Worksheetslatihan soal X ASAT
Total questions: 100
Worksheet time: 4hrs 52mins
Salah satu bentuk karya sastra lama dalam bentuk prosa adalah ....
hikayat
anekdot
negosiasi
wawancara
debat
Apa yang dimaksud dengan hikayat?
Cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.
Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.
Bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.
Suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.
Sastra tulis lama yang berbahasa Melayu.
Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah ....
anonim
istana sentris
magis
bersifat modern
temanya dinamis
Di bawah ini yang termasuk ciri-ciri hikayat adalah ....
istana sentris
bersifat modern
diketahui pengarangnya
antonim
berbahasa daerah
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah ....
harusnya orang makan daging
pentingnya menepati janji
harus menghormati orang lain
kita harus pandai membahagiakan orang lain
hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah ...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.
Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.
Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.
Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.
Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah ...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu ...
disebarluaskan secara lisan
statis
kesaktian
anonim
istana sentris
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu ....
nilai moral
nilai agama
nilai pendidikan
nilai budaya
nilai sosial
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang dicetak tebal pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ....
diusir
diminta
diperintah
diizinkan
diharapkan
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."
Konflik penggalan hikayat tersebut adalah ...
Kebimbangan baginda menentukan penerus kekuasaannya.
Mimpi baginda bertemu seorang pemuda.
Baginda mendapat ide membuat sayembara bagi kedua anaknya.
Baginda mencari muslihat untuk menipu kedua anaknya.
Orangtua yang bingung membimbing anak-anaknya.
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."
Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang pertama pelaku utama
orang ketiga tunggal
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."
Watak dari tokoh Hang Jebat adalah ….
baik budi
pemberani
sombong
pemarah
ceroboh
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."
Latar tempat dalam hikayat tersebut adalah ....
rumah Hang Tuah
keraton
ruang penyimpanan keris
kediaman Hang Jebat
pelabuhan
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu. Itulah adat."
Cuplikan hikayat tersebut mengandung ciri-ciri hikayat yaitu ....
ada unsur kemustahilan
menggunakan bahasa Melayu lama
terdapat unsur kesaktian
menggunakan sudut pandang orang pertama
menceritakan kisah pernikahan
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus."
Kata "sebermula" memiliki arti ....
setelah itu
awalnya
selanjutnya
kesal
pada zaman dahulu
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks di atas adalah ….
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Pada zaman dahulu, terdapatlah sebuah kerajaan yang tenteram dan damai, Kutatanggeuhan namanya. Rajanya adil dan bijaksana. Ia bernama Prabu Suwarnalaya. Ia memerintah kerajaan dengan didampingi oleh permaisurinya yang bernama Ratu Purbamanah.
Dalam teks hikayat, bagian tersebut termasuk ….
orientasi
evaluasi
rangkaian peristiwa
resolusi
koda
Apa yang dimaksud dengan hikayat?
Cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.
Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.
Bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.
Suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.
Sastra tulis lama yang berbahasa Melayu.
Apa yang dimaksud dengan hikayat?
Cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.
Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.
Bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.
Suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.
Sastra tulis lama yang berbahasa Melayu.
Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah ....
anonim
istana sentris
magis
bersifat modern
temanya dinamis
Di bawah ini yang termasuk ciri-ciri hikayat adalah ....
istana sentris
bersifat modern
diketahui pengarangnya
antonim
berbahasa daerah
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah ....
harusnya orang makan daging
pentingnya menepati janji
harus menghormati orang lain
kita harus pandai membahagiakan orang lain
hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah ...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.
Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.
Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.
Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.
Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah ...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu ...
disebarluaskan secara lisan
statis
kesaktian
anonim
istana sentris
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu ....
nilai moral
nilai agama
nilai pendidikan
nilai budaya
nilai sosial
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang dicetak tebal pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ....
diusir
diminta
diperintah
diizinkan
diharapkan
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."
Konflik penggalan hikayat tersebut adalah ...
Kebimbangan baginda menentukan penerus kekuasaannya.
Mimpi baginda bertemu seorang pemuda.
Baginda mendapat ide membuat sayembara bagi kedua anaknya.
Baginda mencari muslihat untuk menipu kedua anaknya.
Orangtua yang bingung membimbing anak-anaknya.
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."
Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang pertama pelaku utama
orang ketiga tunggal
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."
Watak dari tokoh Hang Jebat adalah ….
baik budi
pemberani
sombong
pemarah
ceroboh
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."
Latar tempat dalam hikayat tersebut adalah ....
rumah Hang Tuah
keraton
ruang penyimpanan keris
kediaman Hang Jebat
pelabuhan
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu. Itulah adat."
Cuplikan hikayat tersebut mengandung ciri-ciri hikayat yaitu ....
ada unsur kemustahilan
menggunakan bahasa Melayu lama
terdapat unsur kesaktian
menggunakan sudut pandang orang pertama
menceritakan kisah pernikahan
BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.
"Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus."
Kata "sebermula" memiliki arti ....
setelah itu
awalnya
selanjutnya
kesal
pada zaman dahulu
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks di atas adalah ….
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Pada zaman dahulu, terdapatlah sebuah kerajaan yang tenteram dan damai, Kutatanggeuhan namanya. Rajanya adil dan bijaksana. Ia bernama Prabu Suwarnalaya. Ia memerintah kerajaan dengan didampingi oleh permaisurinya yang bernama Ratu Purbamanah.
Dalam teks hikayat, bagian tersebut termasuk ….
orientasi
evaluasi
rangkaian peristiwa
resolusi
koda
Bentuk karya sastra lama dalam bentuk prosa, adalah ...
Hikayat
Anekdot
Negosiasi
Wawancara
Debat
apa yang dimaksud dengan Hikayat?
cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.
jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.
bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.
suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.
Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah?
Anonim
Istana Sentris
Magis
Bersifat Modern
Di bawah yang termasuk ciri-ciri Hikayat adalah?
Istana Sentris
Bersifat Modern
diketahui pengarangnya
Antonim
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...
Harusnya orang makan daging
Pentingnya menepati janji
Harus menghormati orang lain
kita harus pandai membahagiakan orang lain
Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
Kata yang bermakna tonjolan kecil dan bundar dalam kata arkais yaitu. . .
Cembul
selat
Comel
Cumel
selit
Kata yang bermakna tonjolan kecil dan bundar dalam kata arkais yaitu. . .
Cembul
selat
Comel
Cumel
selit
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah....
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.
Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.
Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.
Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.
Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
disebarluaskan secara lisan
statis
kesaktian
anonim
istana sentris
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai Moral
Nilai Agama
Nilai Pendidikan
Nilai Budaya
Nilai Sosial
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
diusir
diminta
diperintah
diizinkan
diharapkan
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
1. Istanasentris
2. Magis
3. Logis
4. Anonim
5. Dinamis
Yang merupakan karakteristik hikayat terdapat dalam nomor...
1,2,3
1,3,5
1,2,4
2,3,4
2,4,5
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
disebarluaskan secara lisan
statis
kesaktian
anonim
istana sentris
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai Moral
Nilai Agama
Nilai Pendidikan
Nilai Budaya
Nilai Sosial
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak …
pemberani
sombong
baik hati
kasar
setia
Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang belum memakan nasi sebutir pun.
Pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca adalah....
Bersyukur atas segala pemberian
Saling menolong kepada sesama
Memberikan bantuan kepada yang membutuhkan
Harus selektif dalam memberi bantuan
Jangan pilih-pilih ketika memberi bantuan
1. Bacalah kutipan cerita hikayat di bawah ini!
“Mimpi apa?” tanya Anggung Selamat penuh perhatian.
“Banyak pulau bergerak mendekati pantai Muar, kemudian ribuan tabuan datang menyerang kota. Piring makannya pecah. Dan. . . .”
“Dan apa?”
“Banjir darah di Negeri Muar,” Muda Cik Leman meneruskan seraya menatap mata Anggung Selamat.
Dari kutipan cerita hikayat tersebut ditemukan majas hiperbola, “banjir darah” yang berarti. . . .
Terjadi banjir air merah seperti darah
Adanya mimpi yang tidak masuk akal
Matinya orang dalam jumlah banyak
Kemenangan akan diraih
Adanya tipu daya oleh Raja Petukal
2.Bacalah kutipan cerita hikayat di bawah ini!
Konon salah seorang raja India bernama Baridun memiliki seekor burung bernama Fanjah yang telah menetaskan seekor piyik. Burung Fanjah dan anaknya bisa berbicara dengan fasih sehingga membuat kagum sang raja. Sang raja memerintahkan supaya kedua ekor burung tersebut dipelihara di dekat istrinya, dan memerintahkannya supaya dia bisa menjaga mereka dengan baik.
Kemustahilan yang bisa ditemukan pada kutipan cerita hikayat tersebut adalah . . .
Seekor burung bernama Fanjah yang bisa bertelur piyik
Anak burung yang dipelihara oleh seorang raja
Burung yang bisa berbicara dengan fasih seperti manusia
Raja yang mudah kagum akan sesuatu hal
Seorang permaisuri yang menyukai burung Fanjah
3. Bacalah penggalan cerita hikayat berikut!
Pada suatu hari perahu mereka berjumpa dengan angkatan laut Raja Camar Laut yang meminta cukai kerajat dari mereka. Raja Donan enggan membayar cukai. Maka terjadilah peperangan.
Arti kata cukai dalam kutipan hikayat tersebut adalah . . .
Tabungan
Ongkos
Hutang
Pajak
Denda
4. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun. Hatta umur Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.
Penggunaan Bahasa Melayu Kuno pada hikayat bisa dilihat dari ditemukannya kata . . .
sebermula dan hatta
diserahkan dan sehingga
beranak dan maka
mengaji dan sebermula
hatta dan saudagar
1. Cermati kalimat berikut!
Gadis Cik Inam memandang ke kejauhan bagai nelayan memandang cakrawala.
Kata yang digarisbawahi tersebut mengandung majas. . .
Simile
Repetisi
Hiperbola
Personifikasi
Metafora
7. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Pada suatu ketika ia sangat tergila-gila pada seorang wanita. Wanita itu sungguh cantik, pintar serta termasuk wanita yang ahli ibadah. Abu Nawas berkeinginan untuk memperistri wanita salihah itu. Karena cintanya begitu membara, ia pun berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT. Abu Nawas melalukan doa setiap selesai shalat lima waktu. Selama berbulan-bulan ia menunggu tanda-tanda dikabulkan doanya. Bberjalan lebbih 3 bulan, Abu Nawas merasa doanya dikabulkan Allah.
Dari kutipan yang telah kamu bac bisa disimpulkan bahwa cerita hikayat tersebut masuk ke dalam jenis . . .
Hikayat berunsur Hindu
Hikayat berunsur Buddha
Hikayat berunsur Hindu-Buddha
Hikayat berunsur Hindu-Islam
Hikayat berunsur Islam
9. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.
Nilai yang dapat kita ambil dalam kutipan hikayat di atas adalah…
Nilai Sosial
Nilai Budaya
Nilai Edukasi
Nilai Religius
Nilai Estetika
11. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Sekali peristiwa, bapanya itu sakit dan hampir mati. Ia meminta Abu Nawas mencium telinganya. Telinga sebelah kanannya sangat harum baunya, sedangkan telinga kiri sangat busuk. Bapanya menerangkan bahwa semasa ia menjadi kadi dan membicarakan perkara dua orang, dia pernah mendengar aduan seorang dan tiada mendengar aduan yang lain.
Nilai moral apa yang dapat kita ambil dari kutipan hikayat di atas?
Seorang yang hampir meninggal harus memiliki pesan kepada anaknya.
Seorang anak harus menuruti kemauan orang tua.
Sebagai penengah kita harus berperilaku adil.
Tidak perlu mendengarkan perkataan orang tua yang berperilaku tidak baik.
Seorang anak harus mendoakan orang tuanya.
17. Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!
Tiba-tiba dadanya berdeburan kencang. Ternyata titik-titik hitam makin lama semakin terlihat jelas dan membesar. Dalam kabut pagi titik-titik hitam tampak bagai pulau-pulau kecil yang bergerak perlahan-lahan menuju pantai. Dan semakin lama jumpah titik-titik hitam itu semakin banyak.
Latar yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah...
Pagi hari, pantai, menegangkan
Pagi hari, laut, mengharukan
Siang hari, dermaga, menegangkan
Siang hari, laut, mengrukan
Pagi hari, dermaga, mengharukan
Bacalah penggalan hikayat berikut!
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ...
menghormati orang lain
mendahulukan kepentingan umum
menegur orang dengan bahasa yang sopan
menolong orang yang sedang menderita
membantu orang yang sedang bersedih hati
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ...
sosial
moral
budaya
agama
pendidikan
Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ...
maka inilah suatu bidal Melayu
patik, tuan, hamba
kata siempunya cerita
pertama-tama
hatta tatkala
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ...
diam, dan tuan
daripadanya dan merebut
raja dan tamasya
rimba dan akal
hamba dan buraksa
Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ...
maka inilah suatu bidal Melayu
patik, tuan, hamba
kata siempunya cerita
pertama-tama
hatta tatkala
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ...
diam, dan tuan
daripadanya dan merebut
raja dan tamasya
rimba dan akal
hamba dan buraksa
Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!
Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.
Menilik isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.
eksposisi (pengenalan)
komplikasi (pertikaian awal)
konflik (pertentangan)
puncak konflik (klimaks)
penyelesaian (falling action)
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ...
kekacauan penduduk akibat hasutan
ketidakpedulian raja kepada rakyatnya
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
kekejaman raja terhadap rakyatnya
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ...
diam, dan tuan
daripadanya dan merebut
raja dan tamasya
rimba dan akal
hamba dan buraksa
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ...
pemberani
baik budi
sombong
setia
kasar
Berikut ciri-ciri hikayat kecuali ...
cerita bersifat istanasentris
disebarkan secara tertulis
cerita bersifat simbolis
bersifat magis
bersifat anonim
Bacalah penggalan hikayat berikut!
”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”
(Hikayat Kalilah dan Dimnah)
Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ...
menghormati orang lain
mendahulukan kepentingan umum
menegur orang dengan bahasa yang sopan
menolong orang yang sedang menderita
membantu orang yang sedang bersedih hati
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ...
sosial
moral
budaya
agama
pendidikan
Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ...
maka inilah suatu bidal Melayu
patik, tuan, hamba
kata siempunya cerita
pertama-tama
hatta tatkala
Bacalah teks hikayat ini dengan saksama!
Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.
Hikayat Abdulah
Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah …
Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan.
Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus.
Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus.
Di pulau Singapura terdapat banyak tikus.
Di mana pun tikus selalu memangsa kucing.
Karya sastra lama melayu berbentuk prosa berisi cerita,undang-undang dan silsilah bersifat rekaan,keagamaan,historis,biografis atau gabungan sifst-sifat itu disebut apa?
Hikayat
Anekdot
cerpeC
Drama
Puisi
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ...
diam, dan tuan
daripadanya dan merebut
raja dan tamasya
rimba dan akal
hamba dan buraksa
Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ...
maka inilah suatu bidal Melayu
patik, tuan, hamba
kata siempunya cerita
pertama-tama
hatta tatkala
Bacalah teks hikayat ini dengan saksama!
Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.
Hikayat Abdulah
Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah …
Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan.
Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus.
Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus.
Di pulau Singapura terdapat banyak tikus.
Di mana pun tikus selalu memangsa kucing.
Di bawah ini adalah ciri-ciri teks hikayat, kecuali....
anonim
istana sentris
khayal
logis
Bahasa yang digunakan dalam teks hikayat adalah?
bugis
melayu
jawa
sunda
Hikayat biasanya menceritakan tentang....
cerita kerajaan
cerita lucu
cerita horor
cerita hasil pengamatan
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....
Prosedur
Deskripsi
Eksposisi
Narasi
Laporan
Pilihlah jawaban yang paling benar :
Tema dalam hikayat Sa0Ijaan dan Ikan Todak, yaitu :
tentang kesabaran dan keberanian
kesabaran dan kegigihan
kesetiaan dan keadilan
kebijakan dan kemauan
kelembutan dan kearifan
Tokoh atau pelaku dalam hikayat "Sa-ijaan dan ikan Todak" ialah.....
Sa-ijaan, Hatta
Raja, Datu Mabrur
Aku, Ia
Sa-ijaan, DatuMabrur
Datu Mabrur, Ikan Todak
Bacalah penggalan hikayat berikut
”Janganlah adinda bertanya jua ”Jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”
”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak
Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan …
menghormati orang lain
mendahulukan kepentingan umum
menegur orang dengan bahasa yang sopan
menolong orang yang sedang menderita
membantu orang yang sedang bersedih hati
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu ...
nilai moral
nilai agama
nilai budaya
nilai pendidikan
nilai sosial
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu …
nilai moral
nilai agama
nilai budaya
nilai pendidikan
nilai sosial
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu ...
nilai moral
nilai agama
nilai budaya
nilai pendidikan
nilai sosial
