wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Praktikum Parasitologi 2

Total questions: 40

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama dari teknik Harada-Mori?

a)

Mengidentifikasi jenis cacing dewasa

b)

Mengukur suhu ruangan

c)

Pemeriksaan larva

d)

Menentukan jumlah feses yang diperlukan

2.

Bagaimana cara memastikan sampel feses tidak terkontaminasi sebelum digunakan dalam metode Harada-Mori?

a)

Menggunakan feses yang telah disimpan dalam larutan pengawet

b)

Mengambil feses yang sudah mengering

c)

emastikan sampel tidak tercampur urin dan air

d)

Mengambil feses dalam wadah terbuka

3.

Berapa suhu minimum yang diperlukan oleh telur cacing tambang untuk berkembang menjadi larva infektif?

a)

25°C

b)

22°C

c)

20°C

d)

18°C

4.

Apa yang digunakan untuk menjaga kelembaban dalam teknik Harada-Mori?

a)

Alkohol

b)

Aquadest

c)

Larutan NaCl

d)

Air panas

5.

Apa alat yang tidak diperlukan dalam teknik Harada-Mori?

a)

Mikroskop

b)

Tabung pemusing

c)

Kertas saring

d)

Pipet otomatis

6.

Berapa lama waktu inkubasi yang dibutuhkan dalam teknik Harada-Mori untuk pemeriksaan larva?

a)

1-3 hari

b)

4-6 hari

c)

7-10 hari

d)

11-14 hari

7.

Metode Harada-Mori digunakan untuk menentukan dan mengidentifikasi larva infektif dari jenis cacing berikut, kecuali:

a)

Ancylostoma duodenale

b)

Necator americanus

c)

Ascaris lumbricoides

d)

Strongyloides stercoralis

8.

Apa prinsip dari teknik Harada-Mori?

a)

Telur cacing tambang berkembang di udara terbuka

b)

Larva infektif bermigrasi ke dasar tabung

c)

Telur cacing tambang berkembang di suhu rendah

d)

Telur cacing tambang hanya dapat berkembang di kertas saring kering

9.

Apa yang dapat menyebabkan tertelannya telur cacing? A

a)

Kuku pendek dan bersih

b)

Kuku panjang, kotor, dan tidak terawat

c)

Menggunakan sarung tangan

d)

Memotong kuku secara teratur

10.

Bagaimana telur cacing dapat masuk ke dalam tubuh manusia?

a)

Melalui udara

b)

Melalui mulut dengan makanan yang dikonsumsi

c)

Melalui kulit

d)

Melalui pernapasan

11.

Apa yang dapat menyebabkan telur cacing menempel di bawah kuku?

a)

Menggaruk daerah yang terinfeksi

b)

Memotong kuku dengan benar

c)

Mencuci tangan dengan sabun

d)

Menggunakan pelembap tangan

12.

Metode apa yang digunakan untuk mendeteksi telur cacing pada sampel kuku yang sederhana dan cepat?

a)

Metode Mikroskopis Langsung

b)

Metode Flotasi

c)

Metode Sedimentasi

d)

Metode PCR

13.

Apa kelebihan dari Metode Flotasi dalam mendeteksi telur cacing?

a)

Prosesnya cepat

b)

Membutuhkan persiapan khusus

c)

Sensitivitas tinggi karena telur cacing mengapung

d)

Menggunakan mikroskop berbiaya rendah

14.

Mengapa metode sedimentasi memiliki sensitivitas lebih rendah dibandingkan metode flotasi?

a)

Proses pengendapan lebih lama

b)

Memerlukan peralatan khusus

c)

Telur cacing tidak mengapung

d)

Larutan yang digunakan lebih mahal

15.

Teknik apa yang digunakan dalam Metode Scotch Tape Test?

a)

Menggunakan larutan NaOH

b)

Menekan selotip bening pada kuku

c)

Menggunakan larutan KOH

d)

Menggunakan larutan NaCl jenuh

16.

Metode apa yang paling sensitif dan spesifik untuk mendeteksi DNA telur cacing?

a)

Metode Mikroskopis Langsung

b)

Metode Flotasi

c)

Metode Sedimentasi

d)

Metode PCR

17.

Apa tujuan utama dari pemeriksaan telur cacing pada kuku dengan menggunakan larutan NaOH 0,25%?

a)

Untuk mengetahui dan mengidentifikasi ada atau tidaknya telur cacing pada kuku atau jari tangan

b)

Untuk membersihkan kuku dari kotoran

c)

Untuk memeriksa kebersihan kuku

d)

Untuk meningkatkan pertumbuhan kuku

18.

Bagaimana cara kerja larutan NaCl jenuh dalam metode flotasi untuk mendeteksi telur cacing?

a)

Larutan NaCl jenuh membuat telur cacing mengendap di dasar tabung

b)

Larutan NaCl jenuh mengapungkan telur cacing ke permukaan

c)

Larutan NaCl jenuh menguraikan kotoran dari kuku

d)

Larutan NaCl jenuh mewarnai telur cacing

19.

Dalam metode pemeriksaan menggunakan larutan KOH 10%, apa yang terjadi pada komponen organik di dalam sampel kuku?

a)

Komponen organik diwarnai

b)

Komponen organik dihancurkan sehingga telur cacing lebih terlihat

c)

Komponen organik mengapung bersama telur cacing

d)

Komponen organik dibiarkan utuh

20.

Mengapa larutan NaCl jenuh dipilih dalam metode flotasi untuk pengamatan telur cacing?

a)

Karena NaCl jenuh memiliki sifat pewarnaan yang baik

b)

Karena NaCl jenuh dapat menjaga sampel kuku tetap steril

c)

Karena NaCl jenuh memiliki densitas yang memungkinkan telur cacing mengapung

d)

Karena NaCl jenuh mempercepat proses pengendapan telur cacing

21.

Pada metode flotasi dengan larutan NaCl jenuh, apa yang dilakukan setelah telur cacing mengapung ke permukaan?

a)

Cairan jernih dibuang

b)

Permukaan larutan diperiksa di bawah mikroskop

c)

Larutan dipanaskan untuk mematikan telur cacing

d)

Larutan diwarnai untuk memperjelas telur cacing

22.

Telur cacing tambang biasanya berasal dari cacing jenis apa?

a)

Enterobius vermicularis

b)

Ascaris lumbricoides

c)

Ancylostoma duodenale dan Necator americanus

d)

Trichuris trichiura

23.

Bagaimana telur cacing kremi (pinworms) dapat menyebar ke tanah?

a)

Melalui air sungai

b)

Melalui kontak dengan pakaian atau permukaan yang terkontaminasi

c)

Melalui gigitan serangga

d)

Melalui udara

24.

Apa kondisi ideal untuk perkembangan telur cacing di tanah?

a)

Tanah yang kering dan panas

b)

Tanah yang dingin dan lembab

c)

Tanah yang lembab dan hangat

d)

Tanah yang berpasir dan gersang

25.

Metoda Suzuki (Metoda Kage) menggunakan prinsip apa untuk memisahkan telur cacing?

a)

Sedimentasi

b)

Flotasi dengan larutan garam jenuh

c)

Ekstraksi

d)

Filtrasi

26.

Apa keuntungan dari penggunaan Metoda Suzuki (Metoda Kage) dalam diagnostik?

a)

Membutuhkan peralatan canggih

b)

Biaya tinggi

c)

Sederhana dan relatif murah

d)

Tidak memerlukan mikroskop

27.

Keterbatasan dari Metoda Suzuki (Metoda Kage) adalah.......................

a)

Tidak efektif untuk mendeteksi telur cacing

b)

Sensitivitas bisa lebih rendah dibandingkan metode diagnostik lainnya

c)

Membutuhkan bahan kimia berbahaya

d)

Tidak dapat digunakan di daerah dengan sumber daya terbatas

28.

Apa fungsi larutan hipoklorit dalam Metoda Suzuki dengan larutan hipoklorit?

a)

Mengapungkan telur cacing

b)

Membersihkan dan melarutkan kotoran dalam sampel fecal

c)

Menambah berat jenis sampel

d)

Mewarnai telur cacing

29.

Apa tujuan dari penggunaan larutan MgSO4 dalam pemeriksaan telur cacing pada debu?

a)

Mengawetkan sampel

b)

Memisahkan telur cacing dari bahan debu lainnya

c)

Mengapungkan telur cacing ke permukaan

d)

Membersihkan debu dari kotoran

30.

Mengapa tanah harus disaring sebelum digunakan dalam Metoda Suzuki?

a)

Untuk menghilangkan air

b)

Untuk memisahkan batu dan partikel besar

c)

Untuk mengurangi jumlah telur cacing

d)

Untuk meningkatkan berat jenis tanah

31.

Apa prinsip utama dari metode pengamatan telur cacing dalam debu?

a)

Menggunakan pewarnaan kimia

b)

Menggunakan larutan hipoklorit

c)

Memisahkan unsur-unsur dalam debu berdasarkan berat jenis

d)

Menyaring debu dengan air

32.

Langkah pertama dalam metode pengamatan telur cacing pada debu adalah:

a)

Mengaduk debu dengan larutan hipoklorit

b)

Menambahkan larutan MgSO4 ke debu

c)

Mengambil debu dan mencampurnya dengan air

d)

Memanaskan debu hingga kering

33.

Apa yang dilakukan setelah debu dicampur dengan air dalam beaker glass?

a)

Memanaskan campuran

b)

Menyaring campuran ke dalam tabung centrifuge

c)

Menambahkan larutan hipoklorit

d)

Mengocok campuran hingga homogen

34.

Mengapa cover glass diletakkan di atas tabung setelah penambahan larutan MgSO4?

a)

Untuk mencegah kontaminasi

b)

Untuk mempermudah pengangkatan telur cacing

c)

Untuk memanaskan sampel

d)

Untuk mengukur konsentrasi telur cacing

35.

Mengapa penting untuk mengapungkan telur cacing ke permukaan dalam metode ini?

a)

Untuk memisahkan telur dari partikel debu lainnya

b)

Untuk menghancurkan telur cacing

c)

Untuk memanaskan telur cacing

d)

Untuk mengawetkan telur cacing

36.

Apa perbedaan utama antara sediaan apusan darah tebal dan tipis?

a)

Apusan darah tebal digunakan untuk pengamatan bakteri, sedangkan apusan darah tipis digunakan untuk pengamatan virus

b)

Apusan darah tebal mengandung lebih banyak darah, sedangkan apusan darah tipis mengandung sedikit darah

c)

Apusan darah tebal digunakan untuk menentukan golongan darah, sedangkan apusan darah tipis untuk menghitung sel darah merah

d)

Apusan darah tebal digunakan untuk memeriksa sel darah putih, sedangkan apusan darah tipis untuk memeriksa sel darah merah

37.

Pewarnaan apa yang biasa digunakan untuk sediaan apusan darah tebal dan tipis dalam pengamatan mikrofilaria?

a)

Pewarnaan Gram

b)

Pewarnaan Wright

c)

Pewarnaan Giemsa

d)

Pewarnaan Ziehl-Neelsen

38.

Mengapa siput air tawar sering digunakan dalam studi infeksi parasit cacing Platyhelminthes?

a)

Karena siput mudah ditemukan

b)

Karena siput sering terinfeksi parasit

c)

Karena siput memiliki ukuran besar

d)

Karena siput tidak memiliki cangkang

39.

Cacing Platyhelminthes yang sering ditemukan pada siput air tawar biasanya termasuk dalam kelas:

a)

Nematoda

b)

Cestoda

c)

Trematoda

d)

Annelida

40.

Pada pengamatan mikroskopik, apa yang menunjukkan bahwa ada infeksi parasit cacing pada sampel?

a)

Adanya bakteri yang bergerak cepat

b)

Adanya cacing atau larva yang bergerak

c)

Perubahan warna pada jaringan

d)

Tidak ada pergerakan sama sekali