongan agar senantiasa taqlid dalam beriman kepada kitab Allah
Penegasan kedudukan al-Qur’an sebagai penjelas dan petunjuk bagi umat manusia
Keringanan agar al-Qur’an lebih mudah untuk dipahami
Al-‘Am adalah suatu lafadz yang di dalamnya menunjukkan pengertian umum menurut makna yang sebenarnya, tidak dibatasi oleh jumlah dan tidak pula menunjukkan bilangan tertentu. Definisi di atas dikemukakan oleh….
M. Khudori Beik
Al Ghazali
Subhi Shalih
Ushuliyyin
Perhatikan QS. At-Taubah [9]: 120 berikut ini !
مَاكَانَ لِأَهْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مَنَ الْأَعْرَابِ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنْ رَسُوْلِ اللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَنْ نَفْسِهِ....
Sepintas dipahami bahwa ayat tersebut menunjukkan ayat umum, yaitu penduduk madinah dan orang-orang arab disekitarnya, termasuk orang-orang sakit dan lemah. Namun yang dikehendaki dari ayat tersebut bukanlah masyarakat pada umumnya, tetapi hanya masyarakat yang mampu saja yang diwajibkan. Oleh karena itu, dari segi penggunaanya, ayat di atas merupakan contoh kategori….
Lafadz Khaṣ tetapi maksudnya ‘am (al-Khaṣ al-muradu bihi al-am)
Lafadz ‘am tetapi maksudnya khusus (al-am al-muradu bihi al-khushush)
Lafadz ‘am yang dikhusushkan (al-am al-makhshush)
Lafadz Khaṣ yang tetap pada kekhususannya (al-baqiy ‘ala khususihi)
