NEW
Font size
WorksheetsPA 2
Total questions: 25
Worksheet time: 30mins
Pada tanggal 1 April 2019 dibentuk kas kecil sebesar Rp 3.000.000, jurnal yang benar pada saat pemakaian beban listrik sebesar Rp300.000 apabila menggunakan metode fluctuation fund system adalah
Kas Kecil 3.000.000 (D)
Kas 3.000.000 (K)
Beban Listrik 300.000 (D)
Kas 300.000 (K)
Kas 3.000.000 (D)
Kas Kecil 3.000.000 (K)
Beban Listrik 300.000 (D)
Kas Kecil 300.000 (K)
Tidak perlu dijurnal
PT “GAJAHMADA” pada tanggal 4 Februari 2014, membentuk dana kas kecil dengan metode imprest, yaitu sebesar Rp 500.000,00. Penggunaan dana kas kecil sampai dengan tanggal 23 Februari 2014, adalah sebagai berikut:
- Pembelian materai Rp 120.000,00
- Biaya transport Rp 150.000,00
- Pembayaran rekening listrik Rp 200.000,00
Jurnal untuk mencatat pengisian kembali dana kas kecil adalah....
Kas kecil (D) Rp. 470.000
Beban perlengkapan kantor (K) Rp. 120.000
Beban Transport (K) Rp. 150.000
Beban listrik (K) Rp. 200.000
Beban perlengkapan kantor (D) Rp. 120.000
Beban Transport (D) Rp. 150.000
Beban listrik (D) Rp. 200.000
Kas (K) Rp. 470.000
Kas kecil (D) Rp. 500.000
Kas (K) Rp. 500.000
Beban perlengkapan kantor (D) Rp. 120.000
Beban Transport (D) Rp. 150.000
Beban listrik (D) Rp. 200.000
Kas kecil (K) Rp. 470.000
Pengeluaran untuk membayar pembelian materai sebesar Rp. 50.000,- biasanya di catatkan melalui....
kas
petty cash
bank
cek
Metode pencatatan dana kas kecil, dimana saldo kas kecil selalu berubah-ubah tergantung pada banyaknya transaksi adalah...
Imprest fund method
Metode dana tetap
Metode dana tidak langsung
Fluctuation fund method
Metode dana langsung
Cek dari debitor sebesar Rp.12.000.000,00 yang ditolak oleh bank karena tidak cukup
dananya di bank. Pencatatan dalam jurnal penyesuaiannya adalah ….
Piutang dagang (D) Rp. 12.000.000,00
Kas (K) Rp. 12. 000.000,00
Kas (D) Rp. 10.000.000,00;
Beban Penagihan (D) Rp. 2.000.000,00
Piutang Dagang (K) Rp. 12. 000.000,00
Kas ( D ) Rp. 12.000.000,00
Utang Dagang (K) Rp. 12. 000.000,00
Utang dagang (D) Rp. 12.000.000,00
Kas (K) Rp. 12. 000.000,00
Dalam pencatatan kas kecil imprest fund system jika terjadi pengeluaran kas untuk pembayaran beban listrik maka jurnalnya adalah...
Kas Kecil (D) Beban Listrik (K)
Beban Listrik (D) Kas Kecil (K)
Kas (D) Beban Listrik (K)
No Entry
Beban Listrik (D) Kas (K)
Dalam pencatatan kas kecil fluctuate fund system, jika terjadi pengeluaran kas untuk pembayaran beban listrik maka jurnalnya adalah...
Kas Kecil (D) Beban Listrik (K)
Beban Listrik (D) Kas Kecil (K)
Beban Listrik (D) Kas (K)
Kas (D) Beban Listrik (K)
Tidak ada jurnal
Pemeriksaan terhadap kas kecil dilakukan secara ....
Periodik
berkala
Mendadak
Rutin
Otomatis
Saldo buku bank pada akhir bulan sebesar Rp 45.000.000,00 sedangkan saldo rekening koran sebesar Rp 60.000.000. Setelah diteliti outstanding cek berjumlah Rp 5.000.000,00 dan setoran langganan langsung ke bank sebesar Rp 10.000.000,00 , maka saldo yang benar adalah ....
60.000.000
50.000.000
55.000.000
5.000.000
45.000.000
Catatan akuntansi yang tidak menyangkut perubahan piutang dalam kartu piutang adalah…
Jurnal penerimaan kas
Jurnal pengeluaran kas
Jurnal penjualan
Jurnal umum
Jurnal retur penjualan
Pada tanggal 5 Juli 2011 dijual barang dagang kepada PT.SAMOSIR Rp 3.000.000 syarat 2/10, n/30. Tanggal 12 Juli 2011 PT.SAMOSIR datang melunasi faktur tersebut. Jurnal tanggal 12 adalah..
Piutang dagang Rp 3.000.000
Kas Rp 2.940.000
Potongan penjualan Rp 60.000
Kas Rp 3.000.000
Piutang dagang Rp 2.940.000
Potongan penjualan Rp 60.000
Kas Rp 2.940.000
Potongan penjualan Rp 60.000
Piutang dagang Rp 3.000.000
Kas Rp 2.940..000
Piutang dagang Rp 2.940.000
Jurnal untuk mencatat penghapusan piutang dengan metode tidak langsung adalah….
Beban kerugian piutang (D), piutang dagang (K)
Kas (D), cadangan kerugian piutang (K)
Cadangan kerugian piutang (D), piutang dagang (K)
Beban kerugian piutang (D), kas (K)
Jurnal untuk mencatat penerimaan piutang yang telah dihapuskan metode langsung adalah…
Kas (D), Beban kerugian piutang (K)
Kas (D), cad. kerugian piutang (K)
Kas (D), piutang dagang (K)
Cadangan kerugian piutang (D), piutang dagang (K)
Sebuah piutang wesel nominal Rp 6.000.000 ditarik atas nama debitur PD. ABIS pada tanggal 1 Juli 2010, jatuh tempo 30 September 2010. Pada tanggal 1 Agustus 2010 wesel didiskontokan dengan diskonto 12 %. Jurnal untuk mencatat transaksi tanggal 1 Juli 2010 adalah...
Piutang dagang (D) Rp 6.000.000
Piutang wesel (K) Rp 6.000.000
Piutang wesel (D) Rp 6.000.000
Piutang dagang (K) Rp 6.000.000
Piutang dagang (D), Rp 6.000.000
Penjualan (K) Rp 6.000.000
Piutang dagang (D) Rp 6.000.000
Wesel tagih (K) Rp 6.000.000
Dana kas kecil setiap bulannya diberikan dalam jumlah tertentu secara tetap. Pengisian dana tersebut disebut system….
Fluktuasi
imprest
rutin
Tepat
Pada 10 Oktober 2024, PT KARYA MAJU SENTOSA merupakan perusahaan dagang, membeli barang dagang secara kredit dari PT MAKMUR ABADI dengan mengeluarkan wesel sebesar Rp50.000.000, bunga 12%, dan jangka waktu wesel 60 hari. Pada saat jatuh tempo (9 Desember 2024), perusahaan melunasi weselnya. bagaimana jurnal untuk tanggal 10 Oktober 2024
persediaan barang dagang 56.000.000 (D)
utang wesel 56.000.000 (K)
barang dagang 50.000.000 (D)
kas 50.000.000 (K)
persediaan barang dagang 50.000.000 (D)
utang wesel 50.000.000 (K)
persediaan barang dagang 50.000.000 (D)
utang dagang 50.000.000 (K)
Pada 10 Oktober 2024, PT KARYA MAJU SENTOSA merupakan perusahaan dagang, membeli barang dagang secara kredit dari PT MAKMUR ABADI dengan mengeluarkan wesel sebesar Rp50.000.000, bunga 12%, dan jangka waktu wesel 60 hari. Pada saat jatuh tempo (9 Desember 2024), perusahaan melunasi weselnya. bagaimana jurnal untuk tanggal 9 Desember 2024
beban bunga 1.000.000 (D)
kas 1.000.000 (K)
utang wesel 50.000.000 (D)
beban bunga 1.000.000 (D)
kas 51.000.000 (K)
utang dagang 50.000.000 (D)
kas 50.000.000 (K)
utang wesel 50.000.000 (D)
beban bunga 6.000.000 (D)
kas 56.000.000 (K)
Pada 1 Oktober 2015, PT SEGAR INDO MURNI yang merupakan perusahaan dagang, memasok buah-buahan ke supermarket, minimarket, dan sebagainya. Dalam rangka operasionalnya, perusahaan menerbitkan utang wesel tanpa bunga sebesar Rp22.000.000 dengan jangka waktu 4 (empat) bulan ke KARYA BANK. Bank mengurangi dengan diskonto sebesar Rp2.000.000. Berdasarkan informasi tersebut, jurnal atas penerbitan utang wesel tanpa bunga adalah
kas 20.000.000 (D)
diskonto utang wesel 2.000.000 (D)
utang wesel 22.000.000 (K)
utang 20.000.000 (D)
kas 20.000.000 (K)
kas 18.000.000 (D)
utang wesel 18.000.000 (K)
kas 18.000.000 (D)
diskonto utang wesel 2.000.000 (D)
utang wesel 20.000.000 (K)
Pada 25 Maret 2015, PT SEJUK INDOTAMA menjual seluruh barang dagangnya (yang dibeli pada 10 Maret 2015). Barang dijual secara kredit dengan harga Rp20.000.000. Barang tersebut adalah Barang Kena Pajak (BKP) dengan tarif 10%. jurnal atas transaksi tsb
Kas 22.000.000 (D)
penjualan 20.000.000 (K)
PPN Keluaran 2.000.000 (K)
kas 20.000.000 (D)
penjualan 18.000.000 (K)
PPN Keluaran 2.000.000 (K)
piutang usaha 20.000.000 (D)
PPN Keluaran 2.000.000 (D)
penjualan 22.000.000 (K)
piutang usaha 22.000.000 (D)
penjualan 20.000.000 (K)
PPN Keluaran 2.000.000 (K)
Pencatatan jurnal yang benar pada terjadinya retur penjualan kredit selalu digandengkan dengan
kas
piutang dagang
utang dagang
potongan pembelian
Penggunaan Wesel pada penjualan menimbulkan adanya piutang dagang yang mengalami perubahan menjadi
Piutang Dagang
Piutang Wesel
Piutang usaha
Piutang jasa
Metode persediaan masuk pertama, keluar terakhir adalah
FIFO
LIFO
AVERAGE
RATA-RATA
Piutang berupa perjanjian tertulis dari debitur kepada kreditur untuk membayar sejumlah uang yang tercantum dalam surat perjanjian tersebut pada waktu tertentu di masa yang akan datang disebut dengan
Piutang bunga
Piutang dividen
Piutang dagang
Piutang wesel
Pada tanggal 1 Juni 2024, PT. Maju Jaya menjual barang dagang kepada PT. Sentosa Jaya senilai Rp 50.000.000, dengan syarat 2/20 n/30
account payable 50.000.000 (D)
sales 50.000.000 (K)
account receivable 50.000.000 (D)
kas 50.000.000 (K)
account receivable 50.000.000 (D)
sales 50.000.000 (K)
cash 50.000.000 (D)
sales 50.000.000 (K)
Pada tanggal 1 Juni 2024, PT. Maju Jaya membeli barang dagang kepada PT. Sentosa Jaya senilai Rp 50.000.000, dg syarat 2/20 n/30
inventory 50.000.000 (D)
cash 50.000.000 (K)
inventory 50.000.000 (D)
account payable 50.000.000 (K)
inventory 50.000.000 (D)
account receivable 50.000.000 (K)
kas 50.000.000 (D)
inventory 50.000.000 (K)
