NEW
Font size
WorksheetsTraining DU Peningkatan insting dan intuisi & EWS
Total questions: 19
Worksheet time: 5mins
Kedokteran termasuk Ilmu dan Seni (Art). Yang dimaksud dengan seni (Art) adalah
Kemampuan untuk memadukan ilmu (knowledge), skill dan behavior dengan baik
Kemampuan untuk memadukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dengan baik
Kemampuan melakukan anamnesa dengan baik
Kemampuan untuk peka terhadap temuan yang didapatkan dan menentukan skill yang harus dipilih dan dilakukan
Kemampuan dan ketrampilan untuk mendapatkan masalah dan diagnosa suatu penyakit didapatkan dengan cara
anamnesa
pemeriksaan fisik
pemeriksaan penunjang
semua jawaban benar
Dorongan (Refleks) untuk secara tidak sadar bertindak yang tepat dalam situasi darurat dikenal sebagai
intuisi
insting
behaviour
art (seni)
Masalah klinis sesak nafas yang ditemukan pada pasien dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada organ di bawah ini kecuali
Otak
Jantung
Paru
Ginjal
Muntah proyektil tanpa disertai oleh adanya kelainan pada pemeriksaan fisik lambung dapat disebabkan oleh
Gagal ginjal akut
ketoasidosis diabetikus
peningkatan tekanan intracranial
gagal jantung akut
Pemeriksaan penunjang yang harus segera dilakukan pada pasien tua yang datang dengan keluhan nyeri pada ulu hati tanpa disertai oleh keluhan mual dan muntah serta tidak ditemukan adanya nyeri tekan pada epigastrium adalah
EKG
USG
Abdomen 3 posisi
BNO
Pada pasien yang menderita diabetes melitus lama yang mengalami penurunan kesadaran, pemeriksaan penunjang cepat yang harus dilakukan adalah
CT-Scan
MRI
Foto schedel kepala
Pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS)
Triase adalah upaya pengelompokan pasien yang datang ke IGD berdasarkan
Urutan kedatangan
Kemampuan UGD untuk menanganinya
Status sosial
Urutan penanganan berdasarkan ke gawat daruratan
Di Rumah Sakit Mitra Keluarga warna triase untuk pasien yang harus ditangani segera adalah
merah
hitam
putih
kuning
Di Rumah Sakit Mitra Keluarga, pasien yang tidak tergolong triase warna merah adalah
Multi trauma
henti jantung
gagal nafas akut
Infeksi saluran kemih
Early Warning System (EWS) adalah
Upaya untuk memilah prioritas penanganan pasien
Upaya untuk mencegah komplain keluarga pasien
Upaya untuk menilai progresivitas (kemajuan) penangan pasien
Upaya mendeteksi terjadinya perburukan kondisi klinis pasien sedini mungkin
Faktor-faktor di bawah ini melatarbelakangi munculnya Early Warning System (EWS) dalam penangan pasien, KECUALI
Persepsi bahwa pemeriksaan tanda-tanda vital merupakan hal dasar, rutin, tidak penting dan menghabiskan waktu
Tidak adanya standarisasi interpretasi hasil pemeriksaan tanda-tanda vital
Tingginya medical error
Tingginya kasus-kasus malpraktek
Faktor-faktor berikut merupakan faktor-faktor utama yang dinilai dalam Early Warning system, KECUALI
Warna kulit
Tekanan darah
Frekuensi denyut jantung
Frekuensi nafas
Pada awal sejarah perkembangan EWS hal yang tidak termasuk ke dalam EWS adalah
tingkat kesadaran
tekanan darah
produksi urin
frekuensi pernafasan
Elemen yang tidak mempengaruhi keberhasilan Early Warning system adalah
Deteksi perburukan sedini mungkin
Respons terhadap timbulnya perburukan klinis pasien secepat mungkin
Tingkat kecanggihan alat-alat monitoring yang digunakan
Kompetensi dari tenaga medis/kesehatan
Parameter dan scoring penilaian early warning system dikembangkan oleh
secara internasional
secara regional
secara nasional
secara local (masing-masing rumah sakit)
Dari penelitian observasional menunjukkan bahwa seringkali pasien sudah mengisyaratkan terjadinya tanda-tanda yang mengancam jiwa dalam waktu
48 jam
24 jam
12 jam
6 jam
parameter yang tidak dinilai dalam scoring dalam Early Warning System Dewasa di RS Mitra Keluarga adalah
tekanan darah
frekuensi denyut jantung
suhu
saturasi oksigen
Parameter yang dinilai dalam scoring dalam Early Warning System Anak di RS Mitra Keluarga adalah
Status kesadaran, temperatur, kardiovaskular
Status kesadaran, kardiovaskular, respirasi
Perilaku, kardiovaskular, respirasi
Temperatur, kardiovaskular, respirasi
