WorksheetsUlangan Harian 4 Bab VIII Drama
Total questions: 20
Worksheet time: 3600secs
Drama adalah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung, disajikan dalam bentuk dialog dan gerak berdasarkan naskah, serta didukung oleh hal-hal berikut ini, kecuali ...
tata lampu
tata panggung
tata rias
tata busana
tata boga
Berikut ini adalah ciri-ciri drama, kecuali ...
Seluruh cerita drama
berbentuk dialog,
baik untuk tokoh
maupun narator.
Dialog dalam teks drama tidak menggunakan tanda petik (”. . .”). Dialog dalam teks drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama tidak menggunakan tanda petik.
Petunjuk dalam naskah drama
terletak di atas dialog
atau di samping kiri dan kanan dialog.
Naskah drama dilengkapi sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan pada tokoh pemeran bersangkutan.
Karakter yang dimunculkan dalam sebuah drama adalah karakter rekaan atau berdasarkan khayalan si penulisnya, ada juga karakter yang dibuat berdasarkan kisah nyata, yaitu kisah seseorang yang dialihkan ke dalam sebuah tulisan terutama naskah drama.
Yang menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi sesuatu cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut, dan ada kalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu disebut ...
prolog
epilog
orientasi
konflik
resolusi
Berikut ini adalah beberapa konsep drama, kecuali ...
Drama berarti ‘perbuatan, tindakan atau action’.
Sebuah lakon atau cerita berupa kisah kehidupan dalam dialog dan lakuan tokoh yang berisi konflik.
Syair atau prosa yang menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang tidak selalu dipentaskan.
Cerita atau kisah yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater.
Kisah kehidupan manusia yang dikemukakan di pentas berdasarkan naskah, menggunakan percakapan, gerak laku, unsur-unsur pembantu (dekor, kostum, rias, lampu, musik), serta disaksikan oleh penonton.
Jenis-jenis drama berdasarkan sajian isinya adalah ...
drama puisi, drama prosa
komedi, tragedi, tragikomedi
panomim, minikata, dialog-monolog
opera, sendratari, tablo
drama absurd, drama baca, drama borjuis
Drama yang sengaja mengabaikan atau melanggar konversi alur, penokohan, dan tematik disebut ...
drama absurd
drama borjuis
drama liturgis
drama domestik
drama satu babak
Perhatikan kutipan teks drama berikut.
Dara
Maharaja boneka itu mulai memuakkan saya.
Reso
Tidak baik berkata begitu sementara Baginda ialah darah dagingmu sendiri.
Dara
Panembahan suamiku, ternyata Anda begitu kuat dan kuasa, kenapa Anda tidak ingin menjadi raja?
Reso
Hahahaha! Apa kurang enaknya menjadi orangtua dan pemangku.
(Sumber: Horison Sastra Indonesia 4, Kitab Drama, 2002)
Unsur drama yang menonjol pada kutipan di atas adalah ...
latar
penokohan
amanat
tema
dialog
Perhatikan teks drama berikut ini.
Pembela
Nyonya Murni, silakan duduk. (Bahri melihat Murni. la berdiri.)
Murni Sayang!
Mendengar kata sayang itu Murni memalingkan muka lalu duduk tertunduk. Pembela mendekati Munti lalu berkata.
Pembela
Nyonya ada sedikit pengakuan yang ingin didengarkan oleh Majelis Hakim yang mulia. Kami mengetahui, bahwa dulu nyonya adalah kekasih Kapten Anwar. Tapi orang yang mencintai Nyonya bukan dia satu-satunya. Ada lagi, yang lain, yaitu Mayor Bahri, suami Nyonya yang sekarang juga mencintai Nyonya. Kemudian, kapten Anwar dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan medan perang. Yang menjadi ketua pengadilan itu adalah Mayor Bahri, suami Nyonya. Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Harap nyonya jawab dengan jujur dan tujukan pada Majelis Hakim .....
(Murni mengangguk.)
Terkait dengan penyusunan dialog, di samping kita dapat membagi ke dalam beberapa babak dan adegan, ada tiga elemen yang tidak boleh dilupakan. Pada teks drama di atas, petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh disebut ...
tokoh
wawancang
kramagung
prolog
epilog
Sebelum memerankan drama, kegiatan awal yang perlu kita lakukan ialah membaca dan memahami naskah drama. Naskah drama adalah karangan atau tulisan yang berisi hal-hal berikut, kecuali ...
nama-nama tokoh
dialog yang diucapkan
latar panggung yang dibutuhkan
pelengkap lainnya (kostum, lighting, dan musik pengiring)
aspek-aspek suprasegmental (lafal, intonasi, nada atau tekanan dan mimik)
Ekspresi atau raut muka yang menggambarkan suatu emosi: sedih, gembira, kecewa, takut, dan sebagainya. Mimik berperan dalam memperjelas suatu maksud tuturan disebut ...
lafal
intonasi
mimik
gerak-gerik
nada/tekanan kata
Yang dimaksud dengan dialog dalam drama adalah ...
Awal lakon drama. Berperan menyiapkan pikiran penonton untuk mengikuti alur drama. Biasanya berisi sinopsis lakon atau perkenalan tokoh.
Percakapan para pemain yang dalam lakon drama yang menjadi media pengungkapan cerita. Dengan demikian, alur cerita drama diketahui oleh penonton lewat pemainnya.
Kata penutup yang mengakhiri pementasan drama. Biasanya berisi kesimpulan isi cerita drama. Jjuga dapat berisi ajaran yang diambil penonton dari drama yang disaksikan.
Perubahan penting mengenai nasib sang tokoh.
memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi sesuatu cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut, dan ada kalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu.
Berikut ini merupakan bagian dari struktur drama yang disebut dengan prolog, kecuali ...
Dalam ruangan ini tidak ada perbedaan antara malam dan siang. Biarpun di kamar tidur Bahri hari sudah malam, kualitas cahaya dalam ruang mahkamah tetap sama. Murni datang diantarkan seorang petugas pengadilan. la berhenti sebentar untuk memandang wajah suaminya.
Di rumah Panembahan Reso. Pagi hari. Ada Aryo Lembu, Aryo Jambu, Aryo Bambu, Aryo Sumbu, Aryo Sekti, Ratu Dara, dan Panembahan Reso.
Reni, Ria, Untari, dan Susi sedang duduk-duduk di teras rumah Ria. Di atas meja terhidang minuman dan sepiring pisang goreng. Peristiwa itu terjadi pada suatu sore hari.
Sekolah Yayasan Putra Bangsa di Betawi, pada pagi hari.
(Guru tengah meluapkan kemarahan kepada murid-muridnya. Memukul bel berkali-kali dan baru berhenti ketika murid-murid sudah berkumpul semua. Dia menatap muridnya satu demi satu)
Dalang
Para pemirsa, tahu ‘kan siapa biang-keladi perkara ini? Tidak lain dan tidak bukan Kabayan sendiri. Paham kan,, mengapa ia berbuat demikian? Kabayan tidak ingin rahasianya terbuka. Ya, kan? Mana mungkin seorang perempuan sanggup kencing sambil berdiri tanpa berceceran? Kalau kawan-kawannya memergoki bagaimana cara Kabayan kencing, bagaimana? Kan mereka bisa curiga? Jadi, Kabayan pun berpikir keras, mencari akal bagaimana agar kencing sambil jongkok dijadikan peraturan sekolah.
Unsur pembangun drama terdiri dari ...
prolog, dialog, epilog
orientasi, konflik, resolusi
tema, setting, dialog, konflik, alur cerita, amanat
naskah, sutradara, pemain, tata panggung, tata rias, tata cahaya, tata busana, penonton
dialog, konflik, sutradara, pemain, panggung
Berikut ini merupakan hal-hal yang harus dilakukan dalam pemahaman peran sebelum tampil bermain drama, kecuali ...
Pemahaman terhadap keseluruhan isi naskah melalui dialog antartokoh dan petunjuk lakuan.
Pemahaman terhadap setiap dialog yang diucapkan oleh diri sendiri saja, bukan orang lain.
Pemahaman dan penghayatan terhadap karakter tokoh yang diperankan.
Pengungkapan ekspresi sebagai bentuk perwakilan dari pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
Penyampaian dialog jelas sehingga penonton dapat menangkap maksud yang disampaikan. Kemampuan, meliputi artikulasi, intonasi, dan volume suara.
Berikut ini merupakan aspek-aspek penting dalam bermain drama, kecuali ...
Kesadaran Indra
Tubuh dan Gerakan
Suara dan Cakapan
pernafasan dan improvisasi
pemahaman teknik panggung
Pementasan drama adalah suatu proses yang kompleks dan membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek untuk memastikan pertunjukan berjalan dengan sukses. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam pementasan drama, kecuali ...
interpretasi naskah, sutradara
pemeranan (aktor), penggunaan panggung, tata musik
kostum dan tata rias, tata suara, tata cahaya
tema/amanat, latar, penokohan, dialog,
latihan, kesiapan teknis, manajemen waktu
Berikut ini adalah konsep-konsep dalam peran protagonis, kecuali ...
Karakter utama dalam cerita, tokoh yang menjadi fokus utama narasi.
karakter yang menghadapi konflik utama dan mengalami perkembangan atau perubahan signifikan sepanjang cerita.
Fokus utama dari cerita.
Mengalami perkembangan karakter yang paling signifikan.
Peran yang berkontribusi signifikan terhadap plot dan dinamika antar karakter. Mereka bisa menjadi sumber konflik, pendukung, atau penyeimbang bagi protagonis dan deuteragonis.
Berikut ini adalah hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum tampil, kecuali ...
Pemeran drama harus mempersiapkan mental dan fisik.
Pemeran drama harus berlatih dasar teknik bermain peran.
Pemeran drama harus menghafalkan penokohan pemain yang akan diperankan.
Penggunaan ekspresi wajah dan gerakan tubuh untuk memperkuat karakter dan emosi.
Pemeran drama harus berlatih bermain peran, misalnya latihan percakapan dengan membaca naskah dan latihan penguasaan panggung.
Berikut ini adalah kaidah kebahasaan yang sering digunakan dalam drama, kecuali ...
Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis).
Contoh: sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian.
Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti mendambakan, mengalami.
Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh.
Contoh: merasakan, menginginkan, mengharapkan.
Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk meng- gambarkan tokoh, tempat, atau suasana. Kata-kata yang dimaksud, misalnya, , rapi, bersih, baik, gagah, kuat.
Menggunakan kata ganti orang, Menggunakan Kosakata Sehari-hari, Menggunakan Berbagai Macam Jenis Kalimat
Perhatikan teks drama berikut ini.
Lomba Masak
Reni, Ria, Untari, dan Susi sedang duduk-duduk di teras rumah Ria. Di atas meja terhidang minuman dan sepiring pisang goreng. Peristiwa itu terjadi pada suatu sore hari.
Reni : Bagaimana Ri, kau sudah mendapat ide?
Ria : (penuh tanda tanya) sebetulnya sudah, tapi…. Apakah kalian setuju dengan ideku ini?
Untari dan Susi : (hampir bersamaan) Coba katakan, apa idemu?
Ria : Begini (diam sebentar). Kita buat saja masakan dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Kebetulan kami panen pisang dan singkong, kemarin. Nah, kita bisa memanfaatkan kedua bahan itu.
Untari : Tapi….apakah masakan kita tidak memalukan? Sebab, singkong dan pisang hanya bahan murah.
Susi : Benar pendapat Untari, tentunya kelompok kita akan membuat masakan dari bahan yang lebih baik dan lebih mahal.
Reni : Tetapi aku setuju dengan pendapat Ria. Dengan bahan yang sederhana kita pun dapat membuat makanan yang enak.Kebetulan kakakku pernah membuat makanan dari bahan singkong dan pisang. Jadi, kita dapat belajar dari dia.
Ria : Ya, ibukupun pernah memasaknya, dan hasilnya … Kami semua senang.
Untari : (bernada khawatir) Tapi …. Bagaimana dengan kelompok lain?
Susi : Wah, mereka pasti akan memasak makanan yang enak dan mahal.
Reni : Ah, makanan mahal belum tentu enak rasanya. Dan kita harus mengingat kemampuan kita.
Ria : Betul kata Reni, sebaliknya makanan yang murah belum tentu tidak enak. Maka, sekarang kita putuskan saja, kelompok kita, kelompok II, akan membuat makanan dari bahan singkong dan pisang.
Reni : Ya, aku setuju, bagaimana Untari, dan kau Susi?
Untari : (bernada pasrah) Bisa begitu …. Ya sudahlah, aku setuju.
Susi : Aku juga setuju.
Tokoh yang berkarakter cerdas dan memiliki jiwa kepemimpinan adalah ...
Reni
Ria
Untari
Susi
Ria dan Untari
