Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pertanyaan HOTS Design Thinking of Learning

Total questions: 77

Worksheet time: 49mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan self-determined learning?

4 lines
2.

Bagaimana kita dapat memastikan bahwa proses Design Thinking dalam pendidikan tetap relevan dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri?

4 lines
3.

Apa yang sering kali terjadi akibat berpikir linear dan reaktif dalam desain awal di Indonesia?

a)

Keputusan yang proaktif

b)

Peningkatan efisiensi

c)

Masalah bottleneck

d)

Solusi jangka panjang

e)

Implementasi yang efektif

4.

Bagaimana model Education 1.0 berfokus pada pembelajaran?

a)

Pada siswa/mahasiswa

b)

Pada guru/dosen

c)

Pada teknologi

d)

Pada inovasi

e)

Pada pemikiran sistem

5.

Apa manfaat dari menggunakan Design Thinking dalam pembelajaran?

a)

Mempercepat penyelesaian studi

b)

Memfokuskan pada model Education 1.0

c)

Menghindari feedback loop

d)

Meningkatkan pemikiran reaktif

e)

Mengembangkan GROWTH Mindset

6.

Apa yang menjadi dasar dari PDCA for SUCCESS?

a)

Plan-Do-Check-Act

b)

Design-Plan-Do-Check-Act

c)

Design-Do-Plan-Check-Act

d)

Plan-Check-Do-Act

e)

Design-Plan-Act-Check

7.

Apa yang dimaksud dengan VUCA dalam konteks industri 4.0?

a)

Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity

b)

Volatility, Unity, Complexity, Ad

8.

Apa yang menjadi hambatan utama dalam model pembelajaran kuno di Indonesia?

a)

Fokus pada inovasi

b)

Kompetensi desain dan antisipasi perubahan

c)

Metode pembelajaran determinasi mandiri

d)

Benchmarking internasional

e)

Pemikiran sistem jangka panjang

9.

Mengapa penting untuk memiliki desain awal yang efektif sebelum memulai aktivitas?

a)

Untuk mengabaikan pemikiran sistem

b)

Untuk menghindari masalah bottleneck

c)

Untuk fokus pada pemikiran jangka pendek

d)

Untuk meningkatkan masalah bottleneck

e)

Untuk mengutamakan pemikiran individual

10.

Apa tujuan utama dari Design-Plan-Do-Check-Act for SUCCESS?

a)

Membuat keputusan cepat tanpa perencanaan

b)

Meningkatkan pemikiran jangka pendek

c)

Menyelesaikan masalah dengan cara yang kreatif dan inovatif

d)

Mengabaikan feedback loop

e)

Mengutamakan pemikiran individual

11.

Bagaimana cara mengintegrasikan umpan balik siswa ke dalam proses perancangan pembelajaran?

a)

Dengan mempertahankan metode pembelajaran tanpa perubahan

b)

Dengan mendengarkan umpan balik siswa dan menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan

c)

Dengan hanya mengandalkan umpan balik dari guru

d)

Dengan mengabaikan keterlibatan siswa dalam perancangan pembelajaran

12.

Mengapa penting untuk memiliki desain awal yang efektif sebelum memulai aktivitas?

a)

Untuk mengabaikan pemikiran sistem

b)

Untuk menghindari masalah bottleneck

c)

Untuk fokus pada pemikiran jangka pendek

d)

Untuk meningkatkan masalah bottleneck

e)

Untuk mengutamakan pemikiran individual

13.

Apa yang menjadi kendala utama dalam mengadopsi pemikiran desainer?

a)

Fokus pada pemikiran jangka pendek

b)

Berpikir linear dan reaktif

c)

Berpikir sistem jangka panjang

d)

Berpikir inovatif

e)

Berpikir proaktif

14.

Apa yang menjadi ciri utama dari pemikiran sistem?

a)

Sasaran tunggal

b)

Aktivitas paralel

c)

Pemikiran jangka pendek

d)

Pemikiran linear

e)

Pemikiran reaktif

15.

Bagaimana cara kita mengatasi kesenjangan iptek dengan institusi terkemuka dunia?

a)

Mengabaikan benchmarking

b)

Mengikuti metode kuno

c)

Menggunakan pendekatan radikal/breakthrough

d)

Berfokus pada pemikiran individual

e)

Menghindari perubahan global

16.

Apa yang dimaksud dengan self-determined learning?

a)

Pembelajaran determinasi guru

b)

Pembelajaran determinasi siswa

c)

Pembelajaran determinasi mandiri

d)

Pembelajaran determinasi teknologi

e)

Pembelajaran determinasi kolektif

17.

Bagaimana cara mengimplementasikan pembelajaran self-determined?

a)

Mengandalkan guru

b)

Mengandalkan teknologi

c)

Memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar mandiri

d)

Mengikuti model pembelajaran kuno

e)

Berfokus pada pemikiran jangka pendek

18.

Apa yang menjadi dasar dari pemikiran sistem?

a)

Pemikiran individual

b)

Pemikiran jangka pendek

c)

Sasaran tunggal

d)

Aktivitas paralel

e)

Desain yang tidak efektif

19.

Apa yang dimaksud dengan mindset yang berkembang terus-menerus?

a)

Fixed mindset

b)

Short-term mindset

c)

Growth mindset

d)

Linear mindset

e)

Reactive mindset

20.

Mengapa penting untuk menggunakan pendekatan ATM dalam pembelajaran?

a)

Menghindari inovasi

b)

Berfokus pada model kuno

c)

Untuk memodifikasi metode pembelajaran sesuai kebutuhan

d)

Mengabaikan benchmarking

e)

Berfokus pada pemikiran jangka pendek

21.

Apa prinsip utama dari Design Thinking of Learning?

a)

Pemikiran linear

b)

Pemikiran reaktif

c)

Sasaran Multi Objectives

d)

Pemikiran jangka pendek

e)

Pemikiran individual

22.

Bagaimana kita dapat mengukur keberhasilan implementasi Design Thinking dalam pembelajaran?

a)

Dengan mengabaikan hasil belajar siswa

b)

Dengan fokus pada pemikiran jangka pendek

c)

Dengan menggunakan metrik kualitatif dan kuantitatif untuk menilai inovasi dan keterlibatan siswa

d)

Dengan mempertahankan metode evaluasi tradisional tanpa adaptasi

e)

Dengan mengandalkan pendapat subjektif guru tanpa data pendukung

23.

Dalam era VUCA, bagaimana Design Thinking dapat membantu organisasi pendidikan dalam menghadapi ketidakpastian?

a)

Dengan mempertahankan metode konvensional tanpa adaptasi

b)

Dengan menghindari perubahan dan tetap pada cara lama

c)

Dengan mengembangkan fleksibilitas dan adaptabilitas melalui it

24.

Apa yang menjadi dasar utama dari Design Thinking dalam pembelajaran?

a)

Pemikiran jangka pendek

b)

Pemikiran individual

c)

Pemikiran desainer

d)

Pemikiran reaktif

e)

Pemikiran linear

25.

Apa yang dimaksud dengan model Education 3.0?

a)

Berfokus pada guru

b)

Berfokus pada siswa

c)

Berfokus pada teknologi

d)

Berfokus pada inovasi

e)

Berfokus pada pemikiran sistem

26.

Mengapa penting untuk memiliki mindset yang berkembang terus-menerus dalam era VUCA?

a)

Untuk mengikuti model kuno

b)

Untuk menghindari perubahan

c)

Untuk mengantisipasi perubahan global

d)

Untuk berpikir reaktif

e)

Untuk berfokus pada masalah jangka pendek

27.

Apa yang menjadi ciri khas dari Education 1.0?

a)

Fokus pada inovasi

b)

Fokus pada siswa

c)

Fokus pada guru

d)

Fokus pada teknologi

e)

Fokus pada pemikiran sistem

28.

Mengapa pemikiran jangka panjang penting dalam pendidikan?

a)

Mengabaikan perubahan

b)

Fokus pada pemikiran individual

c)

Mengantisipasi perubahan global

d)

Berpikir linear dan reaktif

e)

Berpikir sistematis

29.

Mengapa penting untuk melakukan benchmarking pada kurikulum internasional?

a)

Untuk mengikuti praktek yang kurang efektif

b)

Untuk mengabaikan kesenjangan iptek

c)

Untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam iptek kita

d)

Untuk menghindari perubahan

e)

Untuk fokus pada pemikiran jangka pendek

30.

Mengapa perubahan cepat di masa yang akan datang sering tidak diantisipasi dengan baik di Indonesia?

a)

Berpikir proaktif

b)

Berpikir sistem jangka panjang

c)

Berpikir linear dan reaktif

d)

Berpikir inovatif

e)

Berpikir desain

31.

Bagaimana Design Thinking membantu menyelesaikan masalah?

a)

Mengabaikan strategi desainer

b)

Menggunakan strategi desainer dalam proses perancangan

c)

Menghindari pemikiran sistem

d)

Mengandalkan pemikiran individual

e)

Mengutamakan pemikiran jangka pendek

32.

Apa yang dimaksud dengan VUCA dalam konteks industri 4.0?

a)

Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity

b)

Volatility, Unity, Complexity, Adaptability

c)

Volatility, Uniqueness, Complexity, Ambiguity

d)

Versatility, Uncertainty, Complexity, Adaptability

e)

Volatility, Unity, Complexity, Ambiguity

33.

Apa yang menjadi ciri khas dari Design Thinking dalam konteks pembelajaran?

a)

Berfokus pada pemikiran jangka pendek

b)

Mengabaikan pemikiran desainer

c)

Menggunakan strategi yang digunakan desainer

d)

Menghindari inovasi

e)

Berfokus pada model Education 1.0

34.

Apa yang dimaksud dengan pemikiran kreatif dalam Design Thinking?

a)

Pemikiran linear

b)

Pemikiran reaktif

c)

Pemikiran inovatif

d)

Pemikiran jangka pendek

e)

Pemikiran individual

35.

Apa yang dimaksud dengan model 10-20-70 dalam konteks pembelajaran?

a)

10% bicara, 20% praktik, 70% mendengarkan

b)

10% mendengarkan, 20% bicara, 70% membaca

c)

10% mendengarkan, 20% bicara, 70% praktik

d)

10% membaca, 20% menulis, 70% berbicara

e)

10% bicara, 20% mendengarkan, 70% menulis

36.

Bagaimana cara memastikan kesuksesan dalam Design-Plan-Do-Check-Act?

a)

Mengabaikan feedback loop

b)

Fokus pada pemikiran individual

c)

Menggunakan pemikiran sistem

d)

Fokus pada pemikiran jangka pendek

e)

Menghindari perubahan global

37.

Apa yang dimaksud dengan pendekatan ATM dalam pembelajaran?

a)

Amati, Tiru, Modifikasi

b)

Amati, Tulis, Modifikasi

c)

Analisis, Tiru, Modifikasi

d)

Amati, Tulis, Manfaatkan

e)

Amati, Tiru, Manfaatkan

38.

Apa yang menjadi kendala utama dalam model pembelajaran kuno di Indonesia?

a)

Fokus pada inovasi

b)

Kompetensi desain dan antisipasi perubahan

c)

Metode pembelajaran determinasi mandiri

d)

Benchmarking internasional

e)

Pemikiran sistem jangka panjang

39.

Apa peran utama dari umpan balik (feedback) dalam proses Design Thinking dalam pendidikan?

a)

Untuk mempertahankan status quo

b)

Untuk mengidentifikasi area untuk perbaikan dan iterasi dalam desain

c)

Untuk mengurangi kolaborasi antar tim

d)

Untuk mengabaikan pendapat peserta didik

e)

Untuk menghindari perubahan dalam metode pembelajaran

40.

Bagaimana cara mengimplementasikan pembelajaran self-determined?

a)

Mengandalkan guru

b)

Mengandalkan teknologi

41.

Apa yang menjadi hambatan utama dalam pemikiran sistem jangka panjang?

a)

Berpikir linear dan reaktif

b)

Berpikir proaktif

c)

Berpikir jangka panjang

d)

Berpikir inovatif

e)

Berpikir sistematis

42.

Bagaimana cara memastikan bahwa solusi yang dihasilkan melalui Design Thinking dapat diimplementasikan dengan efektif?

a)

Dengan mengabaikan realitas praktis

b)

Dengan fokus pada ide tanpa mempertimbangkan eksekusi

c)

Dengan melakukan uji coba dan mendapatkan umpan balik untuk iterasi solusi

d)

Dengan mengandalkan ide-ide tanpa validasi

e)

Dengan menghindari kolaborasi dengan pemangku kepentingan

43.

Dalam konteks perubahan global yang cepat, bagaimana kita dapat memastikan kurikulum tetap relevan?

a)

Dengan mengabaikan feedback dari industri

b)

Dengan mengikuti model pembelajaran kuno

c)

Dengan melakukan revisi kurikulum secara berkala dan menerapkan pemikiran desain

d)

Dengan menghindari benchmarking terhadap standar internasional

e)

Dengan mempertahankan kurikulum tanpa perubahan

44.

Bagaimana pendekatan Design Thinking dapat membantu dalam mengatasi tantangan pembelajaran di era digital?

a)

Dengan fokus pada pemikiran jangka pendek

b)

Dengan mengabaikan penggunaan teknologi

c)

Dengan mengintegrasikan solusi teknologi inovatif dan melibatkan semua pemangku kepentingan

d)

Dengan mengandalkan metode tradisional tanpa modifikasi

e)

Dengan fokus pada individu dan bukan pada kolaborasi

45.

Mengapa model pembelajaran 10-20-70 efektif?

a)

Mengandalkan mendengarkan

b)

Mengabaikan praktik

c)

Fokus pada praktik

d)

Fokus pada menulis

e)

Fokus pada membaca

46.

Bagaimana cara kita mengatasi kesenjangan iptek dengan institusi terkemuka dunia?

a)

Mengabaikan benchmarking

b)

Mengikuti metode kuno

c)

Menggunakan pendekatan radikal/breakthrough

d)

Berfokus pada pemikiran individual

e)

Menghindari perubahan global

47.

Apa yang menjadi tantangan utama dalam mengadopsi pendekatan Design Thinking di institusi pendidikan tradisional?

a)

Mendukung inovasi tanpa hambatan

b)

Kesulitan dalam merubah budaya institusi yang resistif terhadap perubahan

c)

Mengabaikan metode pembelajaran baru

d)

Fokus pada pemikiran jangka pendek

48.

Apa peran utama dari empati dalam proses Design Thinking dalam pendidikan?

a)

Mengabaikan kebutuhan siswa

b)

Mengurangi pemahaman tentang perspektif siswa

c)

Memahami kebutuhan dan perasaan siswa untuk merancang solusi yang relevan dan efektif

d)

Memfokuskan hanya pada hasil akademis

49.

Apa yang menjadi ciri utama dari pemikiran sistem?

a)

Sasaran tunggal

b)

Aktivitas paralel

c)

Pemikiran jangka pendek

d)

Pemikiran linear

e)

Pemikiran reaktif

50.

Bagaimana kita dapat menggunakan pendekatan Design Thinking untuk meningkatkan inklusivitas dalam pendidikan?

a)

Dengan mengabaikan kebutuhan siswa yang beragam

b)

Dengan menerapkan solusi yang hanya cocok untuk sebagian kecil siswa

c)

Dengan merancang pengalaman pembelajaran yang mempertimbangkan berbagai kebutuhan dan latar belakang siswa

d)

Dengan menghindari konsultasi dengan siswa dan orang tua

51.

Bagaimana proses iterasi dalam Design Thinking dapat meningkatkan kualitas pembelajaran?

a)

Dengan hanya melakukan satu kali perancangan

b)

Dengan menghindari perubahan berdasarkan umpan balik

c)

Dengan melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan umpan balik dan refleksi

d)

Dengan mengabaikan masukan dari proses sebelumnya

52.

Dalam konteks pendidikan berkelanjutan, bagaimana prinsip-prinsip Design Thinking dapat diterapkan untuk mengatasi hambatan struktural?

a)

Dengan mengabaikan hambatan dan fokus pada solusi cepat

b)

Dengan menggunakan pendekatan reaktif terhadap masalah yang muncul

c)

Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi dan memecahkan hambatan secara kolaboratif dan iteratif

d)

Dengan mempertahankan struktur yang ada tanpa modifikasi

e)

Dengan mengandalkan solusi jangka pendek

53.

Bagaimana kita dapat memastikan bahwa metode pembelajaran yang dirancang dengan Design Thinking tetap relevan di masa depan?

a)

Dengan menghindari perubahan dan inovasi

b)

Dengan mengikuti tren sementara tanpa analisis mendalam

c)

Dengan memantau perkembangan teknologi dan tren pendidikan secara berkala

d)

Dengan mempertahankan metode yang sudah ada tanpa penyesuaian

54.

Dalam konteks pembelajaran berpusat pada siswa, bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung pemikiran kreatif?

a)

Dengan melarang penggunaan teknologi dalam kelas

b)

Dengan hanya mengandalkan metode konvensional

c)

Dengan mengintegrasikan alat teknologi yang mendukung kolaborasi dan eksplorasi kreatif

d)

Dengan fokus pada hafalan daripada aplikasi praktis

e)

Dengan membatasi akses siswa ke sumber daya online

55.

Apa strategi terbaik untuk mengatasi resistensi terhadap perubahan dalam implementasi Design Thinking di pendidikan?

a)

Dengan memaksakan perubahan tanpa konsultasi

b)

Dengan mengabaikan kekhawatiran pemangku kepentingan

c)

Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dalam proses dan memberikan bukti manfaat perubahan

d)

Dengan mempertahankan metode tradisional tanpa modifikasi

56.

Bagaimana kita dapat mengintegrasikan pemikiran sistem dalam pembelajaran untuk menghadapi tantangan kompleks?

a)

Dengan fokus pada masalah individu tanpa mempertimbangkan konteks yang lebih luas

b)

Dengan mengabaikan keterkaitan antar elemen dalam sistem pendidikan

c)

Dengan memahami dan mengelola interaksi antara berbagai komponen sistem pendidikan

d)

Dengan mempertahankan pendekatan linear

e)

Dengan menghindari analisis holistik

57.

Mengapa iterasi dan prototipe penting dalam proses Design Thinking di pendidikan?

a)

Untuk mempertahankan solusi awal tanpa modifikasi

b)

Untuk mengabaikan umpan balik

c)

Untuk menguji dan menyempurnakan solusi sebelum implementasi penuh

d)

Untuk menghindari perubahan

e)

Untuk mempertahankan metode tradisional

58.

Bagaimana pendekatan Design Thinking dapat diterapkan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada siswa?

a)

Dengan fokus pada hafalan dan ujian

b)

Dengan mengabaikan kebutuhan keterampilan praktis

c)

Dengan merancang aktivitas pembelajaran yang menekankan pada kolaborasi, pemecahan masalah, kreativitas, dan komunikasi

d)

Dengan mempertahankan metode pembelajaran konvensional

e)

Dengan fokus pada teori tanpa aplika

59.

Bagaimana pendekatan Design Thinking dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung keragaman?

a)

Dengan menetapkan aturan yang kaku dan tidak fleksibel

b)

Dengan mengabaikan kebutuhan siswa yang beragam

c)

Dengan merancang ruang dan program pembelajaran yang memperhatikan berbagai kebutuhan dan latar belakang

60.

Bagaimana cara mengimplementasikan pembelajaran self-determined?

a)

Mengandalkan guru

b)

Mengandalkan teknologi

c)

Memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar mandiri

d)

Mengikuti model pembelajaran kuno

e)

Berfokus pada pemikiran jangka pendek

61.

Bagaimana konsep 'empathy mapping' dalam Design Thinking dapat meningkatkan kualitas interaksi antara guru dan siswa?

a)

Dengan fokus pada kebutuhan guru saja

b)

Dengan mengabaikan perasaan dan perspektif siswa

c)

Dengan memahami perasaan, motivasi, dan tantangan yang dihadapi siswa untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran

d)

Dengan mempertahankan metode komunikasi satu arah

e)

Dengan menghindari penggunaan feedback dari siswa

62.

Apa yang menjadi kunci sukses dalam menerapkan Design Thinking untuk pengembangan kurikulum?

a)

Fokus pada konten tanpa mempertimbangkan metode penyampaian

b)

Mengabaikan masukan dari pemangku kepentingan

c)

Kolaborasi antara pengajar, siswa, dan industri untuk memastikan kurikulum relevan dan aplikatif

d)

Menghindari revisi kurikulum

e)

Mengandalkan pendekatan satu ukuran untuk semua

63.

Bagaimana kita dapat menggunakan pendekatan Design Thinking untuk mengatasi masalah disengagement siswa di kelas?

a)

Dengan menerapkan metode pengajaran yang membosankan

b)

Dengan mengabaikan masukan dan minat siswa

c)

Dengan merancang pengalaman pembelajaran yang menarik, relevan, dan partisipatif berdasarkan minat dan kebutuhan siswa

d)

Dengan mempertahankan metode pembelajaran pasif

e)

Dengan fokus pada hafalan dan ujian

64.

Bagaimana prinsip 'fail fast, fail cheap' dalam Design Thinking dapat diterapkan dalam pengembangan kurikulum?

a)

Dengan menghindari uji coba dan langsung mengimplementasikan solusi

b)

Dengan fokus pada pengembangan jangka panjang tanpa evaluasi awal

c)

Dengan melakukan uji coba awal yang murah dan cepat untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah sebelum implementasi penuh

d)

Dengan mengabaikan kesalahan yang terjadi

e)

Dengan mempertahankan metode pengembangan kurikulum tradisional

65.

Bagaimana kita dapat mengintegrasikan pendekatan Design Thinking dengan metode pembelajaran berbasis proyek (PBL)?

a)

Dengan fokus pada teori tanpa aplikasi praktis

b)

Dengan mengabaikan elemen kolaboratif dalam PBL

c)

Dengan merancang proyek yang memungkinkan siswa untuk mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan iterasi berdasarkan umpan balik

d)

Dengan mempertahankan pendekatan tradisional dalam PBL

e)

Dengan menghindari penggunaan teknologi dalam PBL

66.

Apa tantangan utama dalam mengimplementasikan Design Thinking di sekolah dengan sumber daya terbatas, dan bagaimana mengatasinya?

a)

Kurangnya dana dan fasilitas untuk mendukung inovasi

b)

Keterbatasan waktu dan tenaga pengajar yang mampu menerapkan metode baru

c)

Dengan mencari solusi kreatif dan kolaboratif, seperti bermitra dengan organisasi luar dan menggunakan teknologi yang tersedia

d)

Dengan mempertahankan metode pembelajaran yang ada

e)

Mengabaikan inovasi dan tetap menggunakan metode tradisional

67.

Bagaimana kita dapat menggunakan pendekatan Design Thinking untuk mengatasi tantangan pembelajaran online?

a)

Dengan mempertahankan metode pengajaran tatap muka tanpa adaptasi

b)

Dengan mengabaikan kebutuhan siswa dalam lingkungan online

c)

Dengan merancang platform pembelajaran online yang interaktif, mudah diakses, dan responsif terhadap umpan balik siswa

d)

Dengan fokus pada pengajaran satu arah tanpa partisipasi siswa

e)

Dengan menghindari penggunaan teknologi dalam pembelajaran online

68.

Apa dampak utama dari menggunakan metode prototyping dalam pengembangan kurikulum berbasis Design Thinking?

a)

Menghindari uji coba sebelum implementasi

b)

Mengurangi inovasi dalam pembelajaran

c)

Mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan kurikulum sebelum diimplementasikan secara luas

d)

Mempertahankan pendekatan tradisional tanpa eksperimen

e)

Mengabaikan masukan dari proses uji coba

69.

Bagaimana integrasi prinsip Design Thinking dalam pelatihan guru dapat meningkatkan kualitas pengajaran?

a)

Dengan fokus pada teori tanpa aplikasi praktis

b)

Dengan mengabaikan pengembangan keterampilan guru

c)

Dengan memberikan pelatihan yang melibatkan praktik langsung, refleksi, dan umpan balik untuk meningkatkan keterampilan inovatif dan adaptif

d)

Dengan mempertahankan metode pelatihan konvensional tanpa perubahan

e)

Dengan menghindari penggunaan teknologi dalam pelatihan

70.

Bagaimana Design Thinking dapat memfasilitasi pembelajaran adaptif yang responsif terhadap kebutuhan individu?

a)

Dengan merancang satu pendekatan untuk semua siswa

b)

Dengan mengabaikan perbedaan individu dan fokus pada keseragaman

c)

Dengan menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan analisis data siswa dan umpan balik berkelanjutan

d)

Dengan mempertahankan metode tradisional yang tidak fleksibel

e)

Dengan menghindari perubahan sesuai kebutuhan individu

71.

Bagaimana kita dapat menggunakan pendekatan Design Thinking untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek?

a)

Dengan memfokuskan hanya pada teori

b)

Dengan mengabaikan aplikasi praktis

c)

Dengan merancang proyek yang relevan dengan kebutuhan dan minat siswa, serta melibatkan mereka dalam setiap tahap proses

d)

Dengan mempertahankan metode konvensional

e)

Dengan menghindari kolaborasi siswa dalam proyek

72.

Bagaimana peran kolaborasi antar guru dalam proses Design Thinking dapat meningkatkan hasil belajar siswa?

a)

Dengan menghindari kerja tim dan kolaborasi

b)

Dengan mempertahankan metode pengajaran individual

c)

Dengan berbagi praktik terbaik, ide, dan umpan balik untuk menciptakan pendekatan pengajaran yang lebih efektif dan inovatif

d)

Dengan fokus pada kompetisi antar guru

e)

Dengan mengabaikan masukan dari kolega

73.

Bagaimana prinsip 'human-centered design' dalam Design Thinking dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa?

a)

Dengan fokus pada kebutuhan institusi daripada siswa

b)

Dengan mengabaikan perspektif dan kebutuhan siswa

c)

Dengan merancang solusi pembelajaran yang didasarkan pada pemahaman mendalam tentang kebutuhan, motivasi, dan tantangan siswa

d)

Dengan mempertahankan metode satu ukuran untuk semua

e)

Dengan fokus pada hasil tanpa memperhatikan proses belajar

74.

Dalam proses Design Thinking, bagaimana kita dapat memastikan bahwa solusi yang dihasilkan memiliki dampak jangka panjang?

a)

Dengan fokus pada solusi jangka pendek

b)

Dengan mengabaikan analisis dampak

c)

Dengan melakukan evaluasi berkelanjutan dan menyesuaikan solusi sesuai perkembangan kebutuhan

d)

Dengan mempertahankan solusi awal tanpa modifikasi

e)

Dengan menghindari kolaborasi dengan pemangku kepentingan

75.

Apa keuntungan utama dari kolaborasi antar disiplin dalam pendekatan Design Thinking?

a)

Mengurangi perspektif yang berbeda

b)

Mengabaikan keterampilan lintas disiplin

c)

Meningkatkan inovasi dengan menggabungkan berbagai perspektif dan keahlian

d)

Mengurangi keragaman ide

e)

Mempertahankan pandangan tunggal tanpa variasi

76.

Bagaimana pendekatan Design Thinking dapat membantu dalam pengembangan kompetensi digital di kalangan siswa?

a)

Dengan mengabaikan penggunaan teknologi

b)

Dengan fokus pada metode pengajaran konvensional

c)

Dengan merancang aktivitas pembelajaran yang melibatkan penggunaan teknologi digital untuk memecahkan masalah dan berinovasi

d)

Dengan mempertahankan kurikulum tanpa integrasi teknologi

e)

Dengan menghindari kolaborasi digital

77-83.
77.

How does using Design Thinking in learning benefit in developing a GROWTH Mindset?

a)

It helps in fostering creativity and innovation

b)

It encourages a positive attitude towards challenges and failures

c)

It promotes a focus on continuous improvement and learning

d)

It limits the ability to adapt to new situations

78.

How does Design Thinking help solve problems?

a)

By using engineering strategies

b)

By using designer strategies

c)

By using marketing strategies

d)

By using medical strategies

79.

Why are rapid changes in Indonesia often not well-anticipated?

a)

Due to linear and reactive thinking

b)

Due to lack of resources

c)

Due to advanced technology

d)

Due to government regulations

80.

What do Design Thinking of Learning principles include?

a)

Single-objective targets

b)

Multi-objective targets

c)

No objectives

d)

Flexible objectives

81.

What is the 10-20-70 model in learning?

a)

10% listening, 20% speaking, and 70% practicing

b)

20% listening, 30% speaking, and 50% practicing

c)

5% listening, 15% speaking, and 80% practicing

d)

15% listening, 25% speaking, and 60% practicing

82.

What often leads to bottleneck issues in Indonesia during initial design?

a)

Circular thinking

b)

Creative thinking

c)

Linear and reactive thinking

d)

Critical thinking

83.

What does PDCA stand for in the context of SUCCESS?

a)

Design-Plan-Do-Check-Act

b)

Develop-Perform-Check-Adjust

c)

Define-Prepare-Deploy-Adjust

d)

Discover-Plan-Do-Check-Act