WorksheetsKERAJAAN HINDU BUDDHA DIINDONESIA
Total questions: 12
Worksheet time: 4mins
Sistem kasta di India adalah sebuah sistem pembagian strata sosial yang berdasarkan pada kelas, keturunan, profesi, atau pekerjaan dalam masyarakat India. Berikut ini empat varna utama dalam sistem kasta, kecuali ...
Brahmana
Dalit
Kstaria
Waisya
Sudra
Menurut teori ini, di India banyak terjadi perang. Dengan demikian, banyak pula tawanan perang. Indonesia dijadikan sebagai tempat pembuangan bagi tawanan-tawanan perang. Para tawanan perang itulah yang menyebarkan kebudayaan Hindu di Indonesia. Pernyataan tersebut merupakan inti dari teori ...
Sudra
Waisya
Ksatria
Brahmana
Arus balik
Teori arus balik yang dikemukakan oleh F.D.K Bosch mengemukakan bahwa proses masuknya pengaruh budaya India ke Indonesia terjadi karena peran aktif yang dilakukan oleh….
Golongan ksatria
Golongan Brahmana
Bangsa Indonesia
Golongan Waisya
Golongan Sudra
Peradaban Hindu dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia, karena...
Adanya hubungan ras antara Indonesia denga India
Adanya usaha-usaha bangsa Indonesia untuk mengembangkan tingkat peradabannya
Adanya persamaan antara peradaban Hindu dengan peradaban asli Indonesia
Dasar-dasar peradaban Hindu sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia
Adanya jalinan perdagangan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya
Munculnya kerajaan Hindu di Indonesia disebabkan oleh peranan kaum ksatria atau prajurit India. Para prajurit India diduga mendirikan koloni-koloni di kepulauan Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya. Hipotesis ini dikemukakan oleh ...
Van Faber
C. C. Berg
J. C. Van Leur
N. J. Krom
F. D. K. Bosch
Teori yang menyatakan bahwa kemungkinan adanya perkawinan antara pedagang-pedagang dari india dengan wanita Inodnesia merupakan teori
Teori Sudra
Teori Brahmana
Teori Ksatria
Teori Waisya
Teori Arus balik
Dalam salah satu Yupa pada prasasti Kutai tertera keterangan tentang silsilah raja raja kerajaan Kutai. Berdasarkan keterangan tersebut maka dapat disimpulkan pendiri dinasti kerajaan Kutai adalah....
Kudungga
Mulawarman
Aswawarman
Purnawarman
Adityawarman
Pada prasasti ini ditemukan ukiran laba-laba dan telapak kaki serta sajak beraksara palawa dalam bahasa Sanskerta. Berdasarkan pembacaan oleh Poerbatjaraka dalam prasasti ini berbunyi: “Ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnavarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”. Keterangan tersebut merupakan isi dari prasasti
Kebon kopi
Pasir awi
Yupa
Muara cianten
Ciaruteun
Sriwijaya berhasil menguasai perdagangan nasional dan internasional sehingga meningkatkan kehidupan social ekonomi negaranya. Faktor yang mendorong pernyataan ini adalah …
Armada Maritim Sriwijaya ditakuti oleh kerajaan kerajaan baik di dalam maupun diluar negeri
Sriwijaya sangat aktif melakukan aktifitas perdagangan
Sriwijaya merupakan Negara Maritim terbesar di Nusantara
Sriwijaya berhasil menguasai Selat Malaka yang merupakan urat nadi perdagangan di Asia Tenggara
Sriwijaya memiliki komoditi dagang berlimpah yang diburu oleh para pedagang asing
Hasil Budaya terkenal dari Kerajaan Tarumanegara adalah ditemukannya 7 buah prasasti. 5 diantaranya menggunakan Hurup Pallawa dan bahasa Sanskerta dan 2 buah lainnya belum bisa terbaca. 2 prasasti yang dimaksud yaitu...
Pasir awi dan muara cianten
ciaruteum dan pasir awi
kebon kopi dan jambu
tugu dan lebak
muara cianten dan Kebon kopi
Dari factor factor berikut ini , yang bukan factor pendukung perkembangan kerajaan Sriwijaya adalah …..
merupakan kerajaan maritim dengan letak yang sangat strategis diantara jalur perdagangan India dan Cina
Kemajuan pelayaran dan perdagangan antara Cina dan India melalui Asia Tenggara
Runtuhnya Kerajaan Funan di Indocina memberi kesempatan kepada Sriwijaya untuk menggantikan posisi sebagai Bandar perdagangan di Asia Tenggara.
Sriwijaya memiliki armada maritim yang kuat untuk melindungi pelayaran dan perdagangan di negerinya
Sriwijaya aktif membentuk persekutuan militer dengan kerajaan kerajaan besar di nusantara
Berita mengenai Kerajaan Sriwijaya di Sumatra dapat kita peroleh dari prasasti yang ditemukan di Sumatra dan Bangka. Prasasti-prasasti yang berangka tahun 684-775 tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti-prasasti itu antara lain sebagai berikut, kecuali ...
Kedukan bukit
Kota kapur
Kebon Kopi
Karang berahi
Pasemah
