Font size
S
M
L
XL
WorksheetsQuis Hematologi I 2024 (Materi UAS)
Total questions: 81
Worksheet time: 41mins
Name
Class
Date
1.
Apa fungsi utama dari hemoglobin yang terdapat dalam eritrosit?
a)
A) Mengangkut nutrisi ke otak
b)
B) Membantu proses pencernaan
c)
C) Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh
d)
D) Mengatur suhu tubuh
e)
E) Memproduksi insulin
2.
Berapakah umur rata-rata eritrosit manusia?
a)
A) 30 hari
b)
B) 60 hari
c)
C) 90 hari
d)
D) 120 hari
e)
E) 150 hari
3.
Apa yang dimaksud dengan eritropoiesis?
a)
A) Penguraian protein dalam tubuh
b)
B) Proses pembentukan eritrosit
c)
C) Penurunan kadar oksigen dalam darah
d)
D) Penyakit autoimun yang mempengaruhi sel darah putih
e)
E) Peningkatan produksi insulin
4.
Mana yang tidak termasuk gejala anemia?
a)
A) Kelelahan
b)
B) Sesak napas
c)
C) Pusing
d)
D) Demam tinggi
e)
E) Pucat
5.
Apa karakteristik utama dari eritrosit?
a)
A) Memiliki inti sel yang besar
b)
B) Mengandung banyak mitokondria
c)
C) Tidak memiliki inti sel
d)
D) Dapat berfotosintesis
e)
E) Memiliki bentuk yang selalu konstan
6.
Apa saja yang dilakukan dalam proses pematangan prekursor eritroid?
a)
A) Pembentukan insulin
b)
B) Pembentukan hemoglobin dan penurunan ukuran sel
c)
C) Peningkatan jumlah mitokondria
d)
D) Penurunan fungsi hemoglobin
e)
E) Peningkatan ukuran sel
7.
Apa itu anemia hemolitik?
a)
A) Kekurangan vitamin B12
b)
B) Kekurangan zat besi
c)
C) Pengurangan jumlah eritrosit karena pemecahan yang berlebihan
d)
D) Pembentukan eritrosit yang abnormal
e)
E) Penurunan produksi hormon eritropoietin
8.
Penyebab utama anemia defisiensi besi adalah:
a)
A) Kurangnya asupan protein
b)
B) Kurangnya zat besi dalam diet
c)
C) Kekurangan vitamin D
d)
D) Peningkatan konsumsi kalsium
e)
E) Dehidrasi
9.
Apa hasil dari tes hitung darah lengkap pada eritrosit?
a)
A) Menilai kadar gula darah
b)
B) Menilai fungsi hati
c)
C) Menilai jumlah dan kualitas sel darah
d)
D) Menilai fungsi ginjal
e)
E) Menilai tingkat hormon dalam darah
10.
Apa bentuk eritrosit yang sehat pada manusia?
a)
A) Bulat dan kaku
b)
B) Panjang dan tipis
c)
C) Cakram pipih dengan bagian tengah yang lebih tipis
d)
D) Sferikal penuh
e)
E) Berbentuk bintang
11.
Seorang anak mengalami gejala kelelahan dan mudah memar, dan dokter mencurigai masalah pada sel darah. Tes darah lengkap menunjukkan leukosit rendah. Kondisi apa yang paling mungkin diderita anak ini?
a)
A) Leukositosis
b)
B) Leukopenia
c)
C) Polisitemia
d)
D) Anemia
e)
E) Trombositopenia
12.
Seorang pasien dewasa datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi dan nyeri tenggorokan. Hasil tes darah menunjukkan jumlah leukosit yang sangat tinggi. Apa penyebab paling mungkin dari kondisi ini?
a)
A) Infeksi virus
b)
B) Infeksi bakteri
c)
C) Penggunaan antibiotik
d)
D) Pemaparan radiasi
e)
E) Kekurangan zat besi
13.
Dalam proses leukopoiesis, apa langkah pertama yang terjadi di sumsum tulang?
a)
A) Diferensiasi sel punca progenitor limfoid
b)
B) Maturasi sel-sel punca hematopoietik
c)
C) Diferensiasi sel punca pluripoten
d)
D) Produksi monosit
e)
E) Pemecahan sel punca
14.
Seorang pasien datang ke klinik dengan reaksi alergi parah. Salah satu jenis leukosit terlibat aktif dalam respons ini. Jenis leukosit mana yang berperan dalam kondisi ini?
a)
A) Neutrofil
b)
B) Eosinofil
c)
C) Basofil
d)
D) Limfosit
e)
E) Monosit
15.
Di mana proses pembentukan leukosit terutama terjadi?
a)
A) Hati
b)
B) Sumsum tulang merah
c)
C) Limpa
d)
D) Kelenjar getah bening
e)
E) Timus
16.
Pasien mengalami infeksi parasit. Jenis leukosit mana yang akan paling aktif dalam melawan infeksi ini?
a)
A) Neutrofil
b)
B) Eosinofil
c)
C) Basofil
d)
D) Limfosit
e)
E) Monosit
17.
Nilai normal leukosit pada orang dewasa adalah berapa sel per mikroliter?
a)
A) 3,000 hingga 10,000 sel per mikroliter
b)
B) 4,000 hingga 11,000 sel per mikroliter
c)
C) 5,000 hingga 12,000 sel per mikroliter
d)
D) 6,000 hingga 13,000 sel per mikroliter
e)
E) 7,000 hingga 14,000 sel per mikroliter
18.
Apa fungsi utama monosit dalam respons imun?
a)
A) Produksi antibodi
b)
B) Fagositosis
c)
C) Produksi histamin
d)
D) Memodulasi alergi
e)
E) Pengaturan suhu tubuh
19.
Seorang wanita hamil menjalani pemeriksaan rutin. Berapa kisaran jumlah leukosit yang normal bagi wanita hamil?
a)
A) 4,000 hingga 11,000 sel per mikroliter
b)
B) 5,000 hingga 13,000 sel per mikroliter
c)
C) 5,000 hingga 15,000 sel per mikroliter
d)
D) 6,000 hingga 16,000 sel per mikroliter
e)
E) 7,000 hingga 17,000 sel per mikroliter
20.
Apa peran neutrofil dalam sistem kekebalan tubuh?
a)
A) Membantu mengatur respons imun
b)
B) Menghasilkan antibodi
c)
C) Fagositosis patogen
d)
D) Memodulasi peradangan
e)
E) Produksi sitokin
21.
Seorang pasien dengan riwayat penyakit autoimun mengalami perdarahan gusi yang berlebihan. Tes darah menunjukkan jumlah trombosit yang rendah. Apa nama kondisi ini?
a)
A) Trombositosis
b)
B) Trombositopenia
c)
C) Koagulopati
d)
D) Trombosis
e)
E) Anemia
22.
Dalam proses pembekuan darah, apa peran awal trombosit ketika terjadi kerusakan pada pembuluh darah?
a)
A) Agregasi
b)
B) Adesi
c)
C) Sekresi
d)
D) Kontraksi
e)
E) Hemostasis
23.
Apa proses yang terlibat dalam produksi trombosit di sumsum tulang?
a)
A) Pembelahan inti megakariosit
b)
B) Degradasi kolagen
c)
C) Produksi antibodi
d)
D) Perbanyakan sel darah merah
e)
E) Regenerasi sel endotel
24.
Seorang pasien datang ke rumah sakit dengan bekuan darah di kaki, kondisi ini dikenal sebagai:
a)
A) Anemia
b)
B) Trombositopenia
c)
C) Koagulopati
d)
D) Trombosis vena dalam
e)
E) Hemofilia
25.
Berapa kisaran normal jumlah trombosit dalam darah manusia per mikroliter?
a)
A) 100.000 - 300.000
b)
B) 150.000 - 450.000
c)
C) 200.000 - 500.000
d)
D) 250.000 - 550.000
e)
E) 300.000 - 600.000
26.
Apa yang dimaksud dengan trombositosis sekunder?
a)
A) Produksi berlebihan trombosit akibat kelainan genetik
b)
B) Penurunan produksi trombosit tanpa stimulus jelas
c)
C) Respons terhadap kondisi seperti infeksi atau inflamasi
d)
D) Autoimun yang menyerang trombosit
e)
E) Defisiensi faktor pembekuan
27.
Fungsi utama dari transfusi trombosit adalah untuk:
a)
A) Meningkatkan kadar hemoglobin
b)
B) Menurunkan risiko infeksi
c)
C) Mengurangi peradangan
d)
D) Meningkatkan jumlah trombosit
e)
E) Mempercepat regenerasi sel
28.
Apa yang terjadi selama tahap aktivasi dalam siklus hidup trombosit?
a)
A) Trombosit menempel pada dinding pembuluh darah yang rusak
b)
B) Trombosit diaktifkan oleh sinyal kimia dan berubah bentuk
c)
C) Trombosit mulai mengalami degradasi
d)
D) Trombosit melepaskan faktor pembekuan
e)
E) Trombosit terbentuk dari megakariosit
29.
Apa penyebab umum trombositopenia?
a)
A) Produksi trombosit berlebih
b)
B) Infeksi bakteri
c)
C) Gangguan produksi trombosit
d)
D) Aktivitas fisik berlebih
e)
E) Kekurangan vitamin C
30.
Seorang pasien menjalani pengobatan untuk trombositopenia imunologis. Terapi apa yang biasanya digunakan?
a)
A) Antibiotik
b)
B) Antiviral
c)
C) Kortikosteroid
d)
D) Analgesik
e)
E) Antikoagulan
31.
Kasus: Ratna, seorang analis laboratorium, tengah mempersiapkan reagen untuk pengujian kadar hemoglobin menggunakan metode spektrofotometri. Reagen yang digunakan adalah Drabkin's reagent yang mengandung sianida untuk bereaksi dengan hemoglobin. Apa tujuan utama dari penambahan Drabkin's reagent dalam pengujian kadar hemoglobin?
a)
A) Untuk meningkatkan viskositas sampel
b)
B) Untuk menstabilkan hemoglobin selama pengujian
c)
C) Untuk bereaksi dengan hemoglobin membentuk cyanmethemoglobin
d)
D) Untuk mengubah warna sampel menjadi merah
e)
E) Untuk menurunkan pH sampel agar lebih asam
32.
Kasus: Dalam proses validasi instrumen spektrofotometer, Andi melakukan kalibrasi menggunakan sampel yang nilai hemoglobinnya diketahui. Ini dilakukan sebelum melakukan pengujian pada sampel pasien. Mengapa kalibrasi spektrofotometer penting sebelum melakukan pengujian?
a)
A) Untuk memastikan spektrofotometer mati secara otomatis setelah penggunaan
b)
B) Untuk memastikan keakuratan hasil pengujian
c)
C) Untuk menghemat penggunaan reagen
d)
D) Untuk mempercepat waktu pengujian
e)
E) Untuk mengurangi jumlah sampel yang digunakan
33.
Kasus: Budi sedang melakukan pemeriksaan hematokrit yang memerlukan penggunaan centrifuge. Ia telah memasukkan sampel darah ke dalam kapiler tube dan memasangnya ke dalam centrifuge. Apa tujuan utama dari proses centrifugasi dalam pemeriksaan hematokrit?
a)
A) Untuk memisahkan plasma dari sel darah merah
b)
B) Untuk meningkatkan konsentrasi sel darah merah
c)
C) Untuk menghilangkan semua elemen putih dari darah
d)
D) Untuk mensterilkan sampel
e)
E) Untuk mengukur volume darah total
34.
Kasus: Seorang pasien datang dengan gejala anemia. Lisa, teknisi laboratorium, diminta untuk memeriksa jumlah eosinofil sebagai bagian dari pemeriksaan hematologi lengkap. Apa alasan utama menghitung jumlah eosinofil dalam kasus ini?
a)
A) Untuk menilai fungsi hati
b)
B) Untuk menilai potensi infeksi parasit atau reaksi alergi
c)
C) Untuk mengukur kadar gula darah
d)
D) Untuk menilai kadar hemoglobin
e)
E) Untuk memeriksa tingkat hidrasi
35.
Kasus: Saat melakukan pemeriksaan hemoglobin, teknisi laboratorium memeriksa kondisi hidrasi pasien karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi hasil tes. Bagaimana kondisi dehidrasi mempengaruhi hasil pengukuran kadar hemoglobin?
a)
A) Menurunkan kadar hemoglobin secara artifisial
b)
B) Meningkatkan kadar hemoglobin secara artifisial
c)
C) Tidak ada pengaruh terhadap kadar hemoglobin
d)
D) Mengubah hemoglobin menjadi bentuk methemoglobin
e)
E) Membuat sampel tidak dapat diuji
36.
Kasus: Agus melakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan hematokrit. Dia menggunakan mikrohematokrit pipet untuk mengambil darah yang telah dicampur dengan antikoagulan EDTA. Mengapa penting menggunakan antikoagulan seperti EDTA dalam pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan hematokrit?
a)
A) Untuk mencegah pembekuan darah
b)
B) Untuk meningkatkan volume darah total
c)
C) Untuk menstabilkan pH darah
d)
D) Untuk mengurangi viskositas darah
e)
E) Untuk meningkatkan jumlah sel darah merah
37.
Kasus: Dalam laboratorium, seorang analis memasukkan sampel darah yang telah dicentrifugasi ke dalam spektrofotometer untuk membaca kadar hemoglobin. Pada panjang gelombang berapa biasanya spektrofotometer diatur untuk mengukur absorbansi cyanmethemoglobin?
a)
A) 450 nm
b)
B) 540 nm
c)
C) 630 nm
d)
D) 780 nm
e)
E) 920 nm
38.
Kasus: Seorang pasien mengalami reaksi alergi, dan dokter meminta pemeriksaan jumlah eosinofil. Teknisi laboratorium melakukan pewarnaan slide darah dengan Giemsa. Apa tujuan utama dari menggunakan pewarna Giemsa dalam prosedur ini?
a)
A) Untuk menonjolkan granula eosinofil
b)
B) Untuk menghitung jumlah sel darah merah
c)
C) Untuk menilai morfologi sel darah putih
d)
D) Untuk mendeteksi keberadaan bakteri
e)
E) Untuk mengukur kepadatan plasma
39.
Kasus: Lina menyiapkan laporan hasil analisis jumlah eosinofil untuk dikirimkan kepada dokter yang merujuk pasien. Pasien tersebut mengalami gejala infeksi parasit. Dalam konteks apa interpretasi jumlah eosinofil sangat penting?
a)
A) Mendiagnosis kondisi anemia
b)
B) Mendiagnosis infeksi bakterial
c)
C) Mendiagnosis reaksi alergi atau infeksi parasit
d)
D) Monitoring efek terapi antikoagulan
e)
E) Menentukan tingkat hidrasi pasien
40.
Kasus: Amanda melakukan pengujian spektrofotometri untuk memeriksa kadar hemoglobin pasien yang diduga menderita polisitemia vera. Apa pentingnya mengetahui kadar hemoglobin dalam diagnosis polisitemia vera?
a)
A) Untuk mengukur tingkat dehidrasi
b)
B) Untuk menentukan tingkat kepadatan sel darah merah
c)
C) Untuk mendeteksi kekurangan vitamin
d)
D) Untuk memonitor fungsi hati
e)
E) Untuk menilai respon terhadap terapi
41.
Kasus: Selama pemeriksaan rutin di laboratorium, Budi menemukan bahwa spektrofotometer menunjukkan pembacaan yang tidak konsisten. Ia memutuskan untuk menjalankan kontrol kualitas menggunakan sampel kontrol yang diketahui kadar hemoglobinnya. Mengapa penting untuk menjalankan kontrol kualitas pada spektrofotometer?
a)
A) Untuk memastikan bahwa alat bekerja dengan benar
b)
B) Untuk menghemat biaya operasional
c)
C) Untuk mengurangi jumlah sampel yang diperlukan
d)
D) Untuk mempercepat proses analisis
e)
E) Untuk mendukung hasil yang lebih visual
42.
Kasus: Sandra, seorang teknisi laboratorium, memeriksa sampel darah untuk pemeriksaan eosinofil dengan menggunakan alat hematologi otomatis. Alat ini mengidentifikasi dan menghitung eosinofil berdasarkan karakteristik optik sel. Apa keuntungan menggunakan alat hematologi otomatis dalam penghitungan eosinofil?
a)
A) Mengurangi waktu analisis
b)
B) Meningkatkan risiko kontaminasi
c)
C) Memerlukan lebih banyak reagen
d)
D) Membutuhkan lebih banyak intervensi manual
e)
E) Meningkatkan biaya pengujian
43.
Kasus: Reni bertanggung jawab atas pemeliharaan rutin dan kalibrasi centrifuge di laboratorium. Centrifuge digunakan untuk pemeriksaan hematokrit. Mengapa pemeliharaan rutin dan kalibrasi centrifuge penting untuk pemeriksaan hematokrit?
a)
A) Untuk meningkatkan kecepatan centrifuge
b)
B) Untuk memastikan hasil yang akurat dan konsisten
c)
C) Untuk mengurangi kebisingan saat operasi
d)
D) Untuk mengurangi konsumsi listrik
e)
E) Untuk memperpanjang umur layanan alat
44.
Kasus: Seorang pasien datang ke laboratorium untuk memeriksa status hidrasinya melalui pemeriksaan hematokrit, yang menunjukkan persentase volume sel darah merah terhadap total volume darah. Bagaimana kondisi dehidrasi dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hematokrit pasien ini?
a)
A) Menurunkan persentase hematokrit
b)
B) Meningkatkan persentase hematokrit
c)
C) Tidak mempengaruhi hasil hematokrit
d)
D) Menyebabkan hemolisis
e)
E) Meningkatkan jumlah sel darah putih
45.
Kasus: Seorang pasien yang mengalami gejala kelelahan dan pucat mendapatkan rekomendasi untuk melakukan tes hemoglobin. Tia, teknisi lab, mempersiapkan untuk mengambil sampel darah menggunakan teknik venipuncture. Apa yang harus diperhatikan Tia saat mengambil sampel darah untuk menghindari kesalahan pengukuran hemoglobin?
a)
A) Menggunakan alat tidak steril
b)
B) Memastikan pasien dalam keadaan berdiri
c)
C) Hindari hemolisis dan kontaminasi sampel
d)
D) Pengambilan sampel di ruang ber-AC
e)
E) Tidak memeriksa identitas pasien
46.
Kasus: Laboratorium melakukan peningkatan protokol pemeriksaan jumlah eosinofil menggunakan pewarnaan darah dengan pewarna hematologi untuk diagnosis kondisi alergi. Apa fungsi utama dari pewarnaan hematologi dalam pemeriksaan jumlah eosinofil?
a)
A) Untuk menambah volume darah
b)
B) Untuk mengidentifikasi dan menghitung eosinofil
c)
C) Untuk mengurangi waktu analisis
d)
D) Untuk menstabilkan sampel darah
e)
E) Untuk mendeteksi keberadaan sel darah putih lainnya
47.
Kasus: Di sebuah laboratorium, ada sebuah insiden di mana hasil tes hematokrit pasien menunjukkan nilai yang tidak akurat. Diselidiki bahwa ada masalah dengan kalibrasi alat centrifuge. Mengapa kalibrasi rutin pada centrifuge penting untuk pemeriksaan hematokrit?
a)
A) Untuk memastikan kecepatan centrifuge konstan
b)
B) Untuk mengurangi biaya perawatan
c)
C) Untuk menambah kapasitas sampel
d)
D) Untuk mempercepat proses pengujia
e)
E) Untuk mendeteksi kebocoran pada centrifuge
48.
Kasus: Lina adalah seorang teknisi lab yang bertugas memantau kualitas hasil tes menggunakan kontrol internal dan eksternal dalam proses analitis hematologi. Apa tujuan utama dari penggunaan kontrol internal dan eksternal dalam pemeriksaan hematologi?
a)
A) Untuk mempercepat proses laboratorium
b)
B) Untuk mengurangi penggunaan reagen
c)
C) Untuk memastikan akurasi dan keandalan hasil tes
d)
D) Untuk mendidik teknisi laboratorium baru
e)
E) Untuk meminimalkan interaksi dengan pasien
49.
Kasus: Rudi melakukan pengujian menggunakan autoanalyzer untuk mengukur jumlah sel darah merah. Sebagai bagian dari prosedur, ia menggunakan sampel kontrol setiap pagi sebelum menerima sampel pasien. Mengapa penting untuk menjalankan sampel kontrol sebelum memulai analisis sampel pasien di autoanalyzer?
a)
A) Untuk mengecek bahwa autoanalyzer mati
b)
B) Untuk memastikan autoanalyzer beroperasi dengan benar
c)
C) Untuk menghemat reagen dan waktu
d)
D) Untuk melatih teknisi baru
e)
E) Untuk menghindari penggunaan alat lain
50.
Kasus: Ani melakukan pemeriksaan jumlah eosinofil untuk pasien dengan dugaan infeksi parasit. Ia menggunakan mikroskop untuk mengidentifikasi eosinofil setelah melakukan pewarnaan dengan Giemsa. Apa peran pewarna Giemsa dalam pemeriksaan jumlah eosinofil?
a)
A) Mengaktifkan eosinofil
b)
B) Memudahkan identifikasi eosinofil dengan menonjolkan granula
c)
C) Menurunkan viskositas sampel
d)
D) Menstabilkan jumlah eosinofil dalam darah
e)
E) Meningkatkan jumlah eosinofil dalam sampel
51.
Kasus: Budi bertugas melakukan pemeriksaan hematokrit menggunakan centrifuge. Dia memastikan bahwa semua prosedur pra-analitik telah diikuti sebelum sampel dijalankan. Apa tujuan dari tahap pra-analitik dalam pemeriksaan hematokrit?
a)
A) Menentukan jenis penyakit genetik
b)
B) Memisahkan plasma dan sel darah putih
c)
C) Memastikan sampel dalam kondisi ideal untuk analisis
d)
D) Menganalisis komposisi kimia darah
e)
E) Mengukur tingkat dehidrasi pasien
52.
Kasus: Seorang teknisi laboratorium mengalami masalah dengan hasil pengujian yang tidak konsisten pada alat autoanalyzer. Sebagai tindakan, dia melakukan pengecekan dan penyesuaian pada pengaturan alat. Mengapa pemeliharaan dan kalibrasi berkala pada alat autoanalyzer penting?
a)
A) Untuk meningkatkan efisiensi energi alat
b)
B) Untuk mempercepat proses analisis
c)
C) Untuk memastikan hasil tes yang konsisten dan akurat
d)
D) Untuk mengurangi kebutuhan akan reagen
e)
E) Untuk menghindari penggunaan manual alat
53.
Kasus: Dalam sebuah studi kasus di laboratorium, seorang pasien dengan kondisi inflamasi diuji jumlah eosinofilnya. Teknisi laboratorium menggunakan alat hematologi otomatis untuk melakukan penghitungan. Apa manfaat utama dari menggunakan alat hematologi otomatis dalam penghitungan eosinofil?
a)
A) Mengurangi biaya laboratorium
b)
B) Mengurangi interaksi manusia, mengurangi risiko kesalahan manusia
c)
C) Meningkatkan jumlah sampel yang dapat diuji
d)
D) Menyederhanakan proses pewarnaan
e)
E) Memperpendek waktu pelatihan untuk teknisi baru
54.
Kasus: Linda, seorang supervisor laboratorium, mengimplementasikan penggunaan kontrol kualitas harian untuk pemeriksaan hematokrit menggunakan centrifuge. Kontrol kualitas ini melibatkan penggunaan sampel darah yang nilai hematokritnya sudah diketahui. Apa tujuan dari menggunakan kontrol kualitas harian dalam pemeriksaan hematokrit?
a)
A) Untuk mengurangi jumlah reagen yang digunakan
b)
B) Untuk mengecek konsistensi dan akurasi centrifuge
c)
C) Untuk melatih teknisi baru
d)
D) Untuk mengecek suhu ruangan laboratorium
e)
E) Untuk membandingkan hasil dengan laboratorium lain
55.
Kasus: Sandra bertugas untuk melakukan pemeriksaan jumlah leukosit pada pasien yang mengalami demam tinggi. Dia menggunakan alat hematologi otomatis untuk proses ini. Apa tujuan dari pemeriksaan jumlah leukosit dalam kasus demam tinggi?
a)
A) Untuk menilai status nutrisi pasien
b)
B) Untuk menentukan tingkat dehidrasi
c)
C) Untuk menentukan keberadaan atau tingkat infeksi
d)
D) Untuk mengukur kadar gula darah
e)
E) Untuk memonitor fungsi hati
56.
Kasus: Dalam laboratorium, seorang teknisi mengalami kesulitan dalam menghitung leukosit karena sampel darah menunjukkan aglutinasi yang tinggi. Apa yang harus dilakukan teknisi untuk mengatasi masalah aglutinasi dalam sampel darah saat menghitung leukosit?
a)
A) Memanaskan sampel
b)
B) Menambahkan antikoagulan
c)
C) Mendinginkan sampel
d)
D) Mengulangi prosedur pengambilan sampel
e)
E) Menggunakan centrifuge
57.
Kasus: Riko melakukan pewarnaan hematologi untuk identifikasi leukosit dalam sampel darah yang diambil dari pasien dengan reaksi alergi. Pewarna hematologi mana yang sering digunakan untuk identifikasi leukosit dan mengapa?
a)
A) Giemsa, karena menonjolkan granula
b)
B) Coomassie Blue, karena meningkatkan kontras
c)
C) Safranin, karena spesifik untuk nukleus
d)
D) Hematoxylin, karena membedakan jenis sel
e)
E) Alizarin Red, karena menandai kalsium
58.
Kasus: Sebuah laboratorium hematologi mengimplementasikan penggunaan kontrol internal harian sebelum melakukan serangkaian tes jumlah leukosit. Mengapa penting untuk melakukan kontrol internal harian dalam pengujian jumlah leukosit?
a)
A) Untuk menilai keefektifan reagen yang digunakan
b)
B) Untuk memastikan bahwa alat berfungsi dengan benar
c)
C) Untuk mematuhi regulasi laboratorium
d)
D) A dan B benar
e)
E) Semua jawaban benar
59.
Kasus: Lia, seorang teknisi laboratorium, menggunakan mikroskop untuk menghitung leukosit dalam smear darah. Apa manfaat menggunakan metode manual mikroskop dalam penghitungan leukosit dibandingkan dengan metode otomatis?
a)
A) Lebih cepat dan efisien
b)
B) Kurang akurat dan lebih lambat
c)
C) Memungkinkan identifikasi morfologi sel yang lebih detail
d)
D) Membutuhkan lebih sedikit peralatan
e)
E) Lebih murah dan tidak memerlukan reagen
60.
Kasus: Seorang pasien dengan kondisi imunokompromais hadir dengan infeksi berat. Dokter meminta hitungan diferensial leukosit. Apa informasi klinis yang bisa diperoleh dari hitungan diferensial leukosit?
a)
A) Tingkat hidrasi pasien
b)
B) Jenis infeksi yang dihadapi pasien
c)
C) Kadar hemoglobin pasien
d)
D) Fungsi ginjal pasien
e)
E) Kadar glukosa darah
61.
Kasus: Dalam sebuah kasus medis, ditemukan bahwa pasien mengalami peningkatan jumlah leukosit secara signifikan. Kondisi apa yang mungkin ditunjukkan oleh peningkatan jumlah leukosit tersebut?
a)
A) Anemia
b)
B) Hiperglikemia
c)
C) Infeksi atau inflamasi
d)
D) Hipotensi
e)
E) Hipotiroidisme
62.
Kasus: Seorang pasien datang ke klinik dengan gejala infeksi parah. Dokter memutuskan untuk memeriksa leukosit untuk menilai tingkat keparahan infeksi. Apa yang diharapkan ditemukan pada hasil jumlah leukosit pasien dengan infeksi parah?
a)
A) Jumlah leukosit yang rendah
b)
B) Jumlah leukosit yang normal
c)
C) Fluktuasi pada jumlah leukosit
d)
D) Peningkatan jumlah leukosit
e)
E) Penurunan drastis pada jumlah leukosit
63.
Kasus: Laboratorium melakukan review kualitas prosedur penghitungan leukosit setelah mendapatkan beberapa hasil yang tidak konsisten. Apa langkah pertama yang harus dilakukan dalam meninjau kualitas prosedur penghitungan leukosit?
a)
A) Mengganti semua reagen kimia
b)
B) Meninjau dan memperbarui SOP
c)
C) Melakukan pelatihan ulang untuk semua teknisi
d)
D) Mengecek dan mengkalibrasi semua alat
e)
E) Meminta bantuan dari laboratorium eksternal
64.
Kasus: Anita, seorang teknisi laboratorium, melakukan penghitungan trombosit menggunakan alat hematologi otomatis pada sampel darah dari pasien yang diduga menderita trombositopenia. Apa tujuan utama dari pemeriksaan jumlah trombosit pada pasien ini?
a)
A) Untuk menilai fungsi ginjal
b)
B) Untuk memonitor fungsi hati
c)
C) Untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pembekuan darah
d)
D) Untuk mengecek keseimbangan elektrolit
e)
E) Untuk mengukur kadar hemoglobin
65.
Kasus: Dalam prosedur standar, laboratorium harus memastikan bahwa trombosit dalam sampel darah tidak menggumpal sebelum analisis. Apa konsekuensi dari penggumpalan trombosit sebelum analisis?
a)
A) Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk analisis
b)
B) Menyebabkan peningkatan trombosit palsu
c)
C) Meningkatkan akurasi pengukuran
d)
D) Tidak mempengaruhi hasil analisis
e)
E) Menurunkan biaya pengujian
66.
Kasus: Seorang dokter meminta pemeriksaan hitung trombosit untuk pasien yang akan menjalani operasi besar. Mengapa penting untuk mengetahui jumlah trombosit pasien sebelum operasi?
a)
A) Untuk menilai risiko perdarahan selama operasi
b)
B) Untuk menentukan jenis anestesi yang akan digunakan
c)
C) Untuk mengevaluasi kemungkinan infeksi pasca-operasi
d)
D) Untuk mengukur waktu pemulihan yang diperlukan
e)
E) Untuk menentukan dosis obat anti-inflamasi
67.
Kasus: Laboratorium melakukan kalibrasi rutin pada alat penghitung trombosit otomatis untuk memastikan akurasi hasil. Mengapa kalibrasi pada alat penghitung trombosit penting dilakukan secara rutin?
a)
A) Untuk mempercepat proses pengujian
b)
B) Untuk mengurangi biaya perawatan
c)
C) Untuk memastikan keakuratan hasil penghitungan trombosit
d)
D) Untuk meminimalkan penggunaan reagen
e)
E) Untuk meningkatkan kehandalan data pasien
68.
Kasus: Seorang pasien mengalami peningkatan jumlah trombosit yang signifikan terdeteksi melalui pengujian laboratorium rutin. Kondisi medis apa yang mungkin ditunjukkan oleh peningkatan jumlah trombosit ini?
a)
A) Anemia
b)
B) Trombositemia esensial
c)
C) Leukemia
d)
D) Hipoglikemia
e)
E) Hipotiroidisme
69.
Kasus: Seorang pasien dengan diagnosis dini leukemia diperiksa jumlah trombositnya sebagai bagian dari pengawasan rutin. Apa pentingnya memonitor jumlah trombosit pada pasien leukemia?
a)
A) Untuk menilai efektivitas kemoterapi
b)
B) Untuk memonitor kadar glukosa darah
c)
C) Untuk mengecek fungsi tiroid
d)
D) Untuk memantau status hidrasi
e)
E) Untuk menentukan kecepatan sedimentasi eritrosit
70.
Kasus: Teknisi laboratorium menggunakan pewarna hematologi untuk mengidentifikasi trombosit dalam smear darah. Pewarna hematologi mana yang sering digunakan untuk memudahkan identifikasi trombosit dalam smear darah?
a)
A) Wright
b)
B) Coomassie blue
c)
C) Nigrosin
d)
D) Neutral red
e)
E) Safranin
71.
Kasus: Penggunaan sampel kontrol adalah standar dalam pengujian trombosit untuk memastikan bahwa alat berfungsi dengan benar. Apa tujuan utama menggunakan sampel kontrol dalam pengujian trombosit?
a)
A) Untuk membandingkan hasil dengan nilai normal
b)
B) Untuk mendeteksi kesalahan pada alat
c)
C) Untuk melatih teknisi baru
d)
D) Untuk memastikan hasil yang konsisten dan akurat
e)
E) Untuk mengurangi biaya operasional
72.
Kasus: Seorang pasien dengan riwayat penyakit autoimun memiliki jumlah trombosit yang sangat fluktuatif. Apa kemungkinan penyebab fluktuasi jumlah trombosit pada pasien dengan penyakit autoimun?
a)
A) Fluktuasi dalam asupan nutrisi
b)
B) Efek dari obat-obatan yang digunakan
c)
C) Variasi dalam tingkat aktivitas fisik
d)
D) Perubahan dalam kondisi lingkungan
e)
E) Fluktuasi dalam tingkat stres
73.
Kasus: Laboratorium mengadopsi penggunaan sistem informasi laboratorium baru untuk mencatat dan melaporkan hasil pengujian trombosit. Apa manfaat dari penggunaan sistem informasi laboratorium dalam pengelolaan data pengujian trombosit?
a)
A) Meningkatkan risiko kebocoran data
b)
B) Mempercepat waktu pengujian secara keseluruhan
c)
C) Mempermudah akses ke riwayat pengujian pasien
d)
D) Mengurangi kebutuhan akan kontrol kualitas
e)
E) Menurunkan biaya pengujian per sampel
74.
Kasus: Dalam operasional harian, alat hematologi otomatis mengalami kesalahan fungsi yang tidak diketahui penyebabnya. Apa langkah pertama yang harus dilakukan oleh teknisi laboratorium ketika alat hematologi otomatis mengalami kesalahan fungsi?
a)
A) Mengganti semua reagen di alat
b)
B) Mematikan dan menghidupkan kembali alat
c)
C) Menghubungi layanan teknis untuk perbaikan
d)
D) Mengabaikan masalah dan melanjutkan pengujian
e)
E) Melakukan pemeriksaan kesalahan secara manual pada alat
75.
Kasus: Rina bertugas untuk melakukan pemeliharaan rutin pada analis hematologi otomatis, yang termasuk pemeriksaan dan pembersihan komponen internal. Mengapa pemeliharaan rutin penting untuk analis hematologi otomatis?
a)
A) Untuk meningkatkan kecepatan analisis
b)
B) Untuk mengurangi biaya operasional
c)
C) Untuk memastikan akurasi dan keandalan hasil tes
d)
D) Untuk memenuhi persyaratan hukum
e)
E) Untuk memperpanjang masa garansi alat
76.
Kasus: Sebuah laboratorium hematologi baru saja memperbarui perangkat lunak pada analis hematologi otomatis mereka untuk meningkatkan fungsionalitas dan efisiensi alat. Apa manfaat utama dari memperbarui perangkat lunak pada alat hematologi otomatis?
a)
A) Mengurangi jumlah sampel yang diperlukan untuk analisis
b)
B) Memungkinkan alat untuk melakukan jenis tes baru
c)
C) Mempercepat proses pelaporan hasil
d)
D) Mengurangi interaksi dengan pasien
e)
E) Menambahkan fungsi autoverifikasi hasil
77.
Kasus: Selama prosedur standar, analis hematologi otomatis mengalami error yang menunjukkan kekurangan reagen spesifik. Apa langkah yang harus diambil teknisi ketika terjadi kekurangan reagen pada analis hematologi otomatis?
a)
A) Melanjutkan pengujian tanpa mengganti reagen
b)
B) Menunggu sampai reagen baru tiba tanpa melakukan tindakan
c)
C) Mengganti reagen dan melakukan kalibrasi ulang jika perlu
d)
D) Mengabaikan peringatan dan melaporkan kesalahan pada supervisor
e)
E) Menutup laboratorium sampai masalah teratasi
78.
Kasus: Seorang manajer laboratorium sedang mempersiapkan laboratorium untuk audit eksternal dan ingin memastikan bahwa semua prosedur pengendalian mutu telah dilaksanakan dengan benar. Apa tujuan utama dari pengendalian mutu dalam pemeriksaan hematologi?
a)
A) Untuk memastikan bahwa peralatan bekerja dengan efisiensi energi maksimal
b)
B) Untuk menjamin keakuratan dan keandalan hasil tes
c)
C) Untuk mengurangi biaya operasional laboratorium
d)
D) Untuk mempercepat proses pengujian
e)
E) Untuk memenuhi persyaratan hukum saja
79.
Kasus: Teknisi laboratorium menemukan penyimpangan pada hasil tes yang tidak konsisten dengan hasil kontrol yang diketahui. Apa tindakan yang harus diambil jika hasil kontrol internal menunjukkan penyimpangan dari nilai yang diharapkan?
a)
A) Mengabaikan hasil dan melanjutkan pengujian
b)
B) Mengganti semua reagen dan sampel
c)
C) Menjalankan kembali kontrol dan jika masih bermasalah, melakukan troubleshooting lebih anjut
d)
D) Melaporkan ke manajemen tanpa mengambil tindakan lebih lanjut
e)
E) Menutup laboratorium sampai penyebabnya ditemukan
80.
Kasus: Sebagai bagian dari pengendalian mutu, laboratorium hematologi berpartisipasi dalam program pengujian profisiensi eksternal. Apa manfaat dari partisipasi dalam program pengujian profisiensi (EQA) untuk laboratorium hematologi?
a)
A) Menyediakan alat untuk pelatihan teknisi
b)
B) Memberikan kesempatan untuk perbandingan hasil tes antara laboratorium
c)
C) Mengurangi jumlah pengujian yang perlu dilakukan
d)
D) Meningkatkan kecepatan pengujian
e)
E) Mengurangi kebutuhan untuk kontrol internal
81.
Kasus: Laboratorium sedang mengevaluasi keandalan dari berbagai metode pengujian hematologi yang mereka gunakan. Dalam konteks pengendalian mutu, apa yang dimaksud dengan "validasi metode"?
a)
A) Proses mengganti metode pengujian lama dengan yang baru
b)
B) Proses menilai keakuratan dan keandalan metode pengujian
c)
C) Proses memastikan bahwa semua metode menghasilkan data yang sama
d)
D) Proses pelatihan teknisi untuk metode baru
e)
E) Proses mengurangi biaya operasional untuk metode pengujian
Reset
