wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Literasi, Senin 04 Maret 2024

Total questions: 6

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Matahari bersinar terik di Lampung. Sinarnya terhalang rimbunnya pepohonan, sehingga hanya menyisakan berkas tipis. Burung-burung berkicau seolah sedang menyanyikan lagu untuk alam. Bunyi riak jernih sungai beradu dengan batu kali berpadu dengan sahutan dari beberapa penghuni hutan yang lainnya. Ya, inilah tempat tinggal Bora, si anak gajah Lampung yang sekarang tengah asyik bermain bersama teman-temannya di sebuah sungai.

Dimana latar tempat penggalan cerpen tersebut?

a)

Lampung

b)

Hutan

c)

Sungai

2.

Bora sampai di dekat sarangnya berada dengan napas terengah. Ia langsung membelalakkan mata begitu melihat sosok ibunya sedang bersusah payah keluar dari sarang. Api sudah menjalar di setiap pohon di dekat sarangnya itu.

“Ibu!” teriak Bora sekuat tenaga.

“Sedang apa kamu?! Cepat pergi dari sini!” teriak ibu Bora sambil menggerakkan belalainya, menyuruh Bora menjauh dari tempat ini.

“Tidak! Aku tidak mau!” balas Bora keras kepala. Kenapa ibunya masih bisa berkata seperti itu? Padahal jelas-jelas ia dalam keadaan terjebak api?

Latar suasana dari penggalan cerpen tersebut adalah?

a)

Menegangkan

b)

Menyedihkan

c)

Menakutkan

3.

Kumis Si Monyet Nakal

Kumis adalah seekor monyet yang hidup sebatang kara. Kehidupannya sangat menyedihkan, tetapi hal ini disebabkan oleh kelakukan si Kumis sendiri.

Kumis selalu mengganggu teman-temannya dengan cara merebut makanan, melempari batu, dan kelakuan buruk lainnya.

Setiap kali Kumis lewat untuk mencari makanan, binatang lain selalu membicarakannya.

Kumis menyadarinya, namun tetap mengabaikan semua binatang tersebut. Sampai suatu hari, Kumis mendapatkan musibah yang benar-benar menyadarkannya.

Kumis sangat suka pisang, ia menemukan pisang yang baru saja matang dan ukurannya besar. Kumis mengambil pisang itu dan berlari ke rumah.

Namun di tengah jalan, monyet lain merebut pisang itu. Kumis sangat kesal dan mengejar monyet tersebut. Tetapi, ternyata pisang itu sudah habis dimakan monyet yang merebutnya.

Kumis marah sambil menangis. Kumis berkata bahwa perbuatan merebut pisang monyet lain sangat tidak terpuji.

Namun monyet itu berkata kalau Kumis sering merebut makanan orang lain sehingga monyet itu berpikir tidak apa-apa melakukan hal sama.

Kumis akhirnya menyadari perbuatan jahatnya, Ia meminta maaf kepada binatang lain dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Bagaimana watak dari tooh utama dalam cerpen tersebut?

a)

Suka Menolong

b)

Suka Mencuri

c)

Suka marah-marah

4.

Kumis Si Monyet Nakal

Kumis adalah seekor monyet yang hidup sebatang kara. Kehidupannya sangat menyedihkan, tetapi hal ini disebabkan oleh kelakukan si Kumis sendiri.

Kumis selalu mengganggu teman-temannya dengan cara merebut makanan, melempari batu, dan kelakuan buruk lainnya.

Setiap kali Kumis lewat untuk mencari makanan, binatang lain selalu membicarakannya.

Kumis menyadarinya, namun tetap mengabaikan semua binatang tersebut. Sampai suatu hari, Kumis mendapatkan musibah yang benar-benar menyadarkannya.

Kumis sangat suka pisang, ia menemukan pisang yang baru saja matang dan ukurannya besar. Kumis mengambil pisang itu dan berlari ke rumah.

Namun di tengah jalan, monyet lain merebut pisang itu. Kumis sangat kesal dan mengejar monyet tersebut. Tetapi, ternyata pisang itu sudah habis dimakan monyet yang merebutnya.

Kumis marah sambil menangis. Kumis berkata bahwa perbuatan merebut pisang monyet lain sangat tidak terpuji.

Namun monyet itu berkata kalau Kumis sering merebut makanan orang lain sehingga monyet itu berpikir tidak apa-apa melakukan hal sama.

Kumis akhirnya menyadari perbuatan jahatnya, Ia meminta maaf kepada binatang lain dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Apa pesan moral yang terkandung dalam cerpen tersebut?

a)

Selalu berbuat baik agar diperlakukan baik oleh orang lain

b)

Jangan berbuat jahat kepada orang lain, agar tidak diperlakukan jahat oleh orang lain

c)

Apa yang kamu tanam itu yang akan kamu petik

5.

Kumis Si Monyet Nakal

Kumis adalah seekor monyet yang hidup sebatang kara. Kehidupannya sangat menyedihkan, tetapi hal ini disebabkan oleh kelakukan si Kumis sendiri.

Kumis selalu mengganggu teman-temannya dengan cara merebut makanan, melempari batu, dan kelakuan buruk lainnya.

Setiap kali Kumis lewat untuk mencari makanan, binatang lain selalu membicarakannya.

Kumis menyadarinya, namun tetap mengabaikan semua binatang tersebut. Sampai suatu hari, Kumis mendapatkan musibah yang benar-benar menyadarkannya.

Kumis sangat suka pisang, ia menemukan pisang yang baru saja matang dan ukurannya besar. Kumis mengambil pisang itu dan berlari ke rumah.

Namun di tengah jalan, monyet lain merebut pisang itu. Kumis sangat kesal dan mengejar monyet tersebut. Tetapi, ternyata pisang itu sudah habis dimakan monyet yang merebutnya.

Kumis marah sambil menangis. Kumis berkata bahwa perbuatan merebut pisang monyet lain sangat tidak terpuji.

Namun monyet itu berkata kalau Kumis sering merebut makanan orang lain sehingga monyet itu berpikir tidak apa-apa melakukan hal sama.

Kumis akhirnya menyadari perbuatan jahatnya, Ia meminta maaf kepada binatang lain dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Kenapa monyet lain merebut makanan milik kumis?

a)

Karena Kumis mencuri makanan miliknya

b)

Karena dia sedang lapar

c)

Karena Kumis suka Mencuri dan merebut makanan binatang lain

6.

Kumis Si Monyet Nakal

Kumis adalah seekor monyet yang hidup sebatang kara. Kehidupannya sangat menyedihkan, tetapi hal ini disebabkan oleh kelakukan si Kumis sendiri.

Kumis selalu mengganggu teman-temannya dengan cara merebut makanan, melempari batu, dan kelakuan buruk lainnya.

Setiap kali Kumis lewat untuk mencari makanan, binatang lain selalu membicarakannya.

Kumis menyadarinya, namun tetap mengabaikan semua binatang tersebut. Sampai suatu hari, Kumis mendapatkan musibah yang benar-benar menyadarkannya.

Kumis sangat suka pisang, ia menemukan pisang yang baru saja matang dan ukurannya besar. Kumis mengambil pisang itu dan berlari ke rumah.

Namun di tengah jalan, monyet lain merebut pisang itu. Kumis sangat kesal dan mengejar monyet tersebut. Tetapi, ternyata pisang itu sudah habis dimakan monyet yang merebutnya.

Kumis marah sambil menangis. Kumis berkata bahwa perbuatan merebut pisang monyet lain sangat tidak terpuji.

Namun monyet itu berkata kalau Kumis sering merebut makanan orang lain sehingga monyet itu berpikir tidak apa-apa melakukan hal sama.

Kumis akhirnya menyadari perbuatan jahatnya, Ia meminta maaf kepada binatang lain dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Dimana latar tempat cerpen tersebut?

a)

Hutan

b)

Rumah Kumis

c)

Jalan Hutan