wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KSP FTS STERIL SEMESTER VI

Total questions: 33

Worksheet time: 47mins

Name
Class
Date
1.

Prinsip formulasi sediaan parenteral volume kecil salah satunya pengaruh rute pemberian yang dimana sediaan injeksi sering diberikan larutan hipertonis karena memfasilitasi efek efusi cairan. Apa rute yang dimaksud dalam penyataan tersebut ?

a)

Intravena (IV)

b)

Subkutan (SC)

c)

Intramuskular (IM)

d)

Intraspinal (ID)

e)

Intraperitoneal (IP)

2.

Apa tujuan pemilihan pembawa sediaan injeksi harus air segar secara RO, kecuali ?

a)

Semua benar

b)

Mengandung endotoksin tidak lebih dari 0,25 mikrometer

c)

Mengandung senyawa ioni dan organik

d)

Total Karbon Organik (TOC) <500 ppb

e)

Semua salah

3.

Apoteker membuat sediaan injeksi dengan kelarutan zat dalam pelarut 400-700 mL. Apa kategori zat tersebut dalam terminology/istilah kelarutan ?

a)

Mudah larut

b)

Praktis tidak larut

c)

Sukar larut

d)

Larut

e)

Sangat mudah larut

4.

Apa solusi dari masalah zat dengan kelarutan dan solubilitas rendah, kecuali ?

a)

Pembentukan garam

b)

Penambahan zat pensolubilisasi

c)

Penambahan pelarut anorganik dalam air

d)

Penambahan pelarut organik dalam air

e)

Semua benar

5.

Campuran larutan memiliki konstanta dielektrik (KD) 50, campuran pelarut terdiri dari etanol 5% KD=25,7); Air (sebagai x; KD: 80), N-Propano (KD=20,1). Berapa komposisi air dalam campuran larutan tersebut ?

a)

45,55%

b)

69%

c)

49,45%

d)

50,45%

e)

69,44%

6.

Campuran larutan memiliki konstanta dielektrik (KD) 50, campuran pelarut terdiri dari etanol 5% KD=25,7); Air (sebagai x; KD: 80), N-Propano (KD=20,1). Berapa komposisi N-Propano dalam campuran larutan tersebut ?

a)

49,45%

b)

45,55%

c)

50,45%

d)

69%

e)

69,44%

7.

Apa zat yang digunakan untuk mengatasi masalah kelarutan dan solubilitas selain surfaktan kecuali ?

a)

Vitamin

b)

Mineral

c)

Resin

d)

Sulfoamida

e)

Minyak atsiri

8.

Apa teknik yang digunakan dalam mengukur kelarutan zat murni ?

a)

Kelarutan Forsa

b)

Semua salah

c)

Kelarutan Fasa

d)

Solubilisasi Forsa

e)

Semua benar

9.

Apa sasaran sediaan parenteral volume besar, kecuali ?

a)

Ekspander plasma

b)

Semua salah

c)

Nutrisi

d)

Agen pendialisis

e)

Semua benar

10.

Berapa nilai osmolaritas dari cairan tubuh ?

a)

329-350

b)

250-269

c)

270-328

d)

>350

e)

0-249

11.

Apa saja hal-hal yang dapat mempengaruhi stabilitas, kecuali ?

a)

Material kemasan primer kontak dengan zat aktif

b)

Modifikasi formula

c)

Formula standar

d)

Perubahan siklus sterilisasi

e)

Modifikasi pengemas

12.

Partikel partikulat dapat merangsang mata, menyebabkan rasa kurang menyenangkan kepada pasien, dan karena itu perlu dieliminasi (kecuali sediaan suspensi. Bagaimana cara formulator membuat sediaan oftalmik bentuk suspensi agar tidak menimbulkan rangsangan dan rasa kurang menyenangkan pada mata ?

a)

Ukuran partikel dibuat 10 milimeter

b)

Ukuran partikel dibuat 10 miligram

c)

Ukuran partikel dibuat 10 mikroliter

d)

Ukuran partikel dibuat 10 mikrogram

e)

Ukuran partikel dibuat 10 mikrometer

13.

Bagaimana cara formulator memuat sediaan oftalmik bentuk emulsi agar tidak menimbulkan rangsangan dan rasa kurang menyenangkan pada mata ?

a)

Ukuran partikel dibuat 0,05 milimeter

b)

Ukuran partikel dibuat 0,05 miligram

c)

Ukuran partikel dibuat 0,05 mikrometer

d)

Ukuran partikel dibuat 0,05 mikroliter

e)

Ukuran partikel dibuat 0,05 mikrogram

14.

Sediaan mata boleh tidak isotonis. Apa alasan pernyataan tersebut, kecuali ?

a)

Osmolaritas 308

b)

E NaCl 0,5-1,6%

c)

E NaCl 0,5-6,1%

d)

Volume/Jumlah penggunaan

e)

Efek klinis

15.

USP menyarankan penggunaan 0,5% metilselulosa sebagai pengental dalam formulasi. Masalahnya: dalam proses sterilisasinya larutan selulosa tidak dapat disaring (filtrasi), disterilkan menggunakan autoklaf. Apabila disterilkan dengan autoklaf, turunan selulosa tersebut menunjukkan kecnderungan mengendap dalam larutan karena kelarutan dalam air menurun akibat peningkatan suhu, tetapi menjadi jernih lagi setelah didinginkan pada suhu kamar. Apa yang dilakukan oleh formulator ?

a)

Melakukan sterilisasi terpisah

b)

Menurunkan suhu saat sterilisasi

c)

Melakukan pencampuran tanpa melakukan sterilisasi bahan

d)

Semua benar

e)

Semua salah

16.

Formulator membuat obat tetes mata dengan komposisi formula meliputi: Atropin Sulfat 1 %; NaOH q.s; NaCl q.s; API add 5 mL. Diketahui Liso=4,3; BM=694. Hitunglah kebutuhan NaCl ?

a)

0,009

b)

0,795

c)

0,040

d)

0,280

e)

0,024

17.

Formulator membuat obat tetes mata dengan komposisi formula meliputi: Atropin Sulfat 1 %; NaOH=0,15%; NaCl q.s; API add 5 mL. Diketahui Liso=4,3 dan BM=694; Liso NaOH=3,4 dan BM=40. Hitunglah kebutuhan NaCl ?

a)

0,009

b)

0,795

c)

0,578

d)

0,280

e)

0,029

18.

Formulator membuat obat tetes mata dengan komposisi formula meliputi: Atropin Sulfat 1 %, Ion=2 dan BM=694; NaOH=0,15%, Ion=1 dan BM=40; NaCl q.s; API add 100 mL. Hitunglah Mosmol Atropin Sulfat ?

a)

28,82

b)

103,82

c)

37,50

d)

66,32

e)

104,82

19.

Formulator membuat obat tetes mata dengan komposisi formula meliputi: Atropin Sulfat 1 %, Ion=2 dan BM=694; NaOH=0,15%, Ion=1 dan BM=40; NaCl q.s; API add 100 mL. Hitunglah total Mosmol ?

a)

28,82

b)

103,82

c)

37,50

d)

66,32

e)

104,82

20.

Formulator membuat obat tetes mata dengan komposisi formula meliputi: Atropin Sulfat 1 %, Ion=2 dan BM=694; NaOH=0,15%, Ion=1 dan BM=40; NaCl q.s; API add 100 mL. Apa tonisitas formula tersebut?

a)

Hipertonis

b)

Hipotonis

c)

Isotonis

d)

Semua benar

e)

Serba salah

21.

Formulator membuat obat tetes mata dengan komposisi formula meliputi: Atropin Sulfat 1 %, Ion=2, dan BM=694; NaOH=0,15%, Ion=1 dan BM=40; NaCl q.s; API add 20 mL. Hitunglah penurunan titik beku bahan Atropin Sulfat ?

a)

0,351

b)

0,631

c)

0,040

d)

0,280

e)

0,024

22.

Formulator membuat obat tetes mata dengan komposisi formula meliputi: Atropin Sulfat 1 %, Ion=2, dan BM=694; NaOH=0,15%, Ion=1 dan BM=40; NaCl q.s; API add 20 mL. Hitunglah total penurunan titik beku formula tersebut ?

a)

0,351

b)

0,631

c)

0,040

d)

0,280

e)

0,024

23.

Seorang Apoteker di industri farmasi akan mensterilkan wadah primer jenis polietilen (PE) yang digunakan untuk sediaan steril. Apa metode sterilisasi yang paling tepat dan aman digunakan terhadap bahan tersebut ?

a)

Sterilisasi uap (autoklaf) pada suhu 121° C selama 15 menit 

b)

Sterilisasi panas kering pada suhu 160° C selama 2 jam

c)

Sterilisasi gas etilen oksida (ETO)

d)

Sterilisasi iradiasi gamma dengan dosis 100 kGy

e)

Sterilisasi menggunakan sinar UV selama 30 menit

24.

Apa saja yang dapat digunakan sebagai pengatur tonisitas, kecuali ?

a)

Natrium klorida

b)

Dekstrosa 40%

c)

Dekstrosa

d)

Sodium sulfat

e)

Potasium sulfat

25.

Seorang Apoteker di industri farmasi membuat sediaan infus (LVP), kemudian akan melakukan sterilisasi akhir. Untuk mendapatkan produk dengan kualitas yang baik maka proses pengisian produk hendaklah dilakukan pada lingkungan kelas yang sesuai. Manakah lingkungan kelas tempat proses tersebut berlangsung ?

a)

Kelas A berlatar belakang kelas B

b)

Kelas A berlatar belakang kelas C

c)

Kelas C

d)

Kelas D

e)

Kelas E

26.

1.     Uji pyrogen dilakukan untuk memastikan bahwa sediaan steril bebas dari zat pirogenik. Metode konvensional yang digunakan untuk uji ini adalah dengan menggunakan hewan uji. Apa hewan yang umum digunakan dalam uji pyrogen ini ?

a)

Mencit betina (Mus musculus)

b)

Kelinci sehat (Oryctolagus cuniculus)

c)

Anjing Beagle

d)

Tikus Wistar jantan

e)

Primata kecil

27.

Seorang Apoteker di industri farmasi mempreparasi pembuatan produk plasma dari pendonor yang sudah dilulusakan kemudian akan melakukan pengerjaan minimal di lingkungan kelas yang sesuai. Manakah lingkungan kelas tempat proses tersebut berlangsung ?

a)

Kelas A berlatar belakang kelas B

b)

Kelas A berlatar belakang kelas C

c)

Kelas C

d)

Kelas D

e)

Kelas E

28.

Seorang Apoteker pada industri farmasi telah membuat sediaan steril dan akan melakukan pengujian bebas pyrogen pada produk dengan berat hewan uji yang digunakan 2,3 kg. Berapa mL sediaan tersebut diinjeksikan dalam interval 10 menit ?

a)

10 mL

b)

15 mL

c)

18 mL

d)

23 mL

e)

25 mL

29.

Industri farmasi harus memiliki sertifikat CPOB sehingga seluruh rangkaian produksi sudah sesuai dengan standar. Pedoman CPOB nomor berapa yang digunakan oleh industri farmasi ?

a)

34 Tahun 2024

b)

34 Tahun 2018

c)

7 Tahun 2018

d)

7 Tahun 2024

e)

51 Tahun 2009

30.

Apa yang dimaksud dengan validasi proses dalam konteks CPOB sediaan steril?

a)

Proses pengujian produk setelah produksi

b)

Proses pengawasan pekerja selama produksi

c)

Proses yang memastikan bahwa semua tahap produksi berjalan sesuai standar yang ditetapkan dan menghasilkan produk yang konsisten

d)

Proses pencatatan semua kegiatan selama produksi

e)

Proses dokumentasi semua kegiatan selama produksi

31.

Dalam CPOB setiap ruangan memiliki nilai ambang batas mikroba, sehingga pengujian cemaran mikroba harus dilakukan, baik terhadap udara dan permukaan. Apa metode yang digunakan untuk pengujian jumlah mikroba udara ?

a)

Cawan kontak

b)

Cawan papar

c)

Volumetris

d)

Swab/ usap

e)

Semua benar

32.

Dalam CPOB setiap ruangan memiliki nilai ambang batas mikroba, sehingga pengujian cemaran mikroba harus dilakukan, baik terhadap udara dan permukaan. Apa metode yang digunakan untuk pengujian tersebut ?

a)

Cawan kontak

b)

Cawan papar

c)

Volumetris

d)

Swab/ usap

e)

Semua benar

33.

Dalam CPOB setiap ruangan harus dibersihkan sehingga jumlah maksimum partikel nonoperasional dan operasional harus sesuai dengan tabel CPOB, berapa maksimum waktu yang dibutuhkan untuk pembersihan partikel sebelum operasional ?

a)

5 Menit

b)

10 Menit

c)

15 Menit

d)

20 Menit

e)

25 Menit