WorksheetsUTS Ekonomi KELAS X
Total questions: 20
Worksheet time: 34mins
Menurut Prof. P.A. Samuelson, seorang ahli ekonomi mengemukakan, “Ilmu Ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang-orang dan masyarakat membuat pilihan, dengan cara atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa serta mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi sekarang dan di masa mendatang, kepada berbagai orang dan golongan masyarakat. Ilmu ekonomi menganalisis biaya dan keuntungan serta memperbaiki corak penggunaan sumber daya-sumber daya.” Berdasarkan definisi ilmu ekonomi di atas, dapat disimpulkan bahwa prinsip dasar yang melahirkan ekonomi adalah:
Kelangkaan dan pilihan
Kemakmuran dan kelangkaan
Kelangkaan dan skala prioritas
Kemakmuran dan pilihan
Skala prioritas dan kemakmuran
Ilmu yang mempelajari aktivitas-aktivitas perekonomian yang bersifat bagian kecil, yang memusatkan perhatiannya pada masalah bagaimana konsumen akan mengalokasikan pendapatannya yang terbatas terhadap berbagai macam barang dan jasa yang dibutuhkan, untuk memperoleh kepuasan maksimum.
Disebut
Ilmu Ekonomi Umum
Ilmu Ekonomi Mikro
Ilmu Ekonomi Makro
Ilmu Ekonomi Terapan
Ilmu Ekonomi Keuangan
Ruang lingkup yang dipelajari dalam ilmu ekonomi mikro meliputi hal-hal berikut ini.
Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga pasar. Elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Teori perilaku konsumen. Teori produksi, biaya produksi, penerimaan produsen, dan laba. Pasar persaingan sempurna. Pasar monopoli. Pasar oligopoli. Penghitungan pendapatan nasional. Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian dua sektor.
Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga pasar. Elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Teori perilaku konsumen. Teori produksi, biaya produksi, penerimaan produsen, dan laba. Pasar persaingan sempurna. Pasar monopoli. Pasar oligopoli. Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor. Kebijakan fiskal dan sistem perpajakan
Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga pasar. Elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Teori perilaku konsumen. Teori produksi, biaya produksi, penerimaan produsen, dan laba. Pasar persaingan sempurna. Pasar monopoli. Pasar oligopoli. Pasar persaingan monopolistik. Permintaan akan input. Mekanisme harga dan distribusi pendapatan.
Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga pasar. Elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Teori perilaku konsumen. Teori produksi, biaya produksi, penerimaan produsen, dan laba. Pasar persaingan sempurna. Pasar monopoli. Pasar oligopoli. . Uang bank, dan penciptaan uang. Kebijakan moneter dan uang yang beredar. Pasar uang dan pasar tenaga kerja. Teori inflasi.
Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga pasar. Elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran. Teori perilaku konsumen. Teori produksi, biaya produksi, penerimaan produsen, dan laba. Pasar persaingan sempurna. Pasar monopoli. Pasar oligopoli. Perdagangan luar negeri, nilai valuta asing, dan neraca pembayaran.Perdagangan luar negeri dan tingkat keseimbangan pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.
Teori ekonomi makro bertitik tolak pada teori yang dkemukakan oleh ahli ekonomi Inggris yang bernama John Maynard Keynes, dalam bukunya yang berjudul
The law of diminishing returns 1901
Capitalism, Sosialism, and Demo-cracy tahun 1942.
The General Theory of Employment, Interest, and Money pada tahun 1936,
Principles of Political Economy tahun 1848
An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations tahun 1776
Ruang lingkup ekonomi mikro dan makro di antaranya:
1. pendapatan nasional,
2. perekonomian dua sektor dan tiga sektor,
3. kebijakan fiskal dan moneter,
4. Permintaan, penawaran, dan keseimbangan harga pasar
5. Elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran.
6. inflasi dan cara mengatasi,
7. perdagangan internasional dan neraca pembayaran,
8. pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi
Ruang lingkup ekonomi Makro adalah
1, 2, 3, 4, 5, 6
1, 3, 5, 6, 7, 8
1, 2, 4, 5, 6, 8
1, 3, 5, 6, 7, 8
1, 2, 3, 6, 7, 8
Tujuan utama kebijakan ekonomi makro adalah
Tingkat kesempatan kerja yang tinggi, peningkatan kualitas produksi nasional, pendapatan nasional yang tinggi, keadaan perekonomian yang stabil, neraca pembayaran yang seimbang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang rendah.
Tingkat kesempatan kerja yang rendah, peningkatan kualitas produksi nasional, pendapatan nasional yang rendah, keadaan perekonomian yang stabil, neraca pembayaran yang seimbang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang rendah
Tingkat kesempatan kerja yang tinggi, penurunan kualitas produksi nasional, pendapatan nasional yang tinggi, keadaan perekonomian yang stabil, neraca pembayaran yang seimbang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang rendah
Tingkat kesempatan kerja yang tinggi, peningkatan kualitas produksi nasional, pendapatan nasional yang rendah, keadaan perekonomian yang stabil, neraca pembayaran yang seimbang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang tinggi
Tingkat kesempatan kerja yang rendah, penurunan kualitas produksi nasional, pendapatan nasional yang rendah, keadaan perekonomian yang stabil, neraca pembayaran yang defisit, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang tinggi
Manfaat Mempelajari Pendapatan Nasional dan peranan mempelajari Pendapatan Nasional :
1. Mengetahui struktur ekonomi suatu negara
2. Mengetahui kemajuan perekonomian
3. Barometer kondisi ekonomi
4. Membandingkan perekonomian antarnegara
5. Pedoman kebijakan dan administrasi perusahaan
6. Sebagai pedoman pemerintah untuk mengambil kebijakan
7. Pedoman pelaksanaan pembangunan
Yang merupakan manfaat Pendapatan Nasional ditunjukan oleh
1, 2, 3, 4, 5
1, 2, 4, 6, 7
1, 3, 5, 6, 7
2, 3, 4, 5, 6
3, 4, 5, 6, 7
Pendapatan nasional dapat dihitung sesuai data yang terkumpul dari fakta yang ada di masyarakat. Penghitungan pendapatan nasional harus dilakukan secara cermat dan akurat karena sangat penting artinya bagi masyarakat. Ada tiga metode/pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional, yaitu
Pendekatan produksi, konsumsi, dan pengeluaran
Pendekatan produksi, pendapatan, dan distribusi
Pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran
Pendekatan distribusi, pendapatan, dan pengeluaran
Pendekatan produksi, konsumsi, dan distribusi
Perhatikan Soal pada gambar berikut :
Rp. 116.000,-
Rp. 106.000,-
Rp. 96.000,-
Rp. 86.000,-
Rp. 76. 000,-
Kurva yang menggambarkan hubungan antara distribusi jumlah penduduk dengan distribusi pendapatan atau untuk mengetahui tingkat pemerataan distribusi pendapatan suatu negara dapat diketahui dari grafik yang dinamakan
Kurva Ricardo
Kurva Gini
Kurva Meynard
Kurva Smith
Kurva Lorenz
Indikator untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan adalah
Koefisien Gini
Koefisien Elastis
Koefisien Lorenz
Koefisien Meynard
Koefisien Smith
PNB suatu negara pada tahun 2024 Rp 794 triliun dan pada tahun 2025 menjadi Rp 904 triliun. Sedangkan indeks harga tahun 2024 adalah 140 dan indeks harga tahun 2025 adalah 175. Besar PNB Riil pada tahun 2005 adalah
Rp 722,2 triliun
Rp 723,2 triliun
Rp 724,2 triliun
Rp 725,2 triliun
Rp 726,2 triliun
Tinggi rendahnya PDB atau PNB dan pendapatan per kapita suatu negara oleh Bank Dunia dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok berdasarkan pendapatan per kapita, apabila suatu negara mendapatkan pendapatan perkapitanya sebesar US$ 2.696 sampai dengan US$ $ 8.335. termasuk katagori negara
Low income economies
Lower middle income economies
Upper middle income economies
Intermediate income economies
High income economies
Angka indeks merupakan suatu ukuran statistik yang menunjukkan perubahan suatu variabel atau sekumpulan variabel yang berhubungan satu sama lain, baik pada waktu atau tempat yang sama atau berlainan. Angka indeks adalah angka relatif yang dinyatakan dalam persentase. Biasanya untuk kesederhanaan, bentuk persentase bisa dihilangkan. Dalam bidang ekonomi, pada dasarnya terdapat tiga macam angka indeks adalah
Angka Indeks Harga (Price Relative), Angka Indeks Jumlah (Quantity Relative), Angka Indeks Produksi (Product Relative)
Angka Indeks Konsumen (Consumer Relative), Angka Indeks Jumlah (Quantity Relative), Angka Indeks Nilai (Value Relative)
Angka Indeks Harga (Price Relative), Angka Indeks Distribusi (Distribution Relative), Angka Indeks Nilai (Value Relative)
Angka Indeks Harga (Price Relative), Angka Indeks Jumlah (Quantity Relative), Angka Indeks Nilai (Value Relative)
Angka Indeks Konsumen (Consumer Relative), Angka Indeks Produksi (Product Relative), Angka Indeks Distribusi (Distribution Relative)
Bila harga barang tahun 2022 adalah Rp8.000,00 per kilogram, kemudian pada tahun 2023 menjadi Rp10.000,00 per kilogram, maka indeks harga barang tersebut pada tahun 2023 mengalami kenaikan sebesar
45 %
40%
35%
30%
25%.
Perhatikan soal pada gambar berikut :
115,38 dan mengalami kenaikan sebesar 15,38 %
116,38 dan mengalami kenaikan sebesar 16,38 %
117,38 dan mengalami kenaikan sebesar 17,38 %
118,38 dan mengalami kenaikan sebesar 18,38 %
119,38 dan mengalami kenaikan sebesar 19,38 %
Perhatikan soal paa gambar berikut :
135 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan kuantitas sebesar 35%
145 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan kuantitas sebesar 45%
155 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan kuantitas sebesar 55%
125 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan kuantitas sebesar 25%
115 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan kuantitas sebesar 15%
Pendapatan nasional adalah
Jumlah uang yang dihasilkan selama satu tahun
Jumlah investasi pemerintah dan swasta selama satu tahun
Nilai produksi yang dihasilkan selama satu tahun
Jumlah uang yang tersimpan di bank pemerintah dan swasta
Jumlah uang yang diterima dalam waktu setahun
Perhatikan soal pada gambar berikut :
107,61% Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 7,61%.
108,61% Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 8,61%.
109,61% Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 9,61%.
110,61% Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 10,61%.
111,61% Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 11,61%.
Perhatikan soal pada gambar berikut :
175,45 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 75,45 %.
165,45 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 65,45 %.
155,45 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 55,45 %.
145,45 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 45,45 %.
135,45 % Jadi, pada tahun 2024 terjadi kenaikan harga 35,45 %.
