wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kebencanaan part 1

Total questions: 14

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Berikut merupakan bencana yang hampir tidak terjadi di Indonesia

a)

Tsunami

b)

Gempa Bumi

c)

Kebakaran Hutan

d)

Angin Tornado

e)

Erupsi gunung api

2.

Di antara bencana berikut, manakah yang paling sering terjadi di Indonesia?

a)

Tsunami

b)

Gempa Bumi

c)

Kebakaran Hutan

d)

Angin Tornado

e)

Erupsi gunung api

3.

Apa yang menjadi penyebab utama terjadinya bencana alam di Indonesia?

a)

Perubahan iklim global

b)

Penyakit alamiah

c)

Penyakit manusia

d)

Perang Dunia

e)

Alien invasion

4.

Berdasarkan gambar Ring of Fire disamping fakta apa yang tersaji pada gambar tersebut

a)
Cincin Api tidak memiliki kaitan dengan aktivitas seismik
b)
Cincin Api merupakan formasi gunung berapi yang tidak aktif
c)
Cincin Api hanya terdapat di sepanjang tepi Samudra Atlantik
d)
Cincin Emas adalah nama lain dari Cincin Api
e)

Cincin Api di sepanjang tepi Samudra Pasifik.

5.

Dari pernyataan dibawah ini bagaimana dampak positif dari bencana pada gambar tersebut?

a)

Setelah beberapa waktu tanah disekitar gunung tersebut subur

b)

Terdapat banyak korban jiwa sehingga bisa membantu mengurangi populasi

c)

tidak terdapat dampak positif dari bencana tersebut

d)

setelah beberapa waktu gunung tersebut menjadi aman untuk dtinggali

6.

BENCANA ALAM GEOLOGI DIBAWAH INI, KECUALI YAITU...

a)
b)
c)
d)
7.

PERISTIWA ALAM DATANGNYA GELOMBANG LAUT YANG BESAR DAN TINGGI DIDAERAH PESISIR SETELAH GEMPA BUMI, RUNTUHAN, DAN BENDA ANGKASA YANG JATUH, DISEBUT DENGAN ...

a)

TSUNAMI

b)

GEMPA BUMI

c)

BANJIR ROB

d)

LONGSOR

8.

SERANGKAIAN PERISTIWA YANG MENYEBABKAN GANGGUAN SERIUS PADA MASYARAKAT YANG MENDATANGKAN KERUGIAN HARTA BENDA SAMPAI KORBAN JIWA, DISEBUT DENGAN ....

a)

KEJADIAN

b)

GONCANGAN

c)

KERUSAKAN KARENA GEMPA

d)

BENCANA

9.

Tindakan mitigasi saat terjadi erupsi gunung berapi adalah...

a)

mewaspadai luncuran lava

b)

mewaspadai awan panas

c)

mewaspadai hujan abu

d)

meninggalkan rumah di zona bahaya

e)

mengenakan kacamata dan masker saat hujan abu

10.

Fenomena angin puting beliung tidak terjadi secara tiba tiba. Terdapat tanda tandajika akan terjadi angin puting beliung. Salah satu tandanya adalah...

a)

suhu udara terasa lebih dingin

b)

mata air mengalami penyusutan

c)

hujan lebat selama beberapa hari

d)

kekeringan terjadi diberbagai wilayah

e)

awan rendah, hitam, besar, dan berputar

11-14.

KEKERINGAN

Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air, baik untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi, dan lingkungan.

Klasifikasi Kekeringan Kekeringan alamiah:

1. Kekeringan meteorologis, dikarenakan curah hujan yang kurang.

2. Kekeringan hidrologis, kekurangan pasokan air permukaan dan air tanah.

3. Kekeringan pertanian, kekurangan kandungan air di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas.

4. Kekeringan sosial ekonomi.

Kekeringan antropogenik, disebabkan karena ketidakpatuhan pada aturan.

1. Kebutuhan air lebih besar dari pasokan yang direncanakan.

2. Kerusakan kawasan tangkapan air, sumber air, akibat perbuatan manusia.

11.

Apa yang menjadi penyebab utama kekeringan meteorologis?

a)
Kurangnya curah hujan
b)
Pemanasan global
c)
Angin kencang
d)
Tanah yang kering
e)
Banjir besar
12.

Kekeringan hidrologis disebabkan oleh:

a)
Pengurangan penggunaan air secara drastis
b)
Pemanasan global yang ekstrem
c)
Peningkatan curah hujan secara signifikan
d)
Kurangnya curah hujan yang berkelanjutan
e)
Banjir yang berkepanjangan
13.

Berdasarkan bacaan, Kekeringan pertanian terjadi karena:

a)
Kurangnya air yang dibutuhkan oleh tanaman
b)
Kerusakan pada alat irigasi
c)
Banjir yang melanda lahan pertanian
d)
Pupuk yang terlalu banyak digunakan
e)
Cuaca yang terlalu dingin
14.

Apa yang menjadi akibat dari kekeringan antropogenik?

a)
Peningkatan kualitas air
b)
Penurunan emisi gas rumah kaca
c)
Peningkatan keanekaragaman hayati
d)
Penurunan polusi udara
e)
Perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia
15-18.

Tsunami merupakan gelombang air laut besar yang dipicu oleh pusaran air bawah laut karena pergeseran lempeng, tanah longsor, erupsi gunungapi, dan jatuhnya meteor. Tsunami dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan dapat mencapai daratan dengan ketinggian gelombang hingga 30 meter.

15.

Mengapa tsunami dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi?

a)
Gelombang tsunami disebabkan oleh aktivitas gunung berapi di dasar laut.
b)
Kecepatan tsunami dipengaruhi oleh jumlah ikan di laut yang berenang cepat.
c)
Tsunami bergerak dengan kecepatan tinggi karena adanya tarikan gravitasi dari bulan.
d)
Tsunami bergerak cepat karena adanya angin kencang di permukaan laut.
e)
Gelombang tsunami disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi di dasar laut yang menghasilkan energi besar.
16.

Apa yang dapat menyebabkan ketinggian gelombang tsunami mencapai 30 meter?

a)
Gempa bumi dengan magnitudo tinggi di dasar laut
b)
Pemanasan global yang ekstrem
c)
Letusan gunung berapi di daratan
d)
Angin kencang di permukaan laut
e)
Tsunami yang terjadi di lautan dangkal
17.

Bagaimana tsunami dapat terjadi?

a)
Tsunami terjadi karena aktivitas gunung berapi di dasar laut
b)
Tsunami terjadi karena perubahan cuaca yang ekstrem di daratan
c)
Tsunami terjadi karena perubahan suhu air laut yang drastis
d)
Tsunami terjadi akibat perubahan tiba-tiba di dasar laut yang mengganggu volume air di atasnya, menciptakan gelombang besar.
e)
Tsunami terjadi karena adanya peningkatan populasi ikan di laut
18.

Pilih fakta yang benar berdasarkan pratinjau pemahaman tentang tsunami disamping

a)
Memiliki kemampuan untuk merusak infrastruktur pantai dan menyebabkan gelombang besar yang dapat mencapai daratan dengan kecepatan tinggi.
b)
Tsunami tidak pernah terjadi di wilayah Asia Pasifik
c)
Tsunami hanya terjadi di lautan dalam dan tidak mencapai daratan
d)
Tsunami tidak memiliki potensi merusak infrastruktur pantai
e)
Tsunami tidak dapat menyebabkan gelombang besar dengan kecepatan tinggi
19-20.

BANDUNG, itb.ac.id - Gunung Ruang, yang berlokasi di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, mengalami erupsi pada Selasa (16/4/2024) malam. Erupsi Gunung Ruang ini memuntahkan lahar panas, asap, serta mengakibatkan adanya aktivitas kegempaan bahkan potensi tsunami di wilayah sekitarnya.

Status gunung api tersebut pun dari yang sebelumnya berada di Level III (SIAGA) kini berubah menjadi level IV (AWAS).

Melansir laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), beberapa lokasi yang terdampak erupsi antara lain di Desa Pumpente dan Desa Patologi di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulut.

Dampak erupsi Gunung Ruang juga mengakibatkan sebanyak 272 Kepala Keluarga atau 828 jiwa mengungsi, dengan rincian 45 jiwa berada di Gedung BPU Kecamatan Tagulandang dan sebanyak 783 jiwa berada di rumah kerabat atau saudara di daratan Pulau Tagulandang, yang dirasa lebih aman.

Ahli Vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., turut menjelaskan fenomena erupsi Gunung Ruang yang berada di Sulut.

Menurutnya, aktivitas dari Gunung Ruang akhir-akhir ini menjadi salah satu dari beberapa gunung api yang mengalami erupsi bersamaan dalam kurun waktu yang berdekatan. Sebut saja Gunung Merapi di Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Marapi di Sumatra Barat serta Gunung Lewatolo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa di Indonesia itu terdapat 4 kelompok busur vulkanik, yakni rantai gunung api yang terbentuk di atas lempeng dan mempunyai posisi seperti bentuk busur ketika dilihat dari atas.

"4 kelompok busur itu, yakni busur Sunda, busur Banda, Busur Halmahera, dan busur Sangihe-Selebes. Gunung Ruang merupakan bagian dari Busur Sangihe-Selebes dan berada di ujung Sulawesi Utara yang mengarah ke Filipina. Namun ternyata, dalam waktu yang berdekatan, ada berbagai gunung api lainnya yang juga mengalami erupsi," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (19/4/2024).

19.

Apa yang menjadi status terbaru dari Gunung Ruang setelah mengalami erupsi?

a)
Level I (Normal)
b)

Level IV (Awas)

c)
Level V (Bahaya)
d)

Level II (Waspada)

e)
Level III (Siaga)
20.

Berdasarkan berita di atas, kelompok busur vulkanik yang menjadi tempat Gunung Ruang berada adalah:

a)
Busur Sunda
b)

Busur Banda

c)

Busur Halmahera

d)

Busur Sangihe-Selebes

e)

Busur Jawa

21.

Dampak La Niña dan El Niño bagi Indonesia

Pendahuluan

Perubahan iklim global tidak hanya mempengaruhi kondisi cuaca setempat, tetapi juga berdampak secara signifikan pada kehidupan manusia, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Dua fenomena yang sering kali menjadi fokus perhatian dalam perubahan iklim adalah La Niña dan El Niño. Kedua fenomena ini memiliki dampak yang berbeda dan dapat mengubah pola cuaca di berbagai wilayah Indonesia.

1. El Niño

El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya. Dampak El Niño terutama dirasakan pada musim kemarau, di mana wilayah Indonesia sering mengalami cuaca kering dan suhu udara yang tinggi. Beberapa dampak utama dari El Niño bagi Indonesia meliputi:

  • Kekeringan: Penurunan curah hujan menyebabkan kekeringan yang dapat mengganggu pertanian, menyebabkan gagal panen, dan kekurangan pasokan air bersih untuk konsumsi.

  • Kebakaran Hutan dan Lahan: Cuaca kering memicu kebakaran hutan dan lahan, yang mengakibatkan kabut asap yang tebal dan berdampak negatif pada kesehatan manusia serta ekosistem.

  • Krisis Pangan: Penurunan produksi pertanian menyebabkan kenaikan harga pangan dan kekurangan pasokan makanan bagi masyarakat.

2. La Niña

La Niña adalah kebalikan dari El Niño, di mana suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih dingin dari biasanya. Dampak La Niña pada Indonesia sering kali berkebalikan dengan El Niño, yaitu:

  • Banjir dan Longsor: Curah hujan yang meningkat dapat menyebabkan banjir dan longsor, terutama di wilayah yang rentan seperti daerah dataran rendah dan lereng gunung.

  • Kehancuran Infrastruktur: Banjir dan longsor dapat merusak infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan pemukiman, mengakibatkan kerugian materi dan korban jiwa.

  • Penyakit: Air yang tergenang akibat banjir dapat menjadi sarang penyakit, meningkatkan risiko wabah penyakit seperti demam berdarah dan diare.

La Niña dan El Niño merupakan fenomena alam yang dapat berdampak besar pada cuaca dan lingkungan di Indonesia. Pemahaman yang baik tentang kedua fenomena ini penting untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak negatifnya. Upaya mitigasi dan adaptasi perlu terus dilakukan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari risiko yang diakibatkan oleh perubahan iklim global.

21.

Apa kesimpulan utama dari bacaan tentang dampak La Niña dan El Niño bagi Indonesia?

a)
La Niña tidak memiliki dampak apapun terhadap Indonesia, sedangkan El Niño menyebabkan peningkatan produksi pertanian.
b)
La Niña menyebabkan penurunan curah hujan, sedangkan El Niño tidak memiliki dampak terhadap Indonesia.
c)
Dampak La Niña adalah kekeringan, sedangkan dampak El Niño adalah peningkatan curah hujan.
d)
Dampak La Niña adalah peningkatan curah hujan, sedangkan dampak El Niño adalah kekeringan dan penurunan produksi pertanian.
e)
Dampak La Niña adalah peningkatan suhu udara, sedangkan dampak El Niño adalah peningkatan curah salju.