wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOal Post Test Praktikum MPV A

Total questions: 45

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Langkah pertama dalam prosedur pengamatan fungi langsung adalah.....................

a)

Menyiapkan cover glass

b)

Mengambil koloni kapang

c)

Menyiapkan objek glass dan cover glass

d)

Mengamati di bawah mikroskop

2.

LCB yang digunakan dalam pengamatan fungi adalah.........................

a)

Larutan Buffer Citrat

b)

Larutan Chitin Blue

c)

Lactophenol Cotton Blue

d)

Lactose Color Blue

3.

Karakteristik tekstur koloni fungi yang menyerupai kapas adalah...................

a)

Absent

b)

Wooly

c)

Cottony

d)

Granular

4.

Koloni fungi dengan permukaan halus tanpa hifa aerial biasanya dimiliki oleh..............

a)

Koloni khamir

b)

Koloni kapang

c)

Koloni wooly

d)

Koloni cottony

5.

Karakteristik topografi koloni fungi yang memiliki penonjolan seperti sebuah kancing pada bagian tengah koloni disebut...................

a)

Rugose

b)

Umbonate

c)

Verrugose

d)

Granular

6.

Pada pengamatan mikroskopis fungi, hifa yang memiliki sekat-sekat atau dinding pemisah disebut...........

a)

Aseptat

b)

Septat

c)

Bernodul

d)

Berhizhoid

7.

Spora yang terbentuk tanpa melalui proses seksual disebut........................

a)

Spora seksual

b)

Spora aseksual

c)

Conidia

d)

Sporangium

8.

Langkah terakhir dalam prosedur pengamatan fungi langsung adalah...............................

a)

Mengambil koloni kapang

b)

Menyiapkan objek glass dan cover glass

c)

Menutup dengan cover glass

d)

Mengamati di bawah mikroskop pada perbesaran 10X dan 40X

9.

Koloni fungi dengan alur-alur tidak beraturan dan tampak merupakan garis radial disebut...............

a)

Rugose

b)

Verrugose

c)

Umbonate

d)

Downy

10.

Apa yang dimaksud dengan 'conidial head' dalam pengamatan mikroskopis fungi?

a)

Bentuk sel jamur

b)

Kepala konidia yang mengandung spora

c)

Struktur hifa

d)

Bentuk tubuh buah

11.

Apa yang dimaksud dengan fungi yang dimorfik?

a)

Fungi yang hanya bereproduksi secara aseksual

b)

Fungi yang dapat membentuk baik hifa maupun sel tunggal dalam kondisi berbeda

c)

Fungi yang tidak memiliki dinding sel

d)

Fungi yang hanya hidup di lingkungan kering

12.

Pada mikroskopi koloni jamur, apakah yang dimaksud dengan 'hifa berseptum'?

a)

Hifa yang tidak memiliki dinding

b)

Hifa yang memiliki sekat-sekat atau dinding pemisah

c)

Hifa yang berbentuk spiral

d)

Hifa yang hanya terbentuk dalam kondisi lembab

13.

Spora yang langsung dibentuk dari hifa reproduktif disebut............

a)

Talospora

b)

Konidia

c)

Sporangiospora

d)

Arthrospora

14.

Apa fungsi utama miselium vegetatif pada fungi?

a)

Reproduksi seksual

b)

Pembentukan spora

c)

Menyerap nutrisi dari lingkungan

d)

Menghasilkan enzim

15.

Tujuan dari pembuatan sediaan darah tebal pada pemeriksaan malaria adalah untuk............

a)

Mendeteksi kista parasit

b)

Mengetahui stadium parasit malaria

c)

Menilai jumlah sel darah putih

d)

Mengevaluasi morfologi sel darah merah

16.

Bahan yang dapat digunakan sebagai antikoagulan dalam pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan malaria adalah:

a)

Serum

b)

EDTA

c)

Buffer phosphat

d)

Aquadest

17.

Prosedur pengecatan sediaan darah dengan giemsa 5% pada pemeriksaan malaria melibatkan langkah berikut, kecuali:

a)

Pewarnaan dengan giemsa selama 30-45 menit

b)

Menambahkan methanol sebelum pengecatan

c)

Mencuci sediaan dengan air kran setelah pengecatan

d)

Menggunakan larutan giemsa yang telah disiapkan sehari sebelumnya

18.

Buffer yang digunakan dalam pembuatan larutan giemsa adalah:

a)

Phospat buffer dengan pH 6,4

b)

Aquades dengan pH netral

c)

Air suling

d)

Buffer asam asetat

19.

Langkah yang benar dalam pembuatan sediaan darah tipis untuk pemeriksaan malaria adalah:

a)

Menetesi sediaan dengan methanol selama 1-2 menit

b)

Menambahkan larutan giemsa sebelum membuat apusan

c)

Menggunakan 200 µl darah untuk membuat sediaan

d)

Mengeringkan sediaan sebelum dicat dengan giemsa

20.

Perbandingan pembuatan larutan giemsa 10% adalah:

a)

1 bagian giemsa : 19 bagian buffer

b)

1 bagian giemsa : 9 bagian buffer

c)

1 bagian giemsa : 4 bagian buffer

d)

1 bagian giemsa : 1 bagian buffer

21.

Prosedur pengecatan sediaan darah tebal dan tipis menggunakan giemsa bertujuan untuk:

a)

Membuat sediaan darah menjadi transparan

b)

Menjaga keutuhan sel darah merah

c)

Mengevaluasi morfologi parasit malaria

d)

Mempercepat proses pengeringan sediaan

22.

Penggunaan methanol sebelum pengecatan giemsa pada sediaan darah tipis berguna untuk:

a)

Melarutkan sel darah putih

b)

Mencegah pembentukan gelembung udara

c)

Mempercepat proses pewarnaan
d) Menstabilkan struktur sel darah

d)

Menstabilkan struktur sel darah

23.

Langkah terakhir dalam prosedur pembuatan sediaan darah tipis adalah:

a)

Menambahkan methanol

b)

Mengeringkan sediaan

c)

Mencuci dengan air kran

d)

Melakukan pewarnaan giemsa

24.

Morphologi parasit malaria yang dapat dilihat pada sediaan darah tipis adalah:

a)

Bentuk tropozoid dan kista

b)

Bentuk ovoid dan sporozoit

c)

Bentuk merozoit dan gametosit

d)

Bentuk skizon dan merozoit

25.

Tujuan dari uji sensitifitas jamur terhadap antibiotik adalah untuk:

a)

Mengetahui jenis jamur yang ada

b)

Mengetahui kepekaan jamur terhadap antibiotik

c)

Mengetahui jumlah koloni jamur

d)

Mengetahui warna koloni jamur

26.

Media yang digunakan untuk isolasi jamur dalam uji sensitifitas antibiotik adalah:

a)

MacConkey Agar

b)

Blood Agar

c)

Sabouraud Dextrose Agar (SDA)

d)

Nutrient Agar

27.

Alat yang digunakan untuk mengambil suspensi jamur dari biakan murni adalah:

a)

Pinset

b)

Jarum Ose

c)

Cotton swab

d)

Spatel

28.

Langkah pertama dalam pembuatan suspensi jamur adalah:

a)

Menyiapkan 50 ml PZ steril dalam erlenmeyer 100 ml

b)

Menginkubasi media SDA

c)

Mencampurkan antibiotik dengan media

d)

Mengukur diameter zona hambat

29.

Prosedur yang benar setelah inokulasi suspensi jamur pada media SGA adalah:

a)

Menambahkan antibiotik

b)

Menginkubasi selama 10 menit

c)

Mengukur zona radikal

d)

Mengamati pertumbuhan jamur

30.

Waktu inkubasi untuk pengamatan hasil uji sensitifitas jamur terhadap antibiotik adalah:

a)

1-2 hari

b)

3-4 hari

c)

5-7 hari

d)

8-10 hari

31.

Daerah di sekitar disk antibiotik dimana tidak ditemukan adanya pertumbuhan jamur disebut:

a)

Iradikal

b)

Radikal

c)

Zona inhibisi

d)

Zona pertumbuhan

32.

Zona iradikal dalam uji sensitifitas jamur terhadap antibiotik menunjukkan:

a)

Pertumbuhan jamur yang sangat subur

b)

Tidak ada pertumbuhan jamur sama sekali

c)

Pertumbuhan jamur yang dihambat tetapi tidak mematikan

d)

Pertumbuhan jamur yang tidak dipengaruhi antibiotik

33.

Antibiotik yang dapat digunakan dalam uji sensitifitas jamur meliputi, kecuali:

a)

Amoxilin

b)

AMpicilin

c)

Penicilin

d)

Chloramphenicol

34.

Tujuan dari inkubasi lempeng disk antibiotik bersama media SGA yang telah diinokulasi jamur adalah untuk:

a)

Menyebabkan jamur tumbuh lebih cepat

b)

Menilai reaksi antibiotik terhadap jamur

c)

Membunuh semua jamur pada media

d)

Menentukan pH media

35.

Apa bahan utama yang digunakan dalam penelitian uji Angka Kapang/Khamir (AKK) pada jamu kunyit asam?

a)

SDA

b)

PDA

c)

NA

d)

BA

36.

Fungsi dari NaCl fisiologis 0,85% dalam prosedur ini adalah untuk:

a)

Menjaga pH larutan

b)

Sebagai pengencer

c)

Menghambat pertumbuhan bakteri

d)

Mempercepat pertumbuhan jamur

37.

Langkah pertama dalam homogenisasi sampel jamu adalah:

a)

Menambahkan bakteri asam laktat

b)

Menginkubasi sampel

c)

Menggunakan vortex mixer

d)

Menambahkan alkohol 96%

38.

Berapa gram serbuk PDA yang digunakan untuk membuat 1000 mL media PDA?

a)

15 gram

b)

25 gram

c)

29 gram

d)

35 gram

39.

Pada suhu berapa media PDA disterilisasi dalam autoklaf?

a)

100°C

b)

110°C

c)

121°C

d)

150°C

40.

Berapa lama sampel jamu diinkubasi pada suhu 25 - 37°C? a

a)

2 hari

b)

3 hari

c)

5 hari

d)

7 hari

41.

Tujuan dari pembuatan kontrol blanko dalam uji AKK adalah untuk:

a)

Mengukur pH media

b)

Mengukur jumlah koloni jamur

c)

Mengetahui sterilitas media dan pengencer

d)

Menentukan suhu inkubasi yang optimal

42.

Jika pada pengenceran 10−2 diperoleh 60 koloni dan pada pengenceran 10−3 diperoleh 30 koloni, maka:

a)

Dipilih jumlah koloni pada pengenceran 10−2 yaitu 60 koloni

b)

Diambil angka rata-rata dari jumlah koloni kedua pengenceran tersebut

c)

Dicatat angka sebenarnya dari tingkat pengenceran tertinggi

d)

Jumlah koloni tidak dihitung

43.

Jika tidak ada pertumbuhan pada semua cawan dan bukan disebabkan karena faktor inhibitor, maka Angka Kapang/Khamir dilaporkan sebagai:

a)

0

b)

Lebih dari satu dikalikan faktor pengenceran tertinggi

c)

Kurang dari satu dikalikan faktor pengenceran terendah

d)

Tidak ada pertumbuhan

44.

Apa tujuan utama dari penggunaan media Chromogenic Candida Agar dalam identifikasi jamur Candida sp.?

a)

Menghambat pertumbuhan bakteri

b)

Membedakan spesies Candida berdasarkan warna koloni

c)

Mempercepat pertumbuhan Candida

d)

Mengukur pH media

45.

Warna koloni Candida albicans pada media Chromogenic Candida Agar biasanya adalah:

a)

Merah muda

b)

Hijau

c)

Biru

d)

Ungu