WorksheetsManajemen Risiko dan Proyek
Total questions: 20
Worksheet time: 18mins
Munculnya potensi Risiko akan lebih tepat diidentifikasi oleh Project Manager didalam proses manajemen risiko yaitu?
Melakukan analisis risiko kuantitatif dan mengidentifikasi risiko
Mengidentifikasi risiko dan memantau dan mengendalikan risiko
Melakukan Analisis Risiko Kualitatif dan Memantau dan Mengendalikan Risiko
Memitigasi risiko
Risiko keterlambatan pengiriman bahan baku adalah bagian dari risiko dalam proyek pembangunan infrastruktur. Manager proyek dalam hal ini memutuskan untuk mencari pemasok alternatif yang lebih cepat tetapi dengan biaya yang lebih tinggi. Ini adalah contoh dari amper respon perencanaan manajemen risiko yaitu:
Menghindari risiko
Mengurangi risiko
Memindahkan risiko
Menerima risiko
Selama proyek konstruksi berlangsung, ditemukan bahwa tanah di lokasi proyek tidak stabil dan berpotensi menyebabkan bangunan runtuh. Manajer proyek memutuskan untuk membeli asuransi untuk mengganti kerugian jika bangunan runtuh. Ini adalah contoh dari respon risiko, yaitu
Menghindari risiko
Mengurangi risiko
Memindahkan risiko
Menerima risiko
Mengevaluasi kemungkinan dan konsekuensi dari risiko yang diidentifikasi untuk tujuan proyek, mengalokasikan skor risiko untuk setiap risiko, dan membuat daftar risiko yang diprioritaskan, menggambarkan mana dari proses manajemen risiko berikut?
Melakukan analisis risiko kuantitatif
Mengidentifikasi risiko
Melakukan Analisis Risiko Kualitatif
Rencana Manajemen Risiko
Proyek Anda hampir selesai, tetapi risiko yang belum teridentifikasi sebelumnya telah ditemukan dan dapat secara signifikan mempengaruhi salah satu pengiriman proyek. Sebagai Project Manager yang Professional Langkah apa yang akan anda lakukan?
Mengalihkan resiko
Mengembangkan rencana mitigasi risiko.
Menyertakan masalah dalam log risiko proyek.
Menginformasikan pihak-pihak yang berkepentingan dengan segera
Secara fundamental terdapat 4 cara penghentian proyek dalam Manajemen Proyek yaitu berikut ini, kecuali :
Penghentian Proyek karena "mati"
Penghentian karena penambahan
Penghentian karena integrasi
Penghentian karena kondisi kekurangan sumber bahan baku
Dalam konteks penutupan proyek, mengapa penting untuk mengarsipkan semua dokumen proyek sesuai dengan kebijakan perusahaan dan persyaratan hukum?
Untuk memastikan kepuasan klien
Untuk memenuhi persyaratan audit dan referensi di masa depan
Untuk meningkatkan keterampilan tim proyek
Untuk mendapatkan insentif dari perusahaan
Manakah dari langkah-langkah berikut yang pertama kali harus dilakukan manajer proyek dalam proses penghentian proyek menurut PMBOK?
Mengkomunikasikan keputusan penghentian kepada semua pemangku kepentingan
Menyelesaikan semua kontrak yang terkait dengan proyek
Mengidentifikasi semua risiko yang mungkin timbul akibat penghentian
Mengarsipkan semua dokumentasi proyek yang ada
Menurut PMBOK, apa tujuan utama dari melakukan sesi "lessons learned/ pelajaran apa yang didapat" pada tahap penutupan proyek?
Untuk memberikan umpan balik kepada klien
Untuk mengevaluasi kinerja anggota tim
Untuk mendokumentasikan pengalaman dan wawasan yang diperoleh selama proyek
Untuk memastikan semua deliverables telah disetujui
Manajer proyek menerapkan sistem informasi manajemen proyek yang dirancang untuk melacak kemajuan aktual dan membandingkannya dengan kemajuan yang direncanakan, merupakan tanggung jawab manajer proyek pada tahapan:
perencanaan
pengorganisasian
pemantauan dan pengendalian
evaluasi
Tuckman telah mendefinisikan empat tahap (secara berurutan) dalam Pengembangan Tim, yaitu:
FORMING - PERFORMING - NORMING - STORMING
FORMING - NORMING - STORMING - PERFORMING
FORMING - STORMING - NORMING - PERFORMING
FORMING - STORMING - PERFORMING - NORMING
Dalam pengembangan Tim, Manajer Proyek harus memberikan bimbingan dan mendorong resolusi konflik dan tidak mencoba untuk menekan frustasi apapun, berharap bahwa itu akan hilang dengan sendirinya. Tahap pengembangan Tim ini disebut:
FORMING
PERFORMING
NORMING
STORMING
Berikut ini yang merupakan karakteristik dari Tim Proyek yang efektif, kecuali:
Orientasi Hasil
Tingkat Kerjasama
Kolaborasi yang Tinggi
Tingkat Kepercayaan yang Rendah
Manajer proyek menghadapi banyak kesempatan untuk menggunakan "keterampilan ini" dalam berinteraksi dengan sponsor atau pelanggan, manajemen organisasi proyek, subkontraktor, vendor, pengguna akhir produk akhir proyek, dan pemangku kepentingan lainnya. Keterampilan yang dimaksud:
Kemampuan Bernegosiasi
Kemampuan Berkomunikasi
Kemampuan Memecahkan Masalah
Kemampuan Menangani Stress
Sistem kendali dokumen (document control system), juga disebut sebagai sistem kendali konfigurasi, perlu ditetapkan untuk proses dan prosedur yang menentukan bagaimana perubahan pada dokumen akan didokumentasikan, disetujui, dan dikomunikasikan. kapan waktu yang tepat dalam menyusun system kendali dokumen:
pertengahan proyek
saat proyek sedang berjalan
awal proyek
akhir proyek
Aspek penting dari tugas manajer proyek adalah mengelola dan mengendalikan perubahan (Manajemen Perubahan) untuk meminimalkan dampak negatif terhadap keberhasilan pencapaian tujuan proyek. Manfaat adanya Manajemen Perubahan berikut ini, kecuali:
Umumnya, semakin lama perubahan diidentifikasi dalam proyek, semakin besar pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan proyek.
Pada awal proyek, sistem pengendalian perubahan perlu ditetapkan untuk proses dan prosedur yang menentukan bagaimana perubahan akan didokumentasikan, disetujui, dan dikomunikasikan.
Pelanggan mungkin tidak akan memberikan persetujuan jika perubahan tersebut mengurangi biaya tanpa adanya penurunan kinerja sistem.
Komunikasi yang terbuka dan iklim kepercayaan merupakan prasyarat untuk memperkenalkan perubahan, mengurangi penolakan terhadap perubahan, dan mendapatkan komitmen terhadap perubahan
Menurut literatur dari buku Budi Sentosa, konflik yang terjadi akibat ketidakjelasan peran dalam tim proyek dapat diselesaikan dengan:
Menetapkan peran dan tanggung jawab yang jelas untuk setiap anggota tim
Mengadakan pertemuan rutin untuk membahas konflik
Membiarkan anggota tim menyelesaikan konflik sendiri
Menggantikan anggota tim yang tidak jelas perannya
Berdasarkan studi Thamnain dan Wilemon, terdapat tiga utama sumber potensial penyebab terjadinya konflik dalam manajemen proyek yaiitu, Kecuali :
Prioritas Pekerjaan
Penjadwalan Pekerjaan
Alokasi tenaga kerja
Perbedaan opini antar tenaga kerja
Struktur organisasi matriks dalam manajemen proyek menawarkan kombinasi dari struktur fungsional dan proyek. Namun, salah satu kerugian utama dari struktur matriks adalah:
Penggunaan sumber daya yang tidak efisien
Kesulitan dalam mengelola prioritas ganda dan konflik kepentingan
Komunikasi yang buruk di antara anggota tim
Kejelasan peran dan tanggung jawab yang rendah
Menurut literatur Jack Gido, salah satu cara terbaik untuk mengelola ekspektasi pemangku kepentingan (stakeholders) adalah melalui:
Penghindaran konflik
Penggunaan laporan kemajuan rutin dan transparan serta pertemuan formal
Menjaga komunikasi seminimal mungkin
Mengandalkan komunikasi informal
