NEW
Font size
WorksheetsTes Sumatif Teks Puisi
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Perhatikan puisi berikut!
Di saat waktu berhenti, kosong…
Dimensi membutakan mata
Memekakkan telinga
Lalu diri menjadi hampa
Di saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menerka
Sadarku akan hadir-Mu
Mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri
Citraan pada larik ke-2 kutipan puisi tersebut adalah ….
Pendengaran
perasaan
gerak
Penglihatan
Perhatikan puisi berikut!
Di saat waktu berhenti, kosong…
Dimensi membutakan mata
Memekakkan telinga
Lalu diri menjadi hampa
Di saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menerka
Sadarku akan hadir-Mu
Mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri
Pesan pada kutipan puisi tersebut adalah ….
Seseorang akan tersadar jika sudah mengalami suatu musibah
Agar selalu ingat Sang Pencipta dalam segala keadaan
Supaya rasa ketuhanan selalu dijaga pada diri manusia
Mengingatkan manusia akan kebesaran Tuhan
Baca penggalan puisi berikut!
... Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Tema puisi tersebut adalah ....
persahabatan
kegelisahan
perdamaian
kegelapan
Baca penggalan puisi berikut!
... Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ....
tegang
sedih
sunyi
semangat
Perhatikan puisi berikut
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Citraan atau imaji yang tergambar dari puisi tersebut adalah...
pendengaran
penciuman
perabaan
perasaan
Cermati cuplikan puisi berikut!
Balada Terbunuhnya Atmo Karpo
Karya: WS. Rendra
Dengan kuku-kuku besi
Kuda menebah perut bumi
Bulan berkianat
Gosokkan tubuhnya pada pucuk-pucuk para
Mengepit kuat-kuat lutut penunggang perampok yang diburu
Surai bau keringat basah
Jenawipun telanjang
…
Makna kata kongkret kuku besi dalam puisi tersebut adalah…
kaki kuda
perompak
pedang besi
kacamata kuda
Bait puisi berikut yang tergolong puisi prismatis adalah ...
Setiap waktu suara bising kendaraan terdengar
begitu mengganggu pendengaran
tidak dapat tidur dengan tenang
Di sekitar rumahku terlihat kebun kecil yang cantik menggoda
Beragam tanaman terlihat menghiasi sekelilingnya
Bunga itupun mekar
Setiap hari kusirami
Gosokkan tubuhnya pada pucuk-pucuk para
Mengepit kuat-kuat lutut penunggang perampok yang diburu
Surai bau keringat basah
Jenawipun telanjang
Bacalah kutipan puisi berikut!
MENYESAL
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
…………………….
(A.Hasyim)
Makna kalimat pada larik “Pagiku hilang sudah melayang”...
sudah tua
tiba waktu siang
sudah miskin
sudah meninggal
Bacalah kutipan puisi berikut!
MENYESAL
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
…………………….
(A.Hasyim)
Maksud bait kedua puisi tersebut adalah…
Seseorang yang lengah dipagi hari sehingga hidupnya sangat menderita di usia muda
Seseorang yang menderita hidupnya karena tidak memiliki ilmu dan harta
Seseorang yang miskin harta dan miskin ilmu pada masa muda karena ia lupa waktu
Seseorang yang telah menyia-nyiakan masa mudanya dalam menuntut ilmu sehingga hidupnya menderita di hari tua
Sunyi itu luka,sunyi itu duka, sunyi itu gelap, sunyi itu lupa
Majas yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah...
repetisi
metafora
simile
hiperbola
Perhatikan puisi berikut!
Embun
Embun dalam kabut dengan langkah lembut
Diam-diam setia mengirim hidup pada awal hari
Yang beranjak berangkat menyusuri
Jalan waktu
Selalu ada yang tak dapat lagi ikut menyambut
Lebih dulu telah Kau jemput
Majas yang dominan dalam puisi tersebut adalah ….
metafora
personifikasi
hiperbola
repetisi
Perhatikan puisi berikut.
Embun
Embun dalam kabut dengan langkah lembut
Diam-diam setia mengirim hidup pada awal hari
Yang beranjak berangkat menyusuri
Jalan waktu
Selalu ada yang tak dapat lagi ikut menyambut
Lebih dulu telah Kau jemput
Jenis puisi yang ada dalam kutipan puisi tersebut adalah ….
Puisi prismatis
puisi diafan
puisi lama
puisi rakyat
Perhatikan puisi berikut!
Halaman Tak Terbatas
Bunga yang indah
.........
Akan sia-sia belaka
Di vas yang salah
Bungaku tak pernah layu
Merekah sepanjang waktu
malah selalu
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
kumbang hinggap disana
memiliki duri menusuk
merebak aroma
tumbuh di halaman
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
Sepuluh November
Saat itu
Api yang membakar dadamu
Mengukuhkan semangat juangmu
Saat ini
Meskipun jasmanimu cacat
Jiwamu, pahlawan
Memihak yang benar
Semangat yang benar
Semangat itu bergemuruh di dada
Di hati para pemuda
Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . . . .
semangat
zat yang panas
suara
perjuangan
Sebuah jendela kaca membentang dunia lama
dalam suram dari murung senja
bersama ketukan jari hujan
dan di hati bangkit kemanisan
yang berakhir negeri sendiri
yang lalu tak kan surut lagi
Amanat yang terkandung dalam kutipan puisi di atas adalah . . . .
Jangan suka bermain air
Janganlah terlalu memikirkan masa lalu
Janganlah masalah di simpan dalam hati
Janganlah membiarkan jendela terbuka
Bacalah Teks Puisi Berikut dengan Saksama!
Buka matamu dan bangunlah
Dahului matahari dan sinarnya
Bangun dan basuh mukamu dengan wudu
Uraian sajadahmu
Jika tidak, kelak azan kan menamparmu
Karena telinga tulimu
Majas personifikasi terdapat pada baris ....
baris 6
baris 5
baris 4
baris 3
"Pria itu segera cuci tangan dalam kasus ini" frasa yang bermakna konotasi dalam kutipan tersebut adalah..
pria itu
cuci tangan
dalam kasus
kasus ini
Mentari mulai terbit
Ucapkan salam selamat pagi
Senandung burung
Bernyanyi riang
Terbang […]
Pilihan kata yang tepat untuk melengkapi puisi rumpang tersebut adalah....
di rumput hijau
pinggir sawah
jalan setapak
di angkasa raya
Meski kini
Mampu aku berdiri, berjalan sendiri
Tetapi aku anakmu, butuh kasihmu
Ibu...
Pernyataan yang merupakan isi puisi tersebut adalah...
Sesukses apapun seorang anak tetap membutuhkan kasih sayang ibu.
Meskipun bisa berdiri dan berjalan, seorang anak tetap membutuhkan ibunya.
Kasih sayang ibu mampu membuat anaknya berdiri dan berjalan.
Seorang ibu tetap membutuhkan kasih sayang dari anaknya.
