wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Asesmen Sumatif

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Hadis yaitu segala sesuatu yang dikeluarkan dari Nabi saw.. selain al Qur’an al

Karim, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir Nabi yang bersangkut

paut dengan hukum syara. Pernyataan ini menurut ....

a)

Ulama ushul

b)

Ulama fikih

c)

Ulama hadist

d)

Ahli tasawuf

2.

Hadsit adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw.. baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan dan yang sebagainya. Pernyataan ini menurut ....

a)

Ulama ushul

b)

Ulama fikih

c)

Ulama hadist

d)

Jumhur Muhadditsin

3.

Sunah merupakan biografi Nabi, sifat-sifat Nabi baik yang berupa fisik, umpamanya; mengenai tubuhnya, rambutnya dan sebagainya, maupun yang mengenai psikis dan akhlak Nabi dalam keadaan sehari-harinya, baik sebelum atau sesudah bi’sah atau di angkat sebagai nabi. Pernyataan ini menurut ....

a)

Ulama ushul

b)

Ulama fikih

c)

Ulama hadist

d)

Jumhur Muhadditsin

4.

Sunah ialah perbuatan yang di lakukan dalam agama, tetapi tingkatannya tidak sampai wajib atau fardu. Jadi suatu pekerjaan yang utama dikerjakan. Atau dengan kata lain sunah ialah suatu amalan yang di beri pahala apabila dikerjakan, dan tidak dituntut apabila ditinggalkan. Pernyataan ini menurut ....

a)

Ulama ushul

b)

Ulama fikih

c)

Ulama hadist

d)

Jumhur Muhadditsin

5.

Contoh keterangan disamping adalah termasuk kategori ....

a)

Hadist

b)

Atsar

c)

Sunnah

d)

Khabar

6.

1) Al-Qur’an diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. dengan

bahasa dan maknanya langsung dari Allah swt., diterima dalam bentuk wahyu.

2) Al-Hadis adalah perkataan Nabi Muhammad saw., bahasa dan maknanya dari Nabi.

Kedua perbedaan diatas dipandang dari segi ....

a)

Membacanya

b)

Kemukjizatan

c)

Periwayatan

d)

Bahasa dan Makna

7.

1) Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan dengan maknanya saja. Al-Qur’an harus

dibaca apa adanya seperti adanya diturunkan dan diajarkan. Al-Qur’an tidak

boleh diucapkan dengan redaksi berbeda, karena menghilangkan unsur kemukjizatan.

2) Hadis boleh diucapkan dengan redaksi kata atau lafaz yang berbeda tanpa mengurangi maknanya.

Kedua perbedaan diatas dipandang dari segi ....

a)

Membacanya

b)

Kemukjizatan

c)

Periwayatan

d)

Bahasa dan Makna

8.

1) Pada al-Qur’an, lafaz dan maknanya adalah mukjizat

2) Hadis bukan merupakan mukjizat.

Kedua perbedaan diatas dipandang dari segi ....

a)

Membacanya

b)

Kemukjizatan

c)

Periwayatan

d)

Bahasa dan Makna

9.

1) Membaca al-Qur’an bernilai ibadah, baik dalam salat maupun di luar salat.

2) Membaca hadis tidak termasuk ibadah, kecuali belajar hadis adalah ibadah

karena mempelajari sumber hukum kedua dalam agama Islam. Hadis tidak boleh dibaca ketika salat.

Kedua perbedaan diatas dipandang dari segi ....

a)

Membacanya

b)

Kemukjizatan

c)

Periwayatan

d)

Bahasa dan Makna

10.

Hadist kedua dalam kitab Arbain An Nawawi, merupakan salah satu contoh dari ....

a)

Hadist

b)

Atsar

c)

Khabar

d)

Sunnah

11.

Hadis lahir berupa sabda (aqwal), perbuatan (af’al), dan takrir Nabi yang berfungsi menerangkan aI-Qur’an untuk menegakkan syariat Islam dan membentuk masyarakat Islam. Pada masa Nabi saw.., kepandaian baca tulis di kalangan para sahabat sudah bermunculan, hanya saja terbatas sekali. Karena kecakapan baca tulis di kalangan sahabat masih kurang, Nabi menekankan untuk menghafal, memahami, memelihara, mematerikan, dan memantapkan hadis dalam amalan sehari-hari, serta menyebarkannya kepada orang lain.

Kondisi ini berlangsung pada ....

a)

Periode 1

b)

Periode 2

c)

Periode 3

d)

Periode 4

12.

Munculnya bendaharawan dan lembaga-lembaga (Centrum Perkembangan) hadis di berbagai daerah di seluruh negeri. Lembaga-lembaga hadis yang menjadi pusat bagi usaha penggalian,

pendidikan, dan pengembangan hadis terdapat di .... (kecuali)

a)

Madinah

b)

Makkah

c)

Bashrah

d)

Irak

13.

Periwayatan hadis tersebar secara terbatas. Penulisan hadis pun masih terbatas dan belum dilakukan secara resmi. Bahkan, pada masa itu, Umar melarang para sahabat untuk memperbanyak meriwayatkan hadis, dan sebaliknya, Umar menekankan agar para sahabat mengerahkan perhatiannya untuk menyebarluaskan al-Qur’an.

Kondisi ini berlangsung pada ....

a)

Periode 1

b)

Periode 2

c)

Periode 3

d)

Periode 4

14.

Ciri khas cara perkembangan hadist pada periode ke 2 adalah ....

a)

Dengan Lafadz Asli

b)

Maknanya saja

c)

Lafadz asli dan Makna

d)

Ditulis secara resmi

15.

Siapakah yang menyadari bahwa para perawi yang menghimpun hadis dalam hafalannya semakin banyak yang meninggal. Beliau khawatir apabila tidak membukukan dan mengumpulkan dalam buku-buku hadis dari para perawinya, ada kemungkinan hadis-hadis tersebut akan lenyap dari permukaan bumi bersamaan dengan kepergian para penghafalnya ke alam barzakh?

a)

Umar bin Khattab

b)

Muawiyah bin Abi Shofyan

c)

Umar bin Abdul Aziz

d)

Abu Bakar as Shiddiq

16.

Pada tahun 100 H, Khalifah meminta kepada Gubernur Madinah yakni Abu Bakr Ibn Muhammad Ibn Amr untuk membukukan hadist yang bersumber dari ....

a)

Amrah binti Abd. Rahman Ibn Sa'ad

b)

Abu Bakr Muhammad Ibn Muslim

c)

Imam

Muhammad Ibn Muslim

d)

Abu Abbas As-Saffah

17.

Kitab-kitab hadis yang telah dibukukan dan dikumpulkan dalam abad kedua

ini, jumlahnya cukup banyak. Namun yang masyhur di kalangan ahli hadis salah satunya adalah Al Muwatta' yang dikarang oleh ....

a)

M. Ibnu Ishaq

b)

Syu'bah ibn Hajjaj

c)

Imam Malik

d)

Al Auza'i

18.

Berikut bukanlah tokoh yang mashur pada periode kelima yaitu ....

a)

Al Bukhari

b)

Ahmad

c)

Imam Malik

d)

Ibnu majah

19.

1) Membahas keadaan rawi-rawi dari berbagai segi, baik dari segi keadilan, tempat kediaman, masa, dan lain-lain.

2) Memisahkan hadis-hadis yang sahih dari hadis yang daif yakni dengan mentashihkan hadis.

Tindakan ini dilakukan pada .....

a)

Periode 3

b)

Periode 4

c)

Periode 5

d)

Periode 6

20.

Pada gambar disamping adalah daftar kitab shohih pada ....

a)

Periode 3

b)

Periode 4

c)

Periode 5

d)

Periode 6