wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kebencanaan Part IV

Total questions: 6

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Dibawah ini yang bukan merupakan bencana Hidrometeorologi adalah ....

a)
Gempa Bumi
b)
Kebakaran Hutan
c)
Tsunami
d)
Tanah Longsor
e)
Banjir
2.

Jodohkan berikut ini

Bencana Alam

Bencana Non-Alam

Bencana Sosial

3.

Organize these options into the right categories

Categorize the following

Membuat bendungan

Pelatihan Evakuasi

Bunker

Sosialisasi Bencana

Mitigasi Struktural
Mitigasi Non-Struktural
4.

Susun ulang berikut ini, Urutan yang tepat dalam mitigasi bencana adalah ....

a)

Mitigasi Pra-Bencana

b)

Mitigasi Pra-Bencana saat Terjadi bencana

c)

Mitigasi saat bencana

d)

Mitigasi Pasca-bencana

1)
2)
3)
4)
5-8.

Ahli Vulkanologi ITB: Bahaya Tersembunyi dari Erupsi Gunung Ruang di Tengah Lautan BANDUNG, itb.ac.id -

Gunung Ruang, yang berlokasi di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, mengalami erupsi pada Selasa (16/4/2024) malam. Erupsi Gunung Ruang ini memuntahkan lahar panas, asap, serta mengakibatkan adanya aktivitas kegempaan bahkan potensi tsunami di wilayah sekitarnya. Status gunung api tersebut pun dari yang sebelumnya berada di Level III (SIAGA) kini berubah menjadi level IV (AWAS). Melansir laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), beberapa lokasi yang terdampak erupsi antara lain di Desa Pumpente dan Desa Patologi di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulut.

Dampak erupsi Gunung Ruang juga mengakibatkan sebanyak 272 Kepala Keluarga atau 828 jiwa mengungsi, dengan rincian 45 jiwa berada di Gedung BPU Kecamatan Tagulandang dan sebanyak 783 jiwa berada di rumah kerabat atau saudara di daratan Pulau Tagulandang, yang dirasa lebih aman. Ahli Vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., turut menjelaskan fenomena erupsi Gunung Ruang yang berada di Sulut. Menurutnya, aktivitas dari Gunung Ruang akhir-akhir ini menjadi salah satu dari beberapa gunung api yang mengalami erupsi bersamaan dalam kurun waktu yang berdekatan.

Sebut saja Gunung Merapi di Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Marapi di Sumatra Barat serta Gunung Lewatolo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, perlu diketahui bahwa di Indonesia itu terdapat 4 kelompok busur vulkanik, yakni rantai gunung api yang terbentuk di atas lempeng dan mempunyai posisi seperti bentuk busur ketika dilihat dari atas. "4 kelompok busur itu, yakni busur Sunda, busur Banda, Busur Halmahera, dan busur Sangihe-Selebes. Gunung Ruang merupakan bagian dari Busur Sangihe-Selebes dan berada di ujung Sulawesi Utara yang mengarah ke Filipina. Namun ternyata, dalam waktu yang berdekatan, ada berbagai gunung api lainnya yang juga mengalami erupsi," katanya dalam keterangan resminya, Jumat (19/4/2024). "Beberapa gunung api yang aktif secara bersamaan bisa disebabkan oleh 2 hal, jika berada di dalam busur yang sama seperti halnya. Gunung Merapi, Gunung Semeru dan Gunung Marapi, maka busur gunungapi ini bertindak seperti “event organizer” karena lempeng yang berinteraksinya sama.

Semantara itu jika berada pada busur yang berbeda seperti Gunung Lewatolo, dan Gunung Ruang ini ini disebabkan karena kedua gunung-gunung api tersebut mempunyai waktu interval letusan yang hampir bersamaan," lanjutnya.

Gunung-gunung api itu, ujarnya dapat meletus karena kesetimbangan dapur magmanya terganggu. Ada tiga proses yang menyebabkan gangguan tersebut, yaitu: di dalam dapur magma seperti injeksi magma yang baru, di dalam dapur magma seperti pemisahan gas dan padatan dari larutan yang menambah tekanan di dalam dapur magma, serta proses di atas dapur magma seperti longsornya tubuh gunung api, hujan deras, pasang Purnama dan taifun.

Beliau menyebut bahwa Gunung Ruang sebenarnya adalah gunung api strato yang umum di Indonesia. Letusannya berupa perselingan antara aliran lava dan letusan eksplosif. Hal yang membedakannya dengan gunung api lain adalah letaknya yang berada di tengah laut. Potensi Bahaya Erupsi Gunung Ruang Mengingat lokasinya yang berada di tengah laut, beliau menyebut ada beberapa potensi bahaya dari erupsi Gunung Ruang, yang pertama adalah potensi tsunami. Dia menjelaskan letusan Gunung Ruang dapat memicu tsunami apabila material longsor masuk ke laut atau jika lereng gunung api runtuh. Kemudian Gunung Ruang pun dapat mengeluarkan aliran lava serta piroklastik yang panas dan dapat berbahaya bagi masyarakat di sekitarnya. "Selain itu, abu vulkanik yang dihasilkan juga dapat menganggu kesehatan pernapasan serta merusak ekosistem sekitarnya," paparnya.

Hal lainnya yang terjadi pada erupsi Gunung Ruang, yang menjadi perhatian publik adalah munculnya fenomena seperti kilatan. Padahal, menurutnya, dalam aktivitas gunung api, hal tersebut merupakan sesuatu yang umum terjadi. "Ketika gunung api meletus, umumnya partikel-partikel ikut terlontar dan bergesekan satu dengan lainnya, sehingga menimbulkan yang namanya kilat erupsi atau volcanic eruption lighting," ujarnya. Sejarah Letusan Gunung Ruang Mengacu pada sejarah, erupsi Gunung Ruang pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1871 lalu dengan skala letusan atau Volcanic Explosity Undex sebesar 2. Kurang lebih 400 orang tewas akibat bencana tersebut.

Tsunami yang terjadi disebut juga dengan tsunami vulkanik, atau jenis tsunami yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik. "Pada saat letusan di 1871 itu, ada saksi mata yang mengatakan tsunami yang terjadi tingginya 5 meter. Namun ada pula yang mengatakan sampai 25 meter pada pulau sekitar. Tapi artinya, kejadian itu dapat memberikan dampak," bebernya. Beliau menyatakan bahwa memang hingga kini memang informasi mengenai riwayat letusan Gunung Ruang masih terbatas. Namun, beliau mengingatkan apabila adanya jeda waktu yang panjang antara letusan, dapat menunjukkan bahwa akumulasi energi gunung api di letusan selanjutnya akan lebih besar. "Jadi intevalnya tidak banyak, tapi kita bisa memahami bahwa akumulasi volumenya akan jauh lebih banyak ketika jeda erupsinya lebih panjang, dibandingkan dengan yang jarak erupsinya pendek," paparnya. "Perlu dipahami bahwa gunung api meletus adalah cara mereka mengeluarkan energi dan mencapai keseimbangan.

Letusan dapat terjadi secara besar sekaligus atau sedikit demi sedikit, tergantung pada karakteristik gunung api tersebut," lanjutnya. Imbauan Risiko Bencana Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ruang diimbau untuk tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 7,5 kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang. Beliau juga berpesan kepada masyarakat di sekitar Gunung Ruang untuk menggunakan masker yang dibasahi untuk penangkapan abu vulkanik yang maksimal guna melindungi pernapasan dari bahaya abu vulkanik. "Hindari juga daerah wilayah pantai di sekitar Gunung Ruang untuk antisipasi potensi tsunami," ucapnya. Dengan begitu, masyarakat di sekitar Gunung Ruang dapat lebih siap menghadapi risiko bencana yang ada. Masyarakat juga diimbau untuk terus waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang maupun dinas terkait. buatkan 10 soal pilihan ganda HOTS seputar tenaga eksogen dan endogen mengenai bacaan berita diatas. beserta kuncinya

5.

Bencana yang terjadi dalam bacaan tersebut termasuk bencana jenis apa ...

a)
bencana manusia
b)
bencana alam
c)
bencana politik
d)
bencana ekonomi
6.

Apa jenis tsunami yang terjadi akibat letusan gunung Ruang tersebut ....

a)
Tsunami vulkanik
b)
Tsunami gempa bumi
c)
Tsunami meteor
d)
Tsunami gunung
7.

Bagaimana Tsunami Vulkanik tersebut bisa terjadi ....

a)
Tsunami vulkanik terjadi karena hujan deras yang menyebabkan banjir di laut
b)
Tsunami vulkanik terjadi karena perubahan suhu air laut yang ekstrem
c)
Tsunami vulkanik terjadi karena terlalu banyak kapal nelayan di sekitar gunung berapi
d)
Tsunami vulkanik terjadi akibat letusan gunung berapi yang menyebabkan pergeseran besar di dasar laut.
e)
Tsunami vulkanik terjadi karena aktivitas pesawat terbang di atas gunung berapi
8.

Terletak pada kelompok busur Vulkanik manakah Gunung Ruang berada ....

a)
Sunda-Banda
b)
Java-Sumatra
c)
Pacific Ring of Fire
d)
Ring of Fire
9-12.

Penyebab Banjir Bandang Lahar Dingin di Sumbar dan Update Korban

Informasi terbaru soal bencana banjir lahar dingin di Sumatera Barat yang melanda lima kabupaten/kota dan menelan puluhan korban jiwa.

tirto.id - Banjir bandang lahar dingin melanda lima kabupaten/kota di Sumatera Barat pada Sabtu, 11 Mei 2024.

Ini merupakan bencana alam yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi di hulu Gunung Marapi dan memicu aliran lahar hujan.

Lahar dingin adalah aliran lumpur yang terbentuk dari campuran air, abu vulkanik, batu, dan material lainnya yang turun dari lereng gunung setelah terkena hujan atau lelehan salju.

Istilah dingin sendiri digunakan karena lahar ini tidak memiliki panas yang cukup untuk membakar atau menciptakan uap, namun tetap sangat berbahaya karena bisa bergerak dengan cepat dan merusak apa pun yang ada di jalurnya.

Penyebab Banjir Lahar Dingin Sumbar

Curah hujan yang tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi menjadi pemicu utama terjadinya banjir lahar dingin tersebut.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan air hujan menyerap dan menggerus endapan material vulkanik yang kemudian membentuk aliran lahar.

Ditambah lagi wilayah lereng gunung yang curam mempercepat aliran lahar dingin karena memungkinkan air hujan yang mengalir untuk menggerus material vulkanik dengan lebih cepat dan kuat.

Dilansir dari RRI, Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi dan geofisika (BMKG) mengatakan bahwa getaran gempa kecil juga berperan dalam mengganggu stabilitas lereng gunung, yang dapat menyebabkan longsor dan penumpukan material di daerah hulu sungai.

Ketika air hujan menyerap endapan material ini, lahar dingin terbentuk.

Kombinasi dari faktor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin di Sumatera Barat, yang pada gilirannya menyebabkan kerusakan besar dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian materi yang besar

Apa Itu Banjir Lahar Dingin?

Banjir lahar dingin adalah fenomena alam yang biasanya terjadi setelah letusan gunung berapi yang merupakan aliran lumpur, pasir, batu, dan material vulkanik lainnya.

Banjir lahar dingin terjadi ketika hujan melanda daerah yang terpengaruh oleh endapan vulkanik, termasuk lereng gunung berapi di mana air hujan menggerus dan membawa material vulkanik seperti abu vulkanik dan piroklastik dari lereng gunung.

Material ini kemudian mengalir ke lembah-lembah dan sungai-sungai di sekitar Gunung, membentuk aliran lumpur yang sangat berbahaya.

Aliran lahar dingin bergerak dengan kecepatan tinggi, membuatnya sangat sulit untuk dihindari atau dihentikan yang membuatnya sangat berbahaya bagi siapa pun atau apa pun yang berada di jalurnya.

Banjir lahar dingin terdiri dari campuran air, lumpur, pasir, batu, dan material vulkanik lainnya yang membuatnya sangat berat dan mampu merusak struktur bangunan dan infrastruktur lain.

Banjir lahar dingin dapat menyebabkan kerusakan besar pada lingkungan sekitarnya, termasuk pemukiman manusia, pertanian, dan infrastruktur.

Selain banjir lahar dingin itu sendiri, ada juga risiko tambahan seperti longsor, banjir bandang, dan habitat alami yang lenyap.

Bencana alam ini merupakan ancaman serius bagi daerah-daerah yang berada di sekitar gunung berapi aktif.

Oleh karenanya, mitigasi yang tepat, termasuk pemantauan dan peringatan dini, serta pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap banjir lahar dingin, sangat penting untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari bahayanya.

Update Jumlah Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar

Jumlah korban tewas akibat banjir lahar dingin hingga Rabu, (15/5) adalah sebanyak 58 orang. Jumlah korban hilang kembali bertambah dari 27 menjadi 35 orang yang semuanya masih dalam proses pencarian.

Selain itu, untuk keluarga terdampak berjumlah 1.543 keluarga dan 33 orang mengalami luka-luka.

Para korban dikonfirmasi berasal dari lima kabupaten/kota terdampak yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, dan Padang Panjang.

Pusdalops BNPB mencatat sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Panjang dilanda banjir bandang bercampur material lahar hujan pada Sabtu (11/5) malam.

Selanjutnya setelah dilakukan asesmen pada Senin (13/5) diketahui bencana juga melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang.

Bencana tersebut dilaporkan menimbulkan dampak kerusakan yang serius hingga sempat memutus jalur transportasi Padang-Agam-Tanah Datar-Bukittinggi-Solok sehingga ditetapkan dan diberlakukan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan terhitung sejak Senin (13/5).

9.

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin di Sumatera Barat adalah:

a)

Gempa bumi di sekitar Gunung Marapi

b)

Letusan Gunung Marapi

c)

Intensitas hujan tinggi di hulu Gunung Marapi

d)

Penambangan liar di lereng Gunung Marapi

e)

Aliran lahar panas dari kawah Gunung Marapi

10.

Apa yang dimaksud dengan lahar dingin?

a)

Gunung berapi yang mengeluarkan lahar panas

b)

Aliran lumpur panas yang keluar dari kawah gunung berapi

c)

Aliran lumpur dingin yang terbentuk dari campuran air, abu vulkanik, batu, dan material lainnya

d)

Fenomena alam yang terjadi setelah letusan gunung berapi

e)

Aliran lumpur panas yang menghancurkan pemukiman di lereng gunung

11.

Bagaimana cara lahar dingin bergerak?

a)

Lahar dingin bergerak dengan kecepatan tinggi mengikuti aliran air hujan.

b)

Lahar dingin bergerak perlahan dan dapat dihentikan dengan mudah.

c)

Lahar dingin hanya bergerak di daerah datar dan tidak dapat mencapai lembah.

d)

Lahar dingin hanya bergerak di daerah pegunungan dan tidak dapat mencapai dataran rendah.

e)

Lahar dingin bergerak dengan kecepatan lambat dan hanya terjadi di malam hari.

12.

Dampak yang ditimbulkan oleh banjir lahar dingin di Sumatera Barat adalah:

a)
Peningkatan kualitas lingkungan
b)
Peningkatan infrastruktur
c)
Tidak ada dampak yang signifikan
d)
Penyelamatan nyawa manusia
e)
Kerusakan pada lingkungan, infrastruktur, dan kehilangan nyawa manusia.