NEW
Font size
WorksheetsWAKE UP! Kita kebanyakan 'tidur' | #01FreeOurMinds
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Sampai se-enggaknya 10 Maret 2024, perang Thuufanul Aqsha sudah berlangsung 155 hari + 75 tahun penjajahan israhell. Nggak ada daya rusak dengan 4 agresi sebelumnya yang kalau digabung, melampaui kerusakan di hari-hari ini.
Tapi, apa dzikir yang biasa dikatakan penduduk Gaza?
حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ رَمَىٰ
وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
Mungkin semua benar
Sampai se-enggaknya 10 Maret 2024, sudah berlangsung 1380 tahun sejak wafatnya Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu. As you know, beliau wafat ditahun 644 Masehi.
Nggak ada daya rusak dalam kehidupan, melebihi kerusakan yang terjadi di abad ke-15 Hijriyah. Sampai-sampai sifat kejahiliahan hari ini kayak zaman sebelum adanya Rasulullah ﷺ.
Tapi, apa korelasi wafatnya Sayyidina Umar dengan kerusakan hari ini?
Diantara Umar dan fitnah terdapat pintu
Diantara Umar dan fitnah terdapat gerbang
Diantara Umar dan fitnah ada jeruji besi
Semua benar aja deh
"Allah bukan hanya menetapkan manusia menjadi baik, tapi Allah juga menuntut manusia menjadi benar." Begitu kata Ustadz Oemar Mita.
Nah, keimanan itulah sejatinya kebenaran yang melanggeng kita ke Surga-Nya. Walaupun kebaikan pas didunia luar biasa tetapi nggak beriman, percuma saja.
Kalau kita membaca hadits Rasulullah ﷺ, "... Ketahuilah, sesungguhnya iman pada saat terjadi beragam fitnah, berada di Syam." Maka, dimanakah Syam dengan peta dunia hari ini yang di maksud?
Arab Saudi, Yaman, Kuwait
Iraq, UEA, Qatar
Turki, Iran, Oman
Suriah, Yordania, Palestina
Negeri Arab = Negeri Syam
Ramadhan udah hampir tiba, tentunya bukan hanya do'a yang kita panjatkan dan grafik ketaatan meningkat, tapi menjaga diri dari perusak amalnya itu pun sama pentingnya.
Salah satu diantara rayap-rayap yang merusak ibadah kita itu, membenci takdir. Dalam riwayat Ibnu Umar, apa perumpamaan ketika kita nggak beriman sama takdir?
"Akan datang hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan..."
"...Andaikata salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, kemudian ia mengingatkannya dijalan Allah, niscaya Allah tidak akan menerimanya..."
Pada dasarnya, manusia di setting sama Allah punya fitrah kebaikan yang sudah seharusnya punya kepedulian. Tidaklah ada kenikmatan kecuali kita ingin orang lain merasakan hal yang sama. Tidaklah ada kepedihan kecuali kita ingin berusaha menunjukkan empati pada sesama.
Akan tetapi, realitas secara lingkup satu dunia... nggak demikian. Fitrah kebaikan tentang kepedulian itu rusak. 30.000+ syahid di Gaza selama 155 hari masih belum cukup buat kita fokus yang mana nyata, yang mana sementara. Fitnah apa yang membuat kita terjajah?
Fitnatu Ahlas
Fitnatu Sarra
Fitnatu Duhaima'
All in!
Cukup problematik ketika status keislaman ternyata belum cukup untuk memperhatikan apa yang terjadi di Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis sebagai kawasannya.
Maka tentu, kita perlu belajar melapangkan hati ini dengan memberikan udzur sama mereka yang lupa bahkan acuh. Atau justru kita sendiri yang termasuk kehabisan energi itu. Kira-kira, apa energi yang realistis buat kita mulai merangkul dari recharge mandiri?
Melakukan amal tersembunyi dan meninggalkan dosa tersembunyi
Khilafah Islamiyyah
Apa yang kita ekspektasikan dari diri kita yang ingin berkontribusi tapi belum selesai dengan diri.
Itulah mengapa untuk menjadi bagian dari pembebas Baitul Maqdis, bahkan sebelum itu, udah seharusnya kita tuh patenkan persyaratan dengan menjaga ritme konektivitas sama Allah. Maka, kita perlu menghadirkan rasa pengakuan dosa ketika baca istiftah?
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِبُكْرَةً وَاَصِيْلًا .وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Why not both
❝Prof. Dr. Abd al-Fattah El-Awaisi
Kita harus keluar dari lingkaran (...) Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kita telah sampai pada tingkat sensitivitas dan kencenderungan emosional semata, perjuangan kita selama ini berasaskan emosi, provokasi, orasi-orasi pembangkit semangat, atau sekadar meratapi reruntuhan bangunan.
Apa kata yang didalam kurung, yang mewakili apa yang terjadi di Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis dihari-hari ini?
Adiksi
Aksi
Reaksi
Manipulasi
Afirmasi
Gaza, yang diberi gelar "The Biggest Prison In the World" pada satu sisi memang cara israhell memiskinkan mereka dan ethnic-cleansing penduduk Gaza.
Tetapi pada satu sisi lainnya, ada hal istimewa yang nggak dikira-kira sama zionis israhell. Sesuatu yang, wilayah dimana kita tinggal pun kesulitan menyamai keadaan mereka. Walaupun kesulitan itu masih bisa kita usahakan. Apakah ada sebab itu?
Bisa, asalkan keseragaman yang dominan
Ya karena jadi tanah yang diberkahi, dicariin aja hal-hal yang make sense buat dapat berkah
Nggak bisa, habisnya dijamin sama Rasulullah juga sih keimanannya
Tergerusnya kesehatan mental khususnya dekade belakangan, seperti malam penuh pekat yang terus menyiksa jiwa yang sebenarnya memerlukan cahaya.
Seorang yang penyintas depresi tahun 1980 tidaklah sama dengan seorang penyintas depresi di tahun 2024. Kalaulah dulu masih bisa ekspresif yang menunjukkan kejujuran dirasa, kini penyintas bisa tetap tersenyum sembari memendam kerapuhan.
Bagaimana menghadirkan hati yang tetap berbaik sangka bahwa Allah Maha Adil? Kecuali...
Tidak ada malam kecuali pasti ada fajar. Lelah hati itu pasti, tapi putus asa sama Rahmat Allah jangan
Allah tidak pernah salah ketika mentakdirkan manusia hidup pada satu masa, karena pasti ada hikmah luar biasa
Nggak ada opsi kecuali terus berharap sama pertolongan Allah
Allah sengaja membuat gue babak belur supaya melompat lebih jauh
Justru Allah tau kita lebih nggak akan mampu kalau hidup dimasa-masa sebelumnya, karena Allah nggak akan menguji kecuali sesuai kesanggupan hamba-Nya
