Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

latihan soal X ASAT

Total questions: 100

Worksheet time: 4hrs 52mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu bentuk karya sastra lama dalam bentuk prosa adalah ....

a)

hikayat

b)

anekdot

c)

negosiasi

d)

wawancara

e)

debat

2.

Apa yang dimaksud dengan hikayat?

a)

Cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

b)

Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

c)

Bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

d)

Suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.

e)

Sastra tulis lama yang berbahasa Melayu.

3.

Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah ....

a)

anonim

b)

istana sentris

c)

magis

d)

bersifat modern

e)

temanya dinamis

4.

Di bawah ini yang termasuk ciri-ciri hikayat adalah ....

a)

istana sentris

b)

bersifat modern

c)

diketahui pengarangnya

d)

antonim

e)

berbahasa daerah

5.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah ....

a)

harusnya orang makan daging

b)

pentingnya menepati janji

c)

harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

6.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

7.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah ...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.

b)

Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.

c)

Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.

d)

Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.

e)

Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.

8.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah ...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

9.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu ...

a)

disebarluaskan secara lisan

b)

statis

c)

kesaktian

d)

anonim

e)

istana sentris

10.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu ....

a)

nilai moral

b)

nilai agama

c)

nilai pendidikan

d)

nilai budaya

e)

nilai sosial

11.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang dicetak tebal pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ....

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

12.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

13.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."

Konflik penggalan hikayat tersebut adalah ...

a)

Kebimbangan baginda menentukan penerus kekuasaannya.

b)

Mimpi baginda bertemu seorang pemuda.

c)

Baginda mendapat ide membuat sayembara bagi kedua anaknya.

d)

Baginda mencari muslihat untuk menipu kedua anaknya.

e)

Orangtua yang bingung membimbing anak-anaknya.

14.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."

Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang ....

a)

orang pertama

    

b)

orang kedua

c)

orang ketiga

d)

orang pertama pelaku utama

e)

orang ketiga tunggal

15.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."

Watak dari tokoh Hang Jebat adalah ….

a)

baik budi

b)

pemberani 

c)

sombong

d)

pemarah

e)

ceroboh

16.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."

Latar tempat dalam hikayat tersebut adalah ....

a)

rumah Hang Tuah

b)

keraton

c)

ruang penyimpanan keris

d)

kediaman Hang Jebat

e)

pelabuhan

17.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu. Itulah adat."

Cuplikan hikayat tersebut mengandung ciri-ciri hikayat yaitu ....

a)

ada unsur kemustahilan

b)

menggunakan bahasa Melayu lama

c)

terdapat unsur kesaktian

d)

menggunakan sudut pandang orang pertama

e)

menceritakan kisah pernikahan

18.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus."

Kata "sebermula" memiliki arti ....

a)

setelah itu

b)

awalnya

c)

selanjutnya

d)

kesal

e)

pada zaman dahulu

19.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks di atas adalah ….

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

20.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Pada zaman dahulu, terdapatlah sebuah kerajaan yang tenteram dan damai, Kutatanggeuhan namanya. Rajanya adil dan bijaksana. Ia bernama Prabu Suwarnalaya. Ia memerintah kerajaan dengan didampingi oleh permaisurinya yang bernama Ratu Purbamanah.

Dalam teks hikayat, bagian tersebut termasuk ….

a)

orientasi

b)

evaluasi

c)

rangkaian peristiwa

d)

resolusi

e)

koda

21.

Apa yang dimaksud dengan hikayat?

a)

Cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

b)

Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

c)

Bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

d)

Suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.

e)

Sastra tulis lama yang berbahasa Melayu.

22.

Apa yang dimaksud dengan hikayat?

a)

Cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

b)

Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

c)

Bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

d)

Suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.

e)

Sastra tulis lama yang berbahasa Melayu.

23.

Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah ....

a)

anonim

b)

istana sentris

c)

magis

d)

bersifat modern

e)

temanya dinamis

24.

Di bawah ini yang termasuk ciri-ciri hikayat adalah ....

a)

istana sentris

b)

bersifat modern

c)

diketahui pengarangnya

d)

antonim

e)

berbahasa daerah

25.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah ....

a)

harusnya orang makan daging

b)

pentingnya menepati janji

c)

harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

26.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

27.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah ...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.

b)

Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.

c)

Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.

d)

Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.

e)

Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.

28.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah ...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

29.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu ...

a)

disebarluaskan secara lisan

b)

statis

c)

kesaktian

d)

anonim

e)

istana sentris

30.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu ....

a)

nilai moral

b)

nilai agama

c)

nilai pendidikan

d)

nilai budaya

e)

nilai sosial

31.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang dicetak tebal pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ....

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

32.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang ...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

33.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."

Konflik penggalan hikayat tersebut adalah ...

a)

Kebimbangan baginda menentukan penerus kekuasaannya.

b)

Mimpi baginda bertemu seorang pemuda.

c)

Baginda mendapat ide membuat sayembara bagi kedua anaknya.

d)

Baginda mencari muslihat untuk menipu kedua anaknya.

e)

Orangtua yang bingung membimbing anak-anaknya.

34.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Maka baginda pun bimbanglah, tiada tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri."

Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang ....

a)

orang pertama

    

b)

orang kedua

c)

orang ketiga

d)

orang pertama pelaku utama

e)

orang ketiga tunggal

35.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."

Watak dari tokoh Hang Jebat adalah ….

a)

baik budi

b)

pemberani 

c)

sombong

d)

pemarah

e)

ceroboh

36.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan."

Latar tempat dalam hikayat tersebut adalah ....

a)

rumah Hang Tuah

b)

keraton

c)

ruang penyimpanan keris

d)

kediaman Hang Jebat

e)

pelabuhan

37.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu. Itulah adat."

Cuplikan hikayat tersebut mengandung ciri-ciri hikayat yaitu ....

a)

ada unsur kemustahilan

b)

menggunakan bahasa Melayu lama

c)

terdapat unsur kesaktian

d)

menggunakan sudut pandang orang pertama

e)

menceritakan kisah pernikahan

38.

BACALAH PENGGALAN BERIKUT DENGAN SAKSAMA.

"Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus."

Kata "sebermula" memiliki arti ....

a)

setelah itu

b)

awalnya

c)

selanjutnya

d)

kesal

e)

pada zaman dahulu

39.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks di atas adalah ….

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

40.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Pada zaman dahulu, terdapatlah sebuah kerajaan yang tenteram dan damai, Kutatanggeuhan namanya. Rajanya adil dan bijaksana. Ia bernama Prabu Suwarnalaya. Ia memerintah kerajaan dengan didampingi oleh permaisurinya yang bernama Ratu Purbamanah.

Dalam teks hikayat, bagian tersebut termasuk ….

a)

orientasi

b)

evaluasi

c)

rangkaian peristiwa

d)

resolusi

e)

koda

41.

Bentuk karya sastra lama dalam bentuk prosa, adalah ...

a)

Hikayat

b)

Anekdot

c)

Negosiasi

d)

Wawancara

e)

Debat

42.

apa yang dimaksud dengan Hikayat?

a)

cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

b)

jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

c)

bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

d)

suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.

43.

Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah?

a)

Anonim

b)

Istana Sentris

c)

Magis

d)

Bersifat Modern

44.

Di bawah yang termasuk ciri-ciri Hikayat adalah?

a)

Istana Sentris

b)

Bersifat Modern

c)

diketahui pengarangnya

d)

Antonim

45.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...

a)

Harusnya orang makan daging

b)

Pentingnya menepati janji

c)

Harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

46.

Kata yang bermakna tonjolan kecil dan bundar dalam kata arkais yaitu. . .

a)

Cembul

b)

selat

c)

Comel

d)

Cumel

e)

selit

47.

Kata yang bermakna tonjolan kecil dan bundar dalam kata arkais yaitu. . .

a)

Cembul

b)

selat

c)

Comel

d)

Cumel

e)

selit

48.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

49.

Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah....

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.

b)

Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.

c)

Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.

d)

Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.

e)

Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.

50.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

51.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

disebarluaskan secara lisan

b)

statis

c)

kesaktian

d)

anonim

e)

istana sentris

52.

Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

Nilai Moral

b)

Nilai Agama

c)

Nilai Pendidikan

d)

Nilai Budaya

e)

Nilai Sosial

53.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

54.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

55.

1. Istanasentris

2. Magis

3. Logis

4. Anonim

5. Dinamis

Yang merupakan karakteristik hikayat terdapat dalam nomor...

a)

1,2,3

b)

1,3,5

c)

1,2,4

d)

2,3,4

e)

2,4,5

56.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

57.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

58.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

disebarluaskan secara lisan

b)

statis

c)

kesaktian

d)

anonim

e)

istana sentris

59.

Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

Nilai Moral

b)

Nilai Agama

c)

Nilai Pendidikan

d)

Nilai Budaya

e)

Nilai Sosial

60.

Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak …

a)

pemberani

b)

sombong

c)

baik hati

d)

kasar

e)

setia

61.

Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Indera Bangsawan berkata susu itu tidak akan dijual dan hanya akan diberikan kepada orang yang belum memakan nasi sebutir pun.

Pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca adalah....

a)

Bersyukur atas segala pemberian

b)

Saling menolong kepada sesama

c)

Memberikan bantuan kepada yang membutuhkan

d)

Harus selektif dalam memberi bantuan

e)

Jangan pilih-pilih ketika memberi bantuan

62.

1. Bacalah kutipan cerita hikayat di bawah ini!

“Mimpi apa?” tanya Anggung Selamat penuh perhatian.

“Banyak pulau bergerak mendekati pantai Muar, kemudian ribuan tabuan datang menyerang kota. Piring makannya pecah. Dan. . . .”

“Dan apa?”

“Banjir darah di Negeri Muar,” Muda Cik Leman meneruskan seraya menatap mata Anggung Selamat.

Dari kutipan cerita hikayat tersebut ditemukan majas hiperbola, “banjir darah” yang berarti. . . .

a)

Terjadi banjir air merah seperti darah

b)

Adanya mimpi yang tidak masuk akal

c)

Matinya orang dalam jumlah banyak

d)

Kemenangan akan diraih

e)

Adanya tipu daya oleh Raja Petukal

63.

2.Bacalah kutipan cerita hikayat di bawah ini!

Konon salah seorang raja India bernama Baridun memiliki seekor burung bernama Fanjah yang telah menetaskan seekor piyik. Burung Fanjah dan anaknya bisa berbicara dengan fasih sehingga membuat kagum sang raja. Sang raja memerintahkan supaya kedua ekor burung tersebut dipelihara di dekat istrinya, dan memerintahkannya supaya dia bisa menjaga mereka dengan baik.


Kemustahilan yang bisa ditemukan pada kutipan cerita hikayat tersebut adalah . . .

a)

Seekor burung bernama Fanjah yang bisa bertelur piyik

b)

Anak burung yang dipelihara oleh seorang raja

c)

Burung yang bisa berbicara dengan fasih seperti manusia

d)

Raja yang mudah kagum akan sesuatu hal

e)

Seorang permaisuri yang menyukai burung Fanjah

64.

3. Bacalah penggalan cerita hikayat berikut!

Pada suatu hari perahu mereka berjumpa dengan angkatan laut Raja Camar Laut yang meminta cukai kerajat dari mereka. Raja Donan enggan membayar cukai. Maka terjadilah peperangan.


Arti kata cukai dalam kutipan hikayat tersebut adalah . . .

a)

Tabungan

b)

Ongkos

c)

Hutang

d)

Pajak

e)

Denda

65.

4. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!

Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun. Hatta umur Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.


Penggunaan Bahasa Melayu Kuno pada hikayat bisa dilihat dari ditemukannya kata . . .

a)

sebermula dan hatta

b)

diserahkan dan sehingga

c)

beranak dan maka

d)

mengaji dan sebermula

e)

hatta dan saudagar

66.

1. Cermati kalimat berikut!

Gadis Cik Inam memandang ke kejauhan bagai nelayan memandang cakrawala.


Kata yang digarisbawahi tersebut mengandung majas. . .

a)

Simile

b)

Repetisi

c)

Hiperbola

d)

Personifikasi

e)

Metafora

67.

7. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!

Pada suatu ketika ia sangat tergila-gila pada seorang wanita. Wanita itu sungguh cantik, pintar serta termasuk wanita yang ahli ibadah. Abu Nawas berkeinginan untuk memperistri wanita salihah itu. Karena cintanya begitu membara, ia pun berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT. Abu Nawas melalukan doa setiap selesai shalat lima waktu. Selama berbulan-bulan ia menunggu tanda-tanda dikabulkan doanya. Bberjalan lebbih 3 bulan, Abu Nawas merasa doanya dikabulkan Allah.


Dari kutipan yang telah kamu bac bisa disimpulkan bahwa cerita hikayat tersebut masuk ke dalam jenis . . .

a)

Hikayat berunsur Hindu

b)

Hikayat berunsur Buddha

c)

Hikayat berunsur Hindu-Buddha

d)

Hikayat berunsur Hindu-Islam

e)

Hikayat berunsur Islam

68.

9. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!

Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.


Nilai yang dapat kita ambil dalam kutipan hikayat di atas adalah…

a)

Nilai Sosial

b)

Nilai Budaya

c)

Nilai Edukasi

d)

Nilai Religius

e)

Nilai Estetika

69.

11. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!


Sekali peristiwa, bapanya itu sakit dan hampir mati. Ia meminta Abu Nawas mencium telinganya. Telinga sebelah kanannya sangat harum baunya, sedangkan telinga kiri sangat busuk. Bapanya menerangkan bahwa semasa ia menjadi kadi dan membicarakan perkara dua orang, dia pernah mendengar aduan seorang dan tiada mendengar aduan yang lain.


Nilai moral apa yang dapat kita ambil dari kutipan hikayat di atas?

a)

Seorang yang hampir meninggal harus memiliki pesan kepada anaknya.

b)

Seorang anak harus menuruti kemauan orang tua.

c)

Sebagai penengah kita harus berperilaku adil.

d)

Tidak perlu mendengarkan perkataan orang tua yang berperilaku tidak baik.

e)

Seorang anak harus mendoakan orang tuanya.

70.

17. Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!

Tiba-tiba dadanya berdeburan kencang. Ternyata titik-titik hitam makin lama semakin terlihat jelas dan membesar. Dalam kabut pagi titik-titik hitam tampak bagai pulau-pulau kecil yang bergerak perlahan-lahan menuju pantai. Dan semakin lama jumpah titik-titik hitam itu semakin banyak.


Latar yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah...

a)

Pagi hari, pantai, menegangkan

b)

Pagi hari, laut, mengharukan

c)

Siang hari, dermaga, menegangkan

d)

Siang hari, laut, mengrukan

e)

Pagi hari, dermaga, mengharukan

71.

Bacalah penggalan hikayat berikut!


”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)


Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ...

a)

menghormati orang lain

b)

mendahulukan kepentingan umum

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

menolong orang yang sedang menderita

e)

membantu orang yang sedang bersedih hati

72.

Bacalah penggalan hikayat berikut!


Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.


Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ...

a)

sosial

b)

moral

c)

budaya

d)

agama

e)

pendidikan

73.

Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ...

a)

maka inilah suatu bidal Melayu

b)

patik, tuan, hamba

c)

kata siempunya cerita

d)

pertama-tama

e)

hatta tatkala

74.

Bacalah hikayat berikut!


Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ...

a)

diam, dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

75.

Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ...

a)

maka inilah suatu bidal Melayu

b)

patik, tuan, hamba

c)

kata siempunya cerita

d)

pertama-tama

e)

hatta tatkala

76.

Bacalah hikayat berikut!


Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ...

a)

diam, dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

77.

Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!


Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.


Menilik isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.

a)

eksposisi (pengenalan)

b)

komplikasi (pertikaian awal)

c)

konflik (pertentangan)

d)

puncak konflik (klimaks)

e)

penyelesaian (falling action)

78.

Bacalah hikayat berikut!


Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

e)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan

79.

Bacalah hikayat berikut!


Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ...

a)

kekacauan penduduk akibat hasutan

b)

ketidakpedulian raja kepada rakyatnya

c)

kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya

d)

kekejaman raja terhadap rakyatnya

e)

keadilan seorang raja kepada rakyatnya

80.

Bacalah hikayat berikut!


Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ...

a)

diam, dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

81.

Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!


Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ...

a)

pemberani

b)

baik budi

c)

sombong

d)

setia

e)

kasar

82.

Berikut ciri-ciri hikayat kecuali ...

a)

cerita bersifat istanasentris

b)

disebarkan secara tertulis

c)

cerita bersifat simbolis

d)

bersifat magis

e)

bersifat anonim

83.

Bacalah penggalan hikayat berikut!


”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)


Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ...

a)

menghormati orang lain

b)

mendahulukan kepentingan umum

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

menolong orang yang sedang menderita

e)

membantu orang yang sedang bersedih hati

84.

Bacalah penggalan hikayat berikut!


Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.


Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ...

a)

sosial

b)

moral

c)

budaya

d)

agama

e)

pendidikan

85.

Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ...

a)

maka inilah suatu bidal Melayu

b)

patik, tuan, hamba

c)

kata siempunya cerita

d)

pertama-tama

e)

hatta tatkala

86.

Bacalah teks hikayat ini dengan saksama!


Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.

Hikayat Abdulah


Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah …

a)

Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan.

b)

Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus.

c)

Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus.

d)

Di pulau Singapura terdapat banyak tikus.

e)

Di mana pun tikus selalu memangsa kucing.

87.

Karya sastra lama melayu berbentuk prosa berisi cerita,undang-undang dan silsilah bersifat rekaan,keagamaan,historis,biografis atau gabungan sifst-sifat itu disebut apa?

a)

Hikayat

b)

Anekdot

c)

cerpeC

d)

Drama

e)

Puisi

88.

Bacalah hikayat berikut!


Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata ...

a)

diam, dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

89.

Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ...

a)

maka inilah suatu bidal Melayu

b)

patik, tuan, hamba

c)

kata siempunya cerita

d)

pertama-tama

e)

hatta tatkala

90.

Bacalah teks hikayat ini dengan saksama!


Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.

Hikayat Abdulah


Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah …

a)

Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan.

b)

Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus.

c)

Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus.

d)

Di pulau Singapura terdapat banyak tikus.

e)

Di mana pun tikus selalu memangsa kucing.

91.

Di bawah ini adalah ciri-ciri teks hikayat, kecuali....

a)

anonim

b)

istana sentris

c)

khayal

d)

logis

92.

Bahasa yang digunakan dalam teks hikayat adalah?

a)

bugis

b)

melayu

c)

jawa

d)

sunda

93.

Hikayat biasanya menceritakan tentang....

a)

cerita kerajaan

b)

cerita lucu

c)

cerita horor

d)

cerita hasil pengamatan

94.

Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....

a)

Prosedur

b)

Deskripsi

c)

Eksposisi

d)

Narasi

e)

Laporan

95.

Pilihlah jawaban yang paling benar :

  1. Tema dalam hikayat Sa0Ijaan dan Ikan Todak, yaitu :

a)
  1. tentang kesabaran dan keberanian

b)
  1. kesabaran dan kegigihan

c)
  1. kesetiaan dan keadilan

d)
  1. kebijakan dan kemauan

e)
  1. kelembutan dan kearifan

96.

Tokoh atau pelaku dalam hikayat "Sa-ijaan dan ikan Todak" ialah.....

a)

Sa-ijaan, Hatta

b)

Raja, Datu Mabrur

c)

Aku, Ia

d)

Sa-ijaan, DatuMabrur

e)

Datu Mabrur, Ikan Todak

97.

Bacalah penggalan hikayat berikut

”Janganlah adinda bertanya jua ”Jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak

Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan …

a)

menghormati orang lain

b)

mendahulukan kepentingan umum

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

menolong orang yang sedang menderita

e)

membantu orang yang sedang bersedih hati

98.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu ...

a)

nilai moral

b)

nilai agama

c)

nilai budaya

d)

nilai pendidikan

e)

nilai sosial

99.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu …

a)

nilai moral

b)

nilai agama

c)

nilai budaya

d)

nilai pendidikan

e)

nilai sosial

100.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu ...

a)

nilai moral

b)

nilai agama

c)

nilai budaya

d)

nilai pendidikan

e)

nilai sosial