WorksheetsObject Pengawasan K3 Kebakaran
Total questions: 41
Worksheet time: 19mins
Langkah-langkah pembuatan JSA ( Job Safety Analysis ), adalah?
Proses pekerjaan
Uraian tahapan pekerjaan, identifikasi potensi bahaya, tetapkan tindakan untuk pengendalian
Eliminasi
Memakai APD
Kep. MenakerKep. No. 186/Men/1999 mengatur untuk :
Unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja
Pemadam api ringan (APAR)
K3 untuk Listrik
SMK3
Menurut Kepmenaker 186/Men/1999, Tentang Klasifikasi Kebakaran, tingkat resiko dibagi menjadi :
Kebakaran ringan, kebakaran sedang, kebakaran berat
Kebakaran Cair, Kebakaran bahan padat, kebakaran listrik
Kebakaran ringan, kebakaran sedang I, II dan III dan kebakaran berat
Semua Jawaban BENAR
Unit penanggulangan kebakaran sesuai bab. II , pasal 5,Kepmen 186/Men/1999, adalah?
Petugas peran kebakaran
Regu penanggulangan kebakaran
Koordinator unit penanggulangan kebakaran dan ahli K3 kebakaran
Semua Jawaban BENAR
Petugas peran kebakaran menurut kepmen 186/Men/1999 berjumlah :
Setiap 100 pekerja harus ada 2 petugas
Setiap 25 pekerja harus ada 2 petugas
Setiap 300 pekerja harus ada 1 petugas
Setiap 100 orang harus ada 1 petugas
Tanggungjawab petugas peran kebakaran menurut Kepmen 186/Men/1999, adalah?
Melaporkan kondisi bahaya kebakaran, pemadaman api awal, pemandu evakuasi
Melakukan patrol rutin
Memeriksa dan menguji sarana proteksi kebakaran
Memimpin operasi penanggulangan kebakaran
Komponen terjadinya api ?
Bahan bakar, oksigen, panas
Bahan bakar, Co2, panas
Bahan bakar, kayu, panas
Semua jawaban BENAR
Kebakaran yang media terbakarnya adalah bensin, solar, LPG adalah kebakaran Klas ?
Klas A
Klas B
Klas C
Klas D
Metode pemadaman kebakaran caranya adalah?
Cooling dan smothering
Cooling, Smothering, starvation, breaking chain reaction
Pakai apar dan hidran
Semua Jawaban BENAR
Kebakaran klas C, dipadamkan APAR dengan jenis media :
Air
Foam
CO2 dan Clean Agent
Foam dan Powder
Apa yang dimaksud dengan kebakaran....
Api yang tidak terkendali
Api awal yang tidak dikehendaki
Api yang tidak dikehendaki & tidak terkendali yang dapat merugikan harta, benda serta nyawa
Api besar yang membakar suatu benda dan tidak terkendali
APAR adalah....
Alat Pemadam Api Ringan
Alat Pemadam Api yang digunakan pada api awal
Alat Pemadam Api yang beratnya 0,5 Kg s/d 16 Kg, mudah dibawa dan digunakan pada api awal
Alat Pemadam Api yang yang mudah dibawa
Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang APAR..
Permen 186/Men/1980
UU No. 01/tahun 1970
PP 50 / tahun 2002
Permen No. 04/Men/1980
Teknik pemadaman Smoothering adalah...
Mendinginkan bahan yang terbakar
Memutus rantai reaksi
Menghentikan laju aliran bahan bakar
Memisahkan salah satu dari ketiga unsur terjadinya api (oksigen)
Penempatan ketinggian Apar sesuai ketentuan Permen No. 04/Men/1980 dengan jarak..
120 CM
125 CM
145 CM
150 CM
Prosedur pemakaian APAR....
Jinjing APAR - Tekan handle valve - Arahkan selang ke titik Api.
Tekan handle valve - Arahkan selang - Sapukan ke titik api
Arahkan selang - Tekan Handle valve - Sapukan ke titik api
Tarik PIN segel - Tes tekanan - Arahkan selang - Tekan handle valve - Sapukan ke titik api
Pemadaman api dengan APAR efektif dilakukan pada periode :
Surut
Flash Over
Pertumbuhan
Awal penyalaan hingga sebelum masa flash over
Dibawah ini tidak termasuk sarana proteksi kebakaran aktif, kecuali :
Hydrant
Detector
Sprinkler
Kompertemen
Petugas peran kebakaran sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.186/Men/1999 adalah :
Petugas fungsional dalam manajeman kebakaran selain dari tugas pokoknya
Petugas struktural dalam P2K3
Petugas fungsional Khusus dalam unit Safety officer
Melakukan identitifikasi sumber-sumber bahaya kebakaran
Hal-hal Yang Harus Dilakukan Saat Prosedur Evakuasi Kebakaran...
Boleh menggunakan lift
Tidak perlu melepas sepatu berhak tinggi
Boleh berbalik arah
Merayap atau merangkak untuk menghindari asap
Jarak waktu pengecekan rutin paling lama alat pemadam api ringan adalah :
1 tahun sekali
8 bulan sekali
6 bulan sekali
5 tahun sekali
Pengujian hydrostatic terhadap alat pemadam api ringan adalah setiap :
3 tahun
7 tahun
10 tahun
5 tahun
Berikut ini adalah contoh system proteksi kebakaran aktif, kecuali :
Fire alarm
Fire damper
Fire Extinguisher
Fire springkler
Bagian peralatan dari system instalasi hydrant yang terletak di luar bangunan dan digunakan untuk memasukan supply air dari mobil pemadam kebakaran disebut :
.Hydrant pilar
Siamese Connection
Hydrant halaman
Nozzle
Bagian dari system fire alarm yang bekerja dengan mendeteksi suhu panas adalah
Heat Detector
Smoke Detector
Flame Detector
Detector infra merah
Ketika terdengar bunyi alarm dan perintah persiapan evakuasi, langkah pertama yang anda lakukan saat anda sedang bekerja adalah :
Menghentikan pekerjaan, mematikan peralatan dan menunggu perintah lebih lanjut.
Teriak-teriak
Menelpon bantuan
Tetap melanjutkan pekerjaan sampai disuruh evakuasi
Petunjuk penggunaan Alat Pemadam Api diantaranya adalah, kecuali :
Searah arah angin
Dari api terdekat
Dipakai bersama-sama
Disapukan
Apa sajakah yang harus diperhatikan dalam penggunaan APAR?
Jenis APAR, cara buka PIN, besarnya api.
Jarak penyemprotan, arah angin, lidah api.
Berat APAR, Jenis APAR dan cara buka PIN.
Arah angin, jarak dengan sumber api, cara buka PIN, membelakangi pintu keluar dan jenis APAR.
Sebutkan perlengkapan hydrant outdoor yang harus disiapkan dalam pemadaman!
Selang hydrant 1.5 inc, nozzle 1.5, kunci pilar hydrant.
Nozzle ukuran 1.5 inc, kunci pilar hydrant.selang hydrant.
Selang hydrant ukuran 2.5 inc, nozzle ukuran 1.5 inc.
Selang hydrant 2.5 inc, nozzle 2.5 inc, kunci pilar hydrant.
Instalasi Fire alarm dapat berupa
Smoke detektor
Heat detektor
Alarm/bel
Semua benar
Pompa hydran terdiri dari
Jocky fire pump
Elektrik pump
Diesel pump
Jocky pump, elektric pump fire pump dan diesel fire pump
Untuk Hunian tingkat resiko kebakaran ringan standar pemasangan hydran adalah
luas 1000 – 2000 m2 di pasang 2 titik hydran tambah 1 titik tiap 1000 m2.
Luas 800 – 1600 m2 di pasang 2 titik hydran, tambah 1 titik tiap 800 m2
Luas 600 – 1200 m2 di pasang 2 titik hydran di tambah 1 titik tiap 600 m2
Luas 1000 – 2000 m2 di pasang 2 titik
Kewajiban mencegah, megurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja meliputi : (Kecuali)
Pengendalian untuk satu bentuk energi
Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi
Pengendalian penyebaran asap, panas dan gas
Pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja
Buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran, memuat antara lain
Informasi tentang sumber potensi bahaya kebakaran dan cara pencegahannya
Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran ringan
3. Penggunaan media pemadam Halon Total Flooding System dibatasi penggunaannya di Indonesia, disebabkan:
a. Kualitas pemadam buruk
b. Harga satuan mahal
c. Merusak lingkungan (lapisan ozon)
d. Jawaban a, b, dan c benar
Suatu tahap pengembangan api pada ruangan tertutup dimana pada saat itu kecepatan penjalaran api meningkat sedemikian rupa hingga seluruh ruangan menyala hebat dengan serentak yang melibatkan semua benda yang berada didalam ruangan terbakar adalah definisi dari...
a. Flash Over
b. Backdraft
c. Ledakan
d. Smothering
Kebakaran kelas C disebabkan oleh penggunaan..
Kayu, kain, kertas, atau plastik.
Bensin, cat, thinner, gas LPG, dan gas LNG.
Potassium, sodium, aluminium, dan magnesium.
Televisi, refrigerator, instalasi listrik, dll
