NEW
Font size
WorksheetsUAS Prak. MPV S1 Farmasi-1
Total questions: 50
Worksheet time: 30mins
Bagaimana cara kerja larutan NaCl jenuh dalam metode flotasi untuk mendeteksi telur cacing?
Larutan NaCl jenuh membuat telur cacing mengendap di dasar tabung
Larutan NaCl jenuh mengapungkan telur cacing ke permukaan
Larutan NaCl jenuh menguraikan kotoran dari kuku
Larutan NaCl jenuh mewarnai telur cacing
Mengapa larutan NaCl jenuh dipilih dalam metode flotasi untuk pengamatan telur cacing?
Karena NaCl jenuh memiliki sifat pewarnaan yang baik
Karena NaCl jenuh dapat menjaga sampel kuku tetap steril
Karena NaCl jenuh memiliki densitas yang memungkinkan telur cacing mengapung
Karena NaCl jenuh mempercepat proses pengendapan telur cacing
Pada metode flotasi dengan larutan NaCl jenuh, apa yang dilakukan setelah telur cacing mengapung ke permukaan?
Cairan jernih dibuang
Permukaan larutan diperiksa di bawah mikroskop
Larutan dipanaskan untuk mematikan telur cacing
Larutan diwarnai untuk memperjelas telur cacing
Telur cacing tambang biasanya berasal dari cacing jenis apa?
Enterobius vermicularis
Ascaris lumbricoides
Ancylostoma duodenale dan Necator americanus
Trichuris trichiura
Bagaimana telur cacing kremi (pinworms) dapat menyebar ke tanah?
Melalui air sungai
Melalui kontak dengan pakaian atau permukaan yang terkontaminasi
Melalui gigitan serangga
Melalui udara
Apa kondisi ideal untuk perkembangan telur cacing di tanah?
Tanah yang kering dan panas
Tanah yang dingin dan lembab
Tanah yang lembab dan hangat
Tanah yang berpasir dan gersang
Apa keuntungan dari penggunaan Metoda Suzuki (Metoda Kage) dalam diagnostik?
Membutuhkan peralatan canggih
Biaya tinggi
Sederhana dan relatif murah
Tidak memerlukan mikroskop
Keterbatasan dari Metoda Suzuki (Metoda Kage) adalah.......................
Tidak efektif untuk mendeteksi telur cacing
Sensitivitas bisa lebih rendah dibandingkan metode diagnostik lainnya
Membutuhkan bahan kimia berbahaya
Tidak dapat digunakan di daerah dengan sumber daya terbatas
Pewarnaan apa yang biasa digunakan untuk sediaan apusan darah tebal dan tipis dalam pengamatan mikrofilaria?
Pewarnaan Gram
Pewarnaan Wright
Pewarnaan Giemsa
Pewarnaan Ziehl-Neelsen
Karakteristik tekstur koloni fungi yang menyerupai kapas adalah...................
Absent
Wooly
Cottony
Granular
Koloni fungi dengan permukaan halus tanpa hifa aerial biasanya dimiliki oleh..............
Koloni khamir
Koloni kapang
Koloni wooly
Koloni cottony
Karakteristik topografi koloni fungi yang memiliki penonjolan seperti sebuah kancing pada bagian tengah koloni disebut...................
Rugose
Umbonate
Verrugose
Granular
Pada pengamatan mikroskopis fungi, hifa yang memiliki sekat-sekat atau dinding pemisah disebut...........
Aseptat
Septat
Bernodul
Berhizhoid
Spora yang terbentuk tanpa melalui proses seksual disebut........................
Spora seksual
Spora aseksual
Conidia
Sporangium
Koloni fungi dengan alur-alur tidak beraturan dan tampak merupakan garis radial disebut...............
Rugose
Verrugose
Umbonate
Downy
Pada mikroskopi koloni jamur, apakah yang dimaksud dengan 'hifa berseptum'?
Hifa yang tidak memiliki dinding
Hifa yang memiliki sekat-sekat atau dinding pemisah
Hifa yang berbentuk spiral
Hifa yang hanya terbentuk dalam kondisi lembab
Spora yang langsung dibentuk dari hifa reproduktif disebut............
Talospora
Konidia
Sporangiospora
Arthrospora
Apa fungsi utama miselium vegetatif pada fungi?
Reproduksi seksual
Pembentukan spora
Menyerap nutrisi dari lingkungan
Menghasilkan enzim
Tujuan dari pembuatan sediaan darah tebal pada pemeriksaan malaria adalah untuk............
Mendeteksi kista parasit
Mengetahui stadium parasit malaria
Menilai jumlah sel darah putih
Mengevaluasi morfologi sel darah merah
Bahan yang dapat digunakan sebagai antikoagulan dalam pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan malaria adalah:
Serum
EDTA
Buffer phosphat
Aquadest
Prosedur pengecatan sediaan darah dengan giemsa 5% pada pemeriksaan malaria melibatkan langkah berikut, kecuali:
Pewarnaan dengan giemsa selama 30-45 menit
Menambahkan methanol sebelum pengecatan
Mencuci sediaan dengan air kran setelah pengecatan
Menggunakan larutan giemsa yang telah disiapkan sehari sebelumnya
Buffer yang digunakan dalam pembuatan larutan giemsa adalah:
Phospat buffer dengan pH 6,4
Aquades dengan pH netral
Air suling
Buffer asam asetat
Perbandingan pembuatan larutan giemsa 10% adalah:
1 bagian giemsa : 19 bagian buffer
1 bagian giemsa : 9 bagian buffer
1 bagian giemsa : 4 bagian buffer
1 bagian giemsa : 1 bagian buffer
Prosedur pengecatan sediaan darah tebal dan tipis menggunakan giemsa bertujuan untuk:
Membuat sediaan darah menjadi transparan
Menjaga keutuhan sel darah merah
Mengevaluasi morfologi parasit malaria
Mempercepat proses pengeringan sediaan
Penggunaan methanol sebelum pengecatan giemsa pada sediaan darah tipis berguna untuk:
Melarutkan sel darah putih
Mencegah pembentukan gelembung udara
Mempercepat proses pewarnaan
d) Menstabilkan struktur sel darah
Menstabilkan struktur sel darah
Morphologi parasit malaria yang dapat dilihat pada sediaan darah tipis adalah:
Bentuk tropozoid dan kista
Bentuk ovoid dan sporozoit
Bentuk merozoit dan gametosit
Bentuk skizon dan merozoit
Tujuan dari uji sensitifitas jamur terhadap antibiotik adalah untuk:
Mengetahui jenis jamur yang ada
Mengetahui kepekaan jamur terhadap antibiotik
Mengetahui jumlah koloni jamur
Mengetahui warna koloni jamur
Media yang digunakan untuk isolasi jamur dalam uji sensitifitas antibiotik adalah:
MacConkey Agar
Blood Agar
Sabouraud Dextrose Agar (SDA)
Nutrient Agar
Alat yang digunakan untuk mengambil suspensi jamur dari biakan murni adalah:
Pinset
Jarum Ose
Cotton swab
Spatel
Langkah pertama dalam pembuatan suspensi jamur adalah:
Menyiapkan 50 ml PZ steril dalam erlenmeyer 100 ml
Menginkubasi media SDA
Mencampurkan antibiotik dengan media
Mengukur diameter zona hambat
Prosedur yang benar setelah inokulasi suspensi jamur pada media SGA adalah:
Menambahkan antibiotik
Menginkubasi selama 10 menit
Mengukur zona radikal
Mengamati pertumbuhan jamur
Waktu inkubasi untuk pengamatan hasil uji sensitifitas jamur terhadap antibiotik adalah:
1-2 hari
3-4 hari
5-7 hari
8-10 hari
Daerah di sekitar disk antibiotik dimana tidak ditemukan adanya pertumbuhan jamur disebut:
Iradikal
Radikal
Zona inhibisi
Zona pertumbuhan
Zona iradikal dalam uji sensitifitas jamur terhadap antibiotik menunjukkan:
Pertumbuhan jamur yang sangat subur
Tidak ada pertumbuhan jamur sama sekali
Pertumbuhan jamur yang dihambat tetapi tidak mematikan
Pertumbuhan jamur yang tidak dipengaruhi antibiotik
Antibiotik yang dapat digunakan dalam uji sensitifitas jamur meliputi, kecuali:
Amoxilin
AMpicilin
Penicilin
Chloramphenicol
Tujuan dari inkubasi lempeng disk antibiotik bersama media SGA yang telah diinokulasi jamur adalah untuk:
Menyebabkan jamur tumbuh lebih cepat
Menilai reaksi antibiotik terhadap jamur
Membunuh semua jamur pada media
Menentukan pH media
Apa bahan utama yang digunakan dalam penelitian uji Angka Kapang/Khamir (AKK) pada jamu kunyit asam?
SDA
PDA
NA
BA
Fungsi dari NaCl fisiologis 0,85% dalam prosedur ini adalah untuk:
Menjaga pH larutan
Sebagai pengencer
Menghambat pertumbuhan bakteri
Mempercepat pertumbuhan jamur
Berapa gram serbuk PDA yang digunakan untuk membuat 1000 mL media PDA?
15 gram
25 gram
29 gram
35 gram
Pada suhu berapa media PDA disterilisasi dalam autoklaf?
100°C
110°C
121°C
150°C
Berapa lama sampel jamu diinkubasi pada suhu 25 - 37°C? a
2 hari
3 hari
5 hari
7 hari
Tujuan dari pembuatan kontrol blanko dalam uji AKK adalah untuk:
Mengukur pH media
Mengukur jumlah koloni jamur
Mengetahui sterilitas media dan pengencer
Menentukan suhu inkubasi yang optimal
Jika pada pengenceran 10−2 diperoleh 60 koloni dan pada pengenceran 10−3 diperoleh 30 koloni, maka:
Dipilih jumlah koloni pada pengenceran 10−2 yaitu 60 koloni
Diambil angka rata-rata dari jumlah koloni kedua pengenceran tersebut
Dicatat angka sebenarnya dari tingkat pengenceran tertinggi
Jumlah koloni tidak dihitung
Jika tidak ada pertumbuhan pada semua cawan dan bukan disebabkan karena faktor inhibitor, maka Angka Kapang/Khamir dilaporkan sebagai:
0
Lebih dari satu dikalikan faktor pengenceran tertinggi
Kurang dari satu dikalikan faktor pengenceran terendah
Tidak ada pertumbuhan
Apa tujuan utama dari penggunaan media Chromogenic Candida Agar dalam identifikasi jamur Candida sp.?
Menghambat pertumbuhan bakteri
Membedakan spesies Candida berdasarkan warna koloni
Mempercepat pertumbuhan Candida
Mengukur pH media
Sebutkan nama spesies jamur pada gambar di samping ini!
Aspergillus flavus
Aspergillus niger
Aspergillus fumigatus
Aspergillus nidulans
Pada hasil pengataman sampel tanah ditemukan telur cacing seperti yang tampak pada gambar. Spesies telur cacing apakah itu?
Ascaris lumbricoides
Trichuris trichuria
Hymenolepsis diminuta
Anclyostoma duodenale
Hasil pengamatan secara mikroskopis jamur Candida albicans menunjukkan tampilan seperti pada gambar berikut. Bagian yang tampak tersebut merupakan.........
Hypa
Blastospora
Chlamydospore
Pseudohypae
Gambar tersebut merupakan spesies jamur Candida sp. yang ditumbuhkan pada media CCA dengan cara swab. Berdasarkan warna morfologi yang tampak, sebutkan nama spesiesnya!
Candida albicans
Candida parasilopsis
Candida tropicalis
Candida glabrata
Gambar tersebut merupakan gambar mikroskopis hasil pengamatan apusan darah penderita malaria. Berdasarkan gambar tersebut spesies Plasmodium apakah yang sedang menginfeksi?
Plasmodium falciparum
Plasmodium vivax
Plasmodium ovale
Plasmodium malariae
