Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MIDTEST PEMERANAN I TIPE A

Total questions: 30

Worksheet time: 1hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Berikut adalah kerja-kerja dalam manajemen pertunjukan teater, kecuali:

a)

Sutradara harus menganalisis naskah

b)

Pimpinan produksi membiayai produksi

c)

Penonton butuh pencerahan

d)

Pimpinan produksi menulis naskah

2.

Drama yang menggunakan iringan musik pop dapat dikatakan sebagai pertunjukan teater tipe apa?

a)

Sandiwara

b)

Drama radio dan televisi

c)

Teater kontemporer

d)

Teater tradisional

3.

Aspek -aspek yang harus diperhatikan dalam telaah perwatakan tokoh, adalah:

a)

Aspek-aspek yang meliputi usia, cerdas-bodoh, dan profesi guru atau pemimpin agama.

b)

Aspek fisiologis dan psikologis.

c)

Aspek sosial dan ekonomi.

d)

Aspek psikologis dan pendidikan.

4.

Yang dimaksud dengan tokoh protagonis adalah:

a)

Tokoh utama yang menjadi penghalang penyelesaian masalah.

b)

Tokoh utama yang menghadapi masalah dan kesulitan-kesulitan.

c)

Tokoh pembantu yang menjadi penengah.

d)

Tokoh sentral yang menentukan lakon drama.

5.

Menerapkan gambaran psikis pada tokoh dapat dilakukan dengan cara:

a)

Mengembangkan motivasi dan jalan cerita.

b)

Mengetahui dan mempelajari jenis profesi.

c)

Menganalisis raut muka dan bentuk tubuh.

d)

Mengamati kebiasaan-kebiasaan, dan memahami sikap hidup.

6.

Menerapkan perwatakan pada tokoh dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

a)

Menentukan watak protagonis, menganalisis naskah, dan membaca aspek fisik, psikis, dan sosial tokoh.

b)

Membaca naskah secara utuh, menentukan watak dan posisi tokoh, dan menganalisis aspek fisik, psikis, dan sosial tokoh.

c)

Menentukan karakter tokoh secara fisik, secara psikis, dan kondisi sosialnya.

d)

Membaca dialog tokoh dalam naskah, dan menentukan karakter tokoh sesuai fisik, psikis, dan sosialnya.

7.

Yang membedakan fisik tokoh orang Eropa dari fisik tokoh orang Asia, adalah:

a)

Rambut pirang dan mata biru Vs rambut hitam dan mata hitam.

b)

Tubuh tinggi besar Vs mata besar.

c)

Rambut keriting Vs hidung pesek.

d)

Kulit putih Vs rambut pirang.

8.

Gambaran sosial tokoh dapat dikaitkan dengan dua hal sebagai berikut:

a)

Aktivitas rutin yang dilakukan tokoh.

b)

Tokoh adalah seorang yang sabar.

c)

Tokoh adalah seorang direktur perusahaan.

d)

Tokoh bertubuh gemuk dan ber-make up tebal.

9.

Berikut adalah tugas sutradara dalam pementasan drama, kecuali:

a)

Menentukan pemain, menentukan tim artistik, dan berkoordinasi dengan tim teknis.

b)

Memilih naskah, melatih aktor, dan menentukan tim artisik.

c)

Menulis naskah, melatih aktor, dan menentukan tim artistik.

d)

Berkoordinasi dengan stakeholder seni, dan membuat jadwal gladi bersih.

10.

Unsur-unsur utama yang harus ada di dalam pagelaran teater, yaitu:

a)

Naskah, sutradara, aktor, tim artistik, tim produksi dan pimpinan produksi.

b)

Sutradara, aktor, tim produksi, dan supervisor.

c)

Naskah, sutradara, aktor, pimpinan produksi, dan supervisor.

d)

Aktor, sutradara, tim artistik, pimpinan produksi, dan supervisor.

11.

Berikut adalah dua hal yang layak dilakukan sebagai bagian teknik merancang pementasan seni teater:

a)

Menempatkan Event Organizer untuk menangani pementasan teater.

b)

Membangun proses kerja produksi yang terpusat dalam rumah produksi.

c)

Pembagian tugas-tugas tim produksi pementasan sesuai keahlian untuk menghadirkan penyajian estetik.

d)

Menampilkan pertunjukan estetik kepada penonton.

12.

Yang harus dipersiapkan oleh sutradara agar aktor bermain dengan baik di panggung, antara lain adalah:

a)

Melatih kecerdasan aktor, membuat agenda latihan, dan mengembangkan imajinasi aktor.

b)

Menghafalkan dialog, melatih kreativitas dan imajinasi aktor.

c)

Memberikan olah tubuh, mengembangkan intelektual dan imajinasi, dan melatih volume suara aktor.

d)

Memberikan latihan vokal, melatih hafalan, dan membuat rancangan blokcing panggung.

13.

Dua latihan di bawah ini dapat dipergunakan untuk membangun dialog dalam pemeranan agar lebih hidup/seru:

a)

Melatih dialog protagonis - antagonis.

b)

Melatih volume vokal.

c)

Melatih dialog-dialog unik dan romantis.

d)

Menguatkan penghayatan terhadap dialog.

14.

Yang dimaksud dengan aspek interpretasi di dalam latihan pemeranan, adalah:

a)

Kreativitas memainkan peran agar lebih hidup.

b)

Menafsirkan peran melalui pemahaman penulis naskah dan sutradara.

c)

Mengoptimalkan aspek produksi untuk mendukung pemeranan.

d)

Memahami keseluruhan naskah dan tokoh-tokoh di dalamnya.

15.

Aktor dapat membangun emosi dalam memerankan suatu tokoh dengan dua cara sebagai berikut:

a)

Dengan berkreasi mengumpulkan berbagai jenis emosi.

b)

Dengan membaca biografi tokoh/peran yang dimainkan.

c)

Dengan melatih gestur dan ekspresi wajah.

d)

Dengan melatih ingatan-ingatan emosi dalam sejarah perjalanan hidupnya.

16.

Teater modern yang menggunakan cara pandang dengan bertolak pada persitiwa dan masalah-masalah faktual keseharian, disebut dengan:

a)

Gaya Parodi

b)

Gaya realis

c)

Gaya surealis

d)

Gaya absurd

17.

Teater yang berkembang setelah Perang Dunia ke-2 dan bertolak pada pembongkaran hal-hal terkait eksistensialisme, dikenal dengan sebutan:

a)

Teater surealis

b)

Teater absurd

c)

Teater realis

d)

Teater modern

18.

Berikut adalah dua naskah teater absurd dan penulisnya, yaitu:

a)

Bila Malam Bertambah Malam oleh Putu Wijaya

b)

The Chaise oleh Eugene Ionesco

c)

Waiting for Godot oleh Samuel Beckett

d)

Petang di Taman oleh Iwan Simatupang

19.

Salah satu pementasan drama tragedi yang sangat terkenal di dunia adalah:

a)

Oidipus di Kolonus karya W.S Rendra

b)

Odipus Sang Raja karya Sophocles

c)

Antigone karya Aristoteles

d)

Opera para Binatang karya N. Riantiarno

20.

Berikut adalah ciri-ciri gaya pertunjukan teater musikal, kecuali:

a)

Irama musik atau lagu sebagai penyampai dialog-dialog.

b)

Aktor berkemampuan menyanyi, menari, dan berdialog yang bagus.

c)

Kelompok koor bukanlah anggota pemain atau aktor.

d)

Dapat bertolak dari berbagai gaya musik.

21.

Dramawan W.S Rendra menulis naskah drama dengan tema yang mengangkat masalah politik di Indonesia. Apa judul naskah tersebut?

a)

Republik Bagong

b)

Kapai Kapai

c)

Panembahan Reso

d)

Tumirah Sang Mucikari

22.

Opera Kecoa merupakan naskah drama yang mengangkat kehidupan kaum marjinal di Indonesia. Siapa penulis naskah tersebut?

a)

Iwan Simatupang

b)

Arifin C. Noor

c)

W.S Rendra

d)

Nano Riantiarno

23.

Kisah perjalanan manusia dengan berbagai peristiwa di dalamnya dapat dijadikan sebagai apa di dalam naskah drama?

a)

Tema

b)

Materi konflik

c)

Pembangun emosi

d)

Setting panggung

24.

Struktur sebuah drama terdiri dari struktur fisik dan struktur batin. Dua jawaban di bawah ini yang termasuk struktur fisik adalah:

a)

Dasar cerita

b)

Watak para tokoh

c)

Gaya dialog

d)

Pesan cerita

25.

Sedangkan yang termasuk struktur batin sebuah drama, adalah (dua jawaban benar):

a)

Tema

b)

Amanat

c)

Alur cerita

d)

Teks samping

26.

Di dalam suatu naskah drama, tokoh yang mendukung cerita disebut dengan tokoh:

a)

Tritagonis

b)

Antagonis

c)

Protagonis

d)

Pendukung

27.

Gerak lakon di dalam naskah drama sangat ditentukan oleh dua jenis tokoh di bawah ini, yaitu:

a)

Tokoh antagonis

b)

Tokoh pembantu

c)

Tokoh sentral

d)

Tokoh tritagonis

28.

Karakter tokoh dalam drama dimunculkan melalui ciri fisik, ciri psikis, dan ciri sosialnya. Yang termasuk ciri fisik karakter tokoh di bawah ini adalah (dua jawaban benar):

a)

Bentuk tubuh dan wajah

b)

Temperamen

c)

Jabatan

d)

Warna suara

29.

Ciri psikis suatu karakter tokoh antagonis di dalam drama sering dimunculkan melalui:

a)

Temperamen kasar, mudah marah, dan moral rendah.

b)

Temperamen kasar dan suara rendah.

c)

Status sosial dan kondisi ekonomi.

d)

Wajah berwibawa, suara keras, dan moral rendah.

30.

Teks drama berbeda dari teks fiksi dan teks puisi. Dalam mendeskripsikan tokoh-tokoh, teks drama menggunakan apa saja? (dua jawaban benar)

a)

Deskripsi naratif

b)

Akting dan dialog

c)

Gaya bahasa lisan

d)

Personifikasi dan metaforik