Font size
WorksheetsASESMEN DIAGNOSNIK KOGNITIF SEJARAH KELAS XII
Total questions: 10
Worksheet time: 12mins
Kelihaian bangsa Indonesia membaca situasi, berakhir manis dengan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Situasi genting yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk proklamasi adalah ....
Bom atom Hiroshima Nagasaki
Peristiwa Dalat
Vacuum of power
Status quo
Perang Dingin
Pada event proklamasi, Indonesia harus berhadapan dengan bangsa yang mengaku sebagai saudara tua Indonesia, yaitu ...
Sekutu
Belanda
Jepang
Schakels
Negara-negara boneka Belanda
Diplomasi RI-Belanda 1945-1949 (a) (b) (c) (d)
Disintegrasi bangsa
Demi mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari Pemerintah Kolonial Belanda, PM Sutan Syahrir terpaksa menandatangani Perjanjian Linggarjati. Wilayah Indonesia berdasarkan Perjanjian Linggarjati adalah ....
Sumatera
Jawa
Kalimantan
Sulawesi
Maluku
Susun ulang berikut ini:
Suharto
BJ Habibie
Megawati Sukarno Putri
Sukarno
Susilo Bambang Yudoyono
Wilayah Indonesia yang dipermasalahkan Belanda dalam KMB adalah (a)
Linggarjati
Renville
KMB
Peristiwa Surabaya
Bandung Lautan Api
Medan Area
Jokjakarta
Jakarta
Bukittinggi
PDRI
Hatta, Syahrir, Muhammad Yamin
Ketika RI yang masih belia berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan, sesama anak bangsa menohok dari belakang dengan melancarkan pemberontakan. Pemberontakan yang dimaksud adalah ....
PKI Madiun
APRA
RMS
DI/TII Jawa Barat
Andi Azis
Indonesia memproklamasikan kemerdekannya pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan memanfaatkan status vacuum of power setelah menyerahnya Jepang pada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945. Proklamasi bukan hanya sekedar pembacaan teks, tetapi bermakna sakral untuk Indonesia. Dengan proklamasi, Sukarno Hatta atas nama bangsa Indonesia mengumumkan kepada seluruh rakyatnya dan seluruh dunia bahwa Indonesia tidak lagi wilayah jajahan dari negara manapun. Indonesia sudah merdeka sejak proklamasi kemerdekaan itu dibacakan.
Proklamasi kemerdekaan bukan tanpa konsekuensi. Bangsa Indonesia harus berhadapan minimal dengan 4 lawan, yaitu :
1. Sekutu sebagai pihak yang menang pada Perang Dunia ke-2 yang sudah sepakat untuk mengembalikan wilayah Indonesia kepada Belanda;
2. Belanda ; Anggota Blok Sekutu yang ingin kembali menjajah di Indonesia;
3. Jepang yang mendapat tugas untuk menjaga status quo sampai Sekutu mengambil alih kekuasaan;
4. Kelompok Pro Belanda yang mendapat perlakuan istimewa di masa Belanda;
Indonesia berjuang keras untuk menghadapi lawan-lawan di atas, mempertahankan kemerdekaan, walaupun harus mengikhlaskan darah para pejuang menggenangi tanah bumi pertiwi. “Sekali merdeka, tetap merdeka”.
Ada 2 cara yang ditempuh bangsa Indonesia dalam proses perjuangan mempertahankan kemerdekaan, yaitu diplomasi dan konfrontasi. Hasilnya, Indonesia harus mengikhlaskan peta wilayahnya berubah-ubah, demi satu kata ,”merdeka”. Impian merdeka secara de facto dan de jure itu akhirnya didapatkan pada Konferensi Meja Bundar (KMB) yang dilaksanakan di Denhaag pada 23 Agustus – 2 November 1949. Salah satu point penting dari keputusan KMB adalah Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
KMB bukan akhir dari perjuangan. Bentuk negara serikat menimbulkan masalah baru untuk negara baru ini. Negara bagian sering tidak sejalan dengan Pemerintahan RIS. Bahkan ada yang berujung dengan gerakan disintegrasi bangsa. Akhirnya, melalui perjuangan tokoh-tokoh integrasi di bawah pimpinan M. Natsir, bangsa Indonesia mengubah bentuk negara dari RIS menjadi NKRI tanggal 15 Agustus 1950. Berakhir 1 episode dari perjalanan Sejarah Indonesia. Berakhir dengan happy ending.
Pembubaran RIS dan pembentukan NKRI ditolak oleh salah satu bagian dari negara bagian, dan berujung dengan terjadinya pemberontakan ....
PKI Madiun
DI/TII Jawa Barat
APRA
RMS
PRRI/PERMESTA
Ada 3 istilah yang dipakai untuk menyebutkan Indonesia pada masa mempertahankan kemerdekaan (1945-1949), yaitu RI, RIS, NKRI. Jelaskan perbedaan ketiganya !
