NEW
Font size
WorksheetsM2_AKUNTANSI BIAYA_SELASA_13.00
Total questions: 15
Worksheet time: 1hrs 23mins
Berikut ini adalah biaya produksi, Kecuali:
Biaya bahan Baku
Biaya gaji tenaga kerja yang bekerja di bagian produksi
Biaya Iklan
Biaya overhead pabrik
Jurnal untuk mencatat pembebanan biaya angkut ke harga pokok bahan baku yang dibeli adalah:
Biaya angkutan xx (Debit)
Kas xx (Kredit)
Persediaan bahan Baku xx (Debit)
Kas xx (Kredit)
Persediaan bahan Baku xx (Debit)
BOP yang dibebankan xx (Kredit)
Persediaan bahan baku xx (Debit)
Biaya angkutan xx (Kredit)
Berikut ini adalah metode penentuan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi, kecuali:
Metode Identifikasi khusus
Metode FIFO
Metode LIFO
Metode mutasi persediaan
Menurut hubungannya fungsi pokok dalam perusahaan, biaya tenaga kerja dibagi menjadi beberapa golongan berikut ini:
Biaya tenaga kerja departemen akuntansi, departemen personalia, dan biaya tenaga kerja departemen pemasaran
Biaya tenaga kerja produksi, administrasi dan umum, dan pemasaran
Biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung
Upah operator, mandor, dan upah penyedia
Catatan yang digunakan untuk mencatat waktu kehadiran karyawan dalam perusahaan disebut:
Kartu hadir
Kartu jam kerja
Daftar gaji dan upah
Rekap daftar gaji
Jurnal untuk mencatat distribusi gaji dan upah adalah:
BDP-BTKL xx (Debit)
Biaya Overhead Pabrik xx (Debit)
Gaji dan Upah xx (Kredit)
Utang Gaji dan Upah xx (Debit)
Kas xx (Kredit)
BDP-BTKL xx (Debit)
Kas xx (Kredit)
Beban Gaji dan Upah xx (Debit)
Kas xx (Kredit)
Peraturan dalam suatu perusahaan menetapkan bahwa jam kerja karyawan yang melebihi 7 jam sehari, diperhitungkan sebagai jam lembur, yang tarif upahnya dihitung dengan tarif upah bisa ditambah denan premi lembur 50% dari upah biasa. Upah biasa karyawan per jam adalah Rp 500. Jika jam kerja karyawan Eliona Sari dalam suatu hari berjumlah 12 jam, yang terdiri 7 jam kerja biasa dan 5 jam kerja lembur, berapakah upah yang diterimanya pada hari tersebut?
Rp 6.000
Rp 7.250
Rp 4.750
Rp 1.250
Berikut ini adalah contoh biaya tenaga kerja tidak langsung, kecuali:
Upah karyawan yang mengerjakan pesanan tertentu
Gaji mandor pabrik
Upah manajer produksi
Upah karyawan bagian pemasaran
Misalkan, pada tanggal 1 mei 2023 terdapat saldo bahan baku sebagai berikut:
750 kg @ Rp 15.000,- = Rp 11.250.000, kemudian dipake pada tanggal 8 Mei 2023 sebanyak 500 kg. Maka berapa harga pokok bahan baku yang digunakan dalam proses produksi?
Rp 3.750.000
Rp 11.250.000
Rp 7.500.000
Rp 5.000.000
Jika karyawan bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu, maka mereka berhak untuk menerima uang lembur dan premi lembur. Misal dalam satu minggu “ ATTA” bekerja selama 48 jam dengan tarif upah (dalam jam kerja biasa dan lembur) Rp. Rp Rp 175.000/jam. Maka Premi lembur dihitung sebesar 20% dari tarif upah. Maka upah yang berhak diterima selama seminggu adalah:
Rp 9.800.000
Rp 7.560.000
Rp 7.000.000
Rp 8.680.000
Perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode variable costing, biaya yang dimasukkan adalah:
Biaya baha baku, biaya tenaga kerja langsung tetap, biaya overhead pabrik tetap
Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung variable, biaya overhead pabrik variable
Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung variable, biaya tenaga kerja langsung tetap
Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung tetap, biaya overhead pabri variabel
Biaya variable per unit produk:
- Biaya bahan baku Rp 30
- Biaya tenaga kerja langsung Rp 60
- BOP Rp 10
- Biaya pemasaran, administrasi & Umum Rp 20
Biaya tetap setahun:
- Biaya Overhead Pabrik Rp 600.000
- Biaya pemasaran, administrasi & Umum Rp 100.000
Poduksi perusahaan: 60.000 unit
Berdasarkan hal diatas, maka Harga pokok produksi per unit jika dihitung dengan menggunakan metode variable costing adalah sebesar:
Rp 7.200.000
Rp 132
Rp 7.900.000
Rp 120
1. Jika diketahui:
Biaya variable per unit produk:
- Biaya bahan baku Rp 30
- Biaya tenaga kerja langsung Rp 60
- BOP Rp 10
- Biaya pemasaran, administrasi & Umum Rp 20
Biaya tetap setahun:
- Biaya Overhead Pabrik Rp 600.000
- Biaya pemasaran, administrasi & Umum Rp 100.000
Poduksi perusahaan: 60.000 unit
Berdasarkan hal diatas, maka Harga pokok produksi per unit jika dihitung dengan menggunakan metode full costing adalah sebesar:
Rp 7.200.000
Rp 132
Rp 7.900.000
Rp 120
Rumus Laba bersih juga menggunakan metode variable costing adalah:
Penjualan dikurangi dengan Harga Pokok Penjualan
Penjualan dikurangi dengan biaya-biaya variable
Laba kontribusi dikurangi dengan biaya-biaya tetap
Laba bruto dikurangi biaya administrasi dan umum, serta biaya pemasaran
Perusahaan membeli 4 macam bahan baku dengan harga faktur masing-masing bahan adalah berbeda yaitu: BB A = Rp. 1.000.000, BB B = Rp. 1.500.000 BB C = Rp. 2.250.000 dan BB D = Rp. 1.250.000. Biaya angkutan yg dikeluarkan untuk membeli keempat jenis bahan baku tersebut adalah Rp. 480.000, Maka berapa biaya angkut untuk jenis bahan baku C?
Rp 180.000
Rp 80.000
Rp 120.000
Rp 100.000
