WorksheetsPuisi dan Majas
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Sajadah Panjang
Sajadah panjang terbentang
Di atas sajadah hatiku terbentang
Segala dosa dan kesalahan
Kutaruh di atasnya dengan penyesalan
Setetes air mata jatuh membasahi
Membawa harap dan doa yang suci
Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
Aku memohon ampunan dan cinta kasih-Nya
Di atas sajadah panjang ini
Aku merasa dekat dengan-Nya
Rasa tenang dan damai menyelimuti jiwa
Aku siap kembali ke jalan yang benar
Maksud dari larik "Segala dosa dan kesalahan/Kutaruh di atasnya dengan penyesalan" adalah ....
Keindahan sajadah
Keinginan untuk kembali ke jalan yang benar
Penyesalan atas dosa dan kesalahan
Permohonan ampunan dan cinta kasih Tuhan
Sajadah Panjang
Sajadah panjang terbentang
Di atas sajadah hatiku terbentang
Segala dosa dan kesalahan
Kutaruh di atasnya dengan penyesalan
Setetes air mata jatuh membasahi
Membawa harap dan doa yang suci
Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
Aku memohon ampunan dan cinta kasih-Nya
Di atas sajadah panjang ini
Aku merasa dekat dengan-Nya
Rasa tenang dan damai menyelimuti jiwa
Aku siap kembali ke jalan yang benar
Amanat yang ingin disampaikan penyair melalui puisi di atas adalah ....
Kita harus selalu berdoa dan memohon ampunan kepada Tuhan.
Kita harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan.
Kita harus selalu berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Kita harus selalu menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia.
Sajadah Panjang
Sajadah panjang terbentang
Di atas sajadah hatiku terbentang
Segala dosa dan kesalahan
Kutaruh di atasnya dengan penyesalan
Setetes air mata jatuh membasahi
Membawa harap dan doa yang suci
Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
Aku memohon ampunan dan cinta kasih-Nya
Di atas sajadah panjang ini
Aku merasa dekat dengan-Nya
Rasa tenang dan damai menyelimuti jiwa
Aku siap kembali ke jalan yang benar
Bait pertama puisi di atas menggambarkan suasana hati penyair tentang ….
Tenang dan damai
Penuh penyesalan
Berharap dan berdoa
Bersyukur dan bahagia
Sajadah Panjang
Sajadah panjang terbentang
Di atas sajadah hatiku terbentang
Segala dosa dan kesalahan
Kutaruh di atasnya dengan penyesalan
Setetes air mata jatuh membasahi
Membawa harap dan doa yang suci
Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
Aku memohon ampunan dan cinta kasih-Nya
Di atas sajadah panjang ini
Aku merasa dekat dengan-Nya
Rasa tenang dan damai menyelimuti jiwa
Aku siap kembali ke jalan yang benar
Majas apa yang paling dominan digunakan dalam puisi di atas adalah ….
Metafora
Personifikasi
simile
hiperbola
Hujan di Bulan Juni
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Yang datang begitu saja, tanpa permisi
Menyapa rindu pada kerinduan yang tak terjamah lagi
Hujan di bulan Juni
Hujan paling syahdu di antara segala hujan
Menyirami ingatan di taman hati yang sunyi
Tentang cinta pertama yang tak sempat mekar sempurna
Pengaruh penggunaan majas repetisi dalam puisi tersebut adalah
memperkuat makna dan kesan
memperindah nada dan irama
memperjelas maksud dan tujuan
cakupan makna
Langit Senja
Langit senja berwarna jingga
Membentang luas di atas kepala
Awan putih berarak pelan
Menemani mentari yang mulai tenggelam
Udara terasa sejuk dan nyaman
Angin semilir bertiup perlahan
Membawa aroma harum bunga
Yang mekar di taman
Suara burung berkicau merdu
Menambah keindahan alam senja
Sebuah lukisan alam yang sempurna
Menyentuh hati dan jiwa
Tema puisi di atas ialah ….
Keindahan alam senja
Kehangatan keluarga
Kesedihan hati
Keberanian dalam menghadapi tantangan
Hujan di Bulan Juni
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Yang datang begitu saja, tanpa permisi
Menyapa rindu pada kerinduan yang tak terjamah lagi
Hujan di bulan Juni
Hujan paling syahdu di antara segala hujan
Menyirami ingatan di taman hati yang sunyi
Tentang cinta pertama yang tak sempat mekar sempurna
Majas repetisi yang terdapat dalam puisi tersebut adalah
kata "hujan"
kata "bulan Juni"
kata "tak ada"
kata "rindu"
Rumahku
Rumahku, istanaku nan teduh
Tempat berlindung dari badai
Di sinilah aku dibesarkan
Di sinilah aku menemukan kasih saying
Dindingnya kokoh, atapnya kuat
Melindungiku dari terik mentari dan hujan deras
Lantainya bersih, penuh kenangan
Di sinilah aku belajar dan bermain
Tamannya indah, penuh bunga
Menyemarakkan suasana rumahku
Burung-burung berkicau merdu
Menyambutku dengan penuh suka cita
Rumahku, istanaku nan abadi
Selalu ada di hatiku
Di mana pun aku berada Aku selalu rindu padamu
Majas metafora yang terdapat dalam teks puisi tersebut adalah ....
Rumahku diibaratkan istanaku nan teduh.
Dindingnya kokoh, atapnya kuat.
Tamannya indah, penuh bunga.
Selalu ada di hatiku.
Langit Senja
Langit senja berwarna jingga
Membentang luas di atas kepala
Awan putih berarak pelan
Menemani mentari yang mulai tenggelam
Udara terasa sejuk dan nyaman
Angin semilir bertiup perlahan
Membawa aroma harum bunga
Yang mekar di taman
Suara burung berkicau merdu
Menambah keindahan alam senja
Sebuah lukisan alam yang sempurna
Menyentuh hati dan jiwa
Majas simile yang terdapat dalam puisi di atas adalah ....
Langit senja bagai lukisan
Dihiasi jingga dan ungu yang memukau
Awan berarak bagai kapas putih
Terbang bebas di angkasa yang luas
Hujan di Bulan Juni
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
Yang datang begitu saja, tanpa permisi
Menyapa rindu pada kerinduan yang tak terjamah lagi
Hujan di bulan Juni
Hujan paling syahdu di antara segala hujan
Menyirami ingatan di taman hati yang sunyi
Tentang cinta pertama yang tak sempat mekar sempurna
Bait puisi yang paling menunjukkan penggunaan majas repetisi adalah
bait pertama
bait kedua
bait ketiga
bait keempat
