Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen Risiko dan Proyek

Total questions: 20

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Munculnya potensi Risiko akan lebih tepat diidentifikasi oleh Project Manager didalam proses manajemen risiko yaitu?

a)

Melakukan analisis risiko kuantitatif dan mengidentifikasi risiko

b)

Mengidentifikasi risiko dan memantau dan mengendalikan risiko

c)

Melakukan Analisis Risiko Kualitatif dan Memantau dan Mengendalikan Risiko

d)

    Memitigasi risiko

2.

Risiko keterlambatan pengiriman bahan baku adalah bagian dari risiko dalam proyek pembangunan infrastruktur. Manager proyek dalam hal ini memutuskan untuk mencari pemasok alternatif yang lebih cepat tetapi dengan biaya yang lebih tinggi. Ini adalah contoh dari amper respon perencanaan manajemen risiko yaitu:

a)

Menghindari risiko

b)

Mengurangi risiko

c)

Memindahkan risiko

d)

Menerima risiko

3.

Selama proyek konstruksi berlangsung, ditemukan bahwa tanah di lokasi proyek tidak stabil dan berpotensi menyebabkan bangunan runtuh. Manajer proyek memutuskan untuk membeli asuransi untuk mengganti kerugian jika bangunan runtuh. Ini adalah contoh dari respon risiko, yaitu

a)

Menghindari risiko

b)

Mengurangi risiko

c)

Memindahkan risiko

d)

Menerima risiko

4.

Mengevaluasi kemungkinan dan konsekuensi dari risiko yang diidentifikasi untuk tujuan proyek, mengalokasikan skor risiko untuk setiap risiko, dan membuat daftar risiko yang diprioritaskan, menggambarkan mana dari proses manajemen risiko berikut?

a)

Melakukan analisis risiko kuantitatif

b)

Mengidentifikasi risiko

c)

Melakukan Analisis Risiko Kualitatif

d)

Rencana Manajemen Risiko

5.

Proyek Anda hampir selesai, tetapi risiko yang belum teridentifikasi sebelumnya telah ditemukan dan dapat secara signifikan mempengaruhi salah satu pengiriman proyek. Sebagai Project Manager yang Professional Langkah apa yang akan anda lakukan?

a)

Mengalihkan resiko

b)

Mengembangkan rencana mitigasi risiko.

c)

Menyertakan masalah dalam log risiko proyek.

d)

Menginformasikan pihak-pihak yang berkepentingan dengan segera

6.

Secara fundamental terdapat 4 cara penghentian proyek dalam Manajemen Proyek yaitu berikut ini, kecuali :

a)

Penghentian Proyek karena "mati"

b)

Penghentian karena penambahan

c)

Penghentian karena integrasi

d)

Penghentian karena kondisi kekurangan sumber bahan baku

7.

Dalam konteks penutupan proyek, mengapa penting untuk mengarsipkan semua dokumen proyek sesuai dengan kebijakan perusahaan dan persyaratan hukum?

a)

Untuk memastikan kepuasan klien

b)

Untuk memenuhi persyaratan audit dan referensi di masa depan

c)

Untuk meningkatkan keterampilan tim proyek

d)

Untuk mendapatkan insentif dari perusahaan

8.

Manakah dari langkah-langkah berikut yang pertama kali harus dilakukan manajer proyek dalam proses penghentian proyek menurut PMBOK?

a)

Mengkomunikasikan keputusan penghentian kepada semua pemangku kepentingan

b)

Menyelesaikan semua kontrak yang terkait dengan proyek

c)

Mengidentifikasi semua risiko yang mungkin timbul akibat penghentian

d)

Mengarsipkan semua dokumentasi proyek yang ada

9.

Menurut PMBOK, apa tujuan utama dari melakukan sesi "lessons learned/ pelajaran apa yang didapat" pada tahap penutupan proyek?

a)

Untuk memberikan umpan balik kepada klien

b)

Untuk mengevaluasi kinerja anggota tim

c)

Untuk mendokumentasikan pengalaman dan wawasan yang diperoleh selama proyek

d)

Untuk memastikan semua deliverables telah disetujui

10.

Manajer proyek menerapkan sistem informasi manajemen proyek yang dirancang untuk melacak kemajuan aktual dan membandingkannya dengan kemajuan yang direncanakan, merupakan tanggung jawab manajer proyek pada tahapan: 

a)

perencanaan

b)

pengorganisasian 

c)

pemantauan dan pengendalian 

d)

evaluasi

11.

Tuckman telah mendefinisikan empat tahap (secara berurutan) dalam Pengembangan Tim, yaitu:

a)

FORMING - PERFORMING - NORMING - STORMING

b)

FORMING - NORMING - STORMING - PERFORMING

c)

FORMING - STORMING - NORMING - PERFORMING

d)

FORMING - STORMING - PERFORMING - NORMING

12.

Dalam pengembangan Tim, Manajer Proyek harus memberikan bimbingan dan mendorong resolusi konflik dan tidak mencoba untuk menekan frustasi apapun, berharap bahwa itu akan hilang dengan sendirinya. Tahap pengembangan Tim ini disebut:

a)

FORMING

b)

PERFORMING

c)

NORMING

d)

STORMING

13.

Berikut ini yang merupakan karakteristik dari Tim Proyek yang efektif, kecuali:

a)

Orientasi Hasil

b)

Tingkat Kerjasama

c)

Kolaborasi yang Tinggi

d)

Tingkat Kepercayaan yang Rendah

14.

Manajer proyek menghadapi banyak kesempatan untuk menggunakan "keterampilan ini" dalam berinteraksi dengan sponsor atau pelanggan, manajemen organisasi proyek, subkontraktor, vendor, pengguna akhir produk akhir proyek, dan pemangku kepentingan lainnya. Keterampilan yang dimaksud:

a)

Kemampuan Bernegosiasi

b)

Kemampuan Berkomunikasi

c)

Kemampuan Memecahkan Masalah

d)

Kemampuan Menangani Stress

15.

Sistem kendali dokumen (document control system), juga disebut sebagai sistem kendali konfigurasi, perlu ditetapkan untuk proses dan prosedur yang menentukan bagaimana perubahan pada dokumen akan didokumentasikan, disetujui, dan dikomunikasikan. kapan waktu yang tepat dalam menyusun system kendali dokumen: 

a)

pertengahan proyek 

b)

saat proyek sedang berjalan 

c)

awal proyek 

d)

akhir proyek 

16.

Aspek penting dari tugas manajer proyek adalah mengelola dan mengendalikan perubahan (Manajemen Perubahan) untuk meminimalkan dampak negatif terhadap keberhasilan pencapaian tujuan proyek. Manfaat adanya Manajemen Perubahan berikut ini, kecuali:

a)

  Umumnya, semakin lama perubahan diidentifikasi dalam proyek, semakin besar pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan proyek.

b)

   Pada awal proyek, sistem pengendalian perubahan perlu ditetapkan untuk proses dan prosedur yang menentukan bagaimana perubahan akan didokumentasikan, disetujui, dan dikomunikasikan.

c)

   Pelanggan mungkin tidak akan memberikan persetujuan jika perubahan tersebut mengurangi biaya tanpa adanya penurunan kinerja sistem.

d)

Komunikasi yang terbuka dan iklim kepercayaan merupakan prasyarat untuk memperkenalkan perubahan, mengurangi penolakan terhadap perubahan, dan mendapatkan komitmen terhadap perubahan

17.

Menurut literatur dari buku Budi Sentosa, konflik yang terjadi akibat ketidakjelasan peran dalam tim proyek dapat diselesaikan dengan:

a)

Menetapkan peran dan tanggung jawab yang jelas untuk setiap anggota tim

b)

Mengadakan pertemuan rutin untuk membahas konflik

c)

Membiarkan anggota tim menyelesaikan konflik sendiri

d)

Menggantikan anggota tim yang tidak jelas perannya

18.

Berdasarkan studi Thamnain dan Wilemon, terdapat tiga utama sumber potensial penyebab terjadinya konflik dalam manajemen proyek yaiitu, Kecuali :

a)

Prioritas Pekerjaan

b)

Penjadwalan Pekerjaan

c)

Alokasi tenaga kerja

d)

Perbedaan opini antar tenaga kerja

19.

Struktur organisasi matriks dalam manajemen proyek menawarkan kombinasi dari struktur fungsional dan proyek. Namun, salah satu kerugian utama dari struktur matriks adalah:

a)

Penggunaan sumber daya yang tidak efisien

b)

Kesulitan dalam mengelola prioritas ganda dan konflik kepentingan

c)

Komunikasi yang buruk di antara anggota tim

d)

Kejelasan peran dan tanggung jawab yang rendah

20.

Menurut literatur Jack Gido, salah satu cara terbaik untuk mengelola ekspektasi pemangku kepentingan (stakeholders) adalah melalui:

a)

Penghindaran konflik

b)

Penggunaan laporan kemajuan rutin dan transparan serta pertemuan formal

c)

Menjaga komunikasi seminimal mungkin

d)

Mengandalkan komunikasi informal